Home Blog Page 85

PLN EPI Kelola Sampah Terpilah 460 Kilogram pada Januari-Mei 2026

BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat budaya tanpa sampah (zero waste) melalui pengelolaan sampah terpilah dan daur ulang produk tekstil di lingkungan kerja. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, PLN EPI mengelola 460 kilogram sampah terpilah.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pihaknya terus memperkuat penerapan prinsip environmental, social and governance (ESG) melalui pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja. Adapun, dalam pemilahan sampah PLN EPI bekerja sama dengan Waste4Change dan Eco Touch.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, PLN EPI mengelola 460 kilogram sampah terpilah, yang terdiri atas 69 kilogram sampah organik, 390,9 kilogram sampah anorganik dan 226 kilogram sampah residu.

Seluruh sampah yang telah dipilah kemudian dikelola sesuai karakteristiknya, mulai dari pengolahan menjadi kompos, didaur ulang menjadi bahan baku baru, hingga penanganan residu secara bertanggung jawab, sehingga dapat meminimalkan beban TPA.

Selain pengelolaan sampah harian, PLN EPI juga menginisiasi pengumpulan pakaian layak pakai melalui kolaborasi dengan Eco Touch sebagai bagian dari upaya memperpanjang siklus produk tekstil dan mengurangi limbah fesyen. Hingga Mei 2026, secara akumulatif PLN EPI mengumpulkan 182,95 kilogram pakaian bekas yang selanjutnya didaur ulang.

Mamit mengatakan pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas operasional, tetapi merupakan bagian dari budaya keberlanjutan yang terus dibangun perusahaan.

“Keberlanjutan dimulai dari kebiasaan sehari-hari, melalui pemilahan sampah sejak dari sumber. Kami ingin membangun kesadaran seluruh insan PLN EPI bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi dampak lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan,” ujar Mamit.

Menurut Mamit, kolaborasi dengan Waste4Change menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, transparan dan bertanggung jawab. Tidak hanya memastikan sampah dikelola sesuai prinsip lingkungan, kerja sama ini juga memungkinkan perusahaan memantau capaian pengurangan sampah secara berkala sebagai bagian dari implementasi ESG.

Selain penyediaan fasilitas pemilahan sampah, PLN EPI juga secara rutin mengedukasi pegawai mengenai pentingnya pengurangan sampah, penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle), sehingga pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Ke depan, PLN EPI terus memperluas berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan perusahaan, mulai dari edukasi pegawai untuk bijak dalam mengelola sampah, implementasi program pengurangan sampah, hingga peningkatan partisipasi pegawai dalam berbagai program pelestarian lingkungan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan operasional yang semakin ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. PLN EPI)

Produksi Listrik PGE pada Kuartal I/2026 Capai 1.370 GWh

BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat produksi listrik pada kuartal I/2026 sebesar 1.370 gigawatt-hour (GWh), meningkat 15,22% secara tahunan (yoy).

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan peningkatan itu menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan pada awal tahun. “Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).

Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW), terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.

Melalui pengelolaan sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE berperan penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Berkat pencapaian itu, PGE baru-baru ini meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastructure pada Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.

Adapun penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.

Ahmad mengatakan penghargaan itu menjadi apresiasi atas konsistensi PGE dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan.

Penerapan tersebut mencakup penguatan tata kelola, pengelolaan lingkungan, penerapan aspek keselamatan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi.

“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan,” ujar Ahmad.

Dalam ajang ESG Leadership Award 2026, PGE berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat di sektor infrastruktur yang masuk dalam cakupan penilaian.

Capaian itu, semakin memperkuat posisi PGE sebagai perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia yang berkomitmen mendorong pengembangan panas bumi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi PGE dalam membangun fundamental bisnis yang sehat, dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, tata kelola, dan pengelolaan risiko ke dalam strategi perusahaan.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Fransetya. (ip/jh. Foto: Dok. PGE)

Proses Pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Bone Bolango Capai 94,99 Persen

BusinessUpdate – PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN di bidang konstruksi, terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, untuk mendukung ketahanan pangan, air, serta penyediaan energi baru terbarukan. Saat ini, proses pembangunannya telah mencapai 94,99%.

“Kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Bendungan Bulango Ulu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 140,95 juta meter kubik dengan volume efektif 58,61 juta meter kubik.

Setelah beroperasi, bendungan tersebut akan mengairi sekitar 4.950 hektar lahan pertanian melalui Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga sehingga mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Gorontalo. Selain itu, ia bendungan juga akan menyediakan air baku sebesar 2,2 meter kubik per detik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.

Tidak hanya mendukung sektor pangan, kehadiran Bendungan Bulango Ulu juga diproyeksikan mampu mereduksi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Bolango hingga lebih dari 80 persen, sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 Megawatt.

Kawasan genangan bendungan juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata dan pusat olahraga air yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Dari sisi teknis, proyek tersebut dibangun menggunakan teknologi urugan batu berinti tegak (rockfill dam with vertical core) yang dilengkapi spillway, terowongan pengelak, dan fasilitas hidromekanikal berstandar tinggi.

Ia mengatakan inovasi konstruksi yang diterapkan bahkan berhasil mencatatkan Rekor MURI untuk terowongan spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan kemiringan tertinggi dan terlebar di Indonesia.

Dian menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari tata kelola yang diterapkan selama proses pembangunan. “Bendungan Bulango Ulu kami bangun dengan mengedepankan integritas, keberlanjutan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Brantas Abipraya)

Kendala Pasokan Batu Bara untuk PLN Sudah Tuntas

BusinessUpdate – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kendala pasokan batu bara dengan spesifikasi medium rank atau kalori menengah untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sudah tuntas. Kini, pihaknya membentuk tim khusus untuk mengawasi proses pengadaan batu bara bagi PLN.

“Sekarang, batu bara semua sudah on progress, jadi enggak ada masalah lagi,” ujar Bahlil setelah meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).

Penegasan Bahlil ini terkait dengan adanya kendala pada batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kg GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN. Kendala tersebut menyebabkan adanya gangguan layanan kelistrikan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah.

Bahlil telah membentuk tim khusus untuk mengawasi proses pengadaan batu bara bagi PT PLN (Persero) guna mencegah terulangnya persoalan pasokan yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.

Ia mengatakan persoalan pasokan batu bara yang dihadapi PLN bukan pertama kalinya terjadi. Menurutnya, hal serupa juga terjadi pada 2022 sehingga perlu langkah pengawasan yang lebih ketat agar tidak terulang setiap tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan penyaluran pasokan batu bara yang sesuai spesifikasi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berjalan dengan lancar.

“Pasokan energi primer (batu bara) yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar,” ujar Darmawan. Oleh karena itu, upaya perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa berjalan dengan lancar, dan berangsur-angsur membaik.

Darmawan menyampaikan bahwa ke depannya, PLN akan memperbaiki tata kelola rantai pasok batu bara dan penguatan pembangkit listrik agar sistem kelistrikan di Pulau Jawa bisa terus terjaga dan terus ditingkatkan. (ip/jh)

Hingga Mei 2026 PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Sawit Perkebunan Rakyat

BusinessUpdate – Untuk mendukung kesejahteraan petani dan stabilitas pasar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo hingga Mei 2026 telah menyerap 1,34 juta ton tandan buah segar (TBS) sawit perkebunan rakyat hingga Mei 2026.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan volume penyerapan TBS dari petani swadaya dan pihak ketiga tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,30 juta ton. “Ini mencerminkan terus berputarnya roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan perkebunan,” jelas Jatmiko dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Ia menyampaikan bahwa realisasi serapan panen itu menjadi upaya esensial untuk menjaga stabilitas dan perputaran ekonomi petani sawit mitra di berbagai daerah operasional perusahaan. Hal itu juga sebagai kado dalam memperingati Hari Krida Pertanian yang diperingati setiap 21 Juni.

Menurutnya, momentum Hari Krida Pertanian sebagai pengingat pentingnya langkah nyata yang menyentuh langsung perekonomian pekebun kelapa sawit melalui kepastian pasar yang stabil dan penyerapan hasil panen secara optimal.

Perusahaan menilai kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan perayaan seremonial, melainkan juga kepastian hasil kebun mereka dapat terserap dengan baik dan memberikan nilai ekonomi berkelanjutan. “Ketika harga sedang dinamis atau saat memasuki masa panen raya, PKS kami berupaya menjaga keandalannya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan harga beli tetap sangat bersaing, transparan, dan selalu berpedoman pada aturan penetapan harga dari pemerintah daerah. Intervensi positif di hilir itu agar tata niaga sawit tingkat petani tidak terganggu.

Meskipun demikian, pihaknya menyatakan dinamika kelapa sawit rakyat tidak hanya sebatas soal serapan panen. Ancaman penurunan produktivitas akibat usia tanaman yang kian menua menjadi tantangan besar di masa depan. “Merespons hal itu kami melakukan pendekatan edukasi dan pendampingan peremajaan sawit rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha mengatakan pendampingan petani sawit menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Menurutnya, kesejahteraan petani tidak cukup ditopang penyerapan panen, tetapi juga peningkatan produktivitas kebun melalui edukasi berkelanjutan. “Kita harus memikirkan dan merawat produktivitas kebun mereka untuk 10 hingga 20 tahun ke depan.

Di situlah letak pentingnya edukasi dan pendampingan berkelanjutan di dalam ekosistem kemitraan kita,” tutur Arya. Pendampingan yang berjalan di lapangan juga mencakup penyelesaian syarat legalitas, teknis serta offtaker produksi.

Sebagai catatan, sepanjang 2025 pihaknya melakukan pendampingan terhadap lahan seluas 23.188 hektar. Capaian positif tersebut terus dilanjutkan pada tahun ini, di mana hingga Mei 2026, proses pendampingan telah mencapai 6.380 hektar. Menurut Arya, capaian luasan lahan tersebut adalah titik awal untuk melakukan transformasi tata kelola kebun rakyat menuju standar Good Agricultural Practices (GAP). (pa/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Garuda Indonesia Bakal Tambah Pesawat untuk Layanan Haji dan Umrah

BusinessUpdate – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia bakal menambah kekuatan armada pesawat terbang guna memaksimalkan dukungan pelayanan transportasi bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Glenny Kairupan mengatakan, penambahan armada tersebut dibarengi dengan capaian performa ketepatan waktu atau On-Time Performance (OTP) yang sangat tinggi pada musim haji tahun ini.

“Dari kami, Garuda untuk mendukung umrah, kita akan menambahkan kekuatan pesawat. Khusus untuk jamaah haji tahun ini, OTP kita mencapai 98%,” kata Glenny dalam konferensi pers optimalisasi penerbangan haji di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kerja sama strategis antara pihak Garuda Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini sudah resmi dilaksanakan guna mengoptimalkan operasional penerbangan. Melalui kerja sama ini, armada pesawat Garuda selepas mengantar jamaah haji nantinya tidak hanya melayani rute penerbangan kembali ke tanah air, melainkan dapat membuka rute penerbangan ke negara lain.

“Nanti setelah kembali dari haji itu kita bisa melayani jamaah bukan hanya kembali ke Jakarta, tapi bisa juga ke Turki, bisa juga ke Malaysia, dan ini akan meningkatkan juga promosi kita, khususnya untuk pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat eksistensi maskapai nasional dengan target mendorong Garuda Indonesia mengangkut minimal 50% dari total 3 juta orang untuk umrah.

Hal ini merespons otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) yang telah memberikan izin resmi kepada maskapai Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat pemulangan pesawat carter haji.

Langkah taktis penguatan maskapai nasional dengan pelayanan yang lebih baik, ekonomis, dan efisien ini juga diambil mempertimbangkan besarnya potensi pergerakan jamaah asal Indonesia ke Arab Saudi yang mencapai 3,2 juta orang per tahun.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, total pergerakan tahunan tersebut terdiri atas 3 juta orang umrah dan 221.000 haji, dengan nilai perputaran uang yang beredar berkisar antara Rp120 triliun-Rp180 triliun.

Dengan besarnya angka tersebut membuat Presiden meminta pembentukan tim khusus (task force) lintas kementerian bersama Garuda Indonesia untuk meminimalisasi aliran dana keluar serta menciptakan aliran dana masuk.

“Presiden meminta kepada Garuda, Menteri Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Haji untuk membuat task force meminimalisasi cash outflow agar ketimpangan aliran dana keluar tersebut tidak terlalu besar,” kata Dahnil. (ip/jh. Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Lawan Kemiskinan di 8.000 Desa, Bank Jateng Terapkan 5 Program Inovasi TJSL


BusinessUpdate – Tantangan pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Tengah yang mencakup 35 kabupaten/kota serta sekitar 8.000 desa, menjadi momok yang perlu dihadapi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng).
‎
‎Dilandasi hal tersebut Bank Jateng  menerapkan upaya strategis berbasis kewilayahan melalui penyaluran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
‎
‎Penjabaran program penuntasan kemiskinan tersebut dipaparkan secara lugas dalam sesi penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards (ICBA) 2026 oleh Anton Sugiharto selaku Analis CSR, Fatoni Kurniawan selaku Analis CSR dan Djaka Nur Sahid selaku Sekretaris Bank Jateng.
‎
‎Dalam sesi penjurian yang berlangsung virtual tersebut, Anton membagikan peta jalan (road map) serta implementasi dari 5 Program Inovasi yang dirancang secara efisien untuk pembangunan desa sekaligus memangkas angka kemiskinan dengan efektif.
‎
‎Bank Jateng mengklasifikasikan ruang lingkup penanganan isu sosial dan ekonomi ke dalam lima pilar program utama di antaranya:
‎‎1. Program TJSL (Kemitraan & Non-Kemitraan)
‎Fokus utama program ini terbagi menjadi dua sektor. Pada sektor Kemitraan, bantuan diarahkan untuk penyediaan modal kerja serta capacity building bagi pelaku usaha mikro. Sementara pada sektor Non-Kemitraan, cakupan bantuan menyasar bidang sosial, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pemeliharaan cagar budaya, hingga olahraga.
‎2. Program Mitra Jateng 02 (PMJ02) Inovasi pembiayaan yang diwujudkan lewat pemberian bantuan subsidi bunga untuk Kredit Millenial dan Kredit Lapak guna memberi semangat usaha di tingkat bawah.
‎3. Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Upaya nyata untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19 dengan alokasi minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, di mana total bantuan yang digelontorkan di seluruh Jawa Tengah mencapai Rp56.683.000.000,00.
‎4. Program Percepatan Penanganan Kemiskinan (PPPK)
‎Intervensi langsung di lapangan dengan anggaran minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, dengan total realisasi bantuan di seluruh Jawa Tengah menyentuh angka Rp60.000.000.000,00.
‎5. Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK)
‎Jaminan kesinambungan program pasca-intervensi awal dengan alokasi minimal Rp1 Miliar rupiah per kabupaten/kota, mencatatkan total akumulasi bantuan terbesar mencapai Rp68.415.734.543,00.
‎
‎Di akhir penjurian, Anton mengungkapkan pandangannya mengenai jalannya penjurian. ‎”Pada prinsipnya para dewan juri telah memberikan dukungan serta semangat yang luar biasa agar Bank Jateng dapat terus maju dan berinovasi ke depannya,” ucap Anton, Kamis (25/06).
‎
‎Anton juga menyikapi bahwa arahan dari Prof. Haryono selaku dewan juri merupakan motivasi berharga mengenai penyusunan road map masa depan. ‎”Arahan tersebut sangat menginspirasi karena mengingatkan untuk tidak hanya berfokus pada skala mikro atau lokal saja, namun juga harus mampu memegang skala makro. Selain itu, masukan dari juri lainnya seperti Pak Aloy dan Pak Elvin juga dirasakan sangat menginspirasi tim Bank Jateng,” tutupnya. (kiy)

Kapal Milik Pertamina (PIS) Berhasil Melewati Selat Hormuz

BusinessUpdate – Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan aman berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan.

Kapal tersebut berhasil melintas pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB setelah sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan keputusan perlintasan Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan pembahasan risk assessment yang ketat selama satu bulan terakhir serta koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini,” kata Vega dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Vega menambahkan, pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. “Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” ujarnya.

Menempuh perjalanan selama 16 jam, kapal Gamsunoro mulai beranjak dari Teluk Arab, Rabu mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.

Ia menambahkan, selama pelayaran kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.

Menurutnya, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta otoritas terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi secara real time dan memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara hati-hati.

Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Sementara itu, armada PIS lainnya yang berada di kawasan Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, dan risiko lainnya serta mempertimbangkan rekomendasi internasional.

“Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” tutup Vega. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina PIS)

Kurangi Kepadatan Pemerintah Diminta Tingkatkan Infrastruktur di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

BusinessUpdate – Kemacetan serta antrean kendaraan yang mengular di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dalam beberapa hari terakhir perlu mendapatkan perhatian. Pemerintah diminta untuk melakukan percepatan pengembangan infrastruktur pelabuhan di koridor penyeberangan tersibuk tersebut.

Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Khoiri Soetomo menegaskan kepadatan yang terjadi bukan dipicu keterbatasan armada kapal, melainkan rendahnya kapasitas pelabuhan dan fasilitas sandar yang tersedia.

“Saat ini sekitar 56 kapal yang telah mengantongi izin dan siap melayani rute Ketapang–Gilimanuk. Namun, jumlah dermaga yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh armada tersebut,” kata Khoiri dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, dalam praktik hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal dalam satu siklus pelayanan karena keterbatasan kapasitas sandar di kedua pelabuhan. Kondisi tersebut menyebabkan utilisasi armada tidak maksimal dan menjadi salah satu faktor yang memicu antrean panjang kendaraan saat volume penumpang dan logistik meningkat, terutama pada periode libur panjang dan musim puncak perjalanan.

“Artinya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran operasi sebagai kapal cadangan. Ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan kekurangan armada, melainkan keterbatasan kapasitas pelabuhan dan dermaga,” ujar Khoiri.

Ia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya waktu tunggu penyeberangan yang berdampak pada masyarakat, pengemudi angkutan barang, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata, terutama di tengah masa libur sekolah dan meningkatnya aktivitas logistik nasional.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain meningkatnya jumlah kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi, keterbatasan kapasitas dermaga, belum optimalnya pelayanan untuk kendaraan logistik bermuatan besar, kondisi cuaca dan arus laut yang memengaruhi proses sandar kapal, serta terbatasnya area penyangga (buffer zone) dan akses jalan menuju pelabuhan.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang terus melakukan pemantauan operasional di lintas Ketapang–Gilimanuk serta mendorong seluruh pihak untuk menjaga kelancaran pelayanan penyeberangan.

Selain itu, para operator kapal anggota GAPASDAP disebut terus berupaya meningkatkan produktivitas layanan melalui optimalisasi armada, percepatan proses bongkar muat, dan penerapan standar keselamatan pelayaran. “Kondisi yang terjadi saat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur penyeberangan nasional perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, pihaknya telah mengusulkan percepatan pengembangan lintas Ketapang–Gilimanuk melalui pembangunan dermaga baru, perluasan kapasitas pelabuhan, optimalisasi Dermaga Bulusan, penambahan buffer zone kendaraan, pengembangan akses jalan, hingga percepatan penyediaan dan pembebasan lahan.

Khoiri menilai, tanpa penambahan kapasitas infrastruktur secara signifikan, peningkatan jumlah kendaraan setiap tahun berpotensi menimbulkan kemacetan serupa pada masa libur panjang, hari besar keagamaan, maupun puncak aktivitas logistik nasional.

Lintas Ketapang–Gilimanuk sendiri merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali serta mendukung distribusi barang, sektor pariwisata, dan mobilitas masyarakat menuju Bali, Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia Timur.

“Setiap penambahan dermaga baru tidak hanya membantu mengurangi antrean kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik nasional, menekan biaya distribusi, mendukung pariwisata, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” ujar Khoiri.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengakui kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan transportasi penyeberangan nasional. Keterbatasan kapasitas pelabuhan, armada, dan minimnya lahan penyangga atau buffer zone menjadi pemicu utama kepadatan. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

InJourney Airports Percepat Kesiapan Operasional Bandara Husein Sastranegara Bandung

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mempercepat kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat guna mendukung optimalisasi penerbangan domestik serta internasional.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026.

“Persiapan yang dilakukan mengacu kepada Surat Dirjen Perhubungan Udara, di mana ditekankan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan harus memenuhi persyaratan agar optimalisasi berjalan baik dan lancar,” kata Pahlevi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan surat tersebut, Bandara Husein Sastranegara dapat melayani operasional penerbangan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri dengan pesawat jet dan propeller. Selain itu, bandara tersebut juga dapat melayani angkutan udara niaga tidak berjadwal dalam negeri dan luar negeri, serta angkutan udara bukan niaga dalam negeri dan luar negeri.

“Adapun kondisi operasional saat ini Bandara Husein Sastranegara melayani penerbangan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dengan jenis pesawat propeller untuk rute intra Pulau Jawa,” jelasnya.

Ia mengatakan perseroan telah membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) untuk menjalankan langkah-langkah persiapan. “Kami berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Perhubungan, TNI AU, BP BUMN dan Danantara serta InJourney, dalam menjalankan seluruh langkah-langkah persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara,” katanya.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan seluruh pihak, antara lain Danlanud TNI AU Husein Sastranegara, maskapai, operator ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan pihak-pihak lainnya.

Pada Aspek keselamatan, persiapan yang dijalankan adalah untuk meningkatkan kapasitas Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) atau Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dari saat ini kategori 5 menjadi kategori 7. Persiapan ini, antara lain melalui penambahan fasilitas seperti Foam Tender atau kendaraan siaga di sisi udara guna menjaga keselamatan.

Sementara itu pada aspek keamanan, InJourney Airports tengah mempersiapkan personel tambahan Aviation Security yang ditugaskan di Bandara Husein Sastranegara untuk mencapai sistem keamanan dipersyaratkan. Keamanan bandara juga didukung berbagai fasilitas seperti handheld metal detector, walkthrough metal detector, CCTV, serta perangkat keamanan lainnya.

Persiapan juga dilakukan di sisi udara, meliputi pelapisan ulang permukaan landas pacu atau overlay runway pada beberapa sektor untuk mendukung pengoperasian pesawat jet, serta memastikan kesiapan taxiway, serta apron parkir pesawat. “Terkait aspek pelayanan, saat ini sudah mulai dilakukan tahapan merapikan terminal penumpang baik di area domestik dan internasional,” katanya.

Pahlevi menuturkan ruang tunggu atau boarding lounge bagi penumpang pesawat dipastikan dapat menghadirkan kenyamanan saat bandara kembali melayani penerbangan jet komersial.

Pihaknya akan menghadirkan Bandara Husein Sastranegara yang semakin baik dalam hal pelayanan, visual interior dan eksterior terminal penumpang pesawat, dan infrastruktur ​serta fasilitas, yang tentunya mengedepankan keamanan, keselamatan, pelayanan dan pemenuhan terhadap seluruh regulasi. (pa/jh. Foto: Dok. Wikipedia)