BusinessUpdate — PT Timah Tbk memamerkan kinerja bisnisnya dalam penerapan smart mining dan ekosistem digital terintegrasi melalui keikutsertaannya dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Kamis (10/09/2026).
Hadir mempresentasikan materi dan menjawab pendalaman dari dewan juri yakni Achmad Apriyono selaku Division Head of ICT PT Timah Tbk, didampingi oleh Ridha Abiyasa selaku Dept Head of Non ERP Development PT Timah Tbk.
Dalam penjelasannya, PT Timah Tbk menyajikan beberapa Application System yang dikembangkan. Inovasi ini sebagai langkah solutif guna mendukung operasional pertambangan yang lebih efisien, efektif dan terintegrasi.
PT Timah Tbk menyampaikan ada beberapa sistem aplikasi andalan yang membantu memaksimalkan operasional perusahaan di antaranya:
1. SIPRO | Sistem Informasi Produksi
Mendukung operasi produksi melalui pencatatan digital proses bisnis produksi bijih timah, peleburan, dan pemasaran secara realtime.
2. SIOPL | Sistem Operasi Penambangan Laut | TINSTRAX
Pemantauan dan evaluasi parameter operasi penambangan laut dari jarak jauh dan secara realtime, meliputi posisi, kedalaman gali, kemiringan ladder, tekanan pompa tanah, dan RPM pompa.
3. SAP | Enterprise Resource Planning
Mengintegrasikan proses bisnis utama, termasuk keuangan, SDM, manufaktur, rantai pasok, layanan, pengadaan, dan proses pendukung lainnya.
4. TinfoDash | Dashboard Manajemen
Dashboard informasi manajemen untuk memantau pencapaian aktivitas operasi pada produksi, HSE, SDM, keuangan, eksplorasi, peleburan, dan pemasaran secara waktu nyata.
5. FMS | Fleet Management System
Sistem digital pengelolaan kendaraan operasional untuk meningkatkan utilisasi, efisiensi, produktivitas, waktu layanan, keselamatan, dan pengendalian konsumsi bahan bakar.
6. TOP | TINS Online Payment
Administrasi dan persetujuan pembayaran digital berbasis web dan seluler yang terintegrasi dengan SAP dan SIPRO di PT TIMAH Tbk.
7. TEO | Timah Electronic Office
Sistem nota dinas internal untuk mendukung proses administrasi yang lebih efektif, efisien, terdokumentasi, dan akuntabel.
8. TINS Cloud | Private Cloud
Media penyimpanan data daring yang aman dan berada di bawah kendali PT TIMAH Tbk karena data disimpan pada pusat data milik perusahaan (on-premises).
Menutup jalannya sesi penjurian, Achmad Apriyono menyampaikan bahwa semua dewan juri memiliki profesionalisme dan ahli di bidangnya masing-masing, topik yang dibahas sesuai dan juga sangat menguasai materi transformasi digital dan teknologi terkini, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Terlebih lagi pertanyaan dari Prof. Haryono Soeparno yang berlatar belakang kuat di bidang AI memberikan knowledge dan insight tersendiri. (kiy)
”Diskusi ini meningkatkan knowledge dan insight kami, terutama dalam hal nanti bagaimana kami bisa sustain terhadap pembangunan yang berkaitan dengan artificial intelligence dan bagaimana juga kami bisa mendapatkan secara policy-nya seperti apa, terus pengukuran seperti apa, sehingga kami bisa mendapatkan dari sisi teknologi artificial intelligence ini sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia,” jelas Apriyono
PT Timah Tbk Pamerkan Inovasi Smart Mining di IDTI Awards 2026
Pertamina Targetkan Kilang Cilacap Menjadi Green Refinery Pertama di Indonesia
BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan Kilang Cilacap menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar. Nantinya, Kilang Cilacap berperan strategis dalam memperkuat kemandirian Energi Hijau dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Nasional.
“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora di Cilacap, melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026) .
Ia menambahkan, pemanfaatan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah dalam pengembangan SAF juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah menjadi bagian dari rantai nilai energi.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.
Menurut Kitty, pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.
Pertamina melalui Kilang Unit IV Cilacap, Jawa Tengah menyebutkan proyek kilang bioavtur untuk bahan bakar minyak pesawat udara ramah lingkungan (SAF) berpotensi mendongkrak produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp199 triliun per tahun. “Kami target proyek itu jalan pada 2027,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro.
Pembangunan kilang bioavtur yang berada pada lahan seluas 17,5 hektar di dekat Kilang Unit IV Cilacap itu diperkirakan membutuhkan total nilai investasi mencapai US$1,1 miliar dengan target operasi pada 2029.
Saat ini, kapasitas produksi bioavtur (SAF) mencapai 27 kiloliter per hari pada unit Unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) Cilacap sebagai penghasil avtur. Dengan adanya kilang bioavtur itu nantinya kapasitas produksi meningkat 860 kiloliter per hari sehingga menjadi 887 kiloliter per hari pada 2029.
Tak hanya menambah kontribusi kepada PDB, produksi BBM ramah lingkungan itu juga berpotensi mengurangi emisi tahunan sebesar 600 ribu ton setara karbon dioksida (CO2e) serta menyerap tenaga kerja estimasi sebanyak 5.900 orang. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)
Berkat Efisiensi Laba Antam pada Semester I/2026 Naik 34,4 Persen
BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I/2026 atau meningkat 34,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,14 triliun.
Kenaikan laba bersih tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan perseroan yang tercatat 6,3% secara tahunan. Adapun, pendapatan Antam pada semester I/2026 mencapai Rp62,71 triliun, naik dari Rp59,02 triliun pada semester I/2025.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan, peningkatan profitabilitas tersebut antara lain ditopang efisiensi operasional serta upaya menjaga kualitas produksi dan volume penjualan, terutama pada komoditas emas dan nikel.
“Pada semester I/2026, kami membukukan sekitar Rp63 triliun dengan laba bersih sekitar Rp6,9 triliun,” kata Arini dalam Public Expose Live 2026 secara daring, di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Dengan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan, margin laba bersih Antam meningkat dari sekitar 8,7% menjadi 11%.
Dari sisi segmen komoditas, emas menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Antam pada semester I/2026, dengan nilai sekitar Rp50,1 triliun. Sementara itu, segmen bijih nikel dan feronikel menyumbang sekitar Rp10,4 triliun, sedangkan bauksit sekitar Rp870 miliar.
Pada bisnis emas, Antam mencatat produksi 430 kilogram dengan volume penjualan mencapai 18,1 ton selama semester I/2026. Untuk komoditas bijih nikel, volume produksi mencapai 7,8 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualan mencapai 6,8 juta wmt. Pendapatan dari segmen tersebut tercatat Rp 8,6 triliun.
Adapun produksi feronikel tercatat 7,8 ribu ton nikel dalam feronikel, dengan volume penjualan 7,6 ribu ton. Pendapatan dari komoditas tersebut sekitar Rp1,8 triliun. Sementara itu, produksi bauksit mencapai sekitar 1,3 juta wmt dengan volume penjualan sekitar 1,3 juta wmt. Pendapatan dari penjualan bauksit tercatat sekitar Rp870 miliar.
Sementara itu, Head of Investor Relations Antam Ihsan Rahman mengatakan, perseroan terus berupaya memaksimalkan utilisasi kapasitas produksi sekaligus menekan biaya melalui sinergi antarunit bisnis.
“Tentu kita akan memaksimalkan utilisasi kapasitas kita untuk mencapai target produksi. Selain itu, dari sisi operasional dan keuangan, sinergi yang terus dilakukan antara unit-unit bisnis ini sangat membantu untuk menekan biaya,” ujar Ihsan.
Efisiensi antara lain dilakukan melalui optimalisasi penggunaan energi pada smelter feronikel Pomalaa serta penerapan pemeliharaan prediktif untuk mengurangi waktu henti operasi.
Selain mencatat pertumbuhan laba, Antam memiliki kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada akhir semester I/2026. Pada periode yang sama, total aset perseroan tercatat Rp61,27 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp38,53 triliun. Total utang berbunga perseroan sekitar Rp5,74 triliun.
Arini mengatakan, posisi likuiditas tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk membiayai kebutuhan operasional sekaligus mendukung pelaksanaan sejumlah proyek pengembangan.
Pada semester I/2026, arus kas bersih Antam dari aktivitas operasi tercatat sekitar Rp4,2 triliun. Sementara itu, margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 14,8%.
Berdasarkan rasio 12 bulan terakhir atau trailing twelve months (TTM) hingga akhir semester I/2026, tingkat pengembalian atas aset (return on assets/ROA) Antam mencapai 16%, di atas acuan industri sebesar 13%. Adapun tingkat pengembalian atas ekuitas (return on equity/ROE) tercatat 25%, melampaui acuan industri sebesar 17,6%.
Ke depan, perseroan menyatakan akan melanjutkan efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, serta menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk mempertahankan profitabilitas dan ketahanan arus kas. (pa/jh. Foto: Dok. Antam)
Astra (ASII) Bakal Tambah Kepemilikan Saham di Astra Otoparts Incar Profit Rp115 Miliar
BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan tambahan laba sekitar Rp115 miliar dari rencana memperbesar kepemilikan saham di anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). ASII berencana membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO atau setara 4,94% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Tambahan laba tersebut diproyeksikan seiring dengan pelaksanaan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) yang dilakukan ASII untuk saham AUTO.
Adapun, harga yang ditawarkan ASII dalam VTO sebesar Rp 3.600 per saham. Harga tersebut di atas harga saham AUTO yang berada pada level Rp 3.340 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (10/9/2026).
Presiden Direktur Astra International, Rudy mengatakan, apabila seluruh saham yang ditawarkan dalam VTO terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat menjadi sekitar 84,95%. Menurutnya, dengan peningkatan kepemilikan tersebut, ASII berpotensi memperoleh tambahan laba sekitar Rp100 miliar hingga Rp115 miliar.
“Kalau kita bisa mengambil semua, kepemilikan kita akan naik ke 84,95%, jadi akan naik 4,95%. Kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp2,2 triliun, Rp2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp100 miliar, Rp115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” ujar Rudy dalam public expose 2026, Kamis (10/9/2026).
ASII telah menyiapkan anggaran sekitar Rp858 miliar untuk mempertebal kepemilikan saham di AUTO. Keputusan ini dilakukan dengan mempertimbangkan fundamental AUTO yang dinilai solid, termasuk kondisi arus kas yang sehat.
Selain itu, Astra Otoparts dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. “Fundamentalnya bagus, cash flow-nya sehat dan kami melihat ke depan masih banyak potensi pertumbuhan,” jelasnya.
Meski meningkatkan kepemilikan, ASII memastikan AUTO akan tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan terbuka. Astra juga akan menjaga tingkat saham yang beredar di publik atau free float AUTO minimal sebesar 15%. (rn/jh. Foto: Dok ASII)
Permintaan Meningkat PT Timah Perluas Pasar Ekspor
BusinessUpdate – PT Timah (Persero) Tbk memperluas pasar ekspor seiring perkembangan permintaan timah di sejumlah negara. Tahun ini perseroan ekspor logam timah ke Filipina dan Inggris, serta membidik Timur Tengah sebagai salah satu sasaran pengembangan pasar pada 2027.
“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” kata Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara daring, di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Ia menyebutkan bahwa Filipina menjadi salah satu pasar baru perseroan di kawasan Asia, sedangkan perluasan pasar ke Inggris menyasar pelanggan di Southampton.
Selain membuka pasar baru, PT Timah mencatat peningkatan porsi penjualan di sejumlah pasar yang telah ada, terutama India. “Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5%, tahun ini tumbuh 12%,” ujar Ilhamsyah.
Peningkatan porsi pasar India antara lain sejalan dengan berkembangnya industri telepon seluler dan semikonduktor di negara tersebut. Perseroan juga mencatat pertumbuhan volume penjualan di Vietnam.
Berdasarkan laporan penjualan internal PT Timah periode Januari-Juni 2026, sebanyak 97% pemasaran logam timah perseroan ditujukan ke pasar ekspor, sedangkan pasar domestik memiliki porsi 3%.
Asia menjadi kawasan pemasaran terbesar dengan porsi 75%. China menyumbang 35%, disusul India dan Jepang masing-masing 12%, Korea Selatan 11%, Taiwan 3%, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1%.
Sedangkan Eropa memiliki porsi 19 persen, terdiri atas Belanda 9 persen, Italia 5 persen, serta Slovakia, Belgia, Hungaria, Turki, dan Inggris masing-masing 1 persen. Pasar Amerika memiliki porsi 3 persen.
Ilhamsyah mengatakan perseroan akan melanjutkan perluasan pasar ekspor pada 2027. Salah satu kawasan yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah setelah rencana pengembangan pasar ke kawasan tersebut pada 2026 tertunda.
Selain Timur Tengah, perseroan berencana melanjutkan pengembangan pasar di sejumlah negara Eropa serta meningkatkan volume penjualan di Inggris, Vietnam, Filipina, dan India.
Strategi perluasan pasar tersebut dilakukan di tengah kondisi konsumsi timah dunia yang masih lebih tinggi dibandingkan produksinya. Pada semester I/2026, produksi logam timah global tercatat sekitar 173,6 ribu ton, sedangkan konsumsi mencapai 179,3 ribu ton. Data perseroan menunjukkan terdapat defisit pasokan sekitar 3% pada periode tersebut.
Timah juga digunakan pada sejumlah industri manufaktur. Berdasarkan data yang dipaparkan perseroan, sekitar 53% konsumsi timah global digunakan untuk solder, diikuti bahan kimia berbasis timah 16% dan pelat timah (tinplate) 11%. (ip/jh. Foto: Dok. Timah)
BSI Siapkan Dua Jenis Tabungan Bebas Biaya Administrasi
BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyiapkan rekening BSI Tabunganku dan BSI Tabungan Simpel iB tanpa biaya administrasi guna menindaklanjuti arahan dan amanah Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat memiliki rekening tabungan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kedua jenis rekening tersebut tidak dikenakan biaya administrasi karena memiliki akad wadiah (titipan). BSI TabunganKu diperuntukkan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas, sementara BSI Tabunganku SimPel iB diperuntukkan bagi masyarakat berusia di bawah 17 tahun.
Salah satu keunggulan utama rekening tersebut adalah bebas biaya administrasi bulanan dan terkoneksi dengan mobile banking BYOND by BSI. Rekening juga memiliki kemudahan berupa setoran awal minimal Rp20ribu untuk BSI TabunganKU dan Rp1.000 untuk setoran awal BSI Tabungan SimPel iB.
Dengan keunggulan tersebut, masyarakat dapat memiliki rekening tanpa perlu khawatir saldo berkurang akibat adanya biaya administrasi bulanan.
Sebagai contoh, ketika pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp50.000 kepada penerima manfaat, nominal tersebut tidak akan terpotong oleh biaya administrasi bulanan karena rekening bebas biaya administrasi bulanan. Dana dapat tetap tersedia sesuai nominal yang diterima masyarakat dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat.
“Dengan kemudahan ini, kami berharap dana bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” kata Anggoro.
Pada saat yang sama, perseroan menyampaikan penggunaan akad wadiah juga memberikan pilihan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Terlebih jika masyarakat bisa mengatur keuangan yang baik terutama untuk kebutuhan jangka panjang dan investasi syariah melalui Tabungan Emas dan perencanaan ibadah haji sejak dini.
Melalui BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB, ia mengatakan BSI siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat penetrasi keuangan syariah.
Kehadiran rekening tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menyediakan layanan perbankan syariah yang mudah, terjangkau, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)
Langkah Digital Pelindo Terminal Petikemas Genjot Daya Saing Maritim Indonesia
BusinessUpdate — Saat rantai pasok global menuntut proses yang serba cepat dan tepat, sektor kepelabuhanan Indonesia bergerak adaptif melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Kehadiran infrastruktur pelabuhan yang memadai dan terintegrasi menjadi sarana efisiensi juga fondasi utama dalam menggenjot daya saing ekonomi nasional di kancah internasional.
Komitmen nyata dalam mentransformasi sektor logistik maritim tersebut ditunjukkan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas melalui paparan secara mendalam di ajang penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (10/09/2026).
Sesi penjurian ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan PT Pelindo Terminal Petikemas, yang terdiri dari SVP Teknologi Informasi, Hadi Mohammad Lukmantyo, SVP Sekretariat Perusahaan, RM Kumara Anindhita Widyaswendra, serta VP Perencanaan dan Pengendalian Teknologi Informasi, Rahmi Ika Noviana.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan keunggulan Automated Terminal Operating System (TOS) yang disokong oleh tiga aspek digitalisasi dan otomasi pelabuhan yakni:
1. Gate Operation System
Sistem pintu gerbang pelabuhan cerdas yang memadukan Optical Character Recognition (OCR), Radio Frequency Identification (RFID), Weight Scale, serta Damage Inspection Camera. Seluruh proses verifikasi identitas, kode, dan berat petikemas kini berjalan sepenuhnya secara otomatis tanpa intervensi manual, sehingga aspek keamanan dan kecepatan layanan meningkat drastis.
2. Yard Operation System
Solusi manajemen lapangan penumpukan yang mengandalkan Dispatch System, Docking & RFID System, Automatic Crane, dan Positioning System. Sistem ini memastikan setiap pergerakan alat berat dan penataan petikemas tersusun presisi secara real-time, memangkas waktu tunggu, serta memaksimalkan kapasitas lapangan.
3. Berth Operation System
Optimalisasi area dermaga melalui Vessel Berthing Plan System dan Container Handling Operation. Inovasi ini dirancang untuk memastikan penjadwalan sandar kapal hingga proses bongkar muat kargo berjalan mulus, terukur, dan efisien.
Secara keseluruhan, dalam pemaparannya PT Pelindo Terminal Petikemas dinilai sukses dan lugas oleh pihak redaksi sekaligus mampu menjawab komitmen perusahaan dalam membangun operasional yang ramah lingkungan, aman, serta berbasis teknologi.
Begitu juga Hadi yang menyampaikan apresiasinya atas pertanyaan tajam dari dewan juri terkait tantangan masa depan perusahaan. Selain itu, dia memberi masukan agar penyelenggaraan berikutnya memberikan alokasi waktu khusus bagi para juri untuk memberi arahan langsung.
Tidak jauh berbeda, Widyaswendra melihat penjurian ini sebagai sarana refleksi objektif atas kinerja perusahaan dari sudut pandang eksternal. ”Dengan IDTI Awards ini seperti halnya kita ini cermin. Jadi, cermin bagi kita untuk saat ini tuh kita dinilai eksternal seperti apa sih? Nah, terus masukan-masukannya seperti apa?” ucap Widyaswendra.
Dalam penutup penjurian, Widyaswendra menyampaikan bahwa beragam latar belakang juri mulai dari bidang ESG, riset/BRIN, hingga pakar industri juga sangat membantu peta jalan transformasi digital dan pengelolaan risiko Pelindo hingga lima tahun ke depan. (kiy)
Strategi BNI Raih Pertumbuhan Kredit 10 Persen pada 2026
BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8-10% hingga akhir 2026. Salah satu strategi yang disiapkan BNI adalah menjaga momentum pertumbuhan kredit melalui optimalisasi platform digital.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, optimisme tersebut didasari oleh momentum pertumbuhan dan permintaan kredit yang masih cukup kuat, didukung oleh kecukupan modal dan likuiditas yang memadai.
“Untuk target full year adalah di 8 hingga 10% secara year on year,” kata Paolo dalam Public Expose 2026, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Hingga semester I/2026, total kredit BNI mencapai Rp968,5 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 7,7% secara year to date (YTD) dan meningkat 24,4% secara tahunan.
Di tengah pertumbuhan kredit, BNI memperkirakan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) masih mengalami tekanan sepanjang 2026 yang dipengaruhi persaingan suku bunga kredit di industri perbankan serta kenaikan biaya dana pihak ketiga (DPK).
“NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026 karena persaingan suku bunga kredit di industri dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga. Kami memproyeksikan net interest margin akan ada di kisaran 3,3-3,5% untuk tahun 2026,” jelasnya.
Tekanan terhadap NIM tersebut dapat diimbangi dengan pertumbuhan kredit yang kuat. Hal itu tecermin dari laba inti atau pre-provision operating profit (PPOP) yang tumbuh 14,5% secara tahunan pada semester I/2026.
Memasuki semester II/2026, BNI memperkirakan kondisi operating impairment masih cukup dinamis. Oleh karena itu, perseroan akan menjadikan permodalan dan likuiditas sebagai salah satu fokus utama. Salah satu strategi yang disiapkan BNI adalah menjaga momentum pertumbuhan kredit melalui optimalisasi platform digital.
BNI akan mengoptimalkan platform wondr by BNI maupun BNI Direct untuk menjaga biaya dana atau cost of fund. Selain itu, perseroan juga akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menyesuaikan dengan kondisi likuiditas.
BNI juga akan menjaga disiplin penetapan harga kredit atau pricing untuk mempertahankan margin. “Dengan strategi ini kami optimistis akan mencapai target pertumbuhan (kredit) di kisaran 8-10% untuk loan dengan net interest margin di kisaran 3,3-3,5%,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)
AiMOGA Buka Gerai di Jakpus Tampilkan Dua Robot Canggih
BusinessUpdate – AiMOGA Robotics, perusahaan robotika Chery, resmi membuka AiMOGA Experience Store pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Agora Mall, Jakarta Pusat. Di gerai ini masyarakat, komunitas, dan pelaku industri dapat melihat dan mencoba teknologi robotika berbasis Embodied Intelligence secara langsung.
“Pembukaan AiMOGA Experience Store pertama di Indonesia menjadi tonggak penting bagi kami di Indonesia. Melalui experience store ini, masyarakat dan pelaku industri dapat mengenal dan mengeksplorasi teknologi Embodied Intelligence secara langsung, sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai skenario nyata untuk membantu aktivitas manusia,” ujar Director of AiMOGA Indonesia Yuri Yin, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Selain menjadi ruang demonstrasi, AiMOGA Experience Store juga menyediakan layanan konsultasi serta pilihan pembelian dan penyewaan robot sesuai kebutuhan pelanggan.
Pada pembukaan tersebut, AiMOGA Indonesia memperkenalkan dua robot, yakni Mornine dan Argos. Mornine merupakan robot humanoid yang dilengkapi integrasi AI multimodal, kamera, sensor, dan LiDAR untuk navigasi mandiri. Robot tersebut dirancang untuk mendukung penyambutan tamu, pemberian informasi, hingga penyampaian pengetahuan produk.
Mornine telah memperoleh sertifikasi CE-MD, EN 18031, CE-RED, serta FCC dari Amerika Serikat yang mencakup aspek keselamatan, keamanan siber, perlindungan data, dan komunikasi perangkat.
Sementara itu, Argos merupakan robot berkaki empat yang mendukung perintah suara dan respons terhadap sentuhan. Robot ini dirancang untuk pendampingan, mengikuti pengguna secara otomatis, membantu membawa barang, serta mendukung kebutuhan pemantauan.
AiMOGA juga menyediakan operator terlatih, layanan pelanggan, dukungan teknis dan perangkat lunak, serta pemeliharaan produk. AiMOGA mengklaim telah mengirimkan lebih dari 2.000 unit robot dan menjangkau lebih dari 60 negara, dengan implementasi dalam lebih dari 100 skenario nyata di berbagai sektor, termasuk otomotif dan layanan medis.
Melalui experience store di Jakarta, AiMOGA menyatakan ingin membangun sinergi jangka panjang dengan mitra bisnis, pelaku industri, dan masyarakat Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. AiMOGA Robotics)
Apple Luncurkan Ponsel Lipat, Simak Harga dan Spesifikasinya!
BusinessUpdate – Apple mengenalkan ponsel lipat pertama yang diberi nama iPhone Duo. Saat layarnya dibuka akan menjadi iPhone tertipis yang pernah ada dengan ketebalan 7,6 inchi.
iPhone Duo hadir dengan desain lipat inovatif yang indah, serbaguna, dan tahan lama, membuka berbagai kemungkinan yang terasa benar-benar baru namun tetap familier.
Layar ponsel menyediakan kanvas besar untuk melihat konten, bermain game, dan melakukan multitasking, serta lapisan nano-tekstur khusus yang meminimalkan silau untuk pengalaman menonton yang tak tertandingi.
Saat ditutup, layar luar 5,4 inci menghadirkan 90% area layar iPhone 18 Pro dalam desain yang ringkas dan mudah dimasukkan ke saku. Kedua layar memiliki rasio aspek yang sama, sehingga konten diskalakan secara proporsional, memastikan kontinuitas visual.
Model ponsel ini pun dirancang agar tahan lama untuk bisa digunakan selama bertahun-tahun tanpa munculnya masalah yang signifikan. Ponsel ini juga didukung oleh chipset A20 Pro yang baru, yang memiliki sistem manajemen termal canggih dengan ruang uap yang dirancang khusus dan arsitektur baterai ganda, memberikan kinerja profesional dan daya tahan baterai sepanjang hari yang mengesankan.
Sejalan dengan itu, iOS 27 pun dirancang ulang oleh Apple untuk bisa beradaptasi dengan Apple Intelligence2 dan Siri AI. Dalam acara akbar bertajuk “Surprise and Shine” yang disiarkan di YouTube pada Kamis (10/9/2026), Apple memperlihatkan fisik iPhone Duo yang menyerupai ponsel lipat era 1990-an.
Walau mengusung faktor bentuk menyerupai paspor alih-alih model clamshell tradisional, perangkat ini dapat ditutup dengan mekanisme snap yang khas. Apple mematok harga awal iPhone Duo mulai dari US$1.999 atau sekitar Rp35 juta.
Angka ini terbilang tinggi bila dibandingkan dengan jajaran produk baru lainnya, seperti iPhone 18 Pro yang dipasarkan mulai US$1.199 atau Rp20,9 juta. Bagi konsumen yang membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar, varian iPhone Duo 2TB dibanderol hingga US$3.199 atau Rp55,99 Juta.
Sebagai perbandingan pada generasi sebelumnya, iPhone 17 Pro meluncur di harga US$1.200 atau Rp17,5 juta. Artinya, harga yang ditawarkan iPhone Duo 2TB hampir setara 3x lipat harga iPhone 17 Pro saat pertama kali diluncurkan.
Sebagian besar pengguna setia telah bertahun-tahun menantikan hadirnya iPhone versi lipat tanpa ingin berpindah ke ekosistem Android kompetitor seperti Samsung atau Google.
iPhone Duo tersedia dalam dua varian warna yakni star white dan night sky. Pemesanan awal untuk ponsel ini dimulai pada Jumat, 16 Oktober. Kemudian ketersediaannya akan disiapkan satu minggu setelahnya yakni pada Jumat, 23 Oktober. (ip/jh. Foto: Dok. Apple)










