Home Blog Page 90

PGN dan BRIN Kembangkan Minapadi Salin di Pesisir Batang

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan program Minapadi Salin di Kawasan Pantai Sicepit, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk meningkatkan nilai ekonomi lahan pesisir di wilayah itu.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan program kolaborasi dengan BRIN dan Pemkab Batang ini menjadi upaya untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan budi daya padi biosalin di lahan terdampak salinitas di wilayah pesisir yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan nila salin dalam satu hamparan lahan, serta diperkuat dengan budi daya rumput laut diharapkan dapat menjadi komoditas alternatif bernilai ekonomi.

“Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

Program ini sebelumnya telah diterapkan di wilayah pesisir utara Semarang yaitu di Mangunharjo, serta di Kabupaten Jepara berupa padi Biosalin, sementara di Batang merupakan pengembangan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Di Semarang, dari awal program seluas 20 hektar (ha), saat ini pengembangan lahan sudah mencapai lebih dari 115 ha, sedangkan di Jepara, realisasi panen mencapai 22 ha dari target 20 ha dengan capaian ekonomi Rp1,23 miliar. Secara keseluruhan nilai ekonomi yang sudah berjalan pada program padi Biosalin sebesar Rp7,66 miliar.

Pada pelaksanaan di Kabupaten Batang, program Minapadi Salin tidak hanya mengintegrasikan budi daya padi Biosalin, tetapi juga dikembangkan dengan komoditas ikan nila salin, serta rumput laut sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir.

Program ini dilaksanakan di lahan seluas 32,26 ha yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Sementara, komoditas rumput laut yang dibudidayakan dalam program ini adalah Gracilaria verrucosa, yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta adaptif terhadap kondisi perairan pesisir bersalinitas. Dalam tahap awal, penebaran dilakukan menggunakan bibit rumput laut sebanyak sekitar 30 kilogram.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yopi mengatakan program Minapadi Salin menunjukkan hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab tantangan di lapangan, khususnya pada lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi. “Pendekatan ini tidak hanya memulihkan produktivitas lahan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan,” katanya.

Dengan dukungan teknologi pertanian berbasis riset yang dikembangkan BRIN, program ini menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektar. Sementara itu, benih ikan nila salin diharapkan menghasilkan panen dengan bobot rata-rata sekitar 300 gram per ekor. Adapun budi daya rumput laut diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan melalui pola panen berkelanjutan yang relatif singkat.

Ke depan, program ini juga akan diperkuat dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir sekitar lokasi budi daya sebagai upaya mitigasi abrasi pantai sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Saat peluncuran program Minapadi Salin di Kabupaten Batang dilakukan pelepasan 10.000 benih ikan nila salin yang dilanjutkan dengan penyerahan dan penanaman benih padi Biosalin bersama para petani.

Panen perdana ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sejak penanaman, dengan potensi produktivitas mencapai hingga 5 kilogram hasil panen untuk setiap 1 kilogram bibit yang ditebar.

Setelah panen awal, budi daya rumput laut direncanakan dapat dilanjutkan dengan pola panen berkelanjutan secara bertahap setiap 3-4 minggu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung pendapatan masyarakat secara berkesinambungan.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan program ini menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan lahan salin yang selama ini kurang produktif menjadi kawasan pertanian dan perikanan bernilai ekonomi.

“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif,” ujarnya. (pa/jh. Foto: Dok. PGN)

Okupansi KA Pandalungan 2 pada Hari Pertama Beroperasi Capai 97,5 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyatakan hari pertama beroperasi Kereta Api (KA) Pandalungan 2 berhasil mengangkut sebanyak 390 penumpang mencapai 97,5% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

“Kereta Api Pandalungan 2 relasi Stasiun Gambir–Jember mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Humas Manager KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

Tingginya jumlah pelanggan pada hari pertama menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh yang nyaman, aman, dan tepat waktu menuju wilayah Jawa Timur, khususnya Jember.

Pelanggan pada hari pertama pengoperasian KA Pandalungan 2 sangat menggembirakan. Sebab, dari kapasitas 400 tempat duduk yang tersedia, sebanyak 390 tempat duduk terisi. “Itu menunjukkan bahwa masyarakat menyambut baik hadirnya alternatif perjalanan baru dari Jakarta menuju Jember dan berbagai kota strategis lainnya di Pulau Jawa,” kata Franoto.

Adapun rincian pelanggan yang berangkat menggunakan KA Pandalungan 2 dari wilayah Daop 1 Jakarta pada hari pertama operasional adalah sebagai berikut Stasiun Gambir 330 pelanggan, Stasiun Bekasi 49 pelanggan dan Stasiun Cikarang 11 pelanggan

KA Pandalungan 2 diberangkatkan dari Stasiun Gambir pukul 09.25 WIB dan tiba di Stasiun Jember pukul 23.20 WIB. Kereta ini menggunakan rangkaian Kereta Eksekutif Stainless Steel yang menawarkan kenyamanan bagi pelanggan, dengan kapasitas total 400 tempat duduk yang terdiri dari 8 kereta eksekutif.

Selain melayani relasi Jakarta–Jember, KA Pandalungan 2 juga memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat menuju sejumlah kota penting di sepanjang lintas utara dan timur Pulau Jawa.

Dalam perjalanannya, kereta ini berhenti di Stasiun Bekasi, Cikarang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, dan berakhir di Stasiun Jember.

Menurut Franoto,pengoperasian KA Pandalungan 2 merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus meningkatkan layanan serta memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat.Kehadiran KA Pandalungan 2 tidak hanya menambah kapasitas angkutan penumpang, tetapi juga memperkuat konektivitas antarkota.

Pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jember dengan layanan kereta api yang nyaman, aman, dan bebas dari kemacetan.

Untuk perjalanan perdana tanggal 18 Juni 2026, KA Pandalungan 2 relasi Gambir- Jember diberlakukan tarif diskon 30% menjadi Rp525.000, yang selanjutnya akan dikenakan tarif normal mulai dari Rp750.000 pada hari kerja dan Rp800.000 pada akhir pekan, sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku.

KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan. KAI akan terus berupaya menghadirkan layanan yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,75 Persen

BusinessUpdate – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

“Suku bunga deposit facility juga naik 25 bps jadi 4,75% dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,5%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil RDG BI Bulan Juni 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kenaikan tersebut sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.

BI baru saja dua kali menaikkan suku bunga dalam waktu berdekatan. Pada RDG Bulanan Mei 2026, BI lebih dulu menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Kemudian, pada RDG Mingguan pada pekan lalu, Senin (9/6/2026), BI kembali mengejutkan pasar dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 75 basis poin.

“Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing,” ujar Perry dalam keterangan tertulis. (ip/jh)

Hingga Mei 2026 KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang

BusinessUpdate – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pengelolaan angkutan barang sebesar 6,8 juta ton hingga Mei 2026 yang terdiri dari berbagai komoditas strategis untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

Capaian itu mencerminkan peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok di berbagai wilayah operasional melalui layanan logistik berbasis kereta api dan pemanfaatan moda transportasi multimoda.

Di tengah kebutuhan industri terhadap layanan logistik yang semakin efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, KAI Logistik terus mengembangkan layanan distribusi yang mencakup pengiriman barang retail hingga barang berskala besar.

Pada Mei 2026 saja, KAI Logistik mengelola angkutan barang sebesar 1,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, angkutan batu bara menjadi kontributor terbesar dengan volume mencapai 1,1 juta ton.

Selain batu bara, perusahaan juga mengelola berbagai komoditas lainnya, yakni 267.000 ton angkutan peti kemas, 224.000 ton layanan pra dan purna bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK), sekitar 38.000 ton angkutan semen, 6.000 ton pengiriman barang retail, serta 684 ton angkutan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Angkutan limbah B3 tersebut memerlukan penanganan khusus yang dilakukan sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan sejumlah lini bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan terutama terjadi pada segmen angkutan multikomoditas dan pengiriman barang retail yang menjadi salah satu fokus pengembangan perusahaan.

“Secara year-on-year, di bulan Mei 2026 ini pengiriman barang retail mengalami pertumbuhan sebesar 37% dan angkutan peti kemas sebesar 24%. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas distribusi mereka,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan moda transportasi kereta api untuk mendukung aktivitas distribusi berbagai sektor industri.

Selain mencatat pertumbuhan pada layanan yang sudah berjalan, KAI Logistik juga mengembangkan portofolio bisnis melalui optimalisasi kemampuan perusahaan sebagai operator logistik multimoda. Pada Mei 2026, perusahaan mulai menjalankan layanan pengangkutan crude palm oil (CPO).

Pada tahap awal operasional, volume pengangkutan CPO yang berhasil dikelola mencapai 17 ribu ton. Yuskal mengatakan, pengembangan layanan dan diversifikasi komoditas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan moda transportasi logistik yang lebih efisien, khususnya untuk pengiriman barang dalam volume besar.

KAI Logistik menyatakan akan terus memperkuat layanan logistik berbasis kereta api dan kolaborasi multimoda untuk mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis nasional. Perusahaan juga berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai sektor industri agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan logistik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Ke depan, KAI Logistik optimistis penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, mendukung konektivitas antarwilayah, serta berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional secara bertahap,” tutup Yuskal. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Pertamina Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Mengacu pada Harga Pasar

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax series mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Roberth mengatakan penjelasan penetapan dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini sejalan dengan informasi yang telah disampaikan pemerintah bahwa Pertamax series merupakan BBM nonsubsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan parameter pasar sesuai formula yang berlaku. Sedangkan, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar ditetapkan pemerintah tidak ada perubahan.

Roberth menjelaskan bahwa secara normal, evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala. “Pada prinsipnya, harga BBM nonsubsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Di tengah kondisi dan dinamika global di mana harga minyak dunia beranjak naik dampak kondisi geopolitik, pemerintah senantiasa menjaga harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax series selalu stabil dengan tidak mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga yang dilakukan pada bulan Juni untuk BBM jenis Pertamax mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri.

Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga ASEAN tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian.

“Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina yaitu Pertamina Customer Solution 135 agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat,” ujar Roberth.

Penegasan oleh Pertamina Patra Niaga sekaligus meluruskan perbincangan yang ramai bergulir di media sosial tentang harga Pertamax yang dikabarkan tidak selalu mengikuti harga minyak dunia. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Smelter Manyar Mulai Beroperasi September 2026

BusinessUpdate – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menargetkan smelter katoda tembaga di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, mulai berproduksi pada September 2026.

“Kira-kira bulan September akan produksi. Agustus sudah mulai olah konsentrat lagi,” ujar Tony dikutip dari Antara, Kamis (18/6/2026). Ia menjelaskan sejak insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, Smelter Manyar tidak memperoleh pasokan konsentrat yang cukup untuk diolah.

“Kalau produksi 50% saja, masih hanya bisa dikonsumsi oleh smelter PT Smelting,” ujar Tony. PT Smelting merupakan smelter pertama Freeport Indonesia sekaligus smelter tembaga pertama di Indonesia. Sementara itu, Smelter Manyar merupakan smelter kedua Freeport Indonesia.

Ia mengatakan Smelter Manyar akan memperoleh pasokan konsentrat tembaga mulai semester II/2026, sebab pemulihan kapasitas produksi tambang GBC akan meningkat menjadi 65 persen.

Tony memperkirakan Smelter Manyar akan mengolah 15% konsentrat tembaga dari tambang GBC dan dilakukan bertahap sepanjang tahun 2026. Freeport Indonesia menargetkan kapasitas produksi setelah insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 dapat pulih 100% pada 2028.

Tony menjelaskan bahwa pada semester I/2026, kapasitas produksi tambang GBC setelah insiden longsor berada di kisaran 50% dari kapasitas normal. Kemudian, diperkirakan pada semester II/2026, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 65%.

Pada semester I/2027, kapasitas produksi ditargetkan mulai pulih hingga 75%, sebelum menuju 100% sepanjang semester II. “Dan (kapasitas produksi) 100 persennya akan dimulai di satu hari setelah akhir tahun,” ujar Tony.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sebelum terjadi insiden longsor di tambang GBC, Freeport bisa memproduksi 3,2 juta ton bijih konsentrat tembaga. (rn/jh)

Berkat Transformasi Bisnis Laba Pelindo Naik 94 Persen

BusinessUpdate – Hingga Mei 2026 laba PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meningkat 94% setelah perusahaan melakukan perbaikan tata kelola dan transformasi bisnis. Hal ini dikemukakan oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun atau meningkat 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pendapatan perusahaan mencapai Rp15,21 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (yoy).

“Penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar Pelindo semakin kompetitif dan mampu mendukung konektivitas logistik nasional,” ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas operasional dan penguatan kinerja bisnis perusahaan. Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan upaya BP BUMN dan Danantara dalam mendorong Pelindo memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas logistik nasional melalui peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola, dan integrasi bisnis.

Sebagai bagian dari agenda transformasi tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar beserta jajaran pada 17 Juni 2026.

Pertemuan itu membahas perkembangan kinerja perusahaan serta langkah-langkah strategis untuk memperkuat struktur korporasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis kepelabuhanan.

Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan model korporasi berbasis regional dan lini bisnis atau model hibrida (hybrid model) yang dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal dengan penyediaan layanan lintas wilayah yang terintegrasi.

Model tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta menciptakan pengelolaan pelabuhan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri logistik.

Dengan jaringan pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia, Pelindo memegang peran penting dalam menjaga kelancaran arus barang dan mendukung aktivitas perdagangan nasional.

Penguatan struktur korporasi dan model bisnis yang lebih efektif diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem logistik yang lebih efisien, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. BP BUMN)

Transaksi QRIS Bank Muamalat Hingga Mei 2026 Naik 74,87 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN hingga Mei 2026 tumbuh 74,87% secara tahunan (yoy).

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, pertumbuhan jumlah transaksi itu seiring dengan volume transaksi yang juga meningkat 58,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami terus mengoptimalkan Muamalat DIN, sekaligus melakukan penetrasi dan akuisisi merchant. Kolaborasi dengan merchant merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan adopsi digital dalam sistem pembayaran menggunakan QRIS,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan merchant menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong adopsi sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Peningkatan transaksi tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan jumlah merchant QRIS Bank Muamalat yang meningkat lebih dari tiga kali lipat hingga Mei 2026. K

Sebagai informasi, layanan QRIS acquiring Bank Muamalat mulai diluncurkan pada Januari 2022. Layanan tersebut ditujukan bagi nasabah pelaku usaha, termasuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang memenuhi persyaratan sebagai merchant QRIS.

Ricky menilai, penguatan ekosistem merchant menjadi strategi efektif untuk memperluas penggunaan QRIS karena memungkinkan nasabah langsung memanfaatkan layanan tersebut dalam aktivitas transaksi sehari-hari setelah mendapatkan literasi keuangan digital.

“Sesuai data internal kami, sebaran merchant tidak hanya terkonsentrasi di Jawa, melainkan sudah meluas ke berbagai wilayah di Tanah Air. Tren ini mencerminkan perluasan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang lebih inklusif secara geografis di seluruh kepulauan,” ucapnya.

Menurut Ricky, pertumbuhan transaksi QRIS menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi digital yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, tetapi juga membangun ekosistem transaksi yang lebih efisien dan inklusif.

“Dengan inovasi digital yang tetap berpijak pada nilai syariah, Bank Muamalat terus berkomitmen menghadirkan kemudahan transaksi yang modern, aman, dan penuh keberkahan,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)

Antam dan Pemkab Kolaka Gelar Pelatihan Tali Rajut dan Kain Mantik

BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) UBP Nikel Kolaka dan Dinas Koperasi dan UMKM Kolaka, menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk tali rajut dan kain mantik di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka Agus Salim Pamus mengatakan, pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta dari Kecamatan Pomalaa dan Kecamatan Kolaka dan berlangsung selama tiga pekan di Aula Gedung Huko-Huko, Kompleks PT ANTAM UBP Nikel Kolaka.

“Materi yang diberikan meliputi teknik pewarnaan alami, pengembangan motif Kain Mantik khas Kolaka, hingga pembuatan produk turunan berbahan tali rajut seperti tas, dompet, dan aksesori,” kata Agus Salim dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, program ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi. “Kolaborasi ini penting untuk mendorong produk lokal agar memiliki daya saing yang tinggi, baik di pasar digital maupun pasar wisata nasional. Kami harap kegiatan ini terus berlanjut dan produk-produk yang kita latih ini bisa masuk di pasar-pasar,” tambahnya.

Adapun, fokus pelatihan pada ibu-ibu perajin. Diharapkan mereka dapat meningkatkan kreativitas sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan. Hasil karya peserta akan dipromosikan melalui pameran di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai tindak lanjut program.

Salah seorang peserta asal Kecamatan Pomalaa, Amanda Lusiana, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini, terutama dalam memahami teknik pewarnaan alami, hingga pengembangan motif Kain Mantik agar terlihat lebih modern namun tetap mempertahankan ciri khas Kolaka.

Ia berharap pelatihan pengembangan produk Kain Mantik dan Tali Rajut ini terus berlanjut, dan ke depan ada pendampingan lanjutan agar produk tas rajut dan kain yang mereka buat bisa dipasarkan secara konsisten.

Sementara itu, Kolaka Region, CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Pelatihan Kain Mantik dan Tali Rajut ini merupakan salah satu program CSR PT ANTAM untuk memberikan kesempatan kepada ibu-ibu yang memiliki minat di bidang menenun maupun merajut agar dapat meningkatkan kemampuan serta menghasilkan produk yang lebih inovatif dan memiliki kreatif yang tinggi sehingga memiliki nilai jual,” kata Rusdan. (ip/jh. Foto: Dok. Antam)

Hingga Mei 2026 BRI Salurkan KUR Rp84,36 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp84,36 triliun. Jumlah tersebut setara 46,87% dari total alokasi 2026 yang sebesar Rp180 triliun.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, dengan porsi mencapai 67,18% dari total KUR yang telah disalurkan

Sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, catat perseroan, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar penyaluran KUR BRI dengan nilai pembiayaan mencapai Rp35,91 triliun.

Menurut perseroan, capaian tersebut mencerminkan komitmen dalam mendukung produktivitas petani sekaligus memperkuat sektor yang menjadi fondasi ketahanan pangan dan penggerak ekonomi di berbagai daerah. Penyaluran KUR memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Menurut Akhmad, fokus penyaluran KUR pada sektor-sektor produktif sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong kewirausahaan serta memperkuat pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” kata Akhmad dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan bahwa penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujar Akhmad.

Adapun secara kumulatif sejak 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Menurut perseroan, capaian tersebut merefleksikan konsistensi dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Melalui penyaluran KUR, perseroan mengambil peran dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat di berbagai daerah. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)