BusinessUpdate – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bakal mengekspor baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) produksi dalam negeri setelah bekerja sama dengan produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL).
Menurut Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, perseroan mengalokasikan investasi Rp1,3 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi battery assy pack hingga pengembangan sel baterai dan modul secara terintegrasi.
Dengan demikian, komponen sel baterai dan modul yang selama ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi di dalam negeri dan berpeluang masuk pasar ekspor. Saat ini, TMMIN telah memiliki lini produksi battery pack di pabrik Karawang untuk memasok Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid (HEV), Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.
“Kami menjadi yang pertama di Asean yang akan mengekspor baterai ke pasar global, rencananya akan dimulai pada semester II/2026,” jelas Nandi dikutip Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kemitraan strategis tersebut tidak hanya memperbesar nilai investasi, tetapi juga memperkuat strategi multipathway Toyota menuju target netralitas karbon melalui pengembangan rantai pasok domestik.
Nandi menuturkan, hingga saat ini, Toyota Indonesia telah memproduksi lebih dari 10 juta unit kendaraan, dengan sekitar 3 juta unit di antaranya dikirim ke lebih dari 100 negara tujuan ekspor.
“Kontribusi ini turut memperkuat industri nasional melalui investasi lebih dari Rp100 triliun, penyerapan tenaga kerja hingga 360.000 orang, serta tingkat kandungan lokal hingga 80%,” jelasnya.
Pada era elektrifikasi, Toyota Indonesia terus memperluas basis produksi nasional melalui Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, serta Veloz Hybrid yang seluruhnya ditopang battery pack lokal dari Karawang. P
Tahun lalu, perseroan juga telah memulai produksi lokal kendaraan listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), yakni Toyota bZ4X. (ip/jh. Foto: Dok. TMMIN)


