BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni telah menghabiskan anggaran Rp66,55 miliar untuk diskon tiket kapal selama periode libur sekolah dari 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Realisasi tersebut mencapai 98,84% dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp67,33 miliar.
Manajer Corporate Communication PT Pelni Firdha Islamy mengatakan, tingginya serapan anggaran sejalan dengan tingginya minat masyarakat memanfaatkan program diskon tarif kapal sebesar 30%. Hingga 29 Juli 2026, program tersebut telah dinikmati oleh 674.444 penumpang atau sekitar 97% dari target 693.690 penumpang. B
“Untuk posisinya di saat ini sudah terserap kurang lebih 98% dari anggaran. Untuk realisasi penumpangnya sendiri di kapal Pelni ini sudah terserap kurang lebih 97% atau 674.444 penumpang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, program yang memberikan potongan sebesar 30% dari tarif dasar tiket kapal penumpang bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur sekolah. Seperti diketahui, pada periode ini biasanya terjadi lonjakan jumlah penumpang.
“Jadi untuk penugasan stimulus untuk di PT Pelni saat ini sudah kali keempat, yang pertama itu adalah stimulus libur sekolah yang di tahun 2025, lalu ada stimulus Nataru, lalu ada stimulus Idulfitri, dan kali ini stimulus libur sekolah tahun 2026,” ungkapnya. Adapun, puncak keberangkatan selama periode stimulus terjadi pada 26 Juni 2026 dengan jumlah sekitar 24.000 penumpang.
Pelabuhan keberangkatan tersibuk selama pelaksanaan program berada di Makassar, Ambon, Baubau, Tanjung Priok, dan Kupang. Sementara pelabuhan kedatangan terpadat tercatat di Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Baubau, dan Surabaya. “Dan untuk pelabuhan kedatangan terpadat berada di Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Baubau, dan Surabaya,” tambahnya.
Firdha mengatakan, tingginya serapan anggaran menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program stimulus transportasi laut. Oleh karenanya, Pelni pun terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama karena program diskon berlangsung saat peak season, ketika jumlah penumpang meningkat signifikan. (rn/jh. Foto: Dok. Pelni)


