Home Blog Page 61

Bandara Soetta Kerahkan 7.832 Personel untuk Layani Pemudik

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengerahkan 7.832 personel untuk melayani pemudik di masa arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan seluruh aspek operasional telah siap berjalan dalam melayani para calon penumpang mudik Lebaran. Kesiapan penuh, mulai dari personel, infrastruktur, hingga layanan penumpang, untuk menjamin perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.

“Kami telah melakukan berbagai persiapan dari sisi operasional, fasilitas, maupun kesiapan personel untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026,” kata Heru dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Sebagai bentuk kesiapannya Bandara Soetta telah menurunkan 7.832 personel operasional, dengan 2.197 petugas per shift untuk menjaga kelancaran aktivitas penerbangan. Sementara itu, infrastruktur sisi udara juga dipastikan siap dengan tiga runway, 175 parking stand, dan 115 aviobridge dalam kondisi optimal.

“Fasilitas penumpang juga diperkuat dengan tambahan baggage trolley, cabin trolley, serta optimalisasi Skytrain dan shuttle bus antar terminal,” tambahnya.

Kemudian dari sisi keandalan sistem, uji kelistrikan melalui test on load genset telah dilakukan untuk memastikan pasokan listrik cadangan berfungsi saat terjadi gangguan.

Keamanan turut menjadi prioritas dengan random check kendaraan di area terminal, sementara moda transportasi darat ditambah, mulai dari bus pemadu moda, shuttle AJAP, hingga taksi reguler dan daring.

Antisipasi darurat juga disiapkan melalui contingency plan berupa peningkatan kapasitas drainase, pemasangan sensor tinggi muka air real time, dan normalisasi saluran air.

Heru menambahkan, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar operasional bandara tetap terkendali sepanjang periode Lebaran. “Kami berkomitmen memastikan seluruh layanan kebandarudaraan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Heru. (ip/jh. Foto: Dok. RRI)

Ribuan Pabrik Rokok Bangkrut, Pengusaha Tolak Batasan Kandungan Nikotin

BusinessUpdate – Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mengungkapkan, ribuan pabrik tembakau gulung tikar selama beberapa tahun terakhir. Padahal, jumlah pabrik rokok dalam negeri pernah hampir mendekati 5.000 unit.

“Saat ini hanya tinggal 1.700 perusahaan. Itu pun sebagian besar adalah industri kecil. Bahkan kalau kita lihat beberapa industri besar sudah limbung mengalami kesulitan,” kata Ketua AMTI Edy Sutopo dalam konferensi pers di Gambir, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

AMTI mencatat, sepanjang 2019 sampai 2025 produksi rokok dalam negeri menurun tajam dari 356,5 miliar menjadi 307,9 miliar batang. Jumlah produksi rokok tercatat mengalami penurunan rata-rata 2,4% per tahun.

Ia mengatakan, dalam hukum di Indonesia rokok masih menjadi komoditas yang legal dengan upaya pengendalian di tingkat konsumsi. Namun, asosiasi petani dan produsen rokok mengeluhkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang justru bisa mematikan industri tembakau.

Di antara kebijakan itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan yang menjadi momok di Industri Hasil Tembakau (IHT).

Pemerintah juga tengah menggodok Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) yang mengancam IHT. Aturan itu bakal membatasi kandungan nikotin pada rokok maksimal 1 miligram dan tar 10 miligram per batang yang tidak cocok dengan kriteria tembakau lokal.

“Kenapa? Karena secara alamiah kandungan nikotin dari tembakau kita itu 2 sampai 8%. Sementara kalau tembakau-tembakau dari luar (negeri) itu hanya 1 sampai 1,5%. Jadi akan sangat sulit, akan sangat sulit untuk dipenuhi,” keluh Edy.

Edy menuturkan kontribusi IHT dari hulu sampai hilir terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp710,3 triliun. AMTI mencatat, IHT menyumbang devisa US$1,85 miliar pada 2024 dan US$1,9 miliar selama 11 bulan pada 2025.

“Jadi kalau kita lihat data 2024 ini sebesar Rp216,9 triliun, ini belum termasuk pajak-pajak. Di situ ada pajak daerah, ada pajak penghasilan badan, pajak penghasilan perseorangan, dan pajak pertambahan nilai,” ujar Edy. Kalau termasuk pajak-pajak bisa sekitar Rp300-an triliun.

Sebagai informasi, asosiasi petani hingga pelaku industri rokok kompak menolak kebijakan pemerintah yang hendak membatasi kandungan nikotin dan tar pada rokok. Aturan itu dinilai berpotensi mematikan industri lokal karena tidak cocok dengan karakteristik tembakau lokal.

Jika aturan turunan itu diterapkan, maka petani dan industri tembakau terancam gulung tikar. Sebab, tembakau yang memenuhi kriteria itu kemungkinan bakal dipenuhi dari impor.

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), rata-rata kadar tembakau lokal di atas 1,5%. Kadar nikotin tembakau Lombok, Bojonegoro, dan Lamongan misalnya mencapai 1,5-3,5%; Sumenep, Pamekasan, dan Sampang 1-3,5%. Lalu, Temanggung 3-8%; Jember, Bondowoso, Banyuwangi 2,3-4,9%; Probolinggo dan Situbondo 2-2,8%; Bondowoso 1,9-2,3%; Jombang dan Lamongan 3,5-4,65%. Kemudian, Kendal 1-3%; Lumajang dan Jember Banyuwangi 2,5-4,5%. (pa/jh)

Pada 2026 Pertagas Fokus Kembangkan Infrastruktur Energi Nasional

BusinessUpdate – PT Pertamina Gas (Pertagas), Subholding Gas PT Pertamina (Persero) pada 2026 akan fokus mengembangkan infrastruktur energi nasional berkelanjutan seiring kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” kata Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Sepanjang 2025, Pertagas mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama, termasuk transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG.

Peningkatan tersebut didorong penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan industri.

Pada periode ini, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD), meningkat sekitar 4% dibandingkan realisasi 2024.

Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu barel minyak per hari (barel oil per day/BOPD), atau tumbuh sekitar 8%, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 billion british thermal unit per day (BBTUD) atau meningkat sekitar 6%, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5% dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.

Kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar US$861,51 juta dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.

Kemudian EBITDA tercatat sebesar US$427,46 juta atau meningkat 15,90% dan laba bersih mencatat kenaikan 21,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan fundamental perusahaan yang solid dan operasional yang efisien, namun tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD. Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan pelanggan.

Kemudian sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan maka tahun ini nilai capex direncanakan sekitar US$75 juta untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi.

Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.

Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor selaras dengan Asta Cita Pemerintah. (rn/jh. Foto: Dok. Pertagas)

Gemini AI Paling Banyak Dikunjungi Pengguna Melalui Website

BusinessUpdate – Gemini, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) generatif milik Google dikabarkan menjadi AI dengan pertumbuhan pengguna tercepat melampaui kompetitor AI lainnya khususnya dalam hal kunjungan ke website.

Data terbaru dari SimiliarWeb melaporkan pertumbuhan itu dinilai dari lalu lintas situs web. Ini penting untuk dipahami karena penilaian hanya mempertimbangkan kunjungan ke situs web dan bukan aplikasi seluler atau melalui akses lainnya. Dengan demikian temuan ini tidak mengacu pada keseluruhan performa pertumbuhan pengguna masing-masing AI.

Laporan 9to5 Google, Senin (9/3/2026) waktu setempat, menyebutkan bahwa Gemini tidak hanya tumbuh tapi juga menjadi situs web AI dengan pertumbuhan tercepat dengan selisih yang sangat besar dengan para kompetitornya.

Jika dibandingkan dengan Februari 2025, Gemini tampak tumbuh sekitar 643% secara tahunan. Pertumbuhan ini jika dibandingkan dengan kompetitor beratnya yaitu ChatGPT sangatlah jauh. ChatGPT pada periode yang sama disebutkan hanya memiliki peningkatan pengguna sebesar 37% dari tahun ke tahun.

Memang pertumbuhan tidak selalu berarti memiliki pengguna yang terbesar, namun dengan temuan baru ini menunjukkan bahwa pengembangan AI dari Google terbilang populer di kalangan pengguna sementara kompetitornya seperti ChatGPT dan Perplexity (naik 39% dari tahun ke tahun dalam periode sama) sebagian besar stagnan.

Selain Gemini, AI yang juga mendapatkan peningkatan besar dari tahun ke tahun ialah Grok dan Claude yang masing-masing tumbuh dengan persentase 480% dan 297% di periode yang sama. Namun keduanya masih bisa dibilang tertinggal jauh dari Google yang saat ini memimpin.

Tidak hanya memantau AI dengan pertumbuhan pengguna, Similiarweb menyebutkan ada juga AI yang justru mengalami kondisi penurunan. Dalam hal ini DeepSeek yang dikembangkan di China mengalami penurunan kunjungan situs web sebanyak 55%. (rn/jh)

Jasa Marga: Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret dan puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 24 Maret.

“Jadi perkiraan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat pekan ini,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam media briefing di Jatiasih, Bekasi pada Selasa (10/3/2026).

Adanya libur yang cukup panjang membuat masyarakat bisa memilih waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan mudik maupun arus balik sehingga lebih nyaman.

Rivan mengatakan bahwa puncak arus balik pada H+3 Lebaran tersebut, diperkirakan ada sebagian karena harus membagi silaturahmi ke Jakarta kembali lagi, tapi sementara itu ada juga yang sampai dengan di ujung (liburan).

Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan ini pergerakannya berbeda, di mana 28% ke Merak, sementara 50% ke arah timur sampai dengan Cipularang, sementara sisanya adalah sekitar 20% adalah ke arah Bogor.

“Yang perlu diantisipasi adalah yang 50% ke timur. Karena ini akan terbagi kembali, 57% ke arah Trans Jawa dan 42% ini adalah yang ke arah Cipularang. Dan biasanya kepadatan di kilometer 66 adalah karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak sekitar 50% yang ke arah Trans Jawa,” jelas Rivan.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret berdasarkan hasil simulasi proyeksi pergerakan masyarakat di momentum tersebut.

Dudy menjelaskan, pemerintah telah mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik dan kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari presiden.

Pemerintah mengusulkan penerapan kebijakan WFA selama lima hari pada masa mudik dan arus balik Lebaran guna mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu.

Untuk arus mudik, kebijakan WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu perjalanan sebelum puncak kepadatan lalu lintas terjadi. (ip/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)

OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya di Jakarta

BusinessUpdate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Koperindo Jaya di Petojo Utara, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan setelah pengurus dan pemegang sahamnya tidak dapat melakukan penyehatan BPR tersebut.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-22/D.03/2026 tanggal 9 Maret 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPR Koperindo Jaya.

Kepala OJK Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Edwin Nurhadi, menyampaikan pencabutan izin usaha BPR Koperindo Jaya merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Pada 22 Januari 2025, OJK telah menetapkan BPR Koperindo Jaya sebagai bank dengan status pengawasan BPR dalam penyehatan (BDP) berdasarkan pertimbangan rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM) di bawah ketentuan (negatif 35,49 persen) dan tingkat kesehatan (TKS) memiliki predikat “Tidak Sehat”.

Selanjutnya, pada 21 Januari 2026, OJK menetapkan BPR Koperindo Jaya sebagai bank dengan status pengawasan BPR dalam resolusi (BDR) berdasarkan pertimbangan bahwa OJK telah memberikan waktu yang cukup kepada pengurus BPR dan pemegang saham untuk melakukan upaya penyehatan termasuk mengatasi permasalahan permodalan.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 28 Tahun 2023 tertanggal 29 Desember 2023 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah. Namun, pengurus dan pemegang saham BPR tidak dapat melakukan penyehatan BPR.

Kemudian, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan cara penanganan bank dalam resolusi BPR Koperindo Jaya dengan melakukan likuidasi bank dan meminta kepada OJK untuk mencabut izin usaha BPR tersebut.

Hal ini berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Nomor 20/ADK3/2026 tanggal 3 Maret 2026 tentang Cara Penanganan Bank Dalam Resolusi PT BPR Koperindo Jaya.

Menindaklanjuti permintaan LPS tersebut, maka berdasarkan Pasal 19 POJK di atas, OJK melakukan pencabutan izin usaha PT BPR Koperindo Jaya.

Dengan pencabutan izin usaha ini, LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

OJK pun mengimbau kepada nasabah PT BPR Koperindo Jaya agar tetap tenang karena dana masyarakat pada perbankan termasuk BPR dijamin oleh LPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (ip/jh. Foto: Dok. OJK)

Hingga Februari 2026 Bank Mandiri Raih Laba Rp8,9 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,9 triliun hingga Ferbuari 2026. Nilai tersebut tumbuh sebesar 16,7% secara tahunan (yoy).

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan pertumbuhan laba ini seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Hingga Februari 2026, catat perseroan, volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28% (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) dari berbagai platform digital tercatat tumbuh, termasuk Livin’ by Mandiri sebesar Rp625 miliar yang meningkat 45,3% (yoy) serta platform wholesale Kopra by Mandiri sebesar Rp421 miliar yang tumbuh 29,3% (yoy).

“Pendapatan bunga bersih (net interest Iincome/NII) tercatat sebesar Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16% (yoy),” jelas Novita dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Kinerja tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang tetap terjaga serta semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan digital Bank Mandiri, khususnya Livin’ by Mandiri.

Adapun penyaluran kredit tumbuh 15,7% (yoy) mencapai Rp1.513,1 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,3% (yoy) mencapai Rp1.644,8 triliun.

Perseroan mencatat, peningkatan aktivitas transaksi turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening transaksi sehingga mendukung efisiensi beban bunga perseroan.

Pada saat yang sama, efisiensi operasional terus membaik dengan rasio cost-to-income ratio (CIR) yang turun ke level 37,21%, mencerminkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin sekaligus peningkatan produktivitas bisnis.

Dari sisi kualitas aset, kinerja Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) yang berada di level 0,98%, disertai coverage ratio yang kuat sebesar 246,5%.

Menurut perseroan, kinerja tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten.

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Novita menyampaikan bahwa ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan.

Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Hingga Desember 2025 BRI Salurkan Sustainable Loans sebesar Rp811,9 triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan atau sustainable loans sebesar Rp811,9 triliun hingga Desember 2025 atau setara 60,5% dari total portofolio pinjaman BRI, mencakup pembiayaan UMKM dan sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah.

Komitmen BRI ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Portofolio tersebut terdiri atas social loans BRI sebesar Rp718,7 triliun yang disalurkan untuk pembiayaan mikro, pembiayaan UMKM, serta pembiayaan perumahan bersubsidi guna memperluas akses layanan keuangan, mendorong kesempatan ekonomi yang lebih merata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, portofolio green loans BRI tercatat sebesar Rp93,2 triliun yang disalurkan pada berbagai proyek berwawasan lingkungan, antara lain energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, eco-efficient product, green building, serta proyek berwawasan lingkungan lainnya, guna mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif.

Dari sisi pendanaan, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding, di mana pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp45,6 triliun. Komitmen BRI dalam mendorong agenda keberlanjutan sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menekankan penguatan penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa prinsip keberlanjutan telah terintegrasi dalam arah strategis jangka panjang BRI sebagai fondasi penguatan model bisnis yang resilient. Orientasi tersebut menjadi pijakan perseroan untuk memastikan pertumbuhan berjalan selaras dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperluas inklusi keuangan.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders,” jelas Rudianto dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

BRI juga mencatatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG internasional. Perseroan memperoleh skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global dan tercatat sebagai Sustainability Yearbook Member selama 4 tahun berturut-turut pada periode 2023–2026. Selain itu, Sustainalytics menempatkan BRI pada kategori Low ESG Risk dan MSCI memberikan peringkat A. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)

DAMRI Gelar Promo Tiket Mudik, Cek Syaratnya!

BusinessUpdate – Perum DAMRI menghadirkan promo khusus bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran 2026. Penumpang yang membeli tiket pulang-pergi (PP) hanya perlu membayar 90% dari harga tiket, atau mendapatkan potongan sebesar 10% dari total harga. 

Dalam unggahan resmi DAMRI di media sosial Instagram @damriindonesia, perusahaan menyampaikan bahwa promo tiket ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan mudik lebih awal selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. 

“DAMRI menghadirkan promo spesial cukup bayar 90% saja atau hemat 10% untuk pembelian tiket AKAP,” tulis DAMRI dalam unggahannya, dikutip Senin (9/3/2026). 

Promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket pulang-pergi layanan AKAP (antarkota antarprovinsi). Dengan harga yang lebih hemat, masyarakat diharapkan tetap dapat menikmati perjalanan pulang kampung dengan nyaman. 

Promo tiket bus DAMRI ini berlaku untuk periode pembelian sekaligus keberangkatan hingga 31 Maret 2026. 

Promo tersebut hanya tersedia secara eksklusif melalui DAMRI Apps. Oleh karena itu, calon penumpang perlu memesan tiket langsung melalui aplikasi resmi DAMRI agar dapat memanfaatkan potongan harga tersebut. 

Adapun beberapa ketentuan dalam promo tiket mudik tersebut antara lain: 

  • Promo berlaku untuk seluruh rute AKAP (antarkota antarprovinsi) yang tersedia di aplikasi DAMRI 
  • Pembelian tiket hanya dapat dilakukan melalui DAMRI Apps 
  • Periode pembelian dan keberangkatan berlaku hingga 31 Maret 2026
  • Tiket tidak dapat di-refund atau dijadwalkan ulang (reschedule)
  • Promo tidak dapat digabung dengan promo lainnya 
  • Satu akun hanya dapat menggunakan kode promo satu kali 
  • Satu akun dapat membeli maksimal empat tiket 

Berikut langkah-langkah atau cara pesan atau beli tiket melalui DAMRI Apps: 

  • Unduh aplikasi DAMRI Apps dari Google Play Store atau Apps Store
  • Daftar dengan mengisi informasi pribadi 
  • Pilih rute perjalanan dan jadwal keberangkatan 
  • Pilih tempat duduk yang tersedia 
  • Isi data diri 
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan 
  • Selesaikan pembayaran 
  • Setelah itu, terima QR Code untuk ditukarkan sebagai tiket di titik keberangkatan.

(ip/jh. Foto: Dok. DAMRI)

Dana Kelolaan DPLK Syariah Muamalat pada 2025 Capai Rp1,9 Triliun

BusinessUpdate – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, mencatat pertumbuhan dana kelolaan sebesar 12% secara tahunann (yoy) menjadi lebih dari Rp1,9 triliun pada 2025.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, pencapaian ini sejalan dengan misi DPLK Syariah Muamalat menjadi penyedia utama layanan dana pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat dan penggiat literasi keuangan syariah di Tanah Air.

Kinerja positif juga tercermin dari jumlah kepesertaan dengan penambahan lebih dari 13 ribu peserta individu baru, sehingga total peserta individu meningkat menjadi lebih dari 125 ribu.

“Alhamdulillah, pertumbuhan jumlah peserta yang signifikan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera melalui investasi pensiun secara syariah di DPLK Syariah Muamalat,” kata Aznovri dalam keterangan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Di sisi lain, jumlah kemitraan dengan perusahaan juga ikut melonjak. Setelah menggandeng 825 perusahaan sampai dengan 2024, DPLK Syariah Muamalat kembali menambah kerja sama baru dengan 92 perusahaan hingga akhir 2025, tumbuh 11% secara tahunan.

Penambahan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya literasi keuangan syariah yang dilakukan.

Sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan, salah satunya rasio return on asset (RoA) meningkat menjadi 6,44% pada 2025 dari 5,38% pada 2024.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga semakin baik, menjadi 16,28% pada 2025 dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,35%.

Dari sisi benefit yang diperoleh peserta, imbal hasil investasi naik menjadi 7,72% pada 2025 dari 6,76% pada tahun sebelumnya.

Perusahaan menyampaikan, pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta menunjukkan keberhasilan salah satu strategi yang berfokus pada optimalisasi investasi.

“Patut disyukuri, semua paket investasi DPLK Syariah Muamalat selama 2025 memberikan imbal hasil lebih dari 7 persen, baik paket investasi yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi,” jelas Aznovri.

Untuk tahun ini, DPLK Syariah Muamalat kembali melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnis, yaitu pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi.

Guna merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.

Aznovri menambahkan, peserta kini semakin mudah dalam mengakses informasi saldo, transaksi, dan pembukaan rekening baru lewat aplikasi mobile banking Muamalat DIN.

Digitalisasi ini mampu memperluas jangkauan dan memperkuat layanan bagi peserta secara mandiri, kapan saja dan dimana saja. Selain itu, akses juga dapat dilakukan melalui website DPLK Syariah Muamalat. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)