Home Blog Page 61

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target RKAP

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan produksi minyak sebesar 59.300 barrel per hari (BOPD) sepanjang semester I/2026 atau mencapai 116,1% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sedangkan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 105,4% dari target RKAP.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng mengatakan, perusahaan menjalankan proses bisnis dengan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja. Analisis tekno-ekonomi merupakan metode evaluasi untuk menilai kelayakan, biaya, dan keuntungan suatu teknologi atau proses industri dengan menggabungkan aspek teknik dan keuangan.

“Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026). Ia mengatakan, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas dalam menjalankan operasi migas.

Sepanjang semester I/2026, subholding upstream Pertamina yang mengelola wilayah kerja hulu migas Regional 3 Kalimantan ini, mencatatkan 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,03.

Menurut Muharram perusahaan akan terus mendorong berbagai inovasi untuk mengoptimalkan tingkat perolehan minyak (recovery rate) dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature). “Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil mengharapkan hasil yang berbeda jika tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula,” katanya.

Sepanjang paruh tahun 2026 PHI juga membukukan sejumlah pencapaian proyek strategis. Di antaranya penyelesaian pemasangan topside Proyek Manpatu oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada akhir Mei 2026, dan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.

Selain itu, keberhasilan pengeboran sumur pengembangan NKL-1183 oleh PEP Sangasanga Field, hingga penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang meningkatkan produksi salah satu sumur hingga 150%. (rn/jh. Foto: Dok. PHI)

Sepanjang 2025 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan MIND ID Capai Rp180,30 Triliun

BusinessUpdate – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membayarkan kewajiban pajak kepada pemerintah serta dividen senilai Rp32,82 triliun. Secara keseluruhan, MIND ID mencatatkan nilai ekonomi yang didistribusikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan mencapai Rp180,30 triliun sepanjang 2025, berdasarkan Sustainability Report 2025.

“Sebagai BUMN, kami adalah agent of development sehingga dampak ekonomi menjadi sangat penting. Kami mendukung program pemerintah untuk mendorong kedaulatan ekonomi nasional,” ucap Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Besarnya nilai ekonomi tersebut menjadi bukti nyata komitmen MIND ID dalam memastikan penciptaan nilai tambah ekonomi untuk mendukung kemakmuran masyarakat, dengan mengalir langsung ke daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Binahidra menyampaikan bahwa sebagai holding industri pertambangan BUMN, MIND ID tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja operasional bisnis, tetapi juga proaktif menjalankan peran sebagai penggerak pembangunan ekonomi nasional.

Salah satu cara konkretnya adalah dengan memastikan lebih dari 90% pemasok Grup berasal dari pelaku usaha lokal dan domestik. Keterlibatan pemasok lokal dilakukan secara menyeluruh mulai dari fase eksplorasi hingga pemasaran produk, meliputi penyediaan bahan bakar, alat berat, suku cadang, layanan kontraktor, hingga kegiatan distribusi.

“Dari sisi rantai pasok dan aspek sosial, kami melihat keterlibatan pemasok lokal dan domestik sangat penting. TKDN menjadi salah satu ukuran pencapaian operasi dan bisnis kami,” ujar Binahidra. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga memitigasi risiko gangguan pasokan dan meningkatkan efektivitas operasional.

Dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha nasional, manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan tidak hanya berasal dari produksi mineral, tetapi juga dirasakan oleh industri pendukung dan komunitas lokal di sekitar wilayah operasional MIND ID yang tersebar dari Sumatera Utara hingga Papua Tengah. (rn/jh. Foto: Dok. Mind ID)

Bandara Soetta Tambah Empat Penerbangan untuk Layanan Umroh

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melalui Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten, menambah empat maskapai penerbangan untuk operasional di Terminal Khusus Haji dan Umroh 2F mulai 7 Agustus 2026.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan penambahan sebanyak empat maskapai baru untuk keberangkatan dan kedatangan penerbangan jamaah umroh meliputi maskapai Ethiopian Airlines, SriLankan Airlines, Malaysia Airlines, dan Royal Brunei Airlines.

Menurutnya, dengan kehadiran empat maskapai baru tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi bersama regulator, maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, serta seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan pelayanan umroh yang lebih terintegrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Setelah implementasi layanan bagi maskapai umroh pada Juli lalu berjalan lancar, kami kembali memperluas cakupan operasional Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F. Dengan bergabungnya empat maskapai ini, pelayanan kepada jamaah akan semakin terpusat sehingga koordinasi operasional menjadi lebih efektif dan pengalaman perjalanan jamaah semakin nyaman,” jelas Heru dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Heru mengatakan penyelenggaraan layanan umroh melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F merupakan bagian dari komitmen Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah umroh.

Menurutnya, terminal khusus ini dirancang sebagai memenuhi kebutuhan perjalanan ibadah dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti area check-in khusus, ruang tunggu berkapasitas besar, area ibadah yang nyaman, serta fasilitas pelayanan lainnya yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah.

“Selama periode 1–31 Juli 2026, Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah melayani 89.656 penumpang jamaah umroh untuk keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan terminal dalam mengakomodasi perluasan layanan melalui penambahan maskapai pada Agustus 2026.

Oleh karena itu, dengan bergabungnya empat maskapai baru itu maka layanan rombongan di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F kini tercatat maskapai seluruhnya yakni Loong Air, Hainan Airlines, Saudi Arabian Airlines, Scoot, Turkish Airlines, Qatar Airways, EgyptAir, Oman Air, Emirates, Etihad Airways, Ethiopian Airlines, SriLankan Airlines, Malaysia Airlines, dan Royal Brunei Airlines.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan layanan bersama regulator, maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), ground handling, serta seluruh stakeholder untuk memastikan pelayanan kepada jemaah terus meningkat.

“Kami berkomitmen menjadikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F sebagai pusat pelayanan umrah yang memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh jemaah,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. InJourney Airports)

Pendapatan Blue Bird Tumbuh Laba Bersih Turun

BusinessUpdate – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan penurunan laba pada semester I/2026 menjadi Rp320,56 miliar, turun 4,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 335,44 miliar.

Di sisi lain, pendapatan Blue Bird meningkat 11,3% secara tahunan menjadi Rp2,97 triliun. Pendapatan masih didominasi layanan taksi sebesar Rp2,07 triliun. Sementara layanan non taksi menyumbang Rp899,98 miliar. Penurunan laba terjadi seiring kenaikan beban langsung.

Sepanjang semester I/2026, beban langsung mencapai Rp2,05 triliun, naik 15,14% dibandingkan Rp1,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban tersebut terdiri dari beban operasional, beban penyusutan, dan beban pendukung.

Sementara itu, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tercatat sebesar Rp714 miliar. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan bisnis didorong meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Menurut Andre, kinerja tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis Bluebird di tengah ketidakpastian geopolitik, kenaikan biaya energi dan operasional, volatilitas nilai tukar rupiah, serta persaingan industri.

“Kami akan terus perkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Andre mengatakan, layanan taksi masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 69% dari total pendapatan. Segmen ini tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Layanan non taksi, yang mencakup shuttle, rental, bus, dan layanan mobilitas lainnya, menyumbang sekitar 31% dari total pendapatan.

Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produktivitas armada, penguatan kinerja di berbagai wilayah operasional, serta optimalisasi kanal digital. Pada segmen non-taksi, layanan shuttle melalui Cititrans menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat. Kinerja itu didorong penambahan armada, optimalisasi rute, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

Bigbird tetap mencatat permintaan yang stabil dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan. Bisnis rental juga terus tumbuh berkat permintaan yang konsisten dari pelanggan korporasi. Selain mengembangkan layanan mobilitas, Blue Bird juga mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada melalui penjualan kendaraan eks operasional yang telah direkondisi sesuai standar perusahaan.

“Pendekatan ini mencerminkan efektivitas pengelolaan aset yang mendukung keberlanjutan bisnis secara menyeluruh,” ujar Andre. Perseroan juga melanjutkan program pengembangan kompetensi, apresiasi, dan peningkatan kesejahteraan pengemudi serta karyawan untuk menjaga kualitas layanan.

“Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Andre. (rn/jh. Foto: Dok. Blue Bird)

PTPP Bangun SMA Unggul Garuda Konowe Selatan, Tingkatkan Kualitas SDM

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membangun fasilitas SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara senilai Rp234,28 miliar guna mendukung program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas.

“PTPP bangga dapat dipercaya oleh Kemendiktisaintek untuk menjadi bagian dalam pembangunan SMA Unggul Garuda Konawe Selatan. Amanah ini kami jalankan dengan memastikan fasilitas yang dibangun memenuhi standar kualitas konstruksi sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Joko dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Joko, Perusahaan berkomitmen menghadirkan sarana pembelajaran yang berkualitas, aman, dan representatif guna mendukung proses belajar mengajar. Perseroan juga berkomitmen terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“PTPP berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tuturnya.

Pembangunan SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, juga memperkuat peran perusahaan dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Ia menyebut perusahaan mencatatkan zero accident selama proses pembangunan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan proyek konstruksi yang berkualitas dan aman.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan optimisme terhadap kehadiran SMA Unggul Garuda Konawe Selatan.

“SMA Unggul Garuda Konawe Selatan siap menerima putra-putri terbaik bangsa. Kehadiran sekolah ini menjadi langkah dalam memperluas akses pendidikan unggulan serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing” tutur Stella.

Program SMA Unggul Garuda Konawe Selatan resmi dimulai melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 20 Juli 2026 sebagai awal kegiatan belajar mengajar. (ip/jh. Foto: Dok. PTPP)

Jasamarga Bali Tol Dapat Pembiayaan Rp1,57 Triliun dari BSI

default

BusinessUpdate – Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Jasamarga Bali Tol (JBT), memperoleh fasilitas pembiayaan berkelanjutan (Sustainability Linked Financing/SLF) dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI sebesar Rp1,57 triliun.

Corporate Secretary and Chief Administration Officer Jasa Marga, Trias Andriyanto, mengatakan perjanjian pembiayaan yang telah ditandatangani pada 30 Juli 2026 untuk mendukung investasi aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

Dana juga bakal dimanfaatkan untuk melunasi sebagian pokok bunga perjanjian pinjaman pemegang saham dengan Jasa Marga sebagai pemilik konsesi pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. “Nilai transaksi ini maksimal sebesar Rp 1.567.559.045.386,” tulis Trias Andriyanto, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8/2026).

Pada saat transaksi dilakukan, JBT merupakan anak usaha yang dikendalikan secara langsung oleh Jasa Marga. Berdasarkan struktur kepemilikan saham, Jasa Marga menjadi pemegang saham terbesar JBT dengan kepemilikan 64,44%.

Selanjutnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memiliki 13,86% saham. Sementara, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung masing-masing memiliki 6,32% saham. PT Angkasa Pura Indonesia menguasai 6,31% saham.

Adapun PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) masing-masing memiliki 0,79% saham. Sisanya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menguasai 0,40% saham.

Perseroan menjelaskan bahwa transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42 Tahun 2020. Berdasarkan ketentuan tersebut, afiliasi merupakan hubungan antara dua perusahaan yang dikendalikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama.

Dalam transaksi ini, JBT merupakan anak usaha yang dikendalikan langsung oleh Jasa Marga, sedangkan BSI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mayoritas saham kedua perusahaan sama-sama dimiliki oleh pemerintah sehingga transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. (rn/jh. Foto: Dok. Jasamarga Bali Tol)

Semester I/2026 KAI Layani 3.437.795 Ton Peti Kemas

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sepanjang Januari–Juli 2026, KAI melayani 3.437.795 ton petikemas, meningkat 20,28% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.858.244 ton.

Peningkatan tersebut juga terlihat pada capaian bulanan. Pada Juli 2026, volume petikemas yang dilayani KAI mencapai 521.892 ton, naik 22,80% dibandingkan Juli 2025 sebanyak 424.999 ton.

Pertumbuhan angkutan petikemas menunjukkan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap moda logistik berkapasitas besar, terjadwal, dan terhubung dengan kawasan industri, terminal petikemas, pergudangan, serta pelabuhan. Sebagian besar muatan petikemas berkaitan dengan produk manufaktur, bahan baku industri, barang konsumsi, dan berbagai komoditas yang membutuhkan kepastian distribusi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan angkutan petikemas memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran arus barang dari pusat produksi menuju pelabuhan, pusat distribusi, dan wilayah pemasaran.

“Pertumbuhan volume petikemas menunjukkan semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan kereta api dalam rantai pasoknya. KAI terus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, terminal petikemas, dan pelabuhan agar distribusi produk manufaktur berlangsung semakin efisien, terjadwal, dan memiliki kepastian waktu,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (4/8/2026).

Bagi sektor manufaktur, kelancaran logistik sangat menentukan keberlangsungan produksi. Keterlambatan bahan baku dapat memengaruhi jadwal pabrik, sedangkan keterlambatan produk jadi dapat menghambat distribusi menuju pasar. Dalam kondisi tersebut, angkutan petikemas berbasis rel menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kestabilan arus barang dalam volume besar.

Peran tersebut semakin strategis ketika layanan kereta api terhubung dengan pelabuhan. Petikemas dari kawasan industri dapat dibawa melalui jalur rel menuju terminal petikemas dan pelabuhan, kemudian diteruskan menggunakan kapal menuju berbagai wilayah Indonesia. Sebaliknya, bahan baku dan komoditas yang tiba melalui pelabuhan dapat diteruskan menggunakan kereta api menuju kawasan industri, pergudangan, dan pusat distribusi.

“Konektivitas antara kereta api dan pelabuhan membantu membangun arus barang yang lebih teratur. Produk manufaktur dapat dibawa dalam volume besar dari kawasan industri menuju pelabuhan, kemudian diteruskan melalui jalur laut menuju berbagai pulau,” kata Anne.

Integrasi rel dan pelabuhan berpotensi mengurangi perjalanan truk jarak jauh, menekan kepadatan jalan, mempercepat perpindahan barang, serta memberikan kepastian jadwal bagi industri. Manfaat tersebut akan semakin kuat apabila didukung akses rel menuju pelabuhan, terminal petikemas yang memadai, fasilitas bongkar muat, pergudangan, serta digitalisasi dokumen dan layanan.

Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur logistik perlu dilakukan secara terintegrasi. Pengembangan jalur dan terminal barang perlu berjalan bersama penguatan pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, layanan pelayaran, dan angkutan lanjutan agar perjalanan petikemas dari hulu hingga hilir berlangsung semakin efisien.

KAI terus meningkatkan kapasitas layanan petikemas, mengoptimalkan terminal barang, memperkuat digitalisasi, serta mengembangkan kolaborasi dengan operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, pengelola kawasan industri, pergudangan, dan pelaku logistik.

Penguatan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan arus barang dua arah yang lebih seimbang. Petikemas dari Jawa banyak membawa produk manufaktur dan barang konsumsi ke berbagai daerah, sedangkan muatan balik belum selalu tersedia dalam volume yang sama.

Kondisi petikemas yang kembali tanpa muatan dapat meningkatkan biaya distribusi. Karena itu, konsolidasi komoditas daerah, penguatan pusat produksi, dan pembukaan akses pasar bagi produk lokal menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas perjalanan.

Petikemas yang berangkat membawa produk manufaktur dapat kembali membawa hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, dan produk UMKM dari daerah tujuan. Pemanfaatan muatan dua arah dapat membantu menekan biaya distribusi sekaligus memperluas pasar bagi produk daerah. (ip/jh. Foto: Dok KAI)

Melalui PIJAR Telkom Perkuat Transformasi Pendidikan Nasional

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui platform digital pendidikan PIJAR terus memperkuat transformasi pendidikan nasional untuk mendukung berbagai kebutuhan ekosistem pendidikan.

Sepanjang Semester I/2026, PIJAR mendukung berbagai agenda strategis pendidikan yang mencakup penyelenggaraan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA), Kompetisi Akademik LENTERA 2026, Seleksi Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan, hingga asesmen digital melalui Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK), Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ), Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS).

Implementasi tersebut telah menjangkau lebih dari 2.000 sekolah di 33 provinsi dengan total lebih dari 718.500 peserta. Kolaborasi bersama pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya Telkom menghadirkan solusi digital bagi sektor pendidikan.

Melalui PIJAR, proses pembelajaran, asesmen, dan seleksi dapat berlangsung lebih objektif, efisien, transparan, serta mudah dipantau melalui pemanfaatan teknologi digital.

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk menciptakan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

“Teknologi tidak hanya tentang konektivitas, tetapi tentang menciptakan dampak. Melalui PIJAR, Telkom berupaya membantu pemerintah dan satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran, asesmen, hingga seleksi tenaga pendidik yang lebih efektif, terukur, transparan, dan menjangkau lebih banyak peserta di seluruh Indonesia,” ujar Faizal dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/8/2026).

PIJAR mendukung penyelenggaraan TKA bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari persiapan implementasi asesmen berbasis digital.

Solusi try out digital melalui PIJAR telah dimanfaatkan oleh lebih dari 91.000 siswa di berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan try out menjangkau lebih dari 76.000 siswa dari 1.200 sekolah di Kabupaten Karawang, lebih dari 2.100 siswa di Kabupaten Boalemo, serta lebih dari 12.500 siswa dari 500 sekolah pada Try Out ASAJ di Kota Balikpapan.

PIJAR juga mendukung penyelenggaraan Kompetisi Akademik LENTERA 2026 bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang melalui sistem Computer Based Test (CBT). Pemanfaatan platform tersebut membantu menghadirkan proses kompetisi yang lebih efektif, objektif, dan transparan.

Telkom turut mendukung pelaksanaan Seleksi Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan PJLP bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang dilaksanakan dalam Gelombang I dan Gelombang II Pemanfaatan sistem Computer Based Test (CBT) membantu menghadirkan proses seleksi yang lebih efisien, objektif, dan transparan, sekaligus memudahkan pengelolaan serta pemantauan hasil seleksi.

Sepanjang semester I/2026, Telkom melalui PIJAR juga mendukung pelaksanaan asesmen digital melalui USBK dan ASAJ di Kota Balikpapan yang diikuti oleh lebih dari 23.500 peserta dari 600 sekolah. Layanan CBT pada PIJAR juga dimanfaatkan dalam pelaksanaan PTS dan PAS Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Platform tersebut mendukung penyelenggaraan lebih dari 126.000 jadwal ujian yang diikuti oleh lebih dari 619.000 siswa dari 900 sekolah di 33 provinsi. Selama periode 2 Maret hingga 15 Juni 2026, PIJAR mengawal pelaksanaan ujian selama total 627 jam dengan capaian zero downtime.

Ke depan, Telkom akan terus mengembangkan PIJAR sebagai solusi digital yang adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan. Sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi pengembangan talenta Indonesia, Telkom akan terus menghadirkan inovasi digital yang mendukung proses pembelajaran, asesmen, serta penguatan ekosistem pendidikan digital guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional. (pa/jh/. Foto: Dok. Telkom)

BRIN dan UGM Kembangkan Teknologi Produksi Benih Bawang Putih Sehat

BusinessUpdate – Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan teknologi produksi benih bawang putih sehat dan bermutu dalam Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS).

Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN sekaligus penanggung jawab PRIS bawang putih, Dwinita Wikan Utami, menjelaskan bahwa teknologi produksi benih sehat diperlukan agar keunggulan varietas hasil pemuliaan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Kita memerlukan teknologi eliminasi virus yang efektif, mudah diterapkan, dan terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh produsen benih maupun petani untuk menjaga mutu bahan tanam,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Riset ini berfokus pada eliminasi virus yang terbawa pada bahan tanam bawang putih. Untuk itu, BRIN mengembangkan metode eliminasi virus, merancang prototipe alat eliminasi virus, serta menguji pengaruh perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Pengembangan teknologi ini diharapkan mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor. Dalam penelitian ini, tim peneliti juga mengidentifikasi keberadaan virus pada bahan tanam bawang putih.

Pakar virologi tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, Sedyo Hartono, menjelaskan bahwa hasil pengujian UGM mendeteksi infeksi ganda Onion yellow dwarf virus (OYDV) dan Shallot latent virus (SLV) pada sekitar 80% sampel dari Enrekang, Magelang, Temanggung, Tawangmangu, dan Yogyakarta berupa umbi benih, umbi konsumsi, serta daun bergejala maupun tanpa gejala.

“Gejala infeksi virus juga tidak selalu terlihat jelas pada tanaman. Di lapangan, dampaknya dapat tertutupi oleh penyakit lain, terutama penyakit yang disebabkan jamur. Riset lanjutan akan mengukur kemampuan perlakuan dalam menurunkan titer virus sekaligus menilai pengaruhnya terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan kerentanan tanaman terhadap penyakit lain,” jelas Sedyo.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa infeksi virus pada bahan tanam merupakan persoalan yang perlu ditangani. Namun, hasil tersebut masih terbatas pada sampel yang diuji sehingga diperlukan survei yang lebih luas untuk memetakan penyebaran virus di berbagai sentra produksi bawang putih.

Riset eliminasi virus direncanakan berlangsung selama dua tahun. Pada tahap awal, penelitian difokuskan pada validasi metode dan pengembangan prototipe alat eliminasi virus skala laboratorium.

Tahap berikutnya akan menguji respons tanaman hasil eliminasi di lapangan sekaligus mendorong pengembangan alat bersama mitra industri agar dapat dimanfaatkan pada skala produsen benih.

Selain mengembangkan teknologi eliminasi virus, PRIS bawang putih juga menargetkan pengembangan varietas bawang putih berumbi besar dari tipe softneck dan hardneck, varietas yang adaptif terhadap dataran menengah, teknologi pematahan dormansi, basis data plasma nutfah berbasis fenotipe dan genotipe, serta standar operasional produksi benih sehat dan bermutu.

Seluruh luaran tersebut akan diuji untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih, termasuk di Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi (KSPAE) Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. (pa/jh. Foto: Ilustrasi AI Gemini)

PGN Bidik UMKM dan Pelaku Bisnis untuk Manfaatkan Jargas

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyasar pemanfaatan jaringan gas (jargas) untuk sektor hotel, restoran, kafe, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bukan hanya untuk rumah tangga.

Salah satu wilayah kerja PGN yang ingin diperluas ke sektor selain rumah tangga adalah Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo serta Kabupaten Lumajang. “Kami (PGN) siap apabila ada pelaku usaha yang ingin beralih menggunakan jaringan gas bumi,” kata Area Head PGN Pasuruan Mochamad Arif di Lumajang, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).

Menurut Arif upaya perluasan pemanfaatan jargas ke sektor hotel, restoran, kafe, hingga UMKM tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Terlebih, pengembangan jargas di area kerja Pasuruan yakni meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang terakhir dilakukan pada 2023 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami sudah melakukan pendataan dan berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait potensi penambahan pelanggan dari sektor hotel, restoran, kafe, dan UMKM,” kata Arif. Namun, tantangan yang dihadapi adalah lokasi pelaku usaha belum seluruhnya berada di kawasan yang telah terjangkau jaringan pipa.

Meski demikian, PGN meyakini perluasan pemanfaatan gas bumi dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang selama ini bergantung pada LPG terutama saat terjadi kelangkaan pasokan. Menurut Arif, saat ini tingkat kesadaran masyarakat beralih ke gas bumi semakin tinggi menyusul adanya kebijakan pembatasan LPG 3 kilogram.

Hal ini, menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan jargas termasuk pada sektor hotel, restoran, kafe, hingga UMKM. “Kesadaran masyarakat untuk menggunakan gas bumi yang tidak disubsidi cukup tinggi. Apalagi ketika muncul pembatasan elpiji 3 kilogram. Kami berharap pemanfaatan jargas bisa semakin berkembang,” kata Arif.

Sementara untuk memudahkan pelanggan, PGN telah menyediakan layanan pencatatan meter secara mandiri melalui aplikasi PGN Mobile maupun layanan WhatsApp resmi yang informasinya tercantum pada stiker pelanggan. (pa/jh. Foto: Dok. PGN)