BusinessUpdate – Menciptakan kota yang sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat, tentu merupakan langkah yang baik menuju kota yang berkelanjutan. Untuk itu DKI Jakarta terus berbenah mewujudkan visinya sebagai Kota Global.
Hal ini dijelaskan Ayu Kusuma Wardhani selaku Kepala Departemen Hubungan Masyarakat & CSR dalam sesi Wawancara Penjurian ajang bergengsi Indonesia CSR Brilliance Awards 2026, Selasa (19/05/2026).
Ayu menyampaikan salah satu pilar utama dalam transformasi ini bertumpu pada tiga semangat penting, yaitu
1. Bersih (fokus pada kelestarian lingkungan)
2. Berdaya (fokus pada pertumbuhan ekonomi lokal)
3. Bestari (fokus pada inklusivitas sosial).
Sebagai urat nadi transportasi ibu kota, Ekosistem Transjakarta memiliki andil besar dalam mengimplementasikan pilar-pilar tersebut, terutama dalam memberikan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan untuk memerangi krisis iklim global.
Komitmen Transjakarta dalam menciptakan lingkungan yang bersih juga direalisasikan dengan mengurangi emisi karbon di jalanan Jakarta. Berdasarkan data dari WRI Indonesia yang menjadi bagian dari TUMI E-Bus Mission (2022), penggunaan armada ramah lingkungan ini mampu menekan emisi hingga 94% bahkan mencapai 99,9% lebih rendah emisi dibandingkan kendaraan konvensional.
”Saat ini, sebanyak 470 unit bus listrik telah resmi beroperasi melayani warga Jakarta. Tidak berhenti di sana, Transjakarta juga telah menetapkan target untuk melakukan elektrifikasi penuh terhadap seluruh unit armadanya secara total pada tahun 2030 mendatang,” ujar Ayu.
Tidak hanya merevolusi armada bus, tanggung jawab terhadap lingkungan juga diwujudkan dengan aksi ekologis di lapangan. Melalui kolaborasi strategis bersama mitra operator bus, Agen Pemegang Merk (APM), Carbon Ethics, serta berbagai mitra bisnis lainnya, Transjakarta menginisiasi program penanaman pohon dan kawasan pesisir.
Hingga catatan per Maret 2026, gerakan ini telah berhasil menanam sebanyak 54.983 pohon mangrove. Uniknya, program Kampanye Gerakan Tanam Mangrove ini bukan hanya dijalankan secara internal, melainkan turut mengikutsertakan pelanggan secara langsung.
Sebagai entitas terbesar dalam Ekosistem Transjakarta, masyarakat pengguna transportasi publik diajak untuk berkontribusi langsung menjaga bumi demi masa depan Jakarta yang lebih hijau.
Selaras dengan misi lingkungan tersebut, Transjakarta tetap menjaga keseimbangan pada aspek ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, Transjakarta berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama pelaku ekonomi lokal. Sementara dari sisi sosial, ruang mobilitas yang inklusif terus dibuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan fasilitas khusus seperti Kartu Layanan Gratis Transjakarta yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas serta memastikan bahwa kemajuan transportasi Jakarta dapat dinikmati secara setara oleh semua warga.
Terakhir dalam penutup penjurian, Ayu mengungkapkan bahwa, “Dari empat dewan juri, mungkin kalau Prof. Gunawan tidak ada pertanyaan ya, tapi apresiasi di akhir, karena beliau juga dalam perjalanan. Tapi dari Pak Alan, Pak Aloy, dan juga Pak Haryono tadi secara aktif memberikan pertanyaan kepada kami. Sangat terlihat bahwa beliau semua yang hari ini menjadi dewan juri, sangat berkompeten di bidangnya dan sangat tahu tentang CSR. Terlihat dari pertanyaan-pertanyaannya yang tajam. Rasanya tidak ada satupun pertanyaan yang basa-basi atau formalitas.” (kiy)


