Home Blog Page 64

Presiden Prabowo Pimpin Prosesi Akad Massal KPR 62 Ribu Rumah Subsidi

BusinessUpdate – Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi akad massal KPR untuk 62.000 rumah subsidi yang digelar secara serentak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 62.000 unit KPR dimulai,” kata Presiden Prabowo sambil menekan tombol.

Prosesi tersebut jugadiikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, dan dua warga yang mengikuti akad massal di Batang sore hari ini.

Presiden Prabowo kemudian menyalami para pejabat yang mendampingi dirinya di atas panggung, kemudian para perwakilan peserta akad.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo sempat berdialog dengan beberapa warga yang juga mengikuti prosesi akad massal rumah subsidi dari berbagai daerah.

Presiden berdialog dengan Stenly di Jayapura, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sirih pinang. Kemudian, Presiden lanjut berbincang dengan Sarah di Banda Aceh. Sehari-hari, Sarah berdagang barang kelontong di kiosnya.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, berkat Bapak, program KPR sejahtera FLPP, kami akhirnya memiliki rumah impian untuk keluarga. Semoga Bapak Presiden diberi keberkahan serta kesehatan,” kata Sarah kepada Presiden Prabowo melalui sambungan video conference.

Selepas dari Aceh, Presiden kemudian berdialog dengan pemilik rumah subsidi di Nusa Tenggara Timur, Eni, yang juga mengikuti akad massal KPR dengan skema FLPP hari ini. Sehari-hari, Eni berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Selanjutnya, Presiden Prabowo juga berdialog dengan penerima rumah subsidi di Tomohon, Sulawesi Utara, dan terakhir dari Kota Tual, Maluku. (pa/jh. Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Semester I/2026 Bank Mandiri Salurukan KUR Rp21,41 Triliun kepada 162 Ribu UMKM

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026. Jumlah ini setara dengan 52,21% dari target tahunan Rp41 triliun serta menjangkau lebih dari 162 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Menurut perseroan, capaian ini sekaligus mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin pelaku UMKM merasakan kemudahan, baik dari sisi akses pembiayaan maupun pendampingan agar usaha mereka naik kelas. Ini juga peran kami sebagai mitra usaha jangka panjang,” kata Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Saptari, penyaluran KUR didominasi sektor produksi sebesar 63,92% atau setara Rp13,68 triliun, sementara sektor nonproduksi menyerap 36,08% atau Rp7,72 triliun. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08%, disusul jasa produksi 21,75%. Komposisi ini, catat perseroan, menunjukkan sinergi yang terintegrasi antara UMKM dan sektor produktif bernilai tambah tinggi.

Dari sisi basis nasabah, realisasi KUR kepada debitur baru hingga akhir Juni 2026 mencapai 116 ribu debitur atau 52,51% dari target 220.000 debitur baru sepanjang 2026.

Perseroan mencatat bahwa cakupan ini menandakan akselerasi yang bertumbuh dalam menjangkau pelaku usaha yang sebelumnya belum tersentuh pembiayaan formal, sekaligus memperluas ekonomi produktif di berbagai daerah.

Selain UMKM, Bank Mandiri turut mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, perseroan menyalurkan kredit program perumahan (KPP) sisi demand senilai Rp839,99 miliar kepada 3.167 debitur. Fasilitas ini menyasar pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah guna menunjang usahanya.

Adapun secara kumulatif, sejak 2008 hingga 30 Juni 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp324,65 triliun kepada 3,75 juta debitur di seluruh Indonesia.

Menurut perseroan, konsistensi tersebut memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur KUR terbesar yang terus mendukung pemerataan akses pembiayaan produktif.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem dengan pendekatan closed-loop yang menghubungkan UMKM dengan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai, mulai dari pemasok, distributor, agregator hingga off-taker.

Lewat sinergi layanan tersebut, penyaluran pembiayaan diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri turut memperkuat model bisnis BUMN yang semakin adaptif dan kolaboratif dalam mendukung perekonomian nasional.

Ke depan, perseroan akan terus memperluas akses pembiayaan produktif melalui jaringan layanan, kanal digital, dan penguatan literasi keuangan agar semakin banyak UMKM naik kelas, dengan semangat melayani sepenuh hati sebagai landasan menghadirkan solusi keuangan yang inklusif dan berdampak.

“Kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan ini akan mempercepat penguatan sektor produktif nasional. Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang sehat dan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya kami menjadi ekosistem penggerak ekonomi negeri,” tutup Saptari. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Pendapatan United Tractors Semster I/2026 Turun 15 Persen

BusinessUpdate – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak perusahaan grup PT Astra International Tbk (ASII), menorehkan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun pada semester I/2026, atau menurun 15% secara tahunan (yoy) dibandingkan senilai Rp68,5 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan utamanya disebabkan oleh penjualan emas yang lebih rendah di anak usaha yaitu PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.

“Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor kontraktor penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs dolar AS,” ujar Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Penjualan emas lebih rendah dari Tambang Emas Martabe di bawah PT Agincourt Resources disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut, namun telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal II/2026.

Seiring penurunan pendapatan, laba bersih perseroan yang tidak termasuk nonrecurring items menurun 48% yoy menjadi Rp4,3 triliun pada semester I/2026.

Selama semester I/2026, perseroan mencatatkan non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terdiri dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Per 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan utang bersih senilai Rp9,4 triliun, dengan rasio gearing sebesar 8,5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. “Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham,” ujar Ari.

Sementara itu, segmen alat berat mencatatkan pendapatan bersih yang menurun 28% yoy menjadi Rp15,0 triliun pada semester I/2026. Penurunan pendapatan segmen ini seiring penjualan alat berat Komatsu yang turun sebesar 27% yoy menjadi 1.994 unit terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 55% yoy menjadi 325 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.

Di sisi lain, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat menjadi Rp5,5 triliun pada semester I/2026, dibandingkan senilai Rp5,4 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. (ip/jh. Foto: Dok. UNTR)

Sakura Matsuri 2026 Hadirkan Little Japan di Cikarang

BusinessUpdate – Festival bertajuk Sakura Matsuri 2026 yang diselenggarakan di Hollywood Junction, Jababeka Cikarang, Bekasi pada 25–26 Juli 2026 menyuguhkan beragam aktivitas menarik yang memadukan unsur budaya dan edukasi Indonesia-Jepang.

“Sakura Matsuri bukan sekadar festival hiburan, tetapi juga menjadi wujud komitmen kami dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui budaya, pendidikan, pariwisata, dan kolaborasi ekonomi,” kata Director PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ivonne mengatakan penyelenggaraan Sakura Matsuri 2026 yang merupakan hasil kolaborasi Jababeka dan Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI) tersebut menghadirkan pengalaman “Little Japan” di Indonesia melalui perpaduan budaya, hiburan, kuliner, edukasi, dan kolaborasi yang menarik antusiasme puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya Jepang, kompetisi cosplay, bazar kuliner Jepang dan Nusantara, area komunitas, workshop, hingga talkshow mengenai peluang studi dan karier di Jepang. Festival ini juga dimeriahkan penampilan spesial dari JKT48, DIA, dan berbagai komunitas budaya Jepang.

Acara itu mengusung konsep yang lebih komprehensif dengan memadukan unsur hiburan, edukasi, sosial, dan kesehatan. Selain menikmati berbagai atraksi budaya, pengunjung memperoleh informasi mengenai peluang belajar, magang, bekerja, hingga membangun karier di Jepang melalui sesi berbagi bersama praktisi, alumni, dan institusi yang berpengalaman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, Sakura Matsuri 2026 menghadirkan program beasiswa bahasa Jepang bagi pengunjung beruntung yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jepang.

Festival ini juga menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial, sehingga tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap Sakura Matsuri terus berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta semakin memperkuat posisi Kota Jababeka sebagai Kota Wisata Industri,” kata Ivonne.

Sementara itu, Chairman KAJI Fuad A. Kadir menambahkan Sakura Matsuri telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui seni, kuliner, pendidikan, dan berbagai kegiatan yang memperkuat hubungan antarmasyarakat.

“Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak program edukatif, mulai dari talkshow, workshop, hingga informasi mengenai peluang studi, magang, dan karier di Jepang. Kami berharap generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga memperoleh inspirasi dan wawasan untuk mengembangkan kompetensi mereka di tingkat global,” kata Fuad.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Sakura Matsuri 2026 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kehadiran puluhan ribu pengunjung turut meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, tenant kuliner, sektor transportasi, perhotelan, hingga ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi. (pa/jh. Foto: Dok. Sakura Matsuri)

Mitra Adiperkasa Raih Laba Rp1,21 Triliun Meningkat 26,49 Persen

BusinessUpdate – PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,21 triliun, meningkat 26,49% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp960,92 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MAPI, perseroan membukukan penjualan senilai Rp24,15 triliun atau bertumbuh 23,35% yoy dari posisi Rp19,58 triliun pada periode Januari—Juni 2025. Solidnya pendapatan perseroan terutama ditopang oleh segmen penjualan ritel yang berkontribusi Rp20,92 triliun terhadap pendapatan perseroan. Penjualan ini 26,32% yoy dari Rp16,56 triliun.

Adapun, pendapatan kafe dan restoran tercatat senilai Rp1,67 triliun dan segmen department store senilai Rp1,47 triliun. Segmen lainnya hanya berkontribusi Rp140,60 miliar pada periode ini.

Sejalan dengan bertumbuhnya segmen penjualan perseroan, MAPI turut membukukan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp14,40 triliun pada paruh pertama 2026. Beban ini naik 28,07% yoy dari Rp11,24 triliun pada periode yang sama 2025.

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, MAPI membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp1,21 triliun. Realisasi itu mengalami kenaikan 26,49% yoy dari Rp960,92 miliar pada akhir Juni 2025.

Dari sisi neraca keuangan, MAPI mampu membukukan total aset yang bertumbuh menjadi Rp35,41 triliun per Juni 2026, dari Rp32,82 triliun pada Desember 2025. Total liabilitas perseroan juga tercatat membengkak menjadi Rp16,70 triliun per Juni 2026, dari Rp15,61 triliun pada Desember 2025. Hanya saja, ekuitas MAPI turut bergerak naik menjadi Rp18,70 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. MAPI)

PGN dan Pemkab Cilegon Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bersama Pemerintah Kabupaten Cilegon, Banten serta komunitas wilayah operasi perusahaan membangun ekosistem daur ulang sampah plastik melalui Program Rumah Hijau Nusantara guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tetapi juga menyiapkan pasar bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujar Krisdyan dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.

Sebagai bentuk dukungan, perusahaan menyerahkan mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah, yang diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya. “Keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Krisdyan.

Krisdyan berharap program ini tidak berhenti pada pemberian sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem dengan dampak multiplier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ke depan, PGN melalui program Rumah Hijau Nusantara ini juga akan berperan sebagai penghubung offtaker bagi sebagian produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah melalui kerja sama program pendampingan UMKM dan komersialisasi pasar yang lebih luas.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin menyatakan tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pembentukan budaya peduli lingkungan. “Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, yang perlu diperkuat adalah aspek hilirisasi, oleh karena itu produk hasil pengolahan sampah harus memiliki pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menilai adanya peluang kolaborasi dengan Dinas Koperasi untuk memperluas pemasaran produk, termasuk melalui berbagai pameran dan kegiatan daerah. Sabri berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon. (ip/jh. Foto: Dok. PGN)

Pelni Serap Rp66,55 Miliar untuk Diskon Tiket Selama Libur Sekolah

BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni telah menghabiskan anggaran Rp66,55 miliar untuk diskon tiket kapal selama periode libur sekolah dari 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Realisasi tersebut mencapai 98,84% dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp67,33 miliar.

Manajer Corporate Communication PT Pelni Firdha Islamy mengatakan, tingginya serapan anggaran sejalan dengan tingginya minat masyarakat memanfaatkan program diskon tarif kapal sebesar 30%. Hingga 29 Juli 2026, program tersebut telah dinikmati oleh 674.444 penumpang atau sekitar 97% dari target 693.690 penumpang. B

“Untuk posisinya di saat ini sudah terserap kurang lebih 98% dari anggaran. Untuk realisasi penumpangnya sendiri di kapal Pelni ini sudah terserap kurang lebih 97% atau 674.444 penumpang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, program yang memberikan potongan sebesar 30% dari tarif dasar tiket kapal penumpang bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur sekolah. Seperti diketahui, pada periode ini biasanya terjadi lonjakan jumlah penumpang.

“Jadi untuk penugasan stimulus untuk di PT Pelni saat ini sudah kali keempat, yang pertama itu adalah stimulus libur sekolah yang di tahun 2025, lalu ada stimulus Nataru, lalu ada stimulus Idulfitri, dan kali ini stimulus libur sekolah tahun 2026,” ungkapnya. Adapun, puncak keberangkatan selama periode stimulus terjadi pada 26 Juni 2026 dengan jumlah sekitar 24.000 penumpang.

Pelabuhan keberangkatan tersibuk selama pelaksanaan program berada di Makassar, Ambon, Baubau, Tanjung Priok, dan Kupang. Sementara pelabuhan kedatangan terpadat tercatat di Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Baubau, dan Surabaya. “Dan untuk pelabuhan kedatangan terpadat berada di Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Baubau, dan Surabaya,” tambahnya.

Firdha mengatakan, tingginya serapan anggaran menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program stimulus transportasi laut. Oleh karenanya, Pelni pun terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama karena program diskon berlangsung saat peak season, ketika jumlah penumpang meningkat signifikan. (rn/jh. Foto: Dok. Pelni)

PGE Raih Laba Bersih US$79,61 Juta Naik 15,48 Persen

BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan laba bersih sebesar US$79,61 juta atau meningkat 15,48% secara tahunan (yoy) pada kuartal II/2026.

Laba bersih perseroan pada periode ini ditopang oleh pendapatan yang mencapai US$235,03 juta, atau tumbuh 14,7% (yoy) dibandingkan senilai US$204,85 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan capaian itu menjadi cerminan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif, efisien, serta berkelanjutan.

“Kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif,” ujar Fransetya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Total produksi perseroan mencapai 2.745 GigaWatt hour (GWh) pada semester I/2026, atau tumbuh 13,62% yoy dibandingkan sebesar 2.416 GWh pada periode sama tahun sebelumnya. “Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” tambah Fransetya.

Dari segi permodalan, perseroan mencatatkan ekuitas sebesar US$2,01 miliar pada kuartal II/2026, atau mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba.

Di sisi lain, liabilitas perseroan menurun 2,80% yoy menjadi US$961,18 juta pada kuartal II/2026, sehingga berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan perseroan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani mengatakan, panas bumi merupakan pilar strategis energi nasional karena sifatnya yang bersih, andal, dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi.

“Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama yang mengelola sekitar 70% energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami. Bagi saya dan seluruh perwira PGE, satu abad ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk membuktikan bahwa energi bersih nan melimpah yang kita miliki ini siap mendukung ketahanan energi negeri,” ungkap Ahmad.

Seiring dengan itu, perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) menunjukkan arah semakin positif, tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, yang menargetkan porsi EBT mencapai 76%, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.

Demi mendukung pencapaian target tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah. (rn/jh. Foto: Dok. PGE)

Hingga Juni 2026 BSI Perdagangkan 8,05 Ton Emas

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bank emas (bullion bank) dengan jumlah nasabah lebih dari 1,3 juta orang hingga Juni 2026.

Adapun jumlah nasabah bullion meningkat 700% secara tahunan (yoy) dan mendorong pertumbuhan fee-based income (FBI) bisnis emas hingga 712% yoy.

“Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau, sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Ade, emas semakin menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan dan perilaku masyarakat yang cenderung lebih selektif dalam berinvestasi.

Oleh sebab itu, kinerja positif tersebut memperlihatkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Momentum ini semakin menguat sejak perseroan mendapat izin pelaksanaan bank emas dan menghadirkan layanan bullion bank itu sendiri.

Menurut perseroan, kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat. Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat kini dapat mulai memiliki emas mulai dari Rp50 ribu, sehingga investasi emas menjadi lebih inklusif, mudah dijangkau, aman, dan praktis.

Nasabah dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas secara real-time selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Transformasi digital tersebut memperluas akses investasi bagi masyarakat dari berbagai segmen tanpa harus datang ke kantor cabang.

Selain memperkuat layanan digital, BSI juga terus mengakselerasi penetrasi pasar emas fisik melalui BSI Gold. Saat ini, BSI Gold telah hadir di toko emas resmi rekanan BSI yang berlokasi di sentra emas nasional. Kehadiran tersebut menjadi langkah awal perluasan jaringan distribusi BSI Gold, yang ke depan diarahkan untuk menjangkau toko-toko emas di berbagai wilayah Indonesia agar mudah diakses.

Ade menyampaikan bahwa pertumbuhan bisnis bullion tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan layanan ekosistem emas syariah nasional, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis fee yang semakin signifikan bagi perseroan.

Layanan bullion juga melengkapi ekosistem emas BSI yang sebelumnya telah menghadirkan layanan cicil emas dan gadai emas serta penjualan BSI Emas. Secara total, outstanding gadai emas dan cicil emas mencapai Rp30,5 triliun per periode Juni 2026 dengan pertumbuhan 80,50 persen.

Hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas telah mendorong fee-based income mencapai sekitar Rp2,10 triliun, atau tumbuh 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan menyatakan optimistis terhadap prospek bisnis emas yang akan terus menguat. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi dan melindungi nilai kekayaan, sekaligus meningkatnya edukasi mengenai pemanfaatan emas untuk mencapai berbagai tujuan di masa depan, seperti menunaikan ibadah haji, memiliki rumah, atau memenuhi kebutuhan perencanaan keuangan lainnya.

Dengan ekosistem bullion yang semakin lengkap, perseroan menargetkan bisnis emas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Laba Bersih PT Timah Semester I/2026 Setara 169 Persen Target 2026

BusinessUpdate – PT Timah (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I/2026. Angka ini melampaui target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target.

“Kinerja perseroan pada semester I/2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global,” ujar Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun pada semester I/2026, meningkat 247% secara tahunan (yoy) dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp4,22 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, meningkat signifikan dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp0,38 triliun. Perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA semester I/2025 sebesar Rp0,84 triliun.

Terkait dengan kinerja operasi, PT Timah mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang signifikan sepanjang semester I/2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.997 ton Sn.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi kapal isap produksi (KIP), ponton isap produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas tambang kecil dan tambang ponton isap darat.

Adapun, produksi logam timah sepanjang semester I/2026 sebesar 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58% dibandingkan semester I/2025 sebesar 6.870 metrik ton Sn.

Adapun penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.933 metrik ton. Peningkatan volume penjualan tersebut turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah sepanjang semester I/2026 mencapai US$49.794 per metrik ton, naik 52% dibandingkan semester I/2025 sebesar US$32.816 per metrik ton, sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.

Pada semester I/2026, penjualan logam timah perseroan masih didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 97% dari total penjualan, sedangkan pasar domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China sebesar 36%, India 12 persen, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%. (rn/jh. Foto: Dok. Timah)