Home Blog Page 38

MRT Rute Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

BusinessUpdate – PT MRT Jakarta (Perseroda) melaporkan perkembangan proyek MRT Fase 2A rute Bundaran HI—Monas (CP201) telah mencapai 92,3% per 26 Maret 2026. Perseroan menargetkan rute ini mulai beroperasi pada akhir 2027.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina menyampaikan, secara umum, pembangunan fase 2A Bundaran HI—Kota ini telah mencapai 59,19%. Khusus pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah melampaui target yang sebesar 91,99%.

“PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 95% pekerjaan konstruksi selesai pada akhir 2026 dan operasional segmen pertama ini pada akhir 2027,” kata Weni dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Pengecoran track bed (lapisan dasar rel) terowongan northbound (arah utara) dari Bundaran HI hingga Stasiun Thamrin saat ini telah selesai dilakukan. Selanjutnya, tim MRT Jakarta dan kontraktor akan memulai pekerjaan pengecoran track bed terowongan southbound (arah selatan) Bundaran HI-Thamrin. Pengecoran tersebut merupakan penanda telah tersambungnya rel fase 1 (Lebak Bulus—Bundaran HI) dan 2A.

Weni melanjutkan, tim akan mengerjakan pengecoran track bed terowongan northbound (arah utara) Thamrin-Monas dan southbound (arah selatan) Thamrin-Monas yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 ini.

“Kami optimistis rencana penyelesaian seluruh pekerjaan sipil pada akhir 2027 sehingga tahapan integrating, commissioning, and testing (ICT) dapat segera dilakukan sebelum operasional segmen 1 Bundaran HI-Monas dilakukan,” jelasnya.

Dalam prosesnya, Weni menyampaikan bahwa kemajuan signifikan juga terjadi di paket kontrak CP202. Paket kontrak yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar ini telah mencapai 64,13%.

Paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah ini terus mempercepat penyelesaiannya. Pada paket kontrak CP203 (Glodok—Kota), perkembangannya telah mencapai 83,72% dari target 82,7% dan penyelesaian dan operasional ditargetkan pada akhir 2029.

Di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kotrak CP205 juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan 42,69% dari target 34,58%. Paket yang terdiri dari sistem perkeretaapian dan rel ini telah menyelesaikan pengelasan rel dengan metode flashbutt welding dan sudah memulai proses pengecoran track bed.

Per 25 Maret, pengecoran second track bed segmen Bundaran HI—Monas telah mencapai 769 meter. Sedangkan paket kontrak CP206 kereta, telah memasukin tahap inception design dan paket kontrak CP207 sedang dalam tahap proses pengadaan kontrak. Total perkembangan konstruksi ditargetkan mencapai 65,03% pada akhir 2026.

Fase 2A Lin Utara-Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Berbeda dengan fase 1, fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit oriented development).

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. (pa/jh. Foto: Dok. MRT)

Layanan Air Bersih di Jakarta Capai 81,49 Persen

BusinessUpdate – Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta mencatat cakupan layanan air bersih di wilayah Jakarta mencapai 81,49% hingga 31 Maret 2026.

“Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 13,82% jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2025 yang sebesar 71,59%,” kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Balai kota, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air bersih di ibu kota mencapai 100% pada 2029, atau setidaknya 90% pada 2026.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah sambungan, yang hingga triwulan 1/2026 mencapai 1.223.759, atau meningkat sebanyak 241.537 sambungan dibandingkan dengan triwulan I/2025 yang hanya 982.222 sambungan.

“Kemudian, untuk pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2A1 dan 2A2 ini tetap diberikan keringanan melalui program kartu air sehat, totalnya sebanyak 394.842 pelanggan, atau 32,2% dari keseluruhan pelanggan,” ungkap Syaefuloh.

Sementara itu, total panjang pipa air PAM hingga triwulan I/2026 mencapai 12.839.307 kilometer (km), atau bertambah 4.096 km dibandingkan dengan akhir Desember 2025.

Syaefuloh juga menyampaikan terkait implementasi pemasangan pemurni air atau water purifier untuk fasilitas umum, sudah mencapai 601 unit, atau bertambah 80 unit selama periode Januari-Maret 2026.

Capaian lainnya yang juga dikemukakan, yaitu mengenai cakupan layanan air limbah, yang sudah mencapai 27,78%. “Kami targetkan pada akhir tahun 2030, layanan mencapai 51,36%, dan untuk peningkatan penambahan kapasitas, terus dilakukan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), salah satunya adalah IPAL TB Simatupang,” tutup Syaefuloh. (ip/jh)

PT PP Percepat Pembangunan 324 Unit Hunian Layak di Senen Jakarta Pusat

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk siap mendukung percepatan pembangunan 324 unit hunian layak di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari program penataan permukiman perkotaan. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

“PT PP berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” kata Sekretaris PT PP Joko Raharjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan pembangunan hunian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di kawasan padat penduduk, khususnya di wilayah bantaran rel Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen.

Pelaksanaan proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola BUMN, Danantara Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program itu juga melibatkan sejumlah BUMN Karya lain sebagai bagian dari sinergi pembangunan nasional.

PT PP menyatakan dukungan terhadap pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam pembangunan infrastruktur sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami menjalankan penugasan ini dengan semangat melayani sepenuh hati, serta mengedepankan kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Program pembangunan hunian itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak, aman, dan tertata.

Ke depan, perseroan menyatakan akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang infrastruktur, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau langsung lokasi pengembangan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan realisasi program. (pa/jh. Foto: Dok. PT PP)

Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026

BusinessUpdate – Pemerintah menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, meski harga energi global sedang bergejolak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.

Seusai menghadap Presiden di Istana Negara pada Kamis (16/4/2026), Bahlil menyampaikan bahwa stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.

“Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” jelas Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

“Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan US$100 itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari US$77. Jadi kita itu baru split 7 dollar,” jelas Bahlil.

Sementara dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barrel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barrel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600.000-610.000 barrel per hari.

Untuk itu, pemerintah membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga di sektor infrastruktur penunjang.

Bahlil menyebut ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Ada beberapa investasi mereka (Rusia) yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” ujar Bahlil.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun. Kepastian harga BBM subsidi ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Matahari Department Store Bagikan Dividen Sebesar Rp556,81 Miliar Awal Mei 2026

BusinessUpdate – Emiten peritel modern PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 kepada investor sebesar Rp556,81 miliar atau setara Rp250 per saham.

Menurut Corporate Secretary LPPF Susanto, pembagian dividen ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar 15 April 2026, di mana ditetapkan pembagian dividen tunai kepada investor senilai Rp556.819.820.000 yang bersumber dari laba bersih tahun 2025.

“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp556.819.820.000,” kata Susanto di keterbukaan informasi, Kamis (16/1/2026). Adapun jadwal pembagian dividen LPPF antara lain, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026.

Sementara itu, tanggal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 24 April 2026. Kemudian cum dividen di pasar tunai pada 27 April 2026, dengan ex dividen di pasar tunai pada 28 April 2026.

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen atau recording date 27 April 2026. “Tanggal pembayaran dividen tunai LPPF pada 4 Mei 2026,” tambah Susanto.

Susanto menuturkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen tersebut telah dikoordinasikan dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan. Perseroan juga menegaskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 kepada pemegang saham LPPF, sebagaimana disebutkan dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi, LPPF mencetak laba bersih senilai Rp725,37 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya adalah sebesar Rp3,84 triliun. Sedangkan, total ekuitas LPPF tercatat sebesar Rp272,90 triliun sampai akhir Desember 2025. (ip/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

PalmCo Uji Coba Serangga asal Tanzania untuk Penyerbukan Sawit

BusinessUpdate – PTPN IV PalmCo menguji serangga penyerbuk unggul asal Tanzania, Afrika Timur, untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Ada tiga jenis spesies Elaeidobius yang terkenal di Indonesia yaitu Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius plagiatus, dan Elaeidobius kamerunicus.

“Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui pendekatan berbasis riset. Salah satunya ditempuh PalmCo mulai menguji pemanfaatan serangga penyerbuk unggul asal Tanzania,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Program itu diimplementasikan di Kebun Marihat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sebagai lokasi percontohan. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan klasik dalam budidaya sawit, terutama terkait kualitas pembentukan buah atau fruit set yang selama ini kerap tidak optimal.

Ia mengatakan, efisiensi menjadi tuntutan di tengah kompetisi industri sawit global yang semakin ketat. Pendekatan berbasis inovasi menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada metode konvensional.

“Kondisi di lapangan menunjukkan penyerbukan alami tidak selalu berjalan optimal. Faktor cuaca dan keterbatasan populasi serangga penyerbuk lokal sering berdampak pada hasil produksi,” jelas Jatmiko.

Sebelumnya perusahaan masih mengandalkan penyerbukan manual atau assisted pollination untuk menjaga produktivitas. Namun, metode tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan biaya besar dan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Dengan introduksi serangga penyerbuk dari Afrika tersebut, PTPN IV PalmCo berupaya mengembalikan proses penyerbukan ke mekanisme alami. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga stabilitas produksi secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berhenti pada tahap uji coba. Kami menempatkannya sebagai proyek percontohan yang akan menjadi rujukan untuk implementasi lebih luas di berbagai wilayah perkebunan sawit di Indonesia,” tuturnya.

Jatmiko menegaskan, keberhasilan program itu akan menjadi dasar pengembangan standar operasional baru, termasuk untuk mendukung produktivitas kebun rakyat. “Inisiatif ini bukan sekadar proyek lokal, tetapi model yang diharapkan bisa direplikasi secara nasional,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Badan Karantina Indonesia, serta lembaga riset dan asosiasi pelaku industri sawit.

Melalui kolaborasi tersebut, kata Jatmiko, diharapkan inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat aspek keberlanjutan industri sawit nasional di tengah dinamika pasar global. (pa/jh. Foto: Dok. Info Sawit)

Produksi Pupuk Indonesia Tak Terpengaruh Gejolak di Timur Tengah

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya memperkuat ketahanan produksi di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah dengan mendorong transformasi menuju industri rendah karbon.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon itu bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Yehezkiel menambahkan, Pupuk Indonesia mengedepankan kemandirian bahan baku sebagai fondasi ketahanan industri. Ketersediaan gas alam domestik menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas produksi pupuk nasional, bahkan di tengah potensi gangguan rantai pasok global.

Yehezkiel mencontohkan, risiko gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sekitar 30% pasokan urea dunia tidak berdampak terhadap Indonesia.

Hal ini karena Pupuk Indonesia memiliki pasokan urea yang kuat, ditopang oleh kapasitas produksi, serta ketersediaan bahan baku gas alam dari dalam negeri.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sekitar 7,8 juta ton pada tahun ini, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton.

Kondisi surplus produksi ini memastikan pasokan dalam negeri tetap aman, sekaligus memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk berperan sebagai stabilisator pasokan urea global.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” ujarnya

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat strategi dekarbonisasi melalui pengembangan portofolio energi bersih. Salah satu fokus utama adalah clean ammonia, yang mencakup green ammonia berbasis energi terbarukan, serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Pendekatan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap gas alam sekaligus menekan emisi dari proses produksi.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia juga mendorong transisi energi bersih melalui rencana pengembangan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah menuju B50, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional

Selain itu, Pupuk Indonesia juga menjalankan program berbasis alam melalui nature based solutions (NBS), termasuk pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung penyerapan emisi sekaligus memperkuat sektor pertanian.

Melalui kombinasi strategi ketahanan operasional, inovasi teknologi, dan pendekatan berbasis alam, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus menjaga stabilitas industri pupuk nasional di tengah dinamika global. (rn/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

KAI Luncurkan KA Cargo Rute Demak-Jakarta


BusinessUpdate – PT KAI meluncurkan KA Brumbung Cargo rute Stasiun Brumbung, Kabupaten Demak, menuju Stasiun Pasoso, Jakarta, sebagai salah satu alternatif upaya mendukung kelancaran logistik nasional.

EVP of Sales PT KAI Ririn Widi Astutik mengatakan KA barang dengan rangkaian 20 gerbong pada tahap awal akan beroperasi setiap dua hari sekali.

Pemilihan Stasiun Brumbung sebagai lokasi keberangkatan maupun tujuan akhir KA, didasarkan atas kajian kelayakan yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Sebelumnya sudah dilakukan kajian. Stasiun Brumbung ini sebagai titik strategis, selain itu juga disesuaikan dengan ‘demand’ pasar,” kata Ririn saat peluncuran di Stasiun Brumbung Demak, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).

Ia mengatakan PT KAI berkomitmen memberi keuntungan terhadap pengurangan emisi gas buang, kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan

“Partisipasi KAI dalam menyediakan angkutan barang ini diharapkan membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik,” katanya

Menurutnya, biaya logistik saat ini relatif tinggi dengan berbagai dampak terhadap infrastruktur

PT KAI, berkomitmen mendukung efisiensi biaya logistik yang diharapkan pula bisa mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Sementara Kepala PT KAI Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman mengatakan KA Brumbung Cargo akan memperkuat peran daerah operasi ini sebagai simpul logistik strategis di wilayah Jawa Tengah.

“Layanan ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya. (rn/jh. Foto. Dok. KAI)

Pertamina Salurkan Avtur Ramah Lingkungan ke Bandara Ngurah Rai dan Soetta

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menyalurkan avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari olahan minyak jelantah/UCO (Used Cooking Oil) ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026.

“Harapannya ini bisa membantu kita mengurangi ketergantungan dari bahan bakar yang kita datangkan dari luar (negeri),” ujar Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Arya menjelaskan bahwa pengembangan PertaminaSAF merupakan salah satu langkah Pertamina untuk menghadirkan energi yang berkelanjutan, sekaligus bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan yang berorientasi kepada masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Jadi, ibu-ibu yang suka ngumpulin minyak jelantah, itu bisa bernilai ekonomi. Silakan dibawa ke pom bensin yang mengumpulkan minyak jelantah. Itu bisa jadi uang,” ujelas Arya.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun menyampaikan Pertamina Patra Niaga memproduksi PertaminaSAF berbasis limbah minyak jelantah untuk keperluan komersial dan memenuhi kebutuhan pelanggan melalui Kilang Cilacap.

“Pada Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” kata Roberth.

Roberth mengatakan produksi komersial itu menjadi bukti kemampuan dan kapabilitas Pertamina dalam memproduksi produk berkualitas tinggi yang juga menjawab tantangan dan kebutuhan pelanggan.

“Produksi ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai pionir produsen SAF di Indonesia dan regional,” ujar Roberth.

Roberth menjelaskan, perkembangan produksi PertaminaSAF di Pertamina dengan bahan baku minyak jelantah telah dimulai sejak uji coba produksi komersial pada Juli 2025.

Rangkaian proses produksi dimulai dari penyediaan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi International Sustainability Carbon Certification Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (ISCC CORSIA), dilanjutkan dengan proses pengolahan di fasilitas green refinery Kilang Cilacap kemudian disalurkan melalui 2 lokasi penyaluran Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno Hatta.

Produk PertaminaSAF yang dihasilkan telah melalui pengujian kualitas dan memenuhi standar internasional Defence Standard (DEFSTAN) 91-091 untuk Spesifikasi Avtur serta ketentuan SK Ditjen Migas tentang spesifikasi avtur yang dipasarkan di dalam negeri, yang dilakukan oleh Laboratorium Pertamina yang telah tersertifikasi ISO 17025.

“Sesuai demand bulan Maret, sekitar 45 ribu barel PertaminaSAF yang telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan sebagai CORSIA Eligible Fuel (CEF) selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan melalui kapal dari pelabuhan Kilang Cilacap ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026,” tutup Roberth. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Pembiayaan Multiguna Berbasis Syariah Bank Muamalat Tumbuh 37,1 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat outstanding pembiayaan multiguna dengan prinsip syariah tumbuh 37,1,% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp647 miliar sepanjang 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp472 miliar.

Sedangkan, jumlah akun (number of account/NoA) juga meningkat 25,3% yoy menjadi 8.865 akun.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan bahwa pencapaian ini ditopang oleh perluasan kerja sama tabungan payroll dengan banyak institusi.

Penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi aparatur sipil negara (ASN) turut mendorong pemanfaatan produk multiguna berprinsip syariah atau disebut Multiguna iB Hijrah.

Selain ASN, Bank Muamalat juga menyasar segmen pendidikan dan layanan kesehatan seperti sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit.

“Kami juga mengoptimalkan segmen lain termasuk lembaga negara, BUMN, ekosistem haji dan umrah, serta industri halal yang dinilai memiliki kebutuhan pembiayaan berbasis syariah,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Pertumbuhan dua digit tersebut menunjukkan permintaan yang terus meningkat di segmen konnsumer.

Oleh sebab itu, Bank Muamalat akan fokus pada penetrasi nasabah existing di antaranya nasabah payroll, customer base funding dan financing serta klien dari corporate dan commercial business.

Meskipun agresif dalam pertumbuhan, perseroan menyampaikan bahwa pihaknya tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Bank Muamalat memastikan kualitas pembiayaan Multiguna iB Hijrah dapat dijaga dengan baik. Bank Muamalat pun optimistis dapat meningkatkan portofolio consumer secara sehat dan berkelanjutan pada tahun ini.

Sebagai informasi, Multiguna iB Hijrah merupakan produk yang dirancang untuk memudahkan pembiayaan berbagai kebutuhan sesuai prinsip syariah seperti pendidikan, renovasi rumah, dan pembelian kendaraan.

Pembiayaan ini menawarkan akad murabahah, ijarah multijasa, maupun musyarakah mutanaqisah (MMQ) untuk kebutuhan refinancing. Limit pembiayaan mencapai Rp1,5 miliar dengan skema angsuran tetap dan tenor hingga 15 tahun, memberikan fleksibilitas bagi beragam kebutuhan masyarakat.

Bank Muamalat memastikan bahwa layanan untuk produk ini mudah diakses. Calon nasabah cukup mendatangi kantor cabang Bank Muamalat terdekat dengan membawa identitas diri, dokumen penghasilan, serta dokumen pendukung seperti surat ketetapan (SK) pegawai atau surat izin praktik. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)