Home Blog Page 5

PLN Alirkan Listrik di Pelosok Ngada NTT

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalirkan listrik ke Desa Waepana I, Kecamatan Soa, daerah pelosok di Kabupaten Ngada, melalui pembangunan infrastruktur jaringan dan uji coba pembebanan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan hadirnya listrik di Desa Waepana I merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan akses energi hingga ke wilayah pelosok.

“Hadirnya listrik di Desa Waepana I ini merupakan wujud nyata komitmen negara melalui PLN untuk memberikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” kata Eko melalui keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).

Pembangunan jaringan listrik tersebut dilakukan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bajawa. Ia berharap keberadaan listrik dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan kesejahteraan warga desa.

Untuk melistriki wilayah tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 2,07 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 5,14 kilometer sirkuit, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA).

Manager PLN UP2K Flores Reza Eka Putra mengatakan tahapan commissioning test dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan beroperasi aman dan andal sebelum dimanfaatkan masyarakat secara luas. “Melalui pengujian ini, kami memastikan jaringan listrik siap beroperasi secara aman dan andal. Kami berharap infrastruktur ini dapat langsung menyokong aktivitas harian warga sekaligus mendorong produktivitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh proses pengujian berjalan lancar berkat dukungan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Penjabat Kepala Desa Waepana I menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan PLN atas hadirnya listrik yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Kehadiran listrik ini merupakan impian dan harapan yang sudah lama dinantikan oleh warga kami. Dengan adanya listrik, aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dan anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” katanya.

PLN menyatakan akan terus memperluas akses kelistrikan di berbagai wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur guna mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

InJourney Airports Proyeksikan Jumlah Penumpang pada Libur Panjang Capai Tiga Juta

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memproyeksikan pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelolanya mencapai sekitar 3 juta orang selama periode libur panjang 26 Mei hingga 2 Juni 2026.

Adapun libur nasional Idul Adha yang jatuh pada 27–28 Mei 2026 berdekatan dengan akhir pekan pada 30–31 Mei 2026 serta libur nasional Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, sehingga diperkirakan memicu peningkatan aktivitas perjalanan udara masyarakat.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan, seluruh bandara telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan aspek keamanan, keselamatan penerbangan, serta kualitas pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal selama periode libur panjang tersebut.

“Jumlah penumpang pesawat tertinggi diproyeksikan pada 26 Mei yakni sekitar 412.000 penumpang dengan 3.000 penerbangan,” kata Pahlevi dalam keterangan resmi, Selasa (27/5/2026). Sedangkan, pada 1 Juni 2026 sekitar 423.000 penumpang dengan 3.000 penerbangan.

Pahlevi memastikan perjalanan udara masyarakat melalui seluruh bandara InJourney Airports dapat berjalan lancar dan nyaman pada libur Idul Adha yang berdekatan dengan akhir pekan, dan kemudian libur nasional Hari Lahir Pancasila.

Pihak bandara telah melakukan penyesuaian slot time atau pengaturan jadwal lepas landas dan pendaratan pesawat guna menjaga kelancaran operasional penerbangan selama periode libur panjang. “Penempatan parkir pesawat di sisi udara juga menjadi fokus bandara, di mana hal ini berkontribusi dalam memastikan kelancaran alur kedatangan dan keberangkatan penumpang pesawat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang berjalan lancar. Pengawasan dilakukan pada seluruh tahapan layanan, mulai dari check in, boarding, penanganan bagasi tercatat, hingga kesiapan moda transportasi publik yang terhubung dengan bandara.

Saat ini, InJourney Airports mengelola 37 bandara di berbagai wilayah Indonesia, termasuk lima bandara dengan trafik penumpang tertinggi yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan Bandara Internasional Kualanamu. (rn/jh. Foto: Dok. InJourney Airports)

NavaPark BSD City Raih Dua Penghargaan di Asia Pasific Property Awards

BuisnessUpdate – NavaPark BSD City, salah satu residensial grup Sinar Mas, berhasil meraih dua penghargaan di ajang Asia Pacific Property Awards 2026–2027 kategori Sustainable Residential Development Indonesia dan Architecture Multiple Residence Indonesia.

Deputy Group CEO Strategy Development and Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta mengatakan, keberhasilan NavaPark meraih dua kategori sekaligus mencerminkan komitmen Sinar Mas Land dalam menghadirkan proyek properti berkualitas tinggi yang mengedepankan inovasi arsitektur dan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Pengakuan di kategori Sustainable Residential Development secara khusus menegaskan posisi NavaPark sebagai proyek hunian yang tidak hanya menonjol secara estetika dan fungsi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kebutuhan generasi mendatang.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berupaya menghadirkan produk properti yang inovatif, kreatif, serta berkualitas dan dipadukan dengan aspek sustainability serta teknologi sesuai dengan kebutuhan pasar properti saat ini,” kata Herry dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Stuart Shield (Founder & President International Property Awards) dan diterima oleh Denny Ponomban (Direktur PT Bumi Parama Wisesa) pada seremoni yang digelar di Bangkok Marriott Marquis Queen’s Park, Thailand, pada 6–7 Mei 2026.

Asia Pacific Property Awards merupakan bagian dari International Property Awards, ajang penghargaan properti internasional bergengsi yang diikuti para profesional properti residensial dan komersial dari berbagai negara.

Dikenal sebagai mark of excellence di industri real estate global, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan proyek terbaik berdasarkan penilaian panel juri independen yang terdiri dari para ahli properti internasional melalui proses penjurian di London, Inggris. Setiap proyek dievaluasi berdasarkan kualitas desain, inovasi, estetika, fungsi, keberlanjutan, serta relevansinya terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan industri.

NavaPark merupakan mixed-use residential development premium seluas 77 hektar di BSD City yang dikembangkan oleh PT. Bumi Parama Wisesa, joint venture antara dua perusahaan dengan reputasi internasional, yakni Sinar Mas Land dan Hongkong Land.

Kawasan hunian yang menyasar segmen high-end dan ultra-premium ini terinspirasi dari pesona resor eksotis di dunia dengan menggabungkan residential, lake resort, waterfront, family recreation, leisure, vast greenery & lifestyle.

NavaPark terdiri dari enam klaster dengan total 652 unit hunian premium. Selain landed house, NavaPark juga memiliki apartemen premium Marigold Condominium dan Botanic Villa, produk hunian berkonsep villa modern berjumlah 14 unit dengan harga mulai dari Rp50 miliar hingga Rp89 miliar. Selain itu, NavaPark juga memiliki kawasan komersial premium, yakni North Point, North Point TWO, dan NavaPark Business Suite.

Sebagai hunian yang mengusung konsep sustainable development, NavaPark telah mendapatkan sertifikasi Greenship Neighborhood dengan peringkat platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk kawasan mixed-use residential pertama di Indonesia.

NavaPark juga memiliki sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang ramah lingkungan seperti Botanic Park, yakni area ruang terbuka hijau seluas 10 ha, yang didedikasikan sebagai tempat konservasi yang dilengkapi dengan water management, panel surya, hingga sistem biofilter. Fitur tersebut tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi para penghuni seperti pengurangan biaya energi dan peningkatan kualitas hidup.

Berlokasi strategis di BSD City, NavaPark dilengkapi dengan fasilitas bisnis dan lifestyle center, seperti AEON Mall, The Breeze, QBig, GrandLucky Superstore, dan The Barn. NavaPark juga dekat dengan kawasan perkantoran, di antaranya BSD Green Office Park, Foresta Business Loft 1-5, Astra Biz Center, dan Wisma BCA.

Dari sisi akses, BSD City memiliki jalur langsung menuju gerbang Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Tol Jakarta-Merak (Tol Kebon Jeruk), dan Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol Kunciran-Serpong, JORR 2, Tol Bandara Soekarno-Hatta, Tol Serpong-Cinere, dan Tol Jagorawi. (ip/jh. Foto: Dok. BSD City)

Transjakarta Fokus Transformasi Layanan dan Operasional pada 2027

BusinessUpdate – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memprioritaskan transformasi layanan dan operasional pada 2027 melalui digitalisasi, penguatan tata kelola perusahaan, serta prinsip keberlanjutan.

“Fokus pada transformasi layanan dan operasional melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola perusahaan,” kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, Transjakarta juga menyiapkan optimalisasi aset fisik dan nonfisik, yang mencakup Open Top Tour of Jakarta, Jakarta Skyfan Run, serta aktivasi halte ikonik. “Program yang akan kami lakukan adalah optimalisasi pemanfaatan aset fisik dan nonfisik,” ujar Welfizon.

Transformasi layanan Transjakarta itu juga menjadi tanggapan atas usulan Komisi C DPRD DKI Jakarta yang meminta agar PT Transjakarta mencari terobosan baru untuk menekan beban subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebelumnya, Ketua Komisi C Dimaz Raditya mengatakan masyarakat masih membutuhkan subsidi transportasi publik. Namun, Transjakarta tetap perlu memperkuat inovasi agar beban APBD tidak terus bertambah.

Menurutnya, subsidi Transjakarta mencapai sekitar Rp4,2 triliun sehingga ia meminta agar jajaran direksi Transjakarta menyusun strategi pendapatan tambahan, tanpa mengurangi manfaat layanan bagi warga.

“Saya memberikan tantangan kepada direktur utama Transjakarta untuk menyampaikan ide atau program yang baik untuk mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang masih besar,” tutur Dimaz.

Dia pun berharap terdapat penguatan strategi non-tiket atau non-farebox. Dengan begitu, kualitas layanan Transjakarta tetap terjaga tanpa sepenuhnya bertumpu pada subsidi APBD. “Pengurangan subsidi itu harus tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga tidak terbebani,” ungkap Dimaz.

Ia memandang perlunya mengkaji opsi kenaikan tarif Transjakarta secara hati-hati. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil. Kenaikan tarif bukan merupakan keputusan final, dan langkah tersebut hanya salah satu opsi untuk mengurangi beban subsidi. (pa/jh. Foto: Dok. TransJakarta)

Sinar Mas Land Luncurkan Hunian Premium di Grand Wisata Bekasi

BusinessUpdate – Sinar Mas Land meluncurkan hunian premium, Giva dengan sentuhan smart & sustainable living di The Kaia, Grand Wisata Bekasi, Jawa Barat, dengan harga mulai Rp3 miliar hingga Rp7 miliar.

CEO Residential National Sinar Mas Land Prasetijo Tanumihardja mengatakan peluncuran klaster Giva merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian berkualitas yang mengedepankan kenyamanan, keberlanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Apalagi Bekasi menjadi salah satu wilayah pusat pertumbuhan hunian modern yang terintegrasi di timur Jakarta. Hal tersebut didorong oleh pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi, ekspansi kawasan industri serta meningkatnya tren sustainable living, sehingga permintaan hunian di kawasan ini terus tumbuh.

Di saat yang sama, segmen pasar hunian premium menunjukkan pergeseran preferensi menuju luxurious premium living, di mana kenyamanan, eksklusivitas, dan kualitas lingkungan menjadi faktor utama dalam memilih hunian.

Mengusung konsep ‘When Premium Living Meets Premium Land’, Giva dirancang sebagai hunian berkelas yang memadukan lokasi strategis, desain arsitektur kelas dunia, dan teknologi rumah masa depan.

“Setiap unit hunian di klaster ini dilengkapi panel surya, untuk menghemat konsumsi listrik dari jaringan utama sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan,” ujar Prasetijo dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, teknologi smart home yang memungkinkan penghuni mengontrol pencahayaan, CCTV dan keamanan secara langsung melalui aplikasi pada ponsel pintar. Kombinasi beragam fitur ini menjadikan Giva sebagai hunian yang nyaman, efisien dan berkelanjutan.

“Dikembangkan di atas lahan seluas 4,5 hektar dengan jumlah terbatas sebanyak 115 unit, Giva kami hadirkan sebagai produk premium. Kami meyakini bahwa Giva tidak hanya menawarkan nilai hunian yang unggul dari sisi desain, lokasi, dan fasilitas, tetapi juga memiliki prospek investasi jangka panjang yang kuat seiring dengan pesatnya pertumbuhan kawasan Bekasi,” katanya.

Mengusung tagline “Elevate Living”, Giva menawarkan empat tipe hunian yakni Giva 8, Giva 9, Giva 10, dan Giva 12 yang didesain oleh Stairs Architect by Steve Handoko, salah satu arsitek terkemuka di Indonesia.

Tipe Giva 8 memiliki luas tanah mulai dari 144 m2 dan luas bangunan mulai dari 185 m2 dengan empat kamar tidur, multi-function room dan lima kamar mandi. Tipe Giva 9 memiliki luas tanah mulai 198 m2 dan luas bangunan 195 m2 dengan empat kamar tidur, lima kamar mandi, dan multi-function room.

Sementara tipe Giva 10 memiliki luas tanah 220 m2 dan luas bangunan 282 m2 dengan empat kamar tidur, lima kamar mandi. Sementara, untuk tipe Giva 12 memiliki luas tanah 264 m2 dan luas bangunan 302 m2 dengan lima kamar tidur, lima kamar mandi, garasi khusus serta area taman yang lebih luas dari tipe lainnya.

Klaster Giva dilengkapi dengan beragam fasilitas yang dapat dinikmati oleh penghuninya, mulai dari private clubhouse dengan area kolam renang outdoor, kolam renang anak, lapangan tenis, exclusive fitness facility dan lapangan futsal.

The Kaia Boulevard juga dapat menjadi pilihan penghuni klaster untuk berjalan santai atau bersepeda di ruang terbuka hijau yang menyegarkan. Klaster Giva at The Kaia juga berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, rekreasi hingga komersial seperti Living World Grand Wisata, Artotel Living World Grand Wisata, Eka Hospital, Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Go! Wet Waterpark, Sekolah Islam Al-Azhar, IPEKA, Notre Dame dan sejumlah fasilitas lainnya.

Terletak di Grand Wisata Bekasi, sebuah township seluas 1.100 hektar, Giva berada di lokasi strategis dan terkoneksi dengan sejumlah infrastruktur seperti akses langsung ke jalan Tol Jakarta – Cikampek, JORR I & II, LRT dan KCIC Jakarta – Bandung melalui shuttle bus yang terintegrasi dengan Grand Wisata.

Kawasan hunian ini juga dilengkapi tiga akses gate, yakni North Gate dengan akses langsung menuju Tol Jakarta Cikampek KM21, South Gate dengan akses langsung menuju Mall Living World Grand Wisata, dan West Gate dengan akses langsung menuju boulevard Grand Wisata.

Lokasi Grand Wisata Bekasi yang hanya berjarak 15 menit dari Jakarta dan 5 menit menuju kawasan ekonomi dan industri terpadu Bekasi, menjadikannya sebagai kota mandiri berprospek tinggi sebagai kota satelit modern untuk wilayah timur Jakarta dan sekitarnya. (rn/jh. Foto: Dok. Sinar Mas Land)

Peringati Iduladha 2026 Semen Baturaja Salurkan 17 Ekor Sapi

BusinessUpdate – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menyalurkan 17 ekor sapi kurban kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di tiga wilayah operasional perusahaan dalam memeringati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Hewan kurban disalurkan kepada masyarakat di tiga wilayah operasional perusahaan, yakni Baturaja, Palembang, dan Lampung,” kata Senior Manager of CSR SMBR David Irwanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Program bantuan hewan kurban tersebut merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya nilai kepedulian, kebersamaan, dan berbagi kepada sesama. Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat penerima,” tambah David.

Di wilayah Baturaja, bantuan diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Sukajadi, Air Gading, Talang Jawa, Tanjung Agung, Saung Naga, Batu Kuning, Desa Laya, Desa Pusar, serta Pemerintah Kabupaten OKU.

“Sementara di Palembang, bantuan disalurkan kepada masyarakat Kelurahan Kertapati. Adapun di wilayah Lampung diberikan kepada masyarakat Kelurahan Way Lunik dan Pidada,” tambahnya.

Menurut David, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam pembangunan sosial.

“Ke depan, SMBR berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang mencakup bidang pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. SMBR)

PGN Bagikan Dividen Tunai Rp3,04 Triliun atau 80 Persen dari Laba Bersih

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN membagikan dividen tunai sebesar US$172,29 juta atau sekitar Rp3,04 triliun kepada pemegang saham. Nilai itu setara 80% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada tahun buku 2025 sebesar US$215,36 juta.

Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (26/5/2026). Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 80% sebagai bentuk komitmen dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengabaikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80% juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Meski membagikan dividen dalam jumlah besar, PGN menjamin tetap memiliki fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan bisnis dan pembangunan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah tersebut sejalan dengan keyakinan perseroan terhadap peluang pertumbuhan sektor gas bumi nasional dalam jangka panjang.

PGN menilai prospek bisnis gas bumi domestik masih menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan semakin besarnya peran gas bumi sebagai energi transisi menuju sistem energi yang lebih rendah emisi.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, perseroan terus menjaga keandalan pasokan dan operasional melalui pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) secara adaptif. Selain itu, optimalisasi infrastruktur serta peningkatan efisiensi operasional dan keuangan juga terus dilakukan.

“Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” kata Fajriyah.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST Tahun Buku 2025 juga mengesahkan sejumlah agenda perseroan lainnya, antara lain penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, penetapan auditor, serta pembahasan pengembangan bisnis dan penguatan tata kelola perusahaan. (ip/jh. Foto: Dok PGN)

PLN EPI Perkuat Proses Dekarbonisasi dan Transisi Energi

BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi dalam rangka mendukung proses dekarbonisasi dan transisi energi secara berkelanjutan di tanah air. Keberlanjutan menjadi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI Muhammad Aminuddin mengatakan sebagai perusahaan, yang mengelola energi primer, PLN EPI memiliki tanggung jawab tidak hanya menjaga ketahanan pasokan energi, tetapi juga memastikan operasional bisnis berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi lokasi strategis berbagai fasilitas energi perusahaan.

“PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon,” ujar Aminuddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, PLN EPI menyelenggarakan HSSE Talk #4 bertema “Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (22/5/2026) itu diikuti jajaran manajemen dan insan PLN EPI Group sebagai bagian dari penguatan budaya keberlanjutan perusahaan.

Aminuddin menjelaskan ekosistem mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan hutan daratan. Potensi tersebut menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS) yang penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional dan komitmen net zero emission Indonesia pada 2060.

Ia menambahkan pengembangan bisnis energi ke depan harus dijalankan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan. Meningkatnya tuntutan regulasi, ekspektasi investor, serta berkembangnya pasar karbon domestik menjadi momentum bagi PLN EPI untuk memperkuat strategi bisnis yang nature positive.

“PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah,” jelas Aminuddin.

Sementara itu, Senior Business Development Manager CarbonEthics Farhan Prastiyan menjelaskan bahwa solusi berbasis alam memiliki potensi besar dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir.

Menurut Farhan, rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, hingga pengelolaan pesisir berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis blue economy dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Dalam salah satu proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang, PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics menjadi bagian dari penanaman mangrove dengan melibatkan komunitas lokal dan menciptakan manfaat bagi ribuan masyarakat pesisir melalui pelatihan, pengembangan UMKM, hingga ekonomi berbasis ekowisata. (rn/jh. Foto: Dok. PLN EPI)

Amar Bank Raih Laba Bersih Rp71,11 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) pada kuartal I/2026 membukukan laba bersih sebesar Rp71,11 miliar, tumbuh 5,37% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp67,49 miliar.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian menyampaikan capaian positif tersebut mencerminkan hasil dari strategi bank dalam memperkuat basis pendanaan, menjaga kualitas kredit, dan membangun hubungan yang lebih luas dengan nasabah. “Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan,” jelas Vishal di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Hingga Maret 2026, perseroan tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp4,16 triliun, meningkat 30,62% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp3,18 triliun. Ekspansi kredit ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan Bank, mendorong total aset naik 34,72% yoy menjadi Rp6,93 triliun.

Ia menjelaskan, kinerja pendapatan bank yang solid di kuartal pertama ini berhasil memperluas pangsa pasarnya di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Tercatat, pendapatan operasional Amar Bank meningkat 13,82% yoy menjadi Rp527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 15,58% yoy menjadi Rp370,20 miliar.

Dari sisi penghimpunan dana, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 115,52% yoy menjadi Rp2,91 triliun. Pada kuartal I/2025, total DPK Amar Bank mencapai sebesar Rp1,35 triliun. Sejalan dengan hal itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) membaik signifikan menjadi 142,56%, dari sebelumnya 235,04% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat menurun menjadi 0,86%, jauh membaik dibanding posisi Maret 2025 yang sebesar 1,48%. SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, penurunan NPL menunjukkan ekspansi kredit bank tetap dilakukan secara selektif dan prudent.

“Penurunan NPL di tengah pertumbuhan kredit menunjukkan bahwa Amar Bank terus menjaga disiplin risiko, termasuk dalam memperkuat proses analisis dan pengelolaan portofolio kredit,” ujar David.

Dari sisi permodalan, perseroan membukukan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 99,17%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Realisasi ini memberikan ruang bagi Amar Bank untuk melanjutkan investasi pada teknologi, pengembangan produk digital, serta penguatan manajemen risiko.

Untuk tahun ini, David mengungkapkan bahwa perseroan fokus pada tiga hal yakni retail dan UMKM, mengembangkan ekosistem embedded banking & financing, serta berkomitmen membantu industri kreatif. “Jadi kita melihat ini peluang yang cukup besar bagi Bank Amar untuk tumbuh ke depannya,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Amar Bank)

Nindya Karya Garap Proyek Tambak Garam di Rote Ndao NTT

BusinessUpdate – PT Nindya Karya (Persero) terus mendorong pengerjaan proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bakal menjadi pusat produksi garam nasional.

Proyek yang menjadi bagian dari Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) tersebut adalah milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, didampingi Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah pun meninjau langsung pengerjaan proyek tersebut pada Jumat (22/5/2026).

Dalam kunjungannya, Gibran menyoroti tingginya kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Maka dari itu, tambak yang tengah digarap Nindya Karya diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri,” ujar Gibran dikutip dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Tambak garam di Rote Ndao dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun dengan sistem pengelolaan terintegrasi guna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Selain mendukung industri garam nasional, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana proyek.

“Sebagai pelaksana konstruksi, Nindya Karya berkomitmen terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri di Tanah Air,” ungkap Manajemen Nindya Karya.

Berdasarkan data KKP, terdapat 10 zona sentra industri garam di Rote Ndao yang telah dipetakan dengan luas total 13.697 hektar. Tambak ini diperkirakan mampu memproduksi 400.000 ton garam per tahun.

Adapun dari 10 zona itu pemerintah hanya mengembangkan zona 1 seluas 1.025 hektar dan zona 2 seluas 899,54 hektar. Sehingga sebanyak 11.776 hektar lainnya yang terbagi dalam 8 zona akan melibatkan investor, termasuk korporasi yang memang membutuhkan garam dalam jumlah besar untuk produksi mereka. (pa/jh. Foto: Dok. Nindya Karya)