Home Blog Page 35

MRT Terapkan Konsep TOD Placemaking untuk Hidupkan Ekonomi Jakarta

BusinessUpdate – PT MRT Jakarta berupaya menghidupkan simpul-simpul ekonomi di Jakarta dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) Placemaking atau strategi penataan ruang di sekitar stasiun menjadi ruang publik yang aktif untuk menggerakkan ekonomi.

Division Head Bussiness Planning and Expansion Division PT MRT Jakarta, R Samuel Ryan Pradipta mencontohkan Blok M yang kini menjadi ruang atau titik temu beragam komunitas di Jakarta. “Dulu Blok M tidak ramai tapi hari ini sudah berubah dan siapa pun nyaman datang ke sana serta UMKM bertumbuh,” kata Samuel di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, pergerakan masyarakat yang berkumpul dan menjadikan Blok M sebagai titik temu komunitas secara tidak langsung menggerakkan kehidupan ekonomi perkotaan. “Kami senang karena UMKM tumbuh dan pendapatan daerah ikut meningkat dengan kehadiran Blok M,” lanjutnya.

Pihaknya akan terus mengembangkan lokasi lain yang dipilih sebagai ruang titik temu yang dibutuhkan masyarakat. “Kami akan melakukan kajian dan pemetaan untuk menentukan wilayah TOD lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka ruang sosial serta menggerakkan ekonomi,” katanya.

Samuel menjelaskan konsep TOD Placemaking merupakan kawasan yang mudah dijangkau dan terhubung dengan transportasi publik sehingga masyarakat dimudahkan menuju lokasi tersebut.

TOD Placemaking memiliki fasilitas yang nyaman, aman, bersih bagi masyarakat sehingga dapat digelar kegiatan bagi pengunjung yang datang dan menetap serta menjadi ruang bagi pengunjung berinteraksi.

Adapun, kehadiran TOD Placemaking ini bertujuan membangun rasa kepemilikan dan keterikatan emosional antara masyarakat dan wilayah, serta mengubah ruang menjadi pusat kegiatan sosial.

MRT juga terus mencoba memberikan ruang berinteraksi untuk warga Jakarta dan menghidupkan tempat-tempat yang sebelumnya terkesan tua dan kusam kembali memiliki daya tarik untuk didatangi masyarakat. (rn/jh. Foto: Dok. Plaza Blok M)

Danantara Gelontorkan Rp456 Miliar untuk Lanjutkan Proyek LRT City

BusinessUpdate – Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan dana Rp456 miliar yang disiapkan Danantara akan digunakan untuk meneruskan pembangunan proyek hunian LRT City di 12 titik yang saat ini berada dalam penanganan pemerintah.

“Memang kita ada rencana membangun semuanya, di 12 unit, di 12 titik itu, di 12 lokasi. Ada juga (dari 12 proyek itu) yang sama sekali belum dibangun,” kata Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).

Menurut Amin, opsi pengembalian dana kepada konsumen atau refund sejauh ini belum menjadi pilihan dalam penyelesaian persoalan LRT City. “Kita belum ada pilihan untuk itu (pengembalian dana/refund). Nanti sekali lagi, kami menunggu hasil dari inventaris,” ujarnya.

BP BUMN akan melakukan pendataan dan identifikasi secara lebih mendalam terhadap 12 lokasi proyek tersebut dengan mendatangi langsung lokasi proyek untuk melihat kondisi dan kelayakan masing-masing proyek. “Nanti minggu ini sampai minggu depan, saya rencana keliling lokasi itu. Nanti kita identifikasi yang pertama, (proyek) yang pasti yang sangat layak untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan telah menyiapkan dana Rp456 miliar untuk membantu menyelesaikan persoalan proyek hunian LRT City. Pernyataan tersebut disampaikan pada akhir Agustus 2026.

Proyek LRT City sendiri dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). BP BUMN juga telah menggelar pertemuan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PT Adhi Karya, serta perwakilan konsumen LRT City. Dalam pertemuan itu, Amin mengatakan penyelesaian persoalan LRT City akan dikawal sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.

Salah satu tahapan yang harus diselesaikan adalah inventarisasi jumlah konsumen yang terdampak persoalan proyek LRT City. Proses tersebut ditargetkan rampung pada awal Oktober 2026.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Adhi Karya, terdapat sekitar 5.400 unit LRT City yang telah terjual kepada konsumen. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 unit telah diserahterimakan kepada pembeli. Sementara sekitar 2.400 unit lainnya hingga kini belum dapat diserahterimakan dan masih tersebar di sejumlah proyek LRT City.

Sebelumnya, BP BUMN bersama Danantara meminta agar persoalan proyek LRT City diselesaikan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan hak konsumen. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, meminta Adhi Karya menyelesaikan kewajiban serah terima sekitar 2.400 unit yang belum diterima pembeli.

Dony juga menekankan bahwa proses penyelesaian proyek tersebut tidak boleh membuat konsumen mengalami kerugian. Perlindungan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang membeli hunian LRT City sebagai rumah pertama mereka. (pa/jh. Foto: Dok. ADCP)

PTPP Bangun Museum Majapahit di Trowulan Senilai Rp145,30 Miliar

BusinessUpdate – BUMN bidang konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memulai pembangunan Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, senilai Rp145,30 miliar. Pembangunan museum tersebut untuk mendukung pengembangan kawasan dan wisata budaya.

Proyek dengan skema konstruksi terintegrasi rancang dan bangun tersebut memiliki nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar pajak pertambahan nilai (PPN) dengan masa pelaksanaan 114 hari kerja.

“Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Pembangunan museum ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi wisata budaya.

Dalam pelaksanaannya, PTPP menerapkan fondasi dangkal (raft foundation) yang dirancang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan. Perseroan juga merancang sistem drainase untuk menampung air hujan agar dapat dimanfaatkan kembali, antara lain untuk penyiraman tanaman.

Selain itu, Museum Majapahit direncanakan menggunakan panel surya sebagai salah satu sumber energi untuk penerangan guna mendukung efisiensi penggunaan listrik selama operasional bangunan.

Peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit dilaksanakan di Trowulan pada Minggu (13/9/2026), setelah desain museum ditetapkan melalui proses sayembara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan desain museum diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memperhatikan prinsip ramah lingkungan dan menyatu dengan kondisi alam sekitar.

“Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar,” ujar Fadli Zon.

Pembangunan Museum Majapahit diarahkan untuk menunjang pengembangan Trowulan sebagai kawasan wisata, sehingga keberadaan fasilitas publik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang konservasi dan edukasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan daya tarik kawasan.

Trowulan memiliki ekosistem wisata yang terhubung dengan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, kerajinan, penjualan suvenir hingga penyediaan akomodasi bagi wisatawan.

Pengembangan fasilitas wisata di kawasan tersebut membuka ruang untuk memperkuat keterkaitan antara pembangunan infrastruktur, peningkatan daya tarik destinasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

PTPP menyatakan akan menyelesaikan pembangunan Museum Majapahit sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. (rn/jh. Foto: Dok. PTPP)

INKA Perlu Transformasi Menyeluruh Rugi Rp670 Miliar

BusinessUpdate – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menilai PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA perlu melakukan transformasi secara menyeluruh untuk memperkuat fondasi perusahaan serta membangun kinerja yang lebih sehat, kompetitif, serta berkelanjutan.

“Kita ingin melakukan turnaround. Dan, turnaround itu hanya bisa dilakukan kalau kita punya komitmen yang sama ingin membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, dengan governance yang benar,” ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kondisi INKA saat ini membutuhkan langkah turnaround yang serius. Kondisi tersebut tercermin dari posisi ekuitas yang negatif, unsustain loan mencapai Rp4,7 triliun, serta kerugian perusahaan yang mencapai Rp670 miliar. Perbaikan INKA membutuhkan komitmen bersama dari seluruh jajaran perusahaan dengan mengedepankan tata kelola yang kuat dan benar.

Transformasi INKA akan dilakukan secara menyeluruh dengan membenahi berbagai aspek fundamental perusahaan, mulai dari model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, operasional, teknik, keuangan, hingga proses bisnis.

Seluruh aspek tersebut perlu dituangkan dalam rencana besar transformasi yang terintegrasi dan menjadi acuan dalam menjalankan proses perbaikan perusahaan. Penguatan INKA juga memiliki arti strategis bagi pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Sebagai perusahaan manufaktur kereta api nasional, INKA dinilai memiliki peran penting dalam mendorong industrialisasi sekaligus menciptakan lapangan kerja. Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perbaikan kinerja perusahaan, tetapi mampu membangun INKA sebagai perusahaan manufaktur yang lebih kuat, efisien, dan memiliki daya saing di industri perkeretaapian global.

“Saya maunya kayak tadi kan Presiden maunya industri kereta api kita ini betul-betul maju,” ucap Dony. Dengan fondasi keuangan yang lebih sehat, tata kelola yang kuat, serta pembenahan menyeluruh di setiap pilar bisnis, INKA diharapkan mampu bangkit menjadi perusahaan yang berdaya saing sekaligus menjadi motor penguatan industri perkeretaapian nasional. (ip/jh. Foto: Dok. INKA)

Fitur Transfer Luar Negeri di BNI Mobile Banking Segera Tutup, Ini Gantinya!

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengumumkan penutupan layanan transfer luar negeri atau remittance di BNI Mobile Banking mulai 16 Oktober 2026. Untuk menggunakan layanan tersebut, nasabah dapat menggunakan aplikasi wondr by BNI.

“Kami informasikan bahwa mulai tanggal 16 Oktober 2026, Fitur Transfer Luar Negeri (Remittance) di BNI Mobile Banking akan kami tutup/nonaktifkan,” tulis BNI dalam pengumumannya, dikutip pada Selasa (15/9/2026). Meski demikian, nasabah tetap bisa memanfaatkan layanan transfer luar negeri melalui aplikasi wondr by BNI.

Perseroan mengimbau nasabah untuk segera melakukan registrasi melalui wondr by BNI untuk terus menikmati layanan tersebut. Nasabah yang tidak melakukan peralihan layanan tidak lagi dapat menggunakan Fitur Transfer Luar Negeri di BNI Mobile Banking mulai 16 Oktober 2026.

“Setelah tanggal tersebut, Fitur Transfer Luar Negeri di BNI Mobile Banking sudah tidak dapat digunakan dan tidak dapat diproses,” jelas perseroan. BNI menyatakan akan terus mengembangkan layanan perbankan melalui inovasi berkelanjutan dan mendorong nasabah beralih ke layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI.

Informasi mengenai layanan wondr by BNI dapat diakses melalui situs resmi BNI. Perseroan juga mengingatkan nasabah untuk mewaspadai informasi atau pihak yang mengatasnamakan BNI. BNI menegaskan tidak pernah meminta data pribadi nasabah, termasuk User ID, OTP, PIN, password, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa kartu, maupun CVC/CVV.

Nasabah yang membutuhkan informasi atau bantuan dapat menghubungi BNI melalui BNI Call 1500046, situs resmi BNI, serta kanal media sosial resmi BNI di X, Facebook, Instagram, dan YouTube. (rn/jh. Foto: Dok. BNI)

Akulaku Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Baznas

BusinessUpdate – Akulaku Group yang terdiri dari PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Akulaku Finance Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk. menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.

“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” kata Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Bantuan diserahkan secara simbolis di Kantor Baznas RI, Jakarta, pada 10 September 2026 dan akan didistribusikan melalui jaringan kemanusiaan lembaga tersebut berdasarkan kebutuhan prioritas yang teridentifikasi di wilayah terdampak.

Akulaku Group diwakili oleh Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia Herryson, Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim, serta Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk Adrian Soewardjo.

Bantuan akan digunakan untuk pengadaan dan pendistribusian bahan pangan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat terdampak.

Menurut Edy, keterlibatan dunia usaha dan lembaga kemanusiaan dapat memperkuat upaya bersama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana dan menjalani proses pemulihan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung mereka dalam menjalani proses pemulihan,” ujarnya.

Baznas RI mengatakan akan mengoordinasikan penyaluran bantuan melalui jaringan kemanusiaannya, termasuk untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses. Penyaluran akan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan agar bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan sesuai kondisi masing-masing wilayah terdampak.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer (km) timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 km.

BMKG menyatakan gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB pada hari yang sama.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 dari 102.384 rumah yang masuk pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak telah melalui proses verifikasi dan validasi hingga 7 September 2026.

Dari jumlah yang telah diverifikasi tersebut, sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan, sedangkan data masih bersifat dinamis seiring berjalannya proses verifikasi. (ip/jh. Foto: Dok. Akulaku Group)

Laba Bersih Bank Mandiri hingga Agustus 2026 Capai Rp37,48 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp37,48 triliun hingga Agustus 2026. Realisasi laba tersebut tumbuh 22,30% secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan laba Bank Mandiri ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta kinerja intermediasi perseroan. Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri mencatat total penyaluran kredit mencapai Rp1.592,20 triliun hingga Agustus 2026.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp1.687,22 triliun, yang terdiri dari giro Rp623,09 triliun, tabungan Rp562,69 triliun, dan deposito Rp501,44 triliun. Dengan demikian, dana murah atau current account savings account (CASA) Bank Mandiri yang berasal dari giro dan tabungan mencapai Rp1.185,78 triliun.

Dari sisi pendapatan, Bank Mandiri membukukan pendapatan bunga sebesar Rp86,22 triliun hingga Agustus 2026. Pendapatan bunga tersebut meningkat 6,52% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp80,94 triliun. Pada periode yang sama, beban bunga Bank Mandiri juga meningkat 5,44% menjadi Rp31,38 triliun dari sebelumnya Rp29,76 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Mandiri mencapai Rp54,83 triliun. Realisasi NII tersebut tumbuh 7,15% secara tahunan dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar Rp51,17 triliun. Selain pendapatan bunga, Bank Mandiri juga membukukan pendapatan komisi, provisi, dan fee administrasi sebesar Rp15,53 triliun hingga Agustus 2026.

Adapun, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358,54 triliun. Aset tersebut antara lain terdiri dari kas sebesar Rp22,73 triliun, penempatan pada Bank Indonesia Rp147,26 triliun, surat berharga yang dimiliki Rp241,83 triliun, serta aset keuangan lainnya sebesar Rp53,01 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Pengguna KAI pada 2025 Naik Tiga Kali Lipat Tembus 400 Juta

BusinessUpdate – Jumlah pengguna KAI Commuter lebih dari 400 juta orang sepanjang 2025, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah pengguna pada 2010 yang mencapai sekitar 127 juta orang.

“Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tercatat 127 juta pengguna di tahun 2010, kini melonjak hingga melampaui 400 juta pengguna sepanjang tahun 2025,” kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Saat ini, KAI Commuter melayani rata-rata sekitar 1,4 juta pengguna setiap hari. Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut berjalan seiring dengan perluasan jaringan layanan KAI Commuter ke berbagai wilayah.

Menurut Purnomo, transformasi KAI Commuter dimulai sejak 2008. Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) kemudian berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada 2017. “Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,” ujar Purnomo.

Saat ini, layanan Commuter Line tidak hanya berpusat di kawasan Jabodetabek. Jaringannya telah menjangkau Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta, Palur, hingga Surabaya. KAI Commuter juga mengoperasikan Commuter Line Basoetta yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Secara keseluruhan, jaringan KAI Commuter membentang di 213 stasiun yang terbagi dalam lima wilayah operasional. Untuk mendukung operasional tersebut, perusahaan memiliki lima depo utama dan 11 PUKRL.

Fasilitas tersebut digunakan untuk pemeriksaan, perawatan, dan persiapan sarana kereta setiap hari. Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya.

Seiring meningkatnya jumlah pengguna, KAI Commuter juga melakukan peningkatan fasilitas dan peremajaan sarana KRL. Integrasi layanan dan sistem tiket turut dikembangkan. Salah satunya melalui penggunaan QRIS Tap untuk transaksi perjalanan.

Dari sisi keamanan, sistem CCTV analytic telah diterapkan di seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan keamanan pengguna di area stasiun dan selama perjalanan.

Memasuki usia ke-18, KAI Commuter juga menjalankan program keberlanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menerapkan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Pengguna dapat memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin tersebut. Setiap botol memberikan 100 poin yang dapat ditukarkan menjadi saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line.

KAI Commuter juga mendaur ulang seragam dinas bekas yang dikumpulkan dari pegawainya. Hasil daur ulang tersebut diolah menjadi kain batik khas KAI Commuter bertema “Batik Laras Budaya Commuter.”

Purnomo mengatakan KAI Commuter akan terus mengembangkan layanan untuk mendukung mobilitas masyarakat. “Di HUT ke-18 ini KAI Commuter berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal demi mendukung pergerakan masyarakat Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih baik,” tutup Purnomo. (pa/jh)

Pertamina NRE Kembangkan Bioetanol di Lampung dengan Multi-Generation Technology

BusinessUpdate – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan pusat pengembangan bioetanol di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang diberi nama Bioethanol Development Center. Fasilitas itu diluncurkan pada Senin (14/9/2026) dan dikembangkan sebagai fasilitas pilot untuk menguji berbagai bahan baku serta teknologi produksi bioetanol.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, pengembangan fasilitas tersebut menggunakan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation technology. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan bioetanol dilakukan dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya lokal dan teknologi bioetanol generasi pertama (1G) maupun generasi kedua (2G).

“Pertamina NRE sangat berkomitmen dalam mendukung program Presiden dan cita-cita besar untuk mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun dengan sistem multi-generation,” ujar John dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Bioethanol Development Center memiliki kapasitas produksi bioetanol hingga 60 kiloliter per tahun. Namun, fungsi utamanya saat ini adalah untuk melakukan pengujian berbagai kombinasi bahan baku dan teknologi sebelum dikembangkan ke skala yang lebih besar. Pengujian tersebut mencakup proses pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi, termasuk tahapan pre-treatment untuk pengolahan bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).

Salah satu bahan baku yang dikembangkan Pertamina NRE adalah sorgum. Menurut John, tanaman tersebut menarik dikembangkan karena memiliki produktivitas dan siklus panen yang kompetitif. “Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun,” jelasnya.

Pengembangan sorgum di Lampung menggunakan konsep multi-generation. Nira dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol generasi pertama (1G). Sementara itu, batang atau biomassa yang tersisa setelah pengambilan nira dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).

Peluncuran Bioethanol Development Center ini sekaligus menandai dimulainya pengembangan Lampung sebagai salah satu pusat pengembangan bioetanol secara end-to-end, mulai dari pengembangan dan budidaya bahan baku hingga pengolahan serta validasi teknologi.

Ke depan, hasil pengujian pada skala pilot akan menjadi dasar bagi technical, economic, and commercial assessment dalam menentukan pengembangan menuju skala demonstrasi dan komersial.

Selain pengembangan teknologi, dalam kesempatan itu Pertamina NRE juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk pengembangan agribisnis, ketahanan energi, dan pangan di Lampung.

Pertamina NRE juga menjalin kerja sama dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia (TTI), dan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit) untuk menjajaki potensi teknis dan komersial produksi serta pemanfaatan bioetanol berkelanjutan di Indonesia. (rn/jh)

‎Upaya Bank CIJ Berikan Solusi Keuangan Digital Merata di Jawa Barat


BusinessUpdate – PT BPR Cipatujah Jabar (Perseroda) atau Bank CIJ mengikuti penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Senin (14/9/2026).
‎
‎Bank CIJ memaparkan tindakan serta transformasi digital yang konsisten diterapkan agar jangkauan layanan keuangan meningkat teruntuk masyarakat hingga ke kawasan pedalaman dan pesisir.
‎
‎Sesi pemaparan tersebut disampaikan dengan lugas dan jelas oleh Direktur Utama BPR Cipatujah Jabar, Iman Dermawan, bersama Kepala Divisi IT dan Akuntansi, Adi Nugraha.
‎
‎Dalam presentasinya, Bank CIJ menegaskan bahwa untuk membangun ekosistem digital yang ciamik dan berkelanjutan, ketersediaan alat pembayaran (means of payment serta penerima pembayaran (payment receiver) menjadi basisnya.
‎
‎Langkah konkret yang terus digalakkan Bank CIJ berfokus pada strategi kolaborasi yakni:
‎
‎Integrasi Alat & Penerima Pembayaran:  Penyediaan infrastruktur transaksi modern yang mencakup fasilitas EDC, QRIS, Virtual Account, M-banking, ATM, E-Wallet, hingga E-Money.
‎
‎Kemudian Kemitraan Strategis: Memperluas kerja sama aktif dengan penyedia Fintech, Payment Gateway, serta Bank Umum untuk mengakselerasi kemudahan transaksi para nasabah.
‎
‎Lebih lanjut Dermawan menyampaikan apresiasinya terhadap masukan solutif yang diberikan oleh jajaran dewan juri.
‎
‎Ditanya terkait siapa dewan juri yang memberi insight solutif, bagi Dermawan sendiri masukan serta arahan dari semua juri menjadi dorongan berharga bagi pengembangan teknologi Bank CIJ ke depan.
‎
‎”Kalau kata orang Sunda, ‘tong ngabohong’ gitu kan. Kalau ceuk lagu mah, ‘jangan ada dusta di antara kita’. Seperti itu kan? Nah, semua dewan juri itu memberikan masukan, pengingat, dan arahan yang sangat membangun.  Ya intinya mereka support banget terhadap kita. Pokoknya the best semuanya,” kata Dermawan.
‎
‎Tidak jauh berbeda, Nugraha, menambahkan pentingnya pendalaman teknis serta evaluasi langsung di lapangan. Bank CIJ menyambut terbuka jika ke depan dewan juri dapat melakukan kunjungan atau studi langsung ke lokasi guna melihat perkembangan implementasi teknologi dan dampaknya terhadap pemberdayaan UMKM setempat.
‎
‎Melalui partisipasinya pada ajang IDTI Awards 2026 ini, Bank CIJ yakin dapat terus memodernisasi layanan perbankan daerah tentunya juga memberikan solusi keuangan digital yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (kiy)
‎