Home Blog Page 3

Kuartal I/2026 Telkom Catatkan Laba Bersih Rp4,3 Triliun

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal I/2026. Nilai ini meningkat 1,5% secara tahunan (yoy) di tengah kondisi makroekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

Capaian itu mencerminkan konsistensi Telkom dalam menerapkan disiplin operasional sekaligus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30. Selain pendapatan, Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp18 triliun dengan margin EBITDA 48,3%.

Adapun, laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi tercatat sebesar Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Meski demikian, tekanan tersebut bersifat transisional dan non-kas.

Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% yoy menjadi Rp17,3 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong implementasi program efisiensi total expenditure (TOTEX) serta disiplin penagihan yang semakin baik.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, Telkom akan terus mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 untuk menciptakan nilai yang optimal dan memastikan keberlanjutan perusahaan. “Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya,” ujar Dian dalam siaran tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Dian, kinerja kuartal I/2026 menjadi awal yang baik bagi TelkomGroup untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap. Upaya tersebut dilakukan agar perusahaan dapat memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat, dan negara.

Pada segmen business-to-consumer (B2C), yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh 1,3% yoy, terutama didorong oleh bisnis digital. Payload data Telkomsel juga meningkat 2,3 persen yoy. Peningkatan ini didukung upaya perusahaan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, serta peningkatan pengalaman pelanggan turut mendorong pertumbuhan average revenue per user (ARPU) Telkomsel. ARPU Telkomsel tercatat mencapai Rp45.100 atau naik 6,4% yoy. Capaian tersebut mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional.

Dian menilai, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan,” kata Dian.

Ia mengatakan, Telkom optimistis dapat memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan pengalaman pelanggan.

Segmen B2B Infrastructure juga menunjukkan kinerja positif pada kuartal I/2026. Segmen ini mencatat pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi berkelanjutan bisnis fiber-to-the-tower (FTTT).

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang dijalankan Mitratel, pendapatan tercatat Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% yoy. Tower leasing dan tower-related business tetap menjadi kontributor utama yang menopang stabilitas pendapatan Mitratel. (ip/jh. Foto: Dok. Telkom)

Selama Libur Waisak Penumpang Whoosh Naik 15 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi volume harian penumpang Whoosh naik 15% pada momen libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Hari Waisak dan Hari Lahir Pancasila.

General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa menyebutkan penjualan tiket Whoosh telah mencapai sekitar 12 ribu tiket, dan diprediksi akan mencapai sekitar 20 ribu penumpang. “Jumlah tersebut meningkat sekitar 15% dibandingkan volume penumpang pada hari biasa,” kata Eva di Bandung, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, tingginya minat perjalanan juga terlihat dari okupansi di atas 80% pada keberangkatan dari Stasiun Halim mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Peningkatan volume penumpang didominasi perjalanan dari Jakarta menuju Bandung untuk berlibur.

Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang ini didukung oleh berbagai layanan dan fasilitas yang disediakan KCIC, baik di stasiun maupun di dalam kereta Whoosh.

“Whoosh menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan perjalanan penumpang, salah satunya layanan pengisian daya atau stop kontak di area ruang tunggu stasiun maupun di dalam kereta untuk berbagai perangkat penumpang,” tutur Eva.

Meski demikian, KCIC mengingatkan agar penumpang tidak menggunakan terminal listrik tambahan, perangkat berdaya besar, perangkat modifikasi, maupun penggunaan lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.

Selain itu, penumpang juga diminta untuk tidak memaksa mencabut atau melepas perangkat dan tidak meninggalkan perangkat elektronik yang sedang diisi daya tanpa pengawasan. “Fasilitas stop kontak di stasiun dan Whoosh disediakan untuk mendukung kebutuhan perangkat pribadi penumpang selama perjalanan,” tutup Eva. (pa/jh. Foto: Dok. KCIC)

Pelni Pangkalan Bun Catat Selama Iduladha 2026 Angkut 1.178 Penumpang

BusinessUpdate – PT Pelni Cabang Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, selama libur Iduladha 1447 Hijriah mengangkut sekitar 1.178 penumpang yang berangkat menggunakan kapal laut.

“Jumlah itu yang berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar per tanggal 23 hingga 28 Mei kemarin,” kata Andry Yudha, kepala Pelni Cabang Pangkalan Bun, dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran angkutan laut selama periode libur Iduladha. Persiapan tersebut meliputi kesiapan operasional pelayanan penumpang, koordinasi dengan pemangku kepentingan pelabuhan, hingga memastikan fasilitas terminal penumpang dalam kondisi optimal. “Kami berharap seluruh proses keberangkatan maupun kedatangan kapal dapat berjalan lancar, aman dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam memaksimalkan pelayanan terhadap penumpang, pihak Pelni Pangkalan Bun menyiapkan sebanyak tiga armada kapal diantaranya yaitu KM Awu, Kelimutu dan Lawit. Selain itu, terus melakukan monitoring terhadap perkembangan jumlah penumpang serta kesiapan petugas pelayanan di lapangan, untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.

“Kami di PELNI terus berkomitmen menjaga standar keselamatan serta memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan prinsip safety first, zero accident, dan service excellence bagi seluruh masyarakat yang bepergian menggunakan kapal PELNI selama periode Idul Adha,” tambah Andry.

Sebagai informasi, PT Pelni Persero mencatat sebanyak 39.797 tiket telah terjual untuk periode keberangkatan 27 Mei hingga 1 Juni 2026, menjelang libur panjang Iduladha 1447, hingga 26 Mei 2026.

Selain itu, sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Mei 2026, PELNI tercatat telah melayani sekitar 1,9 juta penumpang di seluruh Indonesia. “Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut PELNI, dan menjadi bukti kapal PELNI tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antarpulau,” tutup Andry. (rn/jh. Foto: Dok. Pelni)

Libur Iduladha 2026 Penumpang di Bandara Soetta Capai 104.150 Orang

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, mencatat peningkatan trafik atau pergerakan penumpang periode libur panjang perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 104.150 orang.

Assistant Deputy Communicationand Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan mengatakan, berdasarkan data rencana operasional periode 30 Mei 2026 ini jumlah penerbangan mencapai 845 flight dengan penumpang sebanyak 104.150 orang.

“Untuk pergerakan penumpang periode ini tercatat ada 104.150 orang dengan jumlah keberangkatan sebanyak 56.490 orang dan kedatangan 47.660 orang,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, kepadatan penumpang tersebut, terdistribusi dari seluruh terminal di Bandara Soetta dengan dominasi penerbangan di Terminal 3 dan Terminal 2 di bandar udara tersebut. Di mana tercatat trafik penumpang melalui Terminal 1 sebanyak 20.667 orang dengan 184 penerbangan. Kemudian, di Terminal 2 sebanyak 33.147 orang dengan 277 penerbangan. Sementara di Terminal 3 ada 50.336 orang dan 368 penerbangan.

Namun demikian, dari pergerakan penumpang yang mencapai 104.150 orang tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni pada tanggal 29 Mei 2026. Di mana, jumlah pergerakannya mencapai 121.722 orang dengan 923 penerbangan.

Total angka pergerakan tersebut ditopang dari tiga terminal utama yakni 1, 2 dan 3 dengan angka keberangkatan sebanyak 61.377 orang dan kedatangan 60.345 orang.

InJourney Airports memproyeksikan jumlah pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara mencapai sekitar tiga juta penumpang periode libur nasional Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila pada 26 Mei – 2 Juni 2026.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan tiga juta penumpang penerbangan yang diproyeksikan terjadi pada libur Iduladha ditetapkan pada 27 – 28 Mei 2026, yang berdekatan dengan akhir pekan pada 30 – 31 Mei 2026 serta libur nasional Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

“Jumlah penumpang pesawat tertinggi diproyeksikan pada 26 Mei yakni sekitar 412 ribu penumpang dengan 3 ribu penerbangan, dan pada 1 Juni 2026 sekitar 423 ribu penumpang juga dengan tiga ribu penerbangan,” katanya.

Kendati, seluruh bandara telah melakukan berbagai persiapan untuk menjamin aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan tetap terjaga pada libur panjang ini. “Kami berupaya memastikan perjalanan udara masyarakat melalui seluruh bandara InJourney Airports dapat berjalan lancar dan nyaman pada libur Iduladha yang berdekatan dengan akhir pekan, dan kemudian libur nasional Hari Lahir Pancasila,” ungkapnya.

Pahlevi mengatakan bandara sudah melakukan pengaturan slot time atau ketersediaan waktu take off dan landing pesawat untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan.

“Penempatan parkir pesawat di sisi udara juga menjadi fokus bandara, di mana hal ini berkontribusi dalam memastikan kelancaran alur kedatangan dan keberangkatan penumpang pesawat. Di samping itu, seluruh staf bandara akan Melayani Sepenuh Hati para penumpang pesawat dan pengguna jasa bandara,” ungkapnya.

Skema koordinasi juga dilakukan InJourney dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat berjalan baik, mulai dari check in, boarding untuk naik ke pesawat, penanganan bagasi tercatat, hingga ketersediaan transportasi publik di bandara. (ip/jh. Foto: Dok. InJourney)

Pembelian Tiket Melalui Aplikasi Access by KAI Meningkat 20,74 Persen

BusinessUpdate – Sepanjang kuartal I/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat transaksi pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI mencapai 7,2 juta transaksi, meningkat 20,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5,9 juta transaksi.

Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan kanal digital untuk merencanakan perjalanan kereta api. Seiring bertambahnya penggunaan aplikasi, KAI juga terus melakukan penyempurnaan layanan guna mempermudah proses pencarian dan pemesanan tiket.

“Selain memberikan kemudahan akses, aplikasi juga memungkinkan pelanggan memperoleh informasi perjalanan secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Salah satu pembaruan yang kini tersedia adalah fitur Recent Search. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pelanggan yang sering melakukan pencarian perjalanan dengan rute dan tujuan yang sama. Melalui fitur itu, riwayat pencarian sebelumnya dapat ditampilkan kembali sehingga pelanggan tidak perlu mengulang proses pencarian dari awal.

Selain itu, KAI juga melakukan penyempurnaan pada tampilan Schedule dan Filter. Dengan tampilan yang lebih ringkas dan pengaturan filter yang lebih mudah digunakan, pelanggan dapat menemukan jadwal perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan secara lebih cepat. “Proses pencarian menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat langsung menyaring pilihan perjalanan berdasarkan preferensi yang diinginkan,” jelas Anne.

Bagi pelanggan yang telah merencanakan perjalanan pulang-pergi, KAI menghadirkan fitur Select Date dan Trip yang memudahkan pengaturan keberangkatan dan kepulangan dalam satu alur pemesanan. Fitur tersebut membantu pelanggan menyusun rencana perjalanan secara lebih praktis tanpa perlu melakukan pencarian terpisah.

Sementara itu, melalui fitur Train Details, pelanggan kini dapat melihat informasi lebih lengkap mengenai kereta yang akan digunakan. Informasi mengenai fasilitas, jenis kursi, hingga detail perjalanan dapat diakses sebelum melakukan pemesanan tiket. KAI juga terus melakukan penyempurnaan konten dan informasi pada fitur tersebut agar semakin lengkap dan informatif.

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, KAI menyebut pengembangan aplikasi akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan pelanggan yang terus berubah. “Kami memahami bahwa ekspektasi pelanggan terus berkembang. Karena itu, masukan yang disampaikan pelanggan akan terus menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan,” kata Anne.

Menurutnya, berbagai pembaruan terbaru dihadirkan untuk membuat proses pemesanan tiket menjadi lebih cepat, praktis, dan mudah digunakan. “Setiap masukan pelanggan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga dalam pengembangan layanan digital KAI,” kata Anne.

Setiap hari pihaknya menerima berbagai saran, masukan, hingga keluhan dari pelanggan mengenai pengalaman menggunakan layanan digital. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk menghadirkan pengalaman yang semakin baik. “Kami ingin pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah sejak tahap pencarian tiket hingga keberangkatan,” tututp Anne. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Maybank Indonesia Catatkan Laba Rp397 Miliar pada Kuartal I/2026

Picture show Maybank Operation office after Maybank Group to announce financial year end result 2013 to the press at Kuala Lumpur

BusinessUpdate – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. atau Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak (PBT) Rp397 miliar pada kuartal I/2026, sementara laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp299 miliar.

Pada periode tersebut, pendapatan bunga bersih (NII) mencapai Rp1,81 triliun atau meningkat 2,1%, didukung penurunan beban bunga serta komposisi pendanaan yang membaik. Net Interest Margin (NIM) tetap stabil pada level 4,3%.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan kinerja Bank pada kuartal I/2026 dipengaruhi tekanan geopolitik global dan volatilitas pasar. Dalam kondisi tersebut, Bank menyesuaikan ekspektasi serta fokus memanfaatkan peluang pertumbuhan pada segmen ritel, non-ritel, korporasi, dan Perbankan Syariah.

“Ke depan, kami akan terus berupaya menangkap peluang pertumbuhan melalui ekosistem Whole of Maybank sekaligus memperkuat bisnis inti sejalan dengan strategi ROAR30 Maybank Group,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Volatilitas pasar keuangan juga berdampak pada aktivitas trading surat berharga dan valuta asing Global Markets (GM), serta pendapatan fee non-GM turut mengalami penurunan meskipun pendapatan fee Premier Wealth tumbuh 20,0%, sehingga pendapatan non-bunga (NOII) turun 29,6% menjadi Rp402 miliar. Gross Operating Income tercatat Rp2,22 triliun dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato’ Sri Khairussaleh Ramli menyatakan bahwa di tengah volatilitas pasar, Bank tetap berfokus memperkuat fundamental UKM sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan arah Maybank Group.

Pada kuartal I/2026, beban operasional meningkat 4,5% seiring aktivitas bisnis Bank. Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat sebesar Rp523 miliar. Namun, beban pencadangan turun 47,9% menjadi Rp123 miliar, mencerminkan kualitas aset yang membaik dan penerapan manajemen risiko yang pruden.

Fundamental bisnis inti Bank tetap kuat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 2,3% (gross) dan 1,4% (net) pada Maret 2026 dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Maret 2025.

Kredit non-ritel Community Financial Services (CFS) tumbuh 7,1% menjadi Rp39,89 triliun, ditopang pertumbuhan kredit Business Banking sebesar 15,6% dan SME+ sebesar 12,3%. Kredit ritel CFS meningkat 4,1%, didukung pembiayaan otomotif dan kredit konsumer. Secara keseluruhan, kredit CFS tumbuh 5,4% menjadi Rp88,33 triliun.

Sementara itu, portofolio kredit korporasi Global Banking (GB) turun 12,4%. Namun, kredit segmen Large Local Corporate (LLC) dan transaksi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) menunjukkan peningkatan dan dibukukan pada kuartal berikutnya. Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan relatif stabil sebesar Rp121,99 triliun.

Total aset mencapai Rp192,17 triliun atau naik 1,2%. Simpanan nasabah meningkat 6,1% menjadi Rp118,35 triliun, didorong pertumbuhan giro sebesar 37,5%. Rasio CASA meningkat menjadi 61,2% dari 53,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan strategi optimalisasi biaya dana. (rn/jh. Foto: Dok. Maybank Indonesia)

Pelindo Catat Arus Peti Kemas pada April 2026 Naik 7 Persen

BusinessUpdate – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat arus peti kemas yang dilayani mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada April 2026 atau naik 7% secara tahunan (yoy) yang sebesar 5,99 juta TEUs.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas logistik nasional tetap bergerak positif di tengah dinamika ekonomi global.

“Pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul utama rantai pasok nasional karena menjadi jalur perpindahan bahan baku, barang konsumsi, komoditas ekspor, hingga barang modal industri,” kata Achmad di Surabaya, Jumat (29/5/2026).

Ia menuturkan peningkatan arus peti kemas didukung oleh segmen internasional yang meningkat 11% dengan ekspor tumbuh 10% dan impor naik 12%.

Tak hanya itu, distribusi barang domestik juga menopang arus peti kemas dengan pertumbuhan sekitar 4% meliputi aktivitas bongkar meningkat 5% dan muat naik 4%.

Menurut dia, kondisi itu menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri Indonesia tetap berjalan baik dengan distribusi barang antarpulau juga tetap kuat dalam mendukung konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Peningkatan arus ekspor dan impor sekaligus mencerminkan daya tahan perdagangan Indonesia di tengah ketidakpastian global termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

Salah satu faktor pendukungnya adalah struktur perdagangan Indonesia yang masih banyak bergerak di kawasan intra-Asia terutama Tiongkok dan ASEAN.

Dalam distribusi perdagangan nasional, kawasan Tiongkok dan ASEAN menyumbang sekitar 46,2% ekspor Indonesia dan 56,5% impor Indonesia.

Struktur perdagangan itu memberikan bantalan bagi Indonesia karena sebagian besar arus barang masih bergerak dalam kawasan yang memiliki hubungan dagang kuat, stabil, dan saling terintegrasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, komoditas ekspor berbasis peti kemas mencatat pertumbuhan antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati 7,95 persen, mesin dan peralatan mekanis 9,26 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 4,9% , serta produk kimia 12,27%.

Pertumbuhan ekspor itu menunjukkan bahwa aktivitas industri pengolahan dan perdagangan komoditas bernilai tambah masih terus berjalan sehingga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas manufaktur dan perdagangan nasional.

Dari sisi impor, peningkatan terutama terjadi pada mesin dan peralatan mekanis 22,1%, mesin dan perlengkapan elektrik 17,91%, instrumen optik 20,8%, serta berbagai produk kimia 36,31%.

Struktur impor ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap barang modal, mesin produksi, komponen industri, dan bahan pendukung manufaktur masih kuat dan berkaitan erat dengan aktivitas investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta agenda hilirisasi nasional. (pa/jh. Foto: Dok. Pelindo)

Kimia Farma Salurkan 3 Ribu Paket Daging Kurban untuk Masyarakat Sekitar

BusinessUpdate – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersama entitas anak usahanya kembali menggelar Program Kurban Berkah Kimia Farma 2026 pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Corporate Secretary Kimia Farma Ida Rasita Kirin menyebutkan, program ini sebagai bentuk implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat kepedulian sosial dan berbagai berbermanfaatan kepada masyarakat.

“Program Kurban Berkah Kimia Farma 2026 merupakan bagian dari implementasi TJSL perusahaan yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs pada poin 2 terkait Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dan SDGs pada poin 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being),” jelas Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Kimia Farma Group menyalurkan 14 ekor sapi dan 15 ekor kambing/domba ke berbagai wilayah operasional perusahaan, meliputi fasilitas pabrik di Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Watudakon, Jombang. Pihaknya menyalurkan daging kurban kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional Kimia Farma Group.

“Program ini turut dilaksanakan secara kolaboratif bersama entitas anak usaha Kimia Farma Group, di antaranya PT Kimia Farma Apotek (KFA), PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL), dan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP),” katanya.

Melalui program tersebut, Kimia Farma Group menyalurkan lebih dari 3.000 paket daging kurban kepada masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi bersama pemangku kepentingan dan aparatur setempat guna memastikan distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Tidak hanya di wilayah Jawa, penyaluran kurban juga menjangkau kawasan Indonesia Timur, khususnya Kepulauan Ternate. Melalui KFA, perusahaan menyalurkan satu ekor sapi kurban di sejumlah wilayah di Kepulauan Ternate.

Kimia Farma memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kelayakan sesuai syariat Islam guna menjamin kualitas hewan dan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Selain itu, pelaksanaan program juga memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung. “Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Kimia Farma Group dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat guna mendukung ketahanan kesehatan nasional,” tutup Ida. (pa/jh. Foto: Dok. Kimia Farma)

Sinar Mas Rilis Wander Alley Walk di kawasan TOD BSD City

BusinessUpdate – Sinar Mas Land meluncurkan Wander Alley Walk di kawasan TOD BSD City. Produk komersial terbaru ini dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis, cocok bagi pebisnis maupun entrepreneur.

Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land mengatakan peluncuran Wander Alley Walk merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan fasilitas perkotaan yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat modern serta para pelaku usaha.

Produk komersial ini menawarkan prospek investasi yang menarik karena didukung captive market yang telah terbentuk, serta lokasi strategis di jantung BSD City dengan konektivitas yang sangat baik ke berbagai moda transportasi publik, mulai dari Stasiun Commuter Line Cisauk hingga Terminal Bus BSD Link dalam radius berjalan kaki.

“Kami optimistis kehadiran Wander Alley Walk dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menjadi pilihan menarik bagi pelaku bisnis yang ingin bertumbuh bersama pengembangan BSD City. Pada penjualan tahap pertama ini, Wander Alley Walk kami pasarkan dalam jumlah terbatas, hanya 64 unit dengan harga mulai dari Rp1,9 miliaran,” kata Anna melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (29/5/2026).

Pertumbuhan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya mobilitas masyarakat urban dan kebutuhan akan ruang usaha yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Dikembangkan di atas lahan seluas 25 hektar, kawasan Intermoda BSD City sebagai salah satu simpul TOD strategis mencatat tingginya aktivitas komuter harian, dengan jumlah penumpang di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk mencapai 9.268.476 penumpang pada 2025.

Potensi traffic komuter ini menegaskan TOD Intermoda sebagai simpul utama mobilitas perkotaan, sekaligus kawasan potensial untuk pengembangan area komersial.

Wander Alley Walk berada tepat di sisi depan Jalan BSD Raya Utama ROW 22 dengan total pengembangan seluas 3 hektar. Setiap unit commercial shophouse ini memiliki dua sampai tiga lantai dengan beberapa pilihan tipe ukuran, mulai dari lebar 4,5 x 9 meter sampai dengan 6 x 9 meter.

Didesain oleh konsultan master planner internasional terkemuka, yakni Siura Studio dari Singapura, Wander Alley Walk dirancang dengan arsitektur lanskap modern yang menghadirkan suasana kawasan komersial lebih estetik, nyaman, dan mendukung aktivitas bisnis maupun gaya hidup urban.

Wander Alley Walk cocok untuk berbagai jenis usaha seperti office, restaurant, beauty clinic, boutique, salon, bakery, kafe, F&B, dan bisnis potensial lainnya. Terhubung langsung dengan Kawasan retail lifestyle hub Wander Alley, produk komersial ini juga dilengkapi dengan beragam fasilitas open space, seperti Wander Alley Plaza, Play Courtyard, jalur pedestrian yang nyaman, serta ruang terbuka hijau luas yang dapat mendukung kebutuhan berkegiatan di ruang terbuka, gaya hidup sehat, dan terbentuknya komunitas.

Wander Alley Walk hadir dengan desain arsitektur modern yang merepresentasikan keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas. Setiap unit dibangun dengan high ceiling untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas, sekaligus menghadirkan nuansa elegan, dengan tata ruang yang praktis dan efisien bagi para pelaku usaha.

Sejumlah unit juga dilengkapi dengan double facade untuk memberikan eksposur dua arah yang maksimal, sehingga memperkuat visibilitas bisnis, dan mendorong interaksi yang lebih dinamis dengan pelanggan. Dari sisi fungsionalitas, area komersial ini memiliki multiple access entrance, jalur pedestrian yang mudah diakses, hingga area parkir luas yang mampu menampung lebih dari 400 kendaraan, guna mendukung kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas bisnis.

Sebagai integrated lifestyle shophouses, Wander Alley Walk menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya karena letaknya yang strategis, dikelilingi kawasan residensial padat penduduk di BSD City, seperti ICON, Avani, dan Casa De Parco.

Lalu, terdapat pusat perbelanjaan, bisnis, serta perkantoran modern, yakni AEON Mall, The Breeze, QBig, Pasar Modern Intermoda, Eastvara Mall, The Barn, serta BSD Green Office Park, dan Iconix Studio Loft. Sementara itu, pilihan institusi pendidikan berkualitas juga tersedia mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi , meliputi ACS Jakarta, Sinarmas World Academy, UNIKA Atmajaya, Universitas Prasetiya Mulya, dan Monash University Indonesia.

Dari sisi fasilitas kesehatan, BSD City memiliki Eka Hospital hingga RS Mitra Keluarga yang akan segera hadir. Menariknya, pembangunan Wander Alley Walk berdekatan dengan proyek BSD Secret Zoo, sebuah taman wisata modern hasil kolaborasi Sinar Mas Land dan Jawa Timur Park Group dengan konsep “Urban Zoo Safari Adventure” yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Dari sisi konektivitas, Wander Alley Walk memiliki akses yang sangat strategis, hanya berjarak 5 menit menuju pintu Tol BSD Timur 1. Kawasan ini juga terhubung langsung dengan jaringan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, serta Tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1 dan JORR 2 (menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta hingga koridor Kunciran, Serpong, Cinere, Cimanggis, Cibitung, dan Cilincing).

Selain itu, akses menuju Tol Jakarta–Cikampek (Japek) dan Tol Jagorawi semakin memperkuat kemudahan mobilitas ke berbagai kawasan utama di Jabodetabek. (rn/jh. Foto: Dok. Sinar Mas Land)

Google Perbaharui Android Auto Beri Kemudahan Pengendara

BusinessUpdate – Google dikabarkan telah menghadirkan pembaharuan untuk Andorid Auto yang dapat memberikan kemudahan bagi pengendara mobil dalam menggunakan aplikasi media saat berkendara.

Fitur tersebut saat ini mulai tersedia bagi pengguna Android Auto versi beta 17.0.162144 dan memungkinkan pengendara dapat melakukan perpindahan aplikasi audio hanya dengan sapuan layar.

Melalui pembaruan ini, pengguna dapat beralih antaraplikasi media aktif secara langsung melalui tampilan kartu atau “cards” yang muncul di layar head unit kendaraan.

Kartu tersebut dapat menampilkan aplikasi media yang telah terpasang di perangkat, sehingga pengguna dapat berpindah dari satu layanan musik atau podcast ke layanan lainnya tanpa perlu membuka aplikasi secara manual.

Kehadiran fitur ini dinilai menjadi peningkatan penting bagi pengalaman penggunaan Android Auto. Sebab, pada versi stabil saat ini, Android Auto belum mendukung perpindahan aplikasi media secara cepat. Pengguna masih harus membuka aplikasi yang diinginkan satu per satu dan menekan tombol putar agar aplikasi tersebut muncul di halaman utama.

Selain itu, belum tersedia cara praktis untuk kembali ke aplikasi media sebelumnya, sehingga perpindahan antarlayanan audio kerap terasa kurang efisien saat digunakan di perjalanan.

Pembaruan tersebut hadir tidak lama setelah Google lebih dulu memperbarui media app switcher pada Android 17 QPR1 Beta 3. Pada pembaruan sistem operasi tersebut, Google membuat tampilan perpindahan aplikasi media menjadi lebih jelas dan mudah diakses. Kini, pendekatan serupa mulai diterapkan pada Android Auto.

Fitur baru ini diperkirakan akan meningkatkan kenyamanan pengguna, terutama mereka yang sering berpindah antara layanan streaming musik, radio internet, maupun podcast saat berkendara. Dengan sistem kartu yang dapat digeser, proses perpindahan audio dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu fokus pengemudi.

Meski demikian, fitur tersebut masih terbatas untuk pengguna Android Auto beta dan belum tersedia di jalur distribusi stabil. Google juga belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran global untuk seluruh pengguna. (ip/jh. Foto: Dok. Android Auto)