Home Blog Page 35

Transaksi Pembayaran Digital pada Kuartal I/2026 Capai 14,39 Miliar Transaksi

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76% secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I/2026.

“Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital triwulan I/2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam agenda Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026 yang diadakan secara virtual di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 7,88% yoy dan 16,35% yoy, termasuk transaksi QRIS yang tumbuh tinggi mencapai 111,94% yoy. Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82% yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp3.519 triliun pada triwulan I/2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau tumbuh melambat -0,20% yoy, di tengah nominal transaksi BI-RTGS (Real-Time Gross Settlement) yang tetap tumbuh 11,26%yoy mencapai Rp51.490 triliun pada triwulan I/2026.

“Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 8,59% yoy menjadi Rp1.346 triliun pada triwulan I/2026,” ungkap Perry.

Menurutnya stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga pada triwulan I/2026 karena topangan infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Infrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal, serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Sedangkan, struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antar pelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat, diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP).

Selain itu, dipastikan pula keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri.

“Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” tutupnya. (rn/jh. Foto: Tangkap Layar RDG BI)

SIG Kembangkan Inovasi Bahan Bangunan

BusinessUpdate – Melalui ajang INTERCEM Asia 2026 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong penguatan kolaborasi global untuk mengembangkan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih berorientasi pada pelanggan dan bernilai tambah tinggi.

“Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan,” kata Andriano dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebut masih terdapat 89% potensi bahan bangunan lain yang dapat dikembangkan seiring kebutuhan konstruksi yang terus meningkat.

Menurutnya, SIG juga memiliki kemampuan distribusi dan jaringan yang besar di industri sehingga dapat mengoptimalkan pengembangan produk turunan.

“Karena itu, SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” ujarnya.

Andriano menekankan pentingnya peningkatan efisiensi energi agar perusahaan lebih adaptif menghadapi dinamika bisnis.

Ia menjelaskan SIG menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar operasional, antara lain melalui penguatan digitalisasi serta perluasan kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Selain inovasi produk, SIG juga memperkuat efisiensi energi dan keberlanjutan operasional melalui penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan, termasuk pemanfaatan panel surya dan waste heat recovery power generation (WHRPG).

Perusahaan mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77% pada 2025 dari sebelumnya 7,56% pada 2024.

SIG juga menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton semen ekuivalen atau turun 21% dibandingkan baseline 2010.

“Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon,” ucap Andriano.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Pada 2025, sektor tersebut tumbuh 6,16% dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun serta nilai ekspor sebesar US$1,79 miliar.

“INTERCEM Asia 2026 menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi global dan mendorong percepatan inovasi industri,” ujar Emmy.

Ia menambahkan sektor tersebut juga menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja sehingga penguatan daya saing industri menjadi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (pa/jh. Foto: Dok.SIG)

Pertamina Gelar Tahap Awal PFpreneur 2026 Dikuti 3.489 Pengusaha Wanita

BusinessUpdate – Sebanyak 3.489 wirausaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Prakurasi Program PFpreneur 2026 PT Pertamina (Persero) yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (21/4/2026).

Mereka akan akan mendapatkan pembekalan dasar usaha khususnya mengenai peran sebagai founder usaha, karakteristik pelanggan, serta value produk atau usaha yang dijalankan.

“Mereka merupakan para wirausahawati yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dari 8.196 pendaftar program PFpreneur 2026,” kata Manager Small and Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina Fety, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Prakurasi menjadi tahap awal dari empat tahapan penguatan usaha program PFpreneur 2026, yakni prakurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final.

Pembelajaran setiap tahapannya dilakukan secara asinkronus melalui platform e-learning PFseries, yang berisi video pembelajaran serta penugasan dalam bentuk pre-test serta post-test.

Kurikulum pembelajaran program PFpreneur dirancang bertahap, mulai dari penguatan mindset dan mental wirausaha, analisis pasar dan konsumen, tata kelola SDM dan keuangan, strategi pemasaran, hingga strategi penjualan dan peningkatan kapasitas digital.

Fety menjelaskan program PFpreneur hadir sebagai bagian komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi.

Program PFpreneur yang berfokus pada pembinaan pengusaha wanita (womenpreneurship) merupakan pintu gerbang pembinaan level preparation yang akan mempersiapkan para mitra binaan sebelum naik kelas ke pembinaan level on-boarding, yakni Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global.

“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Untuk itu, kami memiliki program khusus perempuan yang bernama PFpreneur yang memang dirancang sebagai program pembinaan dasar yang akan memperkuat fondasi para womenpreneneur sebelum nantinya kami bawa naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Grup, misalnya UMK Academy,” ujar Fety.

Diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020, program PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai jenis usaha, baik kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis untuk naik kelas menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Sementara itu, penerima manfaat PFpreneur, Rifera, UMKM asal Sumatera Selatan menghadirkan produk eco-fashion seperti handbag, tas, dan aksesoris berbahan kulit kayu serta serat alami.

Berawal dari usaha rumahan, kini Rifera menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sukses saat mengikuti Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026 pada awal April lalu.

PFpreneur juga berperan dalam perjalanan Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Ia memulai perjalanannya sebagai champion PFpreneur pada 2020 dengan produk olahan pisang sederhana tanpa pewarna dan pengawet.

Sofyani kemudian meraih Champion Go Global UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan buyer internasional dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

“PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah ekosistem yang kami rancang agar setiap perempuan pelaku usaha di Indonesia, dari mana pun asalnya, bisa mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain lewat wirausaha yang mereka jalankan layaknya semangat Kartini,” kata President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.

Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

PTPP Rampungkan Pembangunan 69 SPPG Senilai Rp507,80 Miliar

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) telah menyelesaikan pembangunan 69 titik Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 15 provinsi dalam waktu 37 hari kalender.

Proyek senilai Rp507,80 miliar tersebut yang dimulai sejak 25 November 2025 merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui APBN.

Adapun 69 fasilitas SPPG tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pembangunan fasilitas ini bertujuan menyediakan sarana produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Program ini diharapkan turut menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan penyelesaian proyek dalam waktu singkat menjadi bukti kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek berskala besar.

“PTPP bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Joko dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, PTPP mengandalkan sejumlah inovasi untuk mempercepat pembangunan, antara lain penggunaan sistem konstruksi modular yang memungkinkan pekerjaan dilakukan secara paralel di berbagai lokasi.

Selain itu, perseroan juga menerapkan dashboard monitoring berbasis digital yang terintegrasi untuk memantau progres proyek secara real time, mulai dari pengiriman material, tenaga kerja, hingga perkembangan di lapangan.

Joko menambahkan, proyek ini juga diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan permintaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal.

Ke depan, PTPP berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. (pa/jh. Foto: Dok. KSP)

Kafein Tingkatkan Fungsi Otak dan Memori Usai Kurang Tidur

BusinessUpdate – Penelitian baru yang diterbitkan dalam Neuropsychopharmacology menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur.

Menurut siaran Eating Well yang dikutip Rabu (22/4/2026), dalam riset tersebut para peneliti mempelajari 119 tikus dengan akses normal ke makanan, air, dan siklus tidur-bangun khas untuk meneliti bagaimana kurang tidur memengaruhi memori sosial dan apakah kafein berperan di dalamnya.

Mereka melakukan intervensi untuk mengevaluasi bagaimana kurang tidur memengaruhi otak dan pembentukan memori, baik dengan maupun tanpa paparan kafein.

Para peneliti secara khusus berfokus pada hipokampus, wilayah otak yang berperan penting dalam pembentukan memori. Hasil studi menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu proses yang berkaitan dengan memori di otak.

Tikus yang kurang tidur menunjukkan penurunan aktivitas di hipokampus dan peningkatan kadar reseptor adenosin A1, yang dikaitkan dengan perasaan lesu dan penurunan aktivitas neuron.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa kafein membalikkan banyak efek ini. Dalam penelitian tersebut, tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan baik dalam fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur.

Karena bertindak sebagai antagonis reseptor adenosin, kafein memblokir adenosin agar tidak berikatan dengan reseptor, yang dapat mengurangi pengaruh sedatifnya dan memungkinkan lebih banyak aktivitas neuron.

Adenosin adalah senyawa yang menumpuk di otak sepanjang hari dan meningkatkan rasa kantuk. Ketika berikatan dengan reseptor adenosin A1, ia memperlambat aktivitas otak.

Namun, kafein memblokir proses ini. Itulah yang membuat kafein dapat membuat orang merasa lebih waspada dan membantu mendukung fungsi memori ketika orang kurang tidur.

Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan manusia. Dosis kafein dan pengukuran tingkat otak yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat langsung diterapkan pada perilaku manusia di dunia nyata.

Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan arah yang serupa. Misalnya, satu studi mengaitkan konsumsi kafein pada pagi hari dengan peningkatan kinerja pada tugas-tugas memori tertentu, khususnya yang melibatkan perhatian dan pemrosesan informasi.

Studi observasional besar lain pada manusia menunjukkan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, termasuk pengukuran memori dan fungsi eksekutif.

Temuan dalam studi baru di jurnal Neuropsychopharmacology menegaskan kembali bahwa tidur adalah komponen penting bagi kesehatan otak.

Meskipun untuk sementara dapat membantu mengatasi beberapa efek kognitif dari kurang tidur, kafein tidak dapat menggantikan peran tidur yang konsisten dan berkualitas bagi kesehatan otak.

Dengan kata lain, secangkir kopi pagi mungkin bisa membantu orang berpikir sedikit lebih jernih setelah begadang, tetapi tidak bisa menggantikan manfaat tidur yang optimal bagi fungsi otak.

Menerapkan jadwal tidur yang konsisten, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari bisa membantu mengatur jam internal tubuh dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Penting pula untuk membatasi waktu melihat layar perangkat elektronik sebelum tidur, menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan pada siang hari, dan menerapkan kebiasaan sederhana yang bisa menenangkan seperti membaca atau mendengarkan musik agar tubuh bisa beristirahat dengan baik. (rn/jh)

PPN Jalan Tol Berpotensi Dongkrak Biaya Logistik Nasional

BusinessUpdate – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol yang termuat dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2025-2029 menimbulkan perdebatan mengenai keadilan fiskal dan dampaknya terhadap biaya logistik nasional.

Pemerintah tengah berupaya memperluas basis penerimaan negara, namun kebijakan ini berpotensi menjadi disinsentif bagi pengguna jalan serta investor infrastruktur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Krist Ade Sudiyono, menilai terdapat kekeliruan asumsi publik dalam menghitung potensi sumbangan fiskal dari wacana ini. Menurutnya, wacana perhitungan potensi fiskal ini adalah pajak yang dikenakan kepada masyarakat ketika menikmati nilai tambah dari kehadiran jalan tol.

“Dalam bahasa fiskal, adalah selisih atas pajak keluaran yang didapat ketika masyarakat menikmati jalan tol dikurangi pajak masukan ketika operator membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol tersebut,” jelas Krist kdikutip dari Kompas, Rabu (22/4/2026).

Konstruksi investasi jalan tol di Indonesia pada dasarnya adalah peran serta masyarakat dalam menalangi kewajiban negara. Pengadaan infrastruktur publik seharusnya menjadi tanggung jawab penuh negara. Namun, melalui skema investasi, pembangunan jalan ditalangi oleh investor dan pengembalian modalnya dibebankan kepada masyarakat melalui tarif tol.

Jika PPN diterapkan, pengguna jalan tol akan memikul beban ganda. Selain membayar tarif untuk mengembalikan investasi pembangunan, mereka juga harus membayar pajak atas fasilitas yang mereka bayar sendiri.

“Bayangkan, kalau kebaikan masyarakat ini harus dicederai dengan tambahan beban melalui pengenaan tarif fiskal PPN atas tarif tol yang dibayarkannya. Di lapangan, tentu wacana pengenaan PPN di jalan tol akan menaikkan beban logistik untuk kendaraan niaga dan logistik yang melewatinya,” jelas Krist.

Kenaikan biaya logistik ini menjadi kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam menurunkan indeks biaya logistik nasional. Setiap kenaikan biaya di jalan tol bagi kendaraan berat akan langsung terkonversi menjadi kenaikan harga barang di tingkat konsumen akhir.

Bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau operator, peran mereka dalam kebijakan ini hanyalah sebagai pemungut dan penyetor pajak kepada negara. Secara finansial, PPN tidak memberikan dampak langsung pada neraca perusahaan, namun risiko penurunan volume lalu lintas menjadi ancaman nyata.

Elastisitas tarif sangat berpengaruh terhadap kemauan masyarakat menggunakan jalan tol. Jika total biaya yang harus dikeluarkan pengguna (tarif + PPN) melampaui ambang batas kemampuan bayar, maka proyeksi lalu lintas akan merosot.

Hal ini menjadi sinyal negatif bagi investor yang selama ini menggantungkan pengembalian modal pada volume kendaraan. Saat ini, kondisi industri jalan tol sedang tidak dalam posisi ideal. Tercatat sebanyak 54% BUJT yang beroperasi masih mencatatkan profitabilitas negatif.

Selain itu, proses lelang beberapa ruas tol baru mulai sepi peminat, bahkan mengalami kegagalan. Strategi asset recycle yang diharapkan bisa mempercepat perputaran modal juga masih stagnan di pasar.

Jika dikembalikan pada prinsip pajak pertambahan nilai, setoran fiskal yang masuk ke kantong negara sebenarnya tidak akan sebesar yang dibayangkan. Karena BUJT memiliki pajak masukan yang besar dari proses konstruksi dan pemeliharaan, maka selisih pajak keluaran (PPN dari pengguna) dan pajak masukan akan mengecil.

Pemerintah perlu menimbang ulang apakah potensi penerimaan yang tidak seberapa ini sebanding dengan risiko sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

“Menjaga kepercayaan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur melalui tarif tol jauh lebih berharga daripada memaksakan pungutan pajak yang justru bisa melumpuhkan daya saing logistik dan minat investasi di sektor infrastruktur strategis,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Jasa Marga)

Kuartal I/2026 Bank Mandiri Catatkan Laba Bersih Rp15,4 Triliun

BusinessUpdate – Penyaluran kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencapai Rp1.530 triliun pada kuartal I/2026, tumbuh 17,4% secara tahunan (yoy). Persentase pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan yang sebesar 9,37% yoy. Sementara laba perseroan pada periode ini sebesar Rp15,4 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan akselerasi fungsi intermediasi Bank Mandiri di tengah tekanan global yang masih berlangsung, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pendorong utama pembiayaan sektor riil.

Ekspansi kredit didorong oleh strategi sinergi yang fokus pada sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif, serta diperkuat oleh pengembangan ekosistem digital.

“Bank Mandiri mengedepankan semangat sinergi untuk mendorong sektor-sektor produktif. Pertumbuhan kredit yang kami capai mencerminkan efektivitas strategi tersebut dalam menjangkau berbagai lapisan ekonomi,” ujar Riduan dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri, Selasa (21/4/2026).

Sejalan dengan ekspansi kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 21,1% yoy menjadi Rp1.675 triliun. Struktur pendanaan turut semakin solid, tercermin dari dana murah (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7% yoy.

Di sisi kualitas aset, Bank Mandiri tetap menjaga risiko kredit pada level rendah. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat 0,98%, lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,17%, dengan tingkat pencadangan (coverage ratio) mencapai 245%.

Kinerja kredit tersebut juga ditopang oleh penyaluran ke berbagai program prioritas pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah mencapai Rp11 triliun kepada lebih dari 87 ribu pelaku UMKM, dukungan pembiayaan Program 3 Juta Rumah (FLPP), serta penguatan ekosistem ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Bank Mandiri juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I/2026, tumbuh 16,6% secara tahunan, dengan tingkat profitabilitas yang tetap terjaga. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Per Maret 2026 Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp4,72 Triliun

BusinessUpdate – PT Adhi Karya Tbk (Persero) Tbk atau ADHI membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp4,72 triliun per Maret 2026. Nilai tersebut melonjak 131,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta mengatakan perseroan terus berfokus pada peningkatan kualitas bisnis secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada penguatan bisnis inti konstruksi.

“Perseroan mampu menjaga kinerja positif di tengah tantangan industri, sekaligus memperkuat daya saing dalam menangkap peluang proyek-proyek strategis di tengah dinamika sektor konstruksi nasional,” ujar Rozi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia memastikan perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas operasional, efisiensi, serta tata kelola perusahaan yang baik. “Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya juga memastikan akan terus mendorong pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap proyek yang dijalankan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan sumber pendanaan, perolehan kontrak baru perseroan didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 76%, diikuti proyek BUMN sebesar 22%, serta proyek swasta sebesar 2%.

Sementara itu, berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor engineering and construction sebesar 95%, disusul kontribusi dari lini bisnis properti, manufaktur, serta investasi & konsesi.

Adapun dari total kontrak baru yang diperoleh, sebesar Rp4 triliun berasal dari proyek non-joint operation (non-JO), sedangkan Rp183 miliar berasal dari proyek joint operation (JO). “Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan portofolio proyek sekaligus memperluas kolaborasi strategis melalui skema kerja sama,” tambah Rozi.

Sejumlah proyek strategis yang berhasil diraih oleh perseroan hingga Maret 2026, di antaranya penanganan tanggap darurat di Aceh dan Sumatera Utara, dan CWC-4I Cimanuk River and Dyke Improvement in Indramayu (Package 2).

Kemudian, pembangunan/renovasi RSUD Kabupaten Muna Barat, Tol Sigli-Seulimeum Seksi 1 Padang Tiji, serta Pembangunan On/Off Ramp Pattimura pada Jalan Tol Semarang-Solo. (pa/jh. Foto: Dok. ADHI)

BNI Jamin Dana Nasabah Paroki Aek Nabara Dikembalikan Utuh

BusinessUpdate – Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Putrama Wahju Setyawan memastikan dana nasabah Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara yang diduga digelapkan oleh oknum pegawai bank akan dikembalikan pada Rabu (22/4/2026).

Penegasan itu disampaikan Putrama usai bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026), yang juga dihadiri Bendahara CU Paroki Aek Nabara Suster Natalia Situmorang.

“Solusi sudah kami dapatkan untuk segera kami dudukkan bersama dengan pihak Credit Union Paroki Aeknabara sehingga paling cepat besok tanggal 22 April 2026, kami sudah dapat melakukan pengembalian dana milik Credit Union Paroki Aeknabara,” katanya.

BNI akan mengembalikan penuh dana yang diduga digelapkan, yakni sekitar Rp28 miliar. “Full, sesuai dengan yang disampaikan oleh pihak CU Paroki Aek Nabara,” ucap Putrama.

Sebelum dana tersebut dikembalikan, BNI akan merampungkan dokumen hukum terlebih dahulu. “Saya rasa kita hari ini akan mendudukkan di dalam sebuah kesepakatan, perjanjian, sebagai sebuah dasar hukum untuk kita semua dalam melaksanakan keputusan besok,” jelasnya.

Di sisi lain, Putrama menyampaikan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kasus ini. Suster Natalia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden, jajaran pemerintah, BNI serta DPR RI atas atensi yang diberikan sehingga kasus yang menimpa umat Paroki Aek Nabara ini dapat terselesaikan.

Ia menyebut kepastian pengembalian dana oleh BNI setelah pertemuan dengan pimpinan DPR ini merupakan kabar baik karena umat akan bersuka cita untuk mendapatkan kembali hak mereka.

“Kita berharap proses ini semua berjalan dengan baik. Sekali lagi, semua ini semoga menjadi sumber berkat bagi kita semuanya,” tutur Suster Natalia.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta BNI segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami nasabah di BNI Kantor Cabang Pembantu Aek Nabara, Sumatera Utara.

OJK menyebut nilai kerugian dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp28 miliar. Menurut OJK, BNI telah merealisasikan pengembalian dana kepada nasabah sebesar Rp7 miliar. Penyelesaian diminta dilakukan secara cepat dan transparan.

Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menangkap mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Rantauprapat, berinisial AHF. Tersangka diringkus setelah kembali dari perjalanan luar negeri.

Kasus penggelapan dana jemaat itu dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026. Laporan dibuat Pimpinan Cabang Bank BNI Rantauprapat Muhammad Camel setelah ditemukan dugaan kejanggalan dalam transaksi dana nasabah. (rn/jh. Foto: Dok. Bernas)

Toyota Bakal Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Produksi Lokal

BusinessUpdate – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bakal mengekspor baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) produksi dalam negeri setelah bekerja sama dengan produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL).

Menurut Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, perseroan mengalokasikan investasi Rp1,3 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi battery assy pack hingga pengembangan sel baterai dan modul secara terintegrasi.

Dengan demikian, komponen sel baterai dan modul yang selama ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi di dalam negeri dan berpeluang masuk pasar ekspor. Saat ini, TMMIN telah memiliki lini produksi battery pack di pabrik Karawang untuk memasok Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid (HEV), Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.

“Kami menjadi yang pertama di Asean yang akan mengekspor baterai ke pasar global, rencananya akan dimulai pada semester II/2026,” jelas Nandi dikutip Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, kemitraan strategis tersebut tidak hanya memperbesar nilai investasi, tetapi juga memperkuat strategi multipathway Toyota menuju target netralitas karbon melalui pengembangan rantai pasok domestik.

Nandi menuturkan, hingga saat ini, Toyota Indonesia telah memproduksi lebih dari 10 juta unit kendaraan, dengan sekitar 3 juta unit di antaranya dikirim ke lebih dari 100 negara tujuan ekspor.

“Kontribusi ini turut memperkuat industri nasional melalui investasi lebih dari Rp100 triliun, penyerapan tenaga kerja hingga 360.000 orang, serta tingkat kandungan lokal hingga 80%,” jelasnya.

Pada era elektrifikasi, Toyota Indonesia terus memperluas basis produksi nasional melalui Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, serta Veloz Hybrid yang seluruhnya ditopang battery pack lokal dari Karawang. P

Tahun lalu, perseroan juga telah memulai produksi lokal kendaraan listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), yakni Toyota bZ4X. (ip/jh. Foto: Dok. TMMIN)