HomeCORPORATE UPDATEBUMNLaba Bersih PT Timah Semester I/2026 Setara 169 Persen Target 2026

Laba Bersih PT Timah Semester I/2026 Setara 169 Persen Target 2026

BusinessUpdate – PT Timah (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I/2026. Angka ini melampaui target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target.

“Kinerja perseroan pada semester I/2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global,” ujar Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun pada semester I/2026, meningkat 247% secara tahunan (yoy) dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp4,22 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, meningkat signifikan dibandingkan semester I/2025 sebesar Rp0,38 triliun. Perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA semester I/2025 sebesar Rp0,84 triliun.

Terkait dengan kinerja operasi, PT Timah mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang signifikan sepanjang semester I/2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.997 ton Sn.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi kapal isap produksi (KIP), ponton isap produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas tambang kecil dan tambang ponton isap darat.

Adapun, produksi logam timah sepanjang semester I/2026 sebesar 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58% dibandingkan semester I/2025 sebesar 6.870 metrik ton Sn.

Adapun penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.933 metrik ton. Peningkatan volume penjualan tersebut turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah sepanjang semester I/2026 mencapai US$49.794 per metrik ton, naik 52% dibandingkan semester I/2025 sebesar US$32.816 per metrik ton, sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.

Pada semester I/2026, penjualan logam timah perseroan masih didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 97% dari total penjualan, sedangkan pasar domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China sebesar 36%, India 12 persen, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%. (rn/jh. Foto: Dok. Timah)

Must Read