Home Blog Page 62

Laba Tugu Insurance Semester I/2026 Melonjak 76,87 Persen

BusinessUpdate – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp480,29 miliar pada semester I/2026. Angka tersebut melonjak 76,87% secara tahunan (yoy).

Adapun, laba per saham (EPS) tercatat sebesar Rp135 atau meningkat dari Rp76 dibandingkan semester I/2025. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar mengatakan hasil pada semester I/2026 menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja bisnis inti perseroan, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio, underwriting, dan manajemen risiko secara konsisten.

Perseroan menyatakan bahwa pihaknya tetap mencermati dinamika perekonomian dan industri asuransi yang dapat mempengaruhi kinerja hingga akhir tahun.

Sejalan dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, perseroan membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp4,45 triliun pada semester I/2026 atau meningkat 16,31% (yoy) dibandingkan Rp3,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, hasil jasa asuransi tercatat sebesar Rp602,95 miliar, meningkat 85,56% (yoy) dibandingkan Rp324,94 miliar pada semester I/2025. Adapun pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp321,29 miliar, tumbuh 24,61% yoy dibandingkan Rp257,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan operasional lainnya terutama berasal dari usaha sewa, jasa survei, serta penjualan kendaraan yang dijalankan oleh entitas anak usaha.

Perseroan juga membukukan pendapatan investasi sebesar Rp140,50 miliar. Di tengah volatilitas pasar keuangan, Tugu Insurance menyatakan bahwa pihaknya terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola portofolio investasi dengan mempertimbangkan aspek likuiditas, risiko, dan imbal hasil.

Per 30 Juni 2026, total aset Tugu Insurance tercatat sebesar Rp29,49 triliun, meningkat 6,40% yoy dibandingkan Rp27,71 triliun pada akhir Desember 2025.

Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp10,01 triliun. Menurut perseroan, posisi tersebut memberikan landasan bagi perseroan dalam menjaga kesinambungan usaha serta mendukung pengembangan bisnis sesuai dengan strategi dan kondisi usaha yang berlaku.

“Perseroan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan struktur keuangan dan permodalan. Fokus kami adalah menjaga kesinambungan bisnis, memenuhi komitmen kepada para pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai tambah secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Fitri dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Tugu Insurance menyatakan bahwa penerapan PSAK 117 terus menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas, konsistensi, dan transparansi pelaporan keuangan. Perseroan juga berupaya memastikan pencatatan dan penyajian kinerja dilakukan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku sehingga informasi keuangan yang disajikan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih relevan mengenai fundamental bisnis. (rn/jh. Foto: Dok. Tugu Insurance)

Pupuk Kaltim Rehabilitasi Terumbu Karang di Bontang Sejak 2011

BusinessUpdate – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah merehabilitasi terumbu karang seluas 2,23 hektar di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, melalui program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2011.

Pengalaman konservasi tersebut dipaparkan Pupuk Kaltim, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) di Auckland, Selandia Baru, pada 19–24 Juli 2026.

“Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang,” kata Perwakilan Delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan program rehabilitasi tersebut dikembangkan melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

Program itu berawal dari kondisi kerusakan lebih dari 50% terumbu karang di perairan Bontang yang dipengaruhi praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan.

Hingga 2025, kawasan rehabilitasi tersebut telah mencatat 57 famili ikan karang dan 69 genus karang. Area yang direhabilitasi mencapai 2,23 hektare dari total 10 hektare kawasan yang memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Menurut Astri, kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi model konservasi berbasis kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pelibatan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

“Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.

Forum ICRS 2026 diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara yang terdiri atas ilmuwan, akademisi, praktisi konservasi, hingga pembuat kebijakan.

Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia untuk berbagi praktik restorasi terumbu karang berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada forum tersebut, Pupuk Kaltim mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi lisan berjudul Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration serta poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.

Kedua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif perusahaan dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam program restorasi terumbu karang.

Ke depan, perusahaan mengatakan terus memperkuat program konservasi melalui pengembangan coral nursery, konservasi padang lamun, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra strategis lainnya.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan keterlibatan perusahaan dalam ICRS 2026 menunjukkan komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 tentang ekosistem laut.

“Kami percaya masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga,” tutup Anggono. (ip/jh. Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

Bank Jakarta Terus Kembangkan Aplikasi JakOne Mobile

BusinessUpdate – Bank Jakarta terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan aplikasi JakOne Mobile sebagai bagian dari strategi memperluas akses layanan perbankan serta meningkatkan pengalaman nasabah.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu pilar strategis perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas inklusi layanan keuangan kepada masyarakat.

“Transformasi digital merupakan salah satu pilar strategis perusahaan dalam meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Ia menambhakan, pengembangan layanan digital dilakukan secara berkelanjutan agar dapat menghadirkan kemudahan, keamanan, dan nilai tambah bagi nasabah.

Bank Jakarta menyebut pengembangan JakOne Mobile merupakan bagian dari upaya menghadirkan platform layanan keuangan modern yang mampu memberikan pengalaman bertransaksi yang mudah, aman, dan nyaman. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem digital Jakarta sebagai kota global.

Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto mengatakan, pengembangan JakOne Mobile tidak hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi juga peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

Menurutnya, perusahaan terus meningkatkan pengalaman pengguna, keandalan sistem, serta keamanan transaksi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Pengembangan JakOne Mobile berfokus pada penambahan fitur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman pengguna, keandalan sistem, dan keamanan transaksi.

“Melalui pemanfaatan teknologi, Bank Jakarta akan terus menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujar Daniel.

Bank Jakarta menyatakan inovasi digital akan terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat layanan perbankan berbasis teknologi. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Jakarta)

VKTR raih Laba Bersih Rp10 Miliar pada Semester I/2026

BusinessUpdate – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan laba bersih Rp10 miliar pada semester I/2026, naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial, pemulihan bisnis manufaktur suku cadang otomotif, serta efisiensi operasional.

“Kinerja positif pada Semester I 2026 mencerminkan ketahanan model bisnis VKTR yang didukung oleh pertumbuhan di kedua segmen usaha kami,” ujar Direktur Utama VKTR A. Ardiansyah Bakrie dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial dan pulihnya industri otomotif nasional mendorong permintaan terhadap produk perseroan. “Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan VKTR, tetapi juga menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial telah menjadi solusi yang semakin relevan bagi dunia usaha maupun transportasi publik,” katanya.

VKTR mencatat penjualan bersih Rp647 miliar pada semester I/2026, meningkat 56% secara tahunan. Perseroan juga membukukan laba usaha Rp16 miliar, melonjak 1.890% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang efisiensi operasional, optimalisasi struktur biaya, dan kenaikan volume penjualan.

Hingga akhir Juni 2026, total aset VKTR mencapai Rp1,849 triliun, naik sekitar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Liabilitas tercatat Rp589 miliar, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp1,2 triliun.

Sepanjang semester I/2026, VKTR mengirimkan 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Dengan tambahan tersebut, secara kumulatif perseroan telah memasok 152 unit bus listrik atau sekitar 30% dari armada bus listrik TransJakarta yang beroperasi.

Selain sektor transportasi publik, VKTR mulai memperluas penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik dan operasional korporasi. Perseroan telah mengirimkan kendaraan listrik transporter untuk armada logistik di Malang, Jawa Timur, serta kepada sejumlah entitas Kelompok Usaha Bakrie.

VKTR juga memiliki portofolio produk yang meliputi bus listrik 8 meter dan 12 meter, kendaraan listrik Transporter LOKON, serta truk listrik heavy duty untuk sektor logistik, pertambangan, dan kawasan industri.

Perseroan menyebut bus listrik VKTR masih menjadi satu satunya armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%. Hingga akhir semester I/2026, armada kendaraan listrik VKTR telah menempuh lebih dari 19 juta kilometer operasional.

Perseroan memperkirakan operasional tersebut telah mengurangi emisi sekitar 17.000 ton CO2, menghemat sekitar 7 juta liter solar, atau setara manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 777.000 pohon.

Memasuki semester II 2026, VKTR menyiapkan pengiriman pesanan dalam jumlah besar untuk program peremajaan armada transportasi publik di Jawa Tengah yang dijadwalkan mulai terealisasi pada kuartal III/2026.

Selain itu, perseroan masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis penyewaan kendaraan listrik atau mobility as a service. (ip/jh. Foto: Dok. VKTR)

Panasonic Rilis AC Komersial dengan TKDN Capai 41,25 Persen

BusinessUpdate – Panasonic merilis AC Commercial Air Conditioner (CAC) tipe Floor Standing PB5 Series secara lokal di pabrik PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) dalam mendukung kemandirian industri Indonesia. Produk ini mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan total nilai mencapai 41,25%.

“Kami sangat bangga bisa memproduksi AC Floor Standing PB5 Series langsung di pabrik PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI). Langkah ini bukan sekadar untuk memenuhi regulasi, melainkan bukti nyata kontribusi berkelanjutan Panasonic dalam memperkuat ekonomi dan industri manufaktur nasional,” ujar Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Arif Gobel dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Arif menambahkan dengan kualitas global yang kini diproduksi lokal, pihaknya ingin memastikan sektor pemerintah maupun korporasi bisa mendapatkan solusi pendingin ruangan terbaik dengan lebih mudah. AC Commercial Air Conditioner (CAC) tipe Floor Standing PB5 Series ini diproduksi sejak Juli 2026.

Melalui lokalisasi ini, unit Floor Standing Panasonic kini resmi mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan total nilai mencapai 41,25% (terdiri dari nilai TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan/BMP).

Langkah ini merupakan respons konkret Panasonic terhadap Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2022, yaitu pengutamaan produk ber-TKDN dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan serta Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP).

Dengan sertifikasi ini, Panasonic siap menjadi mitra terdepan dalam menyediakan perangkat elektronik berkualitas tinggi produksi dalam negeri. Selain unggul secara regulasi, AC Floor Standing PB5 Series hadir sebagai solusi pendingin udara yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Seluruh variannya, mulai dari kapasitas 2PK 1phase (S/U-19PB5H5P), kapasitas 3PK 1phase (S/U-28PB5H5P), kapasitas 3PK 3phase (S/U-28PB5H8P) dan kapasitas 5PK 3phase (S/U45PB5H8P), telah menggunakan refrigeran R32.

Teknologi ini ramah ozon dan mampu menekan potensi pemanasan global (GWP) hingga 67 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan refrigeran R410a, sekaligus membuat konsumsi listrik jauh lebih efisien.

Performa tangguh AC ini juga dirancang untuk ruang komersial yang dinamis berkat fitur Auto Swing left-toright yang mengembuskan udara merata hingga jarak 11 meter. Perangkat ini juga dilengkapi fitur Auto Restart Control, 12-hour timer, serta fleksibilitas pemasangan pipa maksimal hingga panjang 50 meter dan ketinggian 20 meter.

General Manager Product Marketing AC PT Panasonic Gobel Indonesia Hot Asi Eben Ezer Nababan mengatakan kebutuhan ruang komersial akan AC yang nyaman dan hemat energi terus meningkat.

“Inovasi hijau R32 yang dipadukan dengan jangkauan embusan udara yang luas pada PB5 Series adalah jawaban tepat untuk efisiensi operasional. Panasonic membuktikan bahwa produk lokal bersertifikat TKDN mampu membawa teknologi mutakhir yang praktis dan ramah lingkungan,” katanya.

Melalui produksi lokal AC Floor Standing PB5 Series ini, Panasonic memantapkan posisinya sebagai mitra andalan pembangunan nasional. Dengan menyatukan komitmen penguatan industri lokal serta perlindungan kualitas udara (Care For Your Healthy Air), Panasonic siap menghadirkan kenyamanan udara yang bersih, sehat, dan efisien di setiap ruang kerja dan fasilitas publik di Indonesia mulai hari ini. (pa/jh. Foto: Dok. Panasonic)

PNM Salurkan Pembiayaan Rp32,3 Triliun Sepanjang Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp32,3 triliun dengan kelolaan nasabah aktif sebanyak 12,4 juta nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sepanjang semester I/2026.

Kinerja tersebut didukung oleh 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping yang mayoritas adalah perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro, di bawah naungan Danantara, PNM membuktikan capaian tersebut sebagai realita masih tingginya akses pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.

Berbeda dengan lembaga pembiayaan konvensional, model bisnis PNM dibangun di atas dua pilar yang berjalan beriringan, yakni pembiayaan dan pemberdayaan. Selain menyediakan akses permodalan tanpa agunan melalui program Mekaar, perusahaan juga mengembangkan kapasitas usaha nasabah melalui pelatihan, pendampingan, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi PNM untuk menciptakan keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Sepanjang semester I/2026, PNM mencatat aktivitas pemberdayaan yang terus meningkat. Perusahaan menyelenggarakan 26.776 program pelatihan dengan total 723.883 peserta yang mencakup pelatihan reguler Mekaar, pelatihan klaster usaha, PKU Akbar, community meeting hingga pameran produk.

Aktivitas tersebut menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas bisnis nasabah agar tidak berhenti pada akses modal semata. Sejak 2022 hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah berhasil naik kelas dan memiliki pendapatan tambahan dengan 4.901 dari mereka bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar.

Sementara itu, platform pembelajaran digital yang diinisiasi oleh PNM telah mencatat 5 juta kali akses dengan total 36 juta peserta, mencerminkan semakin meningkatnya adopsi pembelajaran digital di kalangan pengusaha ultra mikro.

Direktur Utama PNM Kindaris menilai bahwa indikator keberhasilan perusahaan tidak hanya tercermin dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan nasabah untuk tumbuh secara mandiri.

“Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang,” jelas Kindaris.

Model bisnis tersebut telah menjadi karakteristik PNM sejak berdiri pada 1999, dengan mengembangkan tiga bentuk modal secara bersamaan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai akses terhadap modal usaha, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring, serta penguatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dengan mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, hingga jasa, PNM memegang peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput.

Memasuki semester II/2026, perusahaan diperkirakan akan terus memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memperkuat kualitas pemberdayaan sebagai bagian dari agenda mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (ip/jh. Foto: Dok. PNM)

Pertamina Boyong 11 UMKM Binaan di Ajang Indonesia Fashion Week 2026

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menghadirkan 11 pelaku UMKM lokal binaannya di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. hal ini dilakukan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan keikutsertaan 11 UMKM binaan dalam IFW 2026 merupakan langkah perusahaan untuk memperkenalkan beragam kerajinan lokal, mulai dari busana daerah, kain batik, hingga kerajinan tangan kepada masyarakat luas. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pihaknya di seluruh wilayah operasionalnya.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sebagai pilar utama daya tahan ekonomi nasional, UMKM tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas dan kearifan lokal,” kata Kitty dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Ia mengatakan keterlibatan UMKM binaan dalam IFW 2026 menjadi bukti komitmen perusahaan untuk mengangkat kelas usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan membuka akses promosi dan jaringan bisnis, perusahaannya berharap produk-produk lokal binaan perusahaan negara ini dapat semakin dikenal hingga menembus pasar global, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional.

Ajang IFW 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 menjadi momentum bagi para pelaku UMKM binaan Pertamina Patra Niaga untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.

Beberapa UMKM yang ikut di pameran ini diantaranya produk kerajinan dari brand Vite. Selain Vite, ada koleksi busana unik dari Narita Shibori. Vite dan Narita Shibori merupakan dua dari 11 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga melalui program Community Involvement & Development (CID) yang berpartisipasi dalam IFW 2026.

Vite dikenal sebagai UMKM yang bergerak di bidang kerajinan berbahan dasar perak dengan tingkat kemurnian mencapai 92,5%. Produk yang dibuat secara manual atau handmade tersebut memiliki nilai tambah karena mengutamakan ketelitian dan keunikan dalam proses pembuatannya.

Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, produk Vite berhasil memperluas jaringan bisnis hingga pasar internasional dan telah diekspor ke Algeria, Panama, serta Malta.

Sementara itu, Narita Shibori menghadirkan produk fesyen yang menggabungkan kreativitas dengan nilai inklusi sosial. Dalam proses produksinya, UMKM tersebut melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

IKN Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove Lewat Program M4CR

BusinessUpdate – Wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur akan dijadikan sebagai percontohan rehabilitasi mangrove dalam pelaksanaan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik rencana pelaksanaan Program M4CR yang diinisiasi Kementerian Kehutanan di wilayah IKN. “Kami sebenarnya sudah melakukan, tapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil,” katanya seusai menyampaikan sambutan dalam acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).

Program M4CR, yang pelaksanaannya didukung pendanaan dari Bank Dunia, akan dilaksanakan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara. “Jadi, kami siap untuk menjadi salah satu lokasi contoh. Nantinya, prototipe di IKN ini akan direplikasi untuk wilayah Kaltara, Kaltim, Riau, dan Sumut,” kata Basuki.

“M4CR ini kan targetnya sampai tahun 2027, jadi harus kita kerjakan lebih cepat. IKN menargetkan sekitar 1.100 hektar untuk penanaman secara keseluruhan, di mana untuk M4CR sendiri porsinya sekitar 150 hektar,” jelas Basuki.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin selaku direktur eksekutif Program M4CR mengatakan bahwa IKN dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan program agar bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain.

“Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN ini ditiru oleh pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan,” katanya. (ip/jh. Foto: Dok. Sekretariat Kabinet)

Adira Finance Raih Laba Bersih Rp1,1 Triliun Sepanjang Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (IDX: ADMF) atau Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada semester I/2026, meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan pembiayaan baru, peningkatan pendapatan, serta penurunan beban pendanaan dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan, perseroan akan tetap menjaga momentum pertumbuhan melalui penyaluran pembiayaan yang selektif dan disiplin. “Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujar Dewa Made Susila, melalui keterangan pers, Sabtu (1/8/2026).

Ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi telah mengganggu pasokan energi dan aktivitas perdagangan global telah mendorong kenaikan harga komoditas, meningkatkan tekanan inflasi, serta menahan prospek pertumbuhan ekonomi global. Dampaknya turut dirasakan Indonesia melalui meningkatnya volatilitas pasar keuangan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta kenaikan biaya impor.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Bank Indonesia secara bertahap menaikkan BI-Rate sebesar total 100 basis poin hingga mencapai 5,75% pada Juni 2026. Di tengah tantangan ekonomi tersebut, industri otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan penjualan pada semester I/2026.

Penjualan ritel sepeda motor baru naik 10% menjadi 3,3 juta unit, sedangkan penjualan ritel mobil baru meningkat 11% menjadi 434.000 unit. Sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp23,1 triliun pada semester I/2026 atau tumbuh 18% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh segmen pembiayaan, baik otomotif maupun non-otomotif. Pada periode yang sama, piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 7% menjadi Rp 64,9 triliun.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Adira Finance mengoperasikan 844 jaringan usaha yang terdiri atas kantor cabang dan kantor satelit. Jaringan tersebut melayani sekitar 2,6 juta konsumen di seluruh Indonesia.

Dari sisi keuangan, total pendapatan Adira Finance meningkat 9% menjadi Rp 6,5 triliun. Peningkatan tersebut didukung oleh bertambahnya rata-rata aset yang dikelola. Di sisi lain, beban pendanaan turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban penyisihan kerugian penurunan nilai juga menurun 13% menjadi Rp 1,16 triliun.

Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, pertumbuhan laba bersih didukung oleh kinerja bisnis yang tetap terjaga serta pengelolaan biaya yang disiplin.

“Pertumbuhan laba bersih Perusahaan didukung oleh kinerja bisnis yang solid serta pengelolaan biaya yang disiplin, sehingga kenaikan biaya tetap terjaga di bawah pertumbuhan pendapatan,” kata Sylvanus Gani Mendrofa.

Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas. (pa/jh. Foto: Dok. Adira Finance)

KAI Logistik Kirim 90.321 Hewan Peliharaan pada Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pertumbuhan layanan pengiriman hewan peliharaan pada semester I/2026 sebanyak 90.321 ekor hewan peliharaan atau meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 74.637 ekor.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengiriman hewan peliharaan yang mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan hewan.

Selain itu, pertumbuhan tersebut juga dinilai menjadi indikator berkembangnya ekosistem kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus memberikan manfaat emosional bagi masyarakat.

Berdasarkan survei JakPat 2026, sebanyak 52% masyarakat Indonesia telah memiliki hewan peliharaan, sementara 26% lainnya menyatakan tertarik untuk memeliharanya. Survei tersebut juga menunjukkan sebanyak 63% responden memelihara hewan untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa hewan peliharaan kini dipandang sebagai bagian dari keluarga, bukan sekadar hewan pendamping. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan industri pet care di Indonesia yang diproyeksikan terus meningkat seiring berkembangnya kanal digital, meningkatnya daya beli masyarakat, serta semakin luasnya akses terhadap berbagai produk dan layanan bagi hewan peliharaan.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, pertumbuhan layanan pengiriman hewan peliharaan menunjukkan logistik kini tidak hanya berperan dalam mendistribusikan barang, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan kualitas hidup masyarakat.

“Hewan peliharaan saat ini telah menjadi bagian dari keluarga bagi banyak masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan mobilitas hewan peliharaan juga semakin meningkat, baik untuk keperluan relokasi, adopsi, perawatan kesehatan, hingga perjalanan bersama pemiliknya,” kata Aniek dalam siaran pers, Sabtu (1/8/2026).

KAI Logistik hadir menjawab kebutuhan tersebut melalui layanan pengiriman yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta kesejahteraan hewan selama proses pengiriman.

Dalam layanan pengiriman hewan peliharaan, KAI Logistik menerapkan prosedur penanganan yang berpedoman pada prinsip kesejahteraan hewan. Prosedur tersebut meliputi penggunaan kandang yang sesuai, penyediaan pakan dan minum yang cukup, serta pengawalan petugas selama proses pengiriman.

Menurut perusahaan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan setiap hewan peliharaan tiba di tujuan dalam kondisi baik. Aniek menambahkan, pertumbuhan layanan ini juga mencerminkan semakin luasnya peran logistik dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Pertumbuhan layanan pengiriman hewan peliharaan juga memperlihatkan semakin luasnya peran logistik dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Tidak hanya memfasilitasi distribusi barang dan perdagangan, logistik kini turut menjadi penghubung mobilitas keluarga, komunitas pecinta hewan, pelaku usaha pet shop, breeder, klinik hewan, hingga organisasi penyelamat hewan di berbagai daerah. (pa/jh. Foto: Dok. KAI Logistik)