Home Blog Page 9

Perkuat Inovasi Produk SIG Gandeng BRIN

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghadirkan solusi material konstruksi berkualitas, ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inovatif.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan kebutuhan bahan bangunan serta tanggung jawab mewujudkan pembangunan berkelanjutan mendorong perusahaan terus menghadirkan solusi produk dan layanan aplikatif berbasis riset dan inovasi.

“Inisiatif ini kami realisasikan melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kerja sama riset, invensi, dan inovasi di bidang industri semen dan turunannya,” kata Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kerja sama antara SIG dan BRIN ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian, yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ”BRIN Goes To Industry 4” di Jakarta.

Menurut Indra riset merupakan kunci untuk menghadirkan produk material bangunan yang unggul dan berkelanjutan guna menjawab tantangan dan kebutuhan di sektor konstruksi yang semakin berkembang.

Karena itu perusahaan itu berkolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan, termasuk BRIN, untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang semen dan produk turunannya.

Adapun lingkup kerja sama itu meliputi kegiatan riset untuk menciptakan inovasi produk semen dan turunannya yang bersifat aplikatif, pemanfaatan bersama fasilitas sarana dan prasarana sesuai dengan kegiatan riset.

Selanjutnya advokasi kebijakan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan, memberikan solusi produk dan jasa yang mendukung pemulihan ekonomi nasional dan respons terhadap aspek perubahan iklim, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi itu juga sebagai langkah strategis untuk menghadirkan beragam solusi material bangunan yang berkualitas, bermutu, dan ramah lingkungan. “Langkah ini juga selaras dengan strategi transformasi SIG untuk mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio yang tengah fokus dijalankan oleh perusahaan,” tutur Indra.

Sinergi itu juga merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman yang telah dilakukan pada Juli 2023. Pada periode sebelumnya, SIG dan BRIN telah melakukan sejumlah riset, di antaranya pengembangan high performance concrete dengan semen hidraulis.

Selanjutnya self healing concrete untuk pencegahan dan perbaikan keretakan beton; chemical additives untuk semen dan beton; serta pengembangan beton hijau untuk infrastruktur kawasan pesisir dan laut.

“SIG berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui solusi dan inovasi berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyampaikan bahwa ”BRIN Goes To Industry” berperan sebagai wadah komunikasi bagi para pemangku kepentingan, baik dunia industri, lembaga, regulator, hingga masyarakat, untuk bertukar informasi tentang produk hasil riset dan inovasi.

Melalui program tersebut, BRIN mendukung implementasi arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dengan memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada harmoni manusia, lingkungan, alam, budaya, serta kehidupan sosial inklusif dan toleran. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)

SEC Investigasi, Telkom Perbaiki Tata Kelola

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmen dalam perbaikan tata kelola (governance) menyusul investigasi yang dilakukan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC).

“Dari segi governance, kita akan lebih perbaiki, supaya kita lebih disiplin di dalam melakukan business operation, di dalam kita (melakukan) accounting kita lebih transparan dan juga lebih clean,” kata Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Adapun perbaikan tata kelola ini merupakan satu dari empat pilar utama dalam transformasi Telkom bertajuk TLKM 30. Telkom pun melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat.

Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset.

Perusahaan juga sudah membentuk Direktorat Legal & Compliance serta Chief Integrity Officer (CIO) guna memperkuat fungsi hukum, kepatuhan, tata kelola, integritas proses bisnis, dan pengawasan internal.

Dian mengatakan, investigasi SEC yang telah dilakukan sejak Oktober 2023 terkait proyek BAKTI Kominfo dan kemudian berkembang mencakup isu akuntansi ini merupakan imbas dari masalah yang sudah menumpuk sejak lama.

Ia pun tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan bisa mendapatkan sanksi oleh SEC. Namun, ia memastikan perusahaan akan mencoba memberikan penjelasan lebih jauh dan mendalam terkait investigasi tersebut.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah melakukan pengawasan terhadap PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkait investigasi yang dilakukan SEC. (pa/jh. Foto: Dok. Telkom)

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,25 Persen

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) dan Rabu (20/5/2026) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) sehingga berada pada level 5,25%.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 4,25%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 6%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Perry menambahkan bahwa keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan (pro-growth).

Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kenaikan BI rate ini menjadi yang pertama kalinya sejak terakhir BI menaikkan BI rate pada 24 April 2024 sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. Setelah itu, kebijakan BI rate cenderung dilonggarkan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional. (rn/jh. Foto: Tangkap Layar YT BI)

KUR Perumahan di Bawah Rp100 Juta Bisa Tanpa Agunan

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan.

Maruarar menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke Perumahan Polynesia di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 19 Mei 2026 untuk meninjau pelaksanaan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ara, panggilan akrab Maruarar, mengatakan program KUR Perumahan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, terutama masyarakat yang bergerak di sektor pendukung pembangunan perumahan.

“UMKM dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan dengan bunga yang sangat ringan, yakni hanya 0,5%,” kata Maruarar, dikutip Rabu (20/05/2026).

Selain pinjaman tanpa agunan untuk nominal tertentu, Ara mengatakan pelaku UMKM yang bekerja sebagai kontraktor maupun pemilik toko bangunan juga dapat memperoleh akses pembiayaan dengan nilai pembiayaan hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sebesar 5%.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem pembangunan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Sid Herdi Kusuma mengatakan, penyaluran FLPP di NTB hingga saat ini mencapai 780 unit rumah.

Menurutnya, penyaluran tertinggi berasal dari Real Estat Indonesia (REI) sebanyak 525 unit, disusul APERSI sebanyak 197 unit, Apernas Jaya 29 unit, Perumnas 13 unit, Himperra 15 unit, dan Apernas 1 unit.

“Secara total realisasi FLPP per 18 Mei 2026 sebanyak 58.030 unit senilai Rp7, 21 triliun. NTB menduduki posisi nomor 17 dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia,” jelas Sid. (rn/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

PLN Catatkan Pendapatan Rp582,68 Triliun pada 2025

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp582,68 triliun atau tumbuh 6,84% secara tahunan (yoy) dibandingkan 2024 sebesar Rp545,38 triliun.

“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih merata.

Menurut Darmawan. kinerja positif PLN pada 2025 tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Danantara Indonesia dalam menjaga daya tahan ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan global.

Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat. Sepanjang 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.

Sedangkan dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.

Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp2,24 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan 2024.

Peningkatan penyambungan pelanggan tersebut menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” kata Darmawan.

Dengan capaian tersebut, kinerja keuangan Perseroan tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp7,26 triliun di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap kurs.

“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” kata Darmawan.

PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)

Grab Tutup Langganan Akses Hemat Bagi Mitra Pengemudi

BusinessUpdate – Platform penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Grab Indonesia akan menutup program langganan layanan GrabBike Hemat bagi mitra pengemudi.

“Grab Indonesia mengumumkan akan menutup Program Langganan Akses Hemat bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike),” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan penutupan program langganan ini dilakukan karena Grab Indonesia menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi, serta untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Namun, Neneng memastikan layanan GrabBike Hemat tetap tersedia untuk konsumen dengan penyesuaian biaya perjalanan yang harus dibayarkan.

“Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengguna layanan GrabBike Standard, sampai saat ini, Grab Indonesia memastikan tidak ada kenaikan harga.

Neneng mengatakan, kesejahteraan mitra pengemudi merupakan prioritas utama perusahaan. Grab Indonesia terus mengupayakan pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga di tengah dinamika industri saat ini.

Selain itu, ia mengatakan perusahaan juga akan terus mengupayakan berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan, di antaranya Bonus Hari Raya (BHR), fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dengan Grab menanggung iuran bagi mitra berprestasi, asuransi kecelakaan tambahan.

Ada juga program beasiswa GrabScholar bagi anak mitra pengemudi, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).

“Selain itu, Grab Indonesia akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) nantinya akan berjalan dengan lancar,” tututp Neneng. (ip/jh. Foto: Dok. Grab Indonesia)

Efisiensi Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026

BusinessUpdate – Pemerintah melakukan langkah efisiensi dengan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Anggaran MBG sudah terserap Rp 75 triliun Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4% dari pagu awal Rp335 triliun. Dana tersebut telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat dengan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Purbaya mengatakan, pemerintah juga tengah memperbaiki tata kelola program, termasuk mekanisme belanja yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). “Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” katanya. Pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga 30 April 2026 mencapai Rp1.082,8 triliun atau setara 28,2% dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 34,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp826 triliun atau tumbuh 51,1%. Pemerintah menyebut pertumbuhan itu merupakan bagian dari strategi pemerataan penyaluran belanja negara sepanjang tahun.

Secara rinci, realisasi belanja kementerian/lembaga mencapai Rp400,5 triliun atau tumbuh 57,9%. Sementara itu, belanja non-kementerian/lembaga tercatat Rp425,5 triliun. Di sisi penerimaan, pendapatan negara hingga akhir April 2026 mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3% secara tahunan. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN sebesar Rp164,4 triliun atau setara 0,64% terhadap produk domestik bruto (PDB). (pa/jh)

Hingga April 2026 Kinerja Operasional IPC Terminal Petikemas Tumbuh 6,7 Persen

BusinessUpdate – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat realisasi throughput hingga April 2026 mencapai 1.159.575 TEUs, meningkat 6,7% secara tahunan (yoy), dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 1.086.766 TEUs.

“Optimalisasi dan efisiensi layanan terus kami pertahankan guna mendukung kelancaran arus barang serta menjaga daya saing logistik nasional,” ujar Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Peningkatan throughput IPC TPK sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor Indonesia periode Januari–Maret 2026 tumbuh 10,05% secara tahunan, sementara neraca perdagangan nasional masih mencatat surplus sebesar US$5,55 miliar.

Di sisi lain, di tengah dinamika rantai pasok global yang masih menghadapi tantangan, termasuk meningkatnya biaya logistik serta ketidakpastian jalur pelayaran internasional akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pengiriman laut global dan mendorong penyesuaian pada sejumlah rute maritim internasional.

Meski demikian, IPC TPK tetap menjaga keandalan layanan dan efisiensi operasional guna memastikan kelancaran arus barang tetap terjaga.

Secara tahunan, peningkatan kinerja pada April 2026 sangat signifikan, yakni 26,78% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada April 2026, kinerja operasi tercatat sebesar 308.810 TEUs, meningkat pesat dibandingkan dengan April 2025 yang mencapai 243.579 TEUs.

Peningkatan tertinggi terjadi di wilayah Tanjung Priok, terutama di IPC TPK Area Tanjung Priok 2 yang tumbuh 36,7% serta Area Tanjung Priok 1 sebesar 24,3%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tambahan layanan ad hoc dan peningkatan volume dari sejumlah shipping line.

Sementara itu, IPC TPK Area Palembang turut mencatat pertumbuhan sebesar 18,7% seiring meningkatnya aktivitas ekspor dan impor sejumlah komoditas seperti karet, produk kayu, kelapa, hingga metal box.

Menurut Daniel, perusahaan akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan kesiapan infrastruktur guna mengantisipasi dinamika industri logistik ke depan.

“Kami terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan standarisasi layanan di seluruh terminal agar tetap mampu menjaga kelancaran arus barang di tengah dinamika logistik global yang terus berkembang,” tutup Daniel. (rn/jh. Foto: Dok. IPC)

‎Upaya Nyata Transjakarta Wujudkan Transportasi Bersih, Berdaya, dan Bestari‎

BusinessUpdate – Menciptakan kota yang sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat, tentu merupakan langkah yang baik menuju kota yang berkelanjutan. Untuk itu DKI Jakarta terus berbenah mewujudkan visinya sebagai Kota Global.

‎Hal ini dijelaskan Ayu Kusuma Wardhani selaku Kepala Departemen Hubungan Masyarakat & CSR dalam sesi Wawancara Penjurian ajang bergengsi Indonesia CSR Brilliance Awards 2026, Selasa (19/05/2026).

‎Ayu menyampaikan salah satu pilar utama dalam transformasi ini bertumpu pada tiga semangat penting, yaitu
‎1. Bersih (fokus pada kelestarian lingkungan)
‎2. Berdaya (fokus pada pertumbuhan ekonomi lokal)
‎3. Bestari (fokus pada inklusivitas sosial).

‎Sebagai urat nadi transportasi ibu kota, Ekosistem Transjakarta memiliki andil besar dalam mengimplementasikan pilar-pilar tersebut, terutama dalam memberikan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan untuk memerangi krisis iklim global.

‎Komitmen Transjakarta dalam menciptakan lingkungan yang bersih juga direalisasikan dengan mengurangi emisi karbon di jalanan Jakarta. Berdasarkan data dari WRI Indonesia yang menjadi bagian dari TUMI E-Bus Mission (2022), penggunaan armada ramah lingkungan ini mampu menekan emisi hingga 94% bahkan mencapai 99,9% lebih rendah emisi dibandingkan kendaraan konvensional.

‎”Saat ini, sebanyak 470 unit bus listrik telah resmi beroperasi melayani warga Jakarta. Tidak berhenti di sana, Transjakarta juga telah menetapkan target  untuk melakukan elektrifikasi penuh terhadap seluruh unit armadanya secara total pada tahun 2030 mendatang,” ujar Ayu.

‎Tidak hanya merevolusi armada bus, tanggung jawab terhadap lingkungan juga diwujudkan dengan aksi ekologis di lapangan. Melalui kolaborasi strategis bersama mitra operator bus, Agen Pemegang Merk (APM), Carbon Ethics, serta berbagai mitra bisnis lainnya, Transjakarta menginisiasi program penanaman pohon dan kawasan pesisir.

‎Hingga catatan per Maret 2026, gerakan ini telah berhasil menanam sebanyak 54.983 pohon mangrove. Uniknya, program Kampanye Gerakan Tanam Mangrove ini bukan hanya dijalankan secara internal, melainkan turut mengikutsertakan pelanggan secara langsung.

‎Sebagai entitas terbesar dalam Ekosistem Transjakarta, masyarakat pengguna transportasi publik diajak untuk berkontribusi langsung menjaga bumi demi masa depan Jakarta yang lebih hijau.

‎Selaras dengan misi lingkungan tersebut, Transjakarta tetap menjaga keseimbangan pada aspek ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, Transjakarta berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama pelaku ekonomi lokal. Sementara dari sisi sosial, ruang mobilitas yang inklusif terus dibuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan fasilitas khusus seperti Kartu Layanan Gratis Transjakarta yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas serta memastikan bahwa kemajuan transportasi Jakarta dapat dinikmati secara setara oleh semua warga.

‎Terakhir dalam penutup penjurian, Ayu mengungkapkan bahwa, “Dari empat dewan juri, mungkin kalau Prof. Gunawan tidak ada pertanyaan ya, tapi apresiasi di akhir, karena beliau juga dalam perjalanan. Tapi dari Pak Alan, Pak Aloy, dan juga Pak Haryono tadi secara aktif memberikan pertanyaan kepada kami. Sangat terlihat bahwa beliau semua yang hari ini menjadi dewan juri, sangat berkompeten di bidangnya dan sangat tahu tentang CSR. Terlihat dari pertanyaan-pertanyaannya yang tajam. Rasanya tidak ada satupun pertanyaan yang basa-basi atau formalitas.” (kiy)

Hingga April 2026 Pembiayan Konsumer Bank Mega Syariah Sentuh Rp586 Miliar

BusinessUpdate – Portofolio pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah hingga April 2026 mencapai lebih dari Rp586 miliar atau tumbuh lebih dari 23% secara tahunan (yoy).

Area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya masih menjadi kontributor terbesar portofolio konsumer dengan nilai pembiayaan mencapai Rp202,7 miliar, disusul Area 4 sebesar Rp122,9 miliar dan Area 3 sebesar Rp 8 miliar.

Salah satu pendorong pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold. Per April 2026, produk tersebut mencatat outstanding lebih dari Rp31 miliar atau meningkat lebih dari 1.236% secara year to date (YTD).

Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) berada di level 0%. Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, pertumbuhan pembiayaan konsumer menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel dan terencana masih cukup tinggi, termasuk untuk kepemilikan emas secara bertahap.

“Pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Kami melihat minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Benadicto dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

Selain mendorong pertumbuhan pembiayaan, segmen konsumer juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan. Pada April 2026, pendapatan konsumer mencapai Rp5,4 miliar atau tumbuh 12,28% dibandingkan bulan sebelumnya.

Ke depan, Bank Mega Syariah menyatakan akan terus memperkuat pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan pembiayaan di berbagai wilayah.

“Kami akan terus memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer secara sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan emas syariah yang semakin diminati masyarakat,” kata Benadicto.

Secara keseluruhan, Bank Mega Syariah juga mencatat penguatan pada bisnis pembiayaan. Total pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun atau tumbuh lebih dari 7,2% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh 40,9% hingga kuartal I/2026. Sementara itu, pendapatan bagi hasil juga naik sekitar 4,7% menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar. Angka tersebut meningkat lebih dari 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja itu terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar atau naik lebih dari 20%. (rn/jh)