Home Blog Page 56

Pemerintah Rancang Skema Khusus Pembiayaan Sarusun dengan Empat Variabel

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah merampungkan Rancangan Keputusan Menteri (Kepmen) terkait skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus Satuan Rumah Susun (Sarusun).

Langkah ini diambil sebagai respons atas kegagalan sistemik penyediaan hunian vertikal subsidi dalam lima tahun terakhir. Periode 2021-2025 pemerintah hanya mampu merealisasikan 140 unit rusun subsidi melalui skema FLPP. Sementara angka backlog (kekurangan hunian) nasional sebanyák 9,6 juta unit.

Pemerintah memancang target pembiayaan 50.000 unit apartemen subsidi tahun 2026 ini. Maruarar melihat ketimpangan akut di perkotaan, terutama Jakarta, di mana angka backlog menyentuh 40,6%.

Rancangan Kepmen ini membedah empat variabel utama untuk meningkatkan daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pertama, suku bunga flat 6% yang dipatok untuk memberikan kepastian cicilan di tengah fluktuasi bunga pasar yang sering kali menjerat konsumen kelas bawah.

Kedua, tenor hingga 30 tahun. Perpanjangan masa angsuran ini bertujuan mengecilkan nominal cicilan bulanan agar sesuai dengan struktur pendapatan MBR di kota besar. Ketiga, luas lantai progresif standar unit dari semula maksimal 36 meter persegi menjadi 45 meter persegi. Tujuannya menciptakan hunian yang lebih manusiawi bagi keluarga, bukan sekadar unit studio yang sempit.

Keempat, masa tenggang cicilan selama masa konstruksi (inden). Artinya, konsumen baru mulai membayar setelah unit siap huni, sehingga mereka terhindar dari beban ganda membayar sewa kontrakan sekaligus cicilan bank.

Untuk itu, Kementerian PKP menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) guna menerapkan sistem By Name By Address melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan integrasi data ini, intervensi pemerintah diklaim lebih tajam. Negara tahu persis kapasitas ekonomi calon penghuni hingga titik koordinat tempat tinggal mereka saat ini.

Langkah ini krusial untuk memastikan unit subsidi tidak berakhir menjadi instrumen investasi bagi kelas menengah-atas. Meski di atas kertas rancangan ini sangat progresif, implementasinya membentur tembok birokrasi daerah.

Keberhasilan target 50.000 unit bergantung penuh pada sinergi 552 Pemerintah Daerah (Pemda). Tanpa relaksasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di tingkat lokal, harga apartemen Rp500 jutaan di pusat kota akan sulit tercapai secara teknis ekonomi.

Selain itu, konsolidasi lahan melalui pemanfaatan aset sitaan koruptor dan hibah swasta, seperti lahan 30 hektar dari Lippo Group, harus dikelola dengan tata kelola yang transparan. Penggunaan tanah rampasan Kejaksaan Agung dan KPK untuk perumahan rakyat adalah pesan politik yang kuat, namun memerlukan koordinasi lintas lembaga yang tidak sederhana. (ip/jh)

Pemerintah Tetapkan Idulfitri Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

BusinessUpdate – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

“Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah adanya hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, yang menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Secara hisab tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk, dengan ketinggian antara 0⁰ 54′ 27″ (0,91⁰) sampai 3⁰ 07′ 52″ (3,13⁰) dan sudut elongasi berada pada 4⁰ 32′ 40″ (4,54⁰) sampai 6⁰ 06′ 11″ (6,10⁰).

Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4 derajat.

“Dalam penentuan awal bulan kamariah, terutama dalam bulan yang ada ibadah umat Islam, dan menyangkut hajat hidup orang banyak, negara memfasilitasi dengan adanya Sidang Isbat ini sebagai bentuk kehadiran ulil amri atau pemerintah,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia menekankan Kemenag telah mendapat informasi dari tim rukyatul hilal yang berada di 117 titik di seluruh Indonesia, bahwa hilal tidak terlihat. Dengan demikian maka metode yang diterapkan adalah istikmal atau menyempurnakan/membulatkan bilangan bulan menjadi 30 hari.

Menag berharap dengan ditetapkannya hasil Sidang Isbat ini, maka seluruh umat Muslim di Indonesia dapat merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita, dan menjadi simbol persatuan umat Islam di Indonesia.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban selama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (rn/jh. Foto: Dok. Kemenag)

Tarif LRT Jabodebek Saat Lebaran 2026 Sebesar Rp1

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan memberlakukan tarif khusus sebesar Rp1 untuk seluruh relasi dan lintas pelayanan LRT Jabodebek pada hari pertama dan kedua Idulfitri 2026, sesuai ketetapan pemerintah.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terjangkau bagi masyarakat selama periode libur Lebaran.

“Momentum Lebaran adalah saat masyarakat bergerak bersilaturahmi, berwisata, dan menikmati waktu bersama keluarga. Melalui kebijakan tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI ingin menghadirkan kejutan menyenangkan sekaligus mendorong banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Bobby di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Tarif khusus ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan utama mobilitas di kawasan perkotaan, terutama di tengah tingginya aktivitas perjalanan selama libur Lebaran.

Untuk memastikan kelancaran program, KAI bersama LRT Jabodebek telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Persiapan tersebut meliputi optimalisasi petugas pengamanan, kesehatan, dan layanan di stasiun maupun di dalam kereta.

Selain itu, pengaturan kepadatan penumpang juga akan dilakukan di area peron, gate, serta titik-titik yang berpotensi mengalami lonjakan, dengan tetap memberikan perhatian khusus kepada pelanggan prioritas.

Dari sisi sistem, KAI turut melakukan penyesuaian ticketing secara menyeluruh, mencakup pengaturan tarif, kesiapan gate, hingga kanal penjualan.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang, KAI juga menyiapkan langkah operasional tambahan, seperti pengoperasian posko masa Lebaran serta penerapan pola operasi akhir pekan (weekend), guna memastikan layanan tetap optimal.

“KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kebijakan tarif khusus ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pelanggan LRT Jabodebek pada masa Lebaran sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai solusi mobilitas perkotaan,” tutup Bobby. (pa/jh. Foto: Dok. LRT Jabodebek)

PLN Sediakan 113 SPKLU di Wilayah Sumatera Utara

BusinessUpdate – PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyediakan 113 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah tersebut, guna memenuhi kebutuhan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada libur Idulfitri 2026.

“Sebanyak 113 unit SPKLU yang tersedia itu tersebar di 91 lokasi strategis Sumut,” ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Kamis (19/3/2026).

Mundhakir mengatakan wilayah strategis itu yakni jalur lintas utama, pusat kota, kawasan publik, hingga rest area dengan tingkat mobilitas tinggi. Tersebarnya SPKLU diberbagai tempat itu guna memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan tanpa kekhawatiran kehabisan daya.

Selain itu, juga ada ketersediaan SPKLU fast charging di sepanjang ruas Tol Medan – Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi – Indrapura atau dua arah yang berada di area rest area.

Menurutnya, infrastruktur itu dihadirkan guna memberikan kemudahan akses bagi para pemudik kendaraan listrik dalam melakukan pengisian daya selama perjalanan lintas kota. kesiapan infrastruktur SPKLU itu merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transformasi energi nasional menuju energi bersih dan berkelanjutan.

“Penyediaan SPKLU di berbagai lokasi strategis merupakan bentuk nyata dukungan PLN terhadap transisi energi dan upaya menurunkan emisi karbon, sejalan dengan target net zero emission 2060,” ucapnya.

Ia menambahkan momentum mudik tersebut menjadi ajang penting untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Sumatera Utara. “Kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan,” ucapnya

Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong gaya hidup elektrifikasi yang lebih ramah lingkungan di tengah masyarakat. (rn/jh)

Selama Lebaran 2026 Volume Penumpang Harian Whoosh Naik 25-30 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi volume harian penumpang Whoosh naik sekitar 25% pada momen Lebaran 2026.

General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa menjelaskan lonjakan itu berbeda dengan hari normal yang berkisar di angka 16-18 ribu penumpang dan di akhir pekan sebanyak 20 ribu penumpang.

“Kalau prediksi peningkatan secara harian volume per hari kami prediksi itu bisa meningkat sampai dengan 25% dibandingkan hari normal. Jadi, kalau hari normal itu kan sekitar 16-18 ribu (penumpang),” jelas Eva dikutip dari Antara, Kamis (19/3/2026).

Bahkan, kenaikan tersebut bisa mencapai 30% selama momen Lebaran. “Kita lihat kalau persentasenya kemungkinan akan ada kenaikan antara 25 sampai dengan 30%,” katanya.

Sebelumnya Eva menyebut jumlah penumpang pada periode Lebaran 2025 tercatat sekitar 290 ribu orang dan diprediksi meningkat menjadi sekitar 301 ribu penumpang pada Lebaran 2026.

“Peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan Whoosh sebagai pilihan transportasi selama periode libur Lebaran,” kata Eva di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026).

KCIC juga memperkirakan puncak pergerakan penumpang akan terjadi pada dua periode utama selama masa Angkutan Lebaran 2026. “Peningkatan volume penumpang diperkirakan mulai terlihat sejak 17 Maret 2026 dan terus meningkat hingga mendekati Lebaran, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026,” katanya. (ip/jh. Foto: Dok. KCIC)

Kemenpar Siapkan Paket Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Daerah Selama Idulfitri 2026

BusinessUpdate – Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah paket wisata untuk menyambut libur Idulfitri 2026 untuk meningkatkan mobilitas masyarakat guna mendorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, momen Idulfitri merupakan salah satu periode dengan mobilitas perjalanan tertinggi di Indonesia. Kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap pergerakan wisatawan, sehingga diperlukan upaya bersama untuk memastikan kelancaran perjalanan.

Peningkatan mobilitas tersebut tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi yang lebih luas di kalangan masyarakat, khususnya bagi pengusaha UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.

Untuk meningkatkan pergerakan wisatawan, Kementerian Pariwisata telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata yang dapat dinikmati masyarakat. Paket tersebut disusun melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata dan difokuskan terutama bagi pengguna transportasi udara.

Masyarakat didorong untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari penguatan kampanye bangga berwisata di Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor pariwisata nasional melalui optimalisasi potensi domestik.

Lebih lanjut, Made mengingatkan peran penting agen perjalanan daring (OTA) dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, terutama terkait harga tiket transportasi darat, laut, maupun udara selama masa libur Lebaran.

“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” jelas Made.

Ia juga mengharapkan dukungan media dalam menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang kepada masyarakat, sehingga publik memperoleh pemahaman yang benar terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah, khususnya terkait sektor transportasi dan pariwisata selama periode libur.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Odo Manuhutu menambahkan pemerintah sedang mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.

Upaya tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, formulasi kebijakan tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, serta penguatan dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode libur Idulfitri, antara lain diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20%, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50%, diskon avtur hingga 10% di 37 bandara, serta potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50%.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan adanya penurunan harga tiket pesawat hingga kisaran 17–18 persen, sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan selama libur Lebaran. (pa/jh)

ASDP Ketapang Kerahkan 40 Feri Urai Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengoperasikan 40 kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (18/3/2026).

“Pada hari ini (H-3 Lebaran), kapal feri yang kami mengoperasikan sebanyak 40 unit dengan pola sangat padat, untuk mengurai antrean di Pelabuhan Gilimanuk,” kata General PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang/Gilimanuk, Arief Eko dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).

Pengoperasian 40 unit kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan pola sangat padat ini menjadi upaya maksimal ASDP mengurai antrean di Pelabuhan Gilimanuk, yang dalam dua hari terakhir antrean mencapai 40 kilometer.

Namun pada H-3 Lebaran 2026 atau Rabu (18/3/2026), antrean arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk berangsur terurai dan antrean tersisa sekitar 9 kilometer.

Arief menyampaikan bahwa dari 40 kapal feri yang beroperasi itu, 22 unit kapal di antaranya masih diberlakukan pola penuh tiba bongkar berangkat (TBB). Sebanyak 22 kapal tersebut hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Pelabuhan Ketapang.

“Ada empat dermaga yang menjadi skema pola TBB di Pelabuhan Ketapang, yakni Dermaga MB1, MB4, LCM dan Bulusan. Kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan/penumpang,” jelasnya.

Arief menambahkan, ASDP memperkuat langkah percepatan penguraian antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, seiring lonjakan mobilitas masyarakat menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang menjelang Hari Raya Nyepi pada periode 18-20 Maret 2026.

“ASDP memprioritaskan langkah-langkah taktis yang berdampak langsung di lapangan, salah satunya melalui pengerahan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan Ketapang–Gilimanuk dan hari ini juga telah beroperasi,” ujarnya.

Data Posko Angkutan Lebaran Gilimanuk pada Selasa, 17 Maret 2026 (H-4 Lebaran) selama 24 jam, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa atau meningkat 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.716 unit. Kenaikan signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2%. (ip/jh. Foto: Dok. Antara)

Purwokerto Menjadi Simpul Kepadatan Arus Mudik dengan Kereta Api

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng, menjadi simpul kepadatan arus mudik kereta api pada masa angkutan Lebaran tahun ini seiring lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat.

“Arus mudik sekarang memang sudah mulai ada peningkatan. Kalau ditarik garis besarnya, untuk wilayah Daop 5 Purwokerto sendiri jumlah penumpang yang turun sudah hampir tiga puluhan ribu,” kata Mohamad Arie Fathurrochman, Kepala KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).

Ia mengatakan rata-rata penumpang yang turun di Stasiun Purwokerto mencapai sekitar 10.000 orang per hari, sedangkan penumpang yang berangkat berkisar antara 6.000-7.000 orang per hari. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga mendekati puncak arus mudik.

“Puncak arus mudik penumpang turun di Purwokerto diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 19 Maret dengan jumlah penumpang harian mencapai 12.000-15.000 orang,” katanya.

Secara keseluruhan di wilayah Daop 5 Purwokerto, jumlah penumpang turun saat puncak arus mudik diproyeksikan bisa mencapai 25.000-27.000 ribu hingga orang per hari.

Sementara untuk arus balik Lebaran, KAI memperkirakan pola pergerakan penumpang relatif serupa. Puncak arus balik di Stasiun Purwokerto diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran dengan jumlah penumpang berkisar antara 12.000-14.000 orang per hari, sedangkan total di seluruh wilayah Daop 5 diperkirakan kembali menyentuh angka 25.000-27.000 orang per hari.

Jika dibandingkan periode yang sama pada masa angkutan Lebaran tahun sebelumnya, KAI mencatat adanya pertumbuhan jumlah penumpang sekitar 6%. Ia mengatakan angka tersebut berpotensi meningkat melampaui proyeksi awal apabila melihat tren pergerakan penumpang pada periode libur besar sebelumnya.

Berkaca pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, prediksi kenaikan sekitar 6% pada akhirnya terealisasi hingga menembus kisaran 10%. “Kalau melihat tren seperti saat Natal-tahun baru, prediksi 6% bisa saja tumbuh sampai 10%,” kata Arie. (pa/jh)

Garuda Indonesia Targetkan Tahun 2026 Menjadi Titik Balik Kinerja Perusahaan

BusinessUpdate – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan tahun 2026 sebagai fase pembalikan arah kinerja perusahaan. Sepanjang 2025 perseroan telah melalui fase konsolidasi bisnis, yang ditandai penurunan pendapatan dan tekanan operasional akibat keterbatasan armada.

Sepanjang 2025, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan usaha konsolidasi sebesar US$3,22 miliar atau sekitar Rp50,2 triliun, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, perusahaan kini memfokuskan langkah transformasi untuk memperbaiki fundamental bisnis menuju fase pemulihan kinerja. “Garuda Indonesia menempatkan tahun 2026 sebagai titik akselerasi pemulihan kinerja perusahaan,” ujar Glenny, melalui keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan, penguatan fundamental bisnis yang dibangun beberapa tahun terakhir menjadi landasan untuk meningkatkan kapasitas produksi, optimalisasi pendapatan, dan efisiensi operasional yang lebih berkelanjutan.

Sepanjang 2025, kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas produksi pada semester I/2025 karena sejumlah pesawat masih menunggu perawatan terjadwal sehingga jumlah unserviceable aircraft masih cukup tinggi.

Garuda Indonesia mencatat rugi bersih sebesar US$319,39 juta atau sekitar Rp4,98 triliun pada 2025. Kerugian ini dipengaruhi fluktuasi nilai tukar serta peningkatan biaya tetap seiring intensitas program pemulihan armada yang belum dapat dioperasikan.

Di tengah tantangan tersebut, jumlah penumpang Garuda Indonesia Group mencapai 21,2 juta orang, turun 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, arah transformasi Garuda diperkuat oleh manajemen baru yang ditunjuk oleh Danantara pada akhir kuartal IV/2025. Struktur kepemimpinan baru terdiri dari Direktur Utama Glenny Kairupan dan Wakil Direktur Utama Thomas Oentoro, didukung kombinasi talenta internal serta profesional internasional di jajaran direksi.

Manajemen menyiapkan 11 inisiatif transformasi strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026. Inisiatif tersebut meliputi optimalisasi jaringan rute, peningkatan kapasitas armada, transformasi digital platform, penguatan revenue management, peningkatan monetisasi kargo, optimalisasi pendapatan tambahan, pembentukan aliansi strategis, peningkatan tata kelola biaya, digitalisasi operasional, sinergi organisasi, serta peningkatan pengalaman pelanggan.

Menurut manajemen, langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing maskapai nasional di tengah dinamika industri penerbangan global.

Upaya transformasi juga ditopang penguatan struktur permodalan perusahaan. Pada akhir 2025, posisi ekuitas Garuda Indonesia kembali positif sebesar US$91,9 juta atau sekitar Rp1,43 triliun, dari sebelumnya negatif US$1,35 miliar atau sekitar Rp21,06 triliun.

Perbaikan ini terjadi setelah dukungan shareholder loan dan capital injection dari Danantara sepanjang 2025 dengan nilai sekitar Rp23,7 triliun. Dari total dana tersebut, sekitar Rp15 triliun atau 64% dialokasikan untuk Citilink, sedangkan Garuda Indonesia memperoleh Rp8,7 triliun untuk mendukung perawatan dan reaktivasi armada.

Pendanaan ini juga digunakan untuk penyelesaian kewajiban Citilink kepada Pertamina. Dukungan tersebut turut memperbaiki likuiditas perusahaan. Garuda Indonesia mencatat kas dan setara kas sebesar US$943,4 juta atau sekitar Rp14,7 triliun pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar US$219,1 juta atau sekitar Rp3,42 triliun.

Pendanaan ini juga mulai berdampak pada operasional pada semester II/2025 melalui penyelesaian lebih dari 100 event maintenance untuk meningkatkan kesiapan armada.

Pada akhir 2025, jumlah pesawat yang siap beroperasi mencapai sedikitnya 99 armada, meningkat dari sekitar 84 armada pada Juni 2025. Sementara itu, terdapat 43 pesawat yang masih menjalani proses perawatan.

Ke depan, Garuda Indonesia menargetkan pada akhir 2026 dapat mengoperasikan 68 pesawat serviceable, sedangkan Citilink menargetkan 50 pesawat. Perawatan armada dilakukan melalui sejumlah program seperti heavy maintenance airframe check pada pesawat Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, serta Airbus A330.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan overhaul dan shop visit pada komponen utama seperti mesin pesawat, Auxiliary Power Unit (APU), serta landing gear.

Manajemen optimistis dengan eksekusi transformasi yang konsisten, dukungan pemegang saham, serta kemitraan strategis global, Garuda Indonesia dapat mempercepat pemulihan kinerja sekaligus memperkuat perannya sebagai maskapai nasional yang kompetitif. (rn/jh. Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Taspen Life Berikan Asuransi Gratis kepada Peserta Mudik Gratis

BusinessUpdate – PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) memfasilitasi perlindungan asuransi gratis kepada 800 pemudik yang mengikuti program “Mudik Nyaman Bersama PT Taspen (Persero).”

Para peserta mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan diri dengan uang pertanggungan (UP) senilai Rp20 juta. Manfaat itu berlaku apabila terjadi risiko kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia selama masa perjalanan mudik berlangsung.

“Kami berharap sinergi di lingkungan Taspen Group memberikan manfaat luas bagi para peserta. Kami ingin memastikan momen berkumpul bersama keluarga tidak hanya berjalan lancar secara logistik, tetapi juga memberikan rasa tenang dan aman karena setiap peserta telah terproteksi oleh asuransi Taspen Life,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Taspen Life R. Bayu Irawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Taspen Life berkomitmen memberikan pengalaman mudik yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga memberikan rasa tenang dan aman melalui perlindungan asuransi jiwa bagi para peserta mudik.

Bayu menyampaikan kolaborasi di lingkungan Taspen Group juga merupakan bentuk nyata kepedulian Taspen Life dalam menghadirkan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi di Indonesia.

Sebelumnya, Korps Lalu lintas (Korlantas) Polri mengimbau pemudik agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat guna mencegah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Imbauan itu disampaikan Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal menyusul adanya peningkatan kasus lakalantas sebesar 4,8% pada hari kedua Operasi Ketupat 2026 atau pada Sabtu (14/3/2026) dibandingkan dengan hari kedua Operasi Ketupat 2025.

“Kami tentunya mengimbau kepada seluruh pemudik agar jangan terlalu memaksakan diri, jaga emosi, gunakan rest-rest area yang ada di jalur-jalur, baik itu tol maupun arteri, untuk jadi tempat istirahat,” kata Faizal di Command Center KM 29, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026) dini hari. (pa/jh. Foto: Dok. Taspen Life)