Home Blog Page 97

Pasar Rumah Mewah Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

BusinessUpdate – Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar hunian premium di Indonesia. Segmen properti kelas atas masih ditopang oleh konsumen dengan daya beli kuat yang lebih mempertimbangkan kualitas produk dan eksklusivitas dibandingkan faktor harga semata.

Head of Advisory Services Colliers Indonesia Monica Koesnovagril mengatakan, seperti di pasar apartemen, pasar rumah premium atau luxury merupakan pasar ceruk (niche market) yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan segmen menengah.

Kelompok konsumen pada pasar ini relatif terbatas dan cenderung tetap, sehingga gejolak ekonomi, termasuk pelemahan rupiah, tidak secara langsung mengubah pola permintaannya. “Selalu ada pasar di sini, walau sangat terbatas. Apakah ini berarti ada peningkatan jumlah orang kaya baru? Tidak selalu, karena pasarnya tetap,” kata Monica dikutip dari Bisnis, Minggu (7/6/2026).

Menurut Monica, sebagian besar pembelian hunian premium dilakukan untuk kebutuhan sendiri, diversifikasi aset, serta investasi internal keluarga. Karakteristik tersebut membuat keputusan pembelian tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi jangka pendek di pasar keuangan maupun pergerakan nilai tukar.

Namun demikian, tidak semua produk premium yang dipasarkan pengembang mencatat penjualan yang baik. Faktor utama yang menentukan keberhasilan penjualan meliputi lokasi strategis dengan prospek investasi yang baik, reputasi pengembang yang telah teruji, konsep produk yang unik dan sesuai gaya hidup modern, serta tingkat eksklusivitas yang ditawarkan.

Ia mengatakan, hunian premium di Indonesia umumnya tidak dibeli untuk mengejar keuntungan investasi jangka pendek. Hal itu tercermin dari pertumbuhan harga yang relatif terbatas, dengan kenaikan rata-rata maksimal sekitar 5% per tahun. Adapun, pasar properti premium memiliki rentang harga di atas Rp10 miliar.

“Ini juga selaras dengan alasan orang membeli hunian premium ini yang umumnya tidak untuk investasi,” tuturnya. Kondisi tersebut berbeda dengan pasar properti premium di Singapura, Hong Kong, dan Dubai yang berfungsi sebagai pusat bisnis global.

Tingginya aktivitas bisnis internasional dan kehadiran pembeli dari berbagai negara membuat properti mewah di kota-kota tersebut menjadi instrumen investasi yang menarik sekaligus tempat tinggal.

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing menyampaikan, permintaan rumah premium hingga saat ini masih cukup baik meskipun perekonomian menghadapi berbagai tekanan, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, konsumen pada segmen ini didominasi oleh pengusaha, profesional, dan investor yang memiliki kemampuan finansial lebih kuat sehingga tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga maupun kondisi ekonomi jangka pendek.

“Pada segmen ini, kualitas produk, lokasi, eksklusivitas, serta potensi menjadi pertimbangan utama dibandingkan harga,” tegasnya. Ia melihat tren kebutuhan hunian kelas atas saat ini mengarah pada konsep residensial yang mengutamakan privasi, kenyamanan, serta keseimbangan antara kehidupan modern dan kedekatan dengan alam. (pa/jh. Foto: Dok. Bukit Podomoro)

Penelitian Terbaru: Durasi Tidur Optimal 6,4 – 7,8 Jam per Malam

BusinessUpdate – Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa durasi tidur optimal adalah 6,4 jam hingga 7,8 jam per malam. Durasi tidur ini berkaitan dengan tingkat penuaan biologis yang lebih rendah dibandingkan tidur terlalu sedikit atau terlalu lama.

Melansir dari laman Eating Well yang dikutip pada Sabtu (6/6/2026), para peneliti menemukan bahwa tidur kurang dari enam jam atau lebih dari delapan jam dikaitkan dengan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari sejumlah basis data populasi besar, termasuk UK Biobank, yang memuat informasi biologis, kesehatan, dan gaya hidup ratusan ribu orang.

Para peneliti menggunakan data kebiasaan tidur yang dilaporkan peserta, hasil pencitraan otak, biomarker darah, catatan kesehatan, serta luaran kesehatan jangka panjang. Mereka kemudian membandingkan durasi tidur dengan 23 indikator penuaan biologis pada berbagai organ dan sistem tubuh.

Penelitian ini menggunakan “jam biologis” yang memperkirakan usia organ dan sistem tubuh berdasarkan biomarker seperti hasil pemindaian otak dan pengukuran darah. Hasil analisis menunjukkan, hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis terjadi pada berbagai sistem tubuh, termasuk otak, jantung, dan jalur yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tidur dapat memengaruhi proses penuaan secara menyeluruh, bukan hanya pada satu organ atau aspek kesehatan tertentu.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis, seperti depresi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga risiko kematian yang lebih tinggi.

Peneliti menjelaskan bahwa kurang tidur tampaknya memiliki hubungan yang lebih langsung dengan dampak kesehatan melalui peningkatan stres, peradangan, dan gangguan sistem imun. Sebaliknya, tidur terlalu lama diduga lebih berperan sebagai penanda adanya proses penuaan biologis atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan percepatan penuaan.

Data durasi tidur dalam penelitian juga diperoleh berdasarkan laporan peserta sehingga masih berpotensi mengandung kesalahan dibandingkan pengukuran tidur yang dilakukan secara objektif.

Para peneliti menilai temuan tersebut memperkuat pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup dan konsisten sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan jangka panjang serta proses penuaan yang lebih sehat. (rn/jh. Foto: Dok. Pixabay)

KAI: Angkutan Perkebunan Periode Januari-Mei 2026 Naik 7,78 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat angkutan komoditas perkebunan sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 268.728 ton, meningkat 7,78% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 249.327 ton.

Sebagian besar angkutan perkebunan yang dilayani KAI berasal dari komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit. Sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia, sawit memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, hingga aktivitas ekspor yang menopang perolehan devisa negara.

Meningkatnya volume angkutan perkebunan mencerminkan kebutuhan pelaku usaha terhadap moda transportasi yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara konsisten. Kereta api menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan maupun pelabuhan ekspor.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan angkutan perkebunan menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin dipercaya sebagai bagian dari rantai pasok komoditas strategis nasional.

“Komoditas perkebunan, khususnya sawit, memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri sekaligus mendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar global,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Di berbagai wilayah Sumatera, terutama pada koridor perkebunan yang menjadi pusat produksi sawit nasional, kelancaran distribusi komoditas memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Pergerakan hasil perkebunan yang terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan turut mendukung aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, serta keberlangsungan rantai pasok yang melibatkan banyak sektor ekonomi.

Penggunaan kereta api juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi distribusi. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, kereta api membantu menjaga kelancaran arus barang sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas angkutan berat di jalan raya. Kondisi ini mendukung distribusi yang lebih terukur dan berkesinambungan bagi komoditas dengan volume tinggi seperti sawit.

Menurut Anne, pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi sinyal positif bagi sektor logistik nasional. Konektivitas yang semakin kuat antara kawasan produksi, industri pengolahan, dan pelabuhan akan mendukung pergerakan ekonomi yang lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas perkebunan terbesar di dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung pergerakan sektor-sektor produktif nasional. Melalui angkutan kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas ekspor Indonesia,” tutup Anne. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Kembangkan Tiga Proyek Panas Bumi, PGE Buka Akses Pendanaan Internasional

BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I/2026 di tengah langkah perusahaan mempercepat pengembangan energi panas bumi.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE membukukan laba bersih sebesar US$43,90 juta atau sekitar Rp713,38 miliar. Angka tersebut meningkat 40% dibandingkan US$31,35 juta atau sekitar Rp 509,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai US$116,56 juta atau sekitar Rp1,89 triliun, naik 14,8% dibandingkan US$101,507 juta atau sekitar Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, tiga proyek strategis panas bumi milik perseroan berhasil masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Capaian tersebut membuka peluang akses pendanaan internasional senilai US$477,87 juta atau sekitar Rp7,76 triliun dan menjadi penanda kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, masuknya proyek-proyek perseroan ke dalam Green Book 2026 Bappenas menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

“Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global.

Menurut Ahmad Yani, penguatan fundamental bisnis yang ditopang portofolio proyek yang semakin matang akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional. (pa/jh. Foto: Dok. PGEO)

Peruri Kenalkan Ijazah Digital Nasional, Dorong Digitalisasi Pendidikan

BusinessUpdate – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) mendorong digitalisasi sektor pendidikan tinggi melalui pengenalan Ijazah Digital Nasional. Ijazah Digital Nasional merupakan solusi penerbitan dokumen akademik elektronik yang dilengkapi Tanda Tangan Elektronik dan Stempel Elektronik.

“Transformasi digital pendidikan bukan hanya tentang memindahkan layanan ke platform digital, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi, aman, dan mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik,” kata Direktur Digital Business PERURI Farah Fitria Rahmayanti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sistem ini dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan dokumen sekaligus mempercepat proses verifikasi lulusan oleh institusi pendidikan maupun dunia kerja. Ijazah Digital Nasional juga disebut siap untuk terintegrasi dengan ekosistem kredensial digital di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk mendorong penerapan Ijazah Digital Nasional, PERURI memperkenalkan sistem ini pada kegiatan Mitra Universitas Riau Exhibition Day (MUED) 2026.

Ia menjelaskan, MUED 2026 merupakan wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional. Farah menyebut partisipasi PERURI dalam MUED 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menyinergikan dunia pendidikan dan industri.

Langkah ini diharapkan mampu membangun fondasi tata kelola pendidikan yang aman dan adaptif untuk menghasilkan talenta unggul di era ekonomi digital.

Selain memperkenalkan Ijazah Digital Nasional, PERURI juga memaparkan konsep SuperApps Kampus yang mengintegrasikan berbagai layanan akademik dan administrasi ke dalam satu platform. Layanan tersebut mencakup pengisian KRS, akses KHS, pembayaran UKT, hingga layanan karier yang dapat diakses melalui sistem Single Sign-On (SSO) berbasis PERURI ID.

“PERURI hadir untuk mendukung perguruan tinggi Indonesia menuju layanan pendidikan yang lebih modern, efisien, dan terpercaya,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Peruri)

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia pada 2025 Lampaui Target

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selama 2025 memproduksi lebih kurang 44,42 ribu barel minyak per hari (mbopd) dan 536,72 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd).

Direktur Utama PHI, Sunaryanto mengatakan, terus melakukan investasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas (migas) dari wilayah operasi Kalimantan salah satu penopang pasokan energi nasional.

“Pencapaian realisasi produksi migas pada 2025 di atas target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) dan menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir,” jelas Sunaryanto dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).

Selama 2025, rata-rata produksi minyak PT PHI, bagian Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), 44,42 ribu barel per hari dan gas 536,72 juta standar kaki kubik per hari, masing-masing setara dengan 107,29% dan 105% dari target produksi pada RKAP 2025.

Lima tahun terakhir telah melakukan pengeboran 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan untuk mendukung keberlanjutan produksi migas, jelas dia, dan juga berhasil menambah cadangan 70 juta barel minyak atau mencapai kisaran 193% dari target RKAP 2025.

Capaian tersebut juga ditopang oleh penyelesaian pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan perawatan dan perbaikan skala besar (workover) sumur migas, serta 9.783 kegiatan perawatan rutin (well service) sumur migas sepanjang tahun lalu.

Menurut Sunaryanto PT PHI turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui berbagai program efisiensi operasi yang berhasil menekan emisi lebih dari 215 kiloton karbon dioksida ekuivalen sepanjang 2025. (pa/jh. Foto: Dok. PHI)

KAI Beri Diskon 30 Persen Saat Libur Sekolah

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia atau KAI memberikan diskon tarif 30% untuk kereta ekonomi komersial selama libur sekolah periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026, guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“KAI mendukung program diskon transportasi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dengan menghadirkan potongan tarif sebesar 30% untuk perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi komersial,” kata Manager Humas Daop 1 Jakarta Franoto WIbowo dalam keterangan di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia mengatakan program diskon transportasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan akses perjalanan kepada masyarakat selama periode liburan sekolah yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata, kunjungan keluarga, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.

Menurutnya program diskon transportasi itu merupakan bagian dari stimulus yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk mendorong mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“KAI menyambut baik kebijakan tersebut dengan menyediakan tarif yang lebih terjangkau bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan selama liburan sekolah,” tambah Franoto.

Diskon sebesar 30% berlaku untuk kereta api kelas ekonomi komersial. Tiket dapat dipesan mulai 6 Juni 2026 melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Menurut Franoto, periode liburan sekolah menjadi salah satu momentum penting yang mendorong pergerakan masyarakat ke berbagai daerah. Mobilitas tersebut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perdagangan, UMKM, serta berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring meningkatnya kunjungan masyarakat.

Jaringan layanan kereta api yang menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra memberikan pilihan perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan efisien bagi masyarakat.

Program diskon ini juga membuka peluang lebih luas bagi keluarga untuk menikmati masa liburan dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau.

Diskon berlaku khusus untuk kereta api kelas Ekonomi Komersial; diskon tidak berlaku pada tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi dan/atau diskon lainnya; tiket dengan tarif diskon dapat dibatalkan dan diubah jadwalnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemudian jadwal perjalanan dan daftar kereta api dapat dilihat melalui aplikasi Access by KAI; dan program berlaku selama alokasi tiket dan tarif diskon masih tersedia.

Ia menambahkan masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan merencanakan perjalanan lebih awal agar memperoleh pilihan jadwal dan tujuan yang sesuai kebutuhan.

Melalui program itu, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih hemat selama liburan sekolah.

Franoto mengajak pelanggan untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan berbagai kemudahan layanan KAI untuk mendukung pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

BSI Bayar Dividen Rp1,51 Triliun pada Hari Ini

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI melakukan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1,51 triliun kepada para pemegang saham pada Jumat (5/6/2026). Pembayaran dividen ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan pada 5 Mei 2026.

“Pembagian dividen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada seluruh pemegang saham, nasabah, serta pemangku kepentingan. BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dividen yang dibagikan setara dengan 20% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,57 triliun. Dengan demikian, pemegang saham memperoleh dividen sebesar Rp32,81 per lembar saham, meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,78 per saham.

Perseroan menyampaikan, pembagian dividen ini mencerminkan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan tanggal 19 Mei 2026.

Wisnu menjelaskan bahwa sepanjang 2025, kinerja positif perseroan ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah (CASA) terutama tabungan haji dan bullion bank, serta akselerasi transformasi digital yang berhasil memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Kinerja positif didukung oleh inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah, serta pengembangan kapabilitas digital untuk meningkatkan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan nyaman sehingga mampu mencetak 23,7 juta customer based pada awal 2026.

Wisnu pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham serta nasabah yang telah menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan perseroan. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Telkomsel Raih Pendapatan Rp27,58 Triliun Sepanjang Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membukukan pendapatan sebesar Rp27,58 triliun pada kuartal I/2026. Angka tersebut tumbuh 1,3% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,22 triliun.

Selain kenaikan pendapatan, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini mencatatkan kenaikan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU), serta trafik data (payload) secara tahunan, di tengah strategi rasionalisasi basis pelanggan.

Jika dibandingkan dengan kuartal IV/2025 yang mencapai Rp27,93 triliun, pendapatan perseroan mengalami normalisasi musiman sebesar 1,2%. Pertumbuhan pendapatan perusahaan telekomunikasi ini ditopang kuat oleh keberhasilan strategi monetisasi layanan digital. Hal ini tecermin dari nilai Mobile ARPU yang mengalami lonjakan signifikan.

Pada kuartal I/2026, ARPU Telkomsel tercatat mencapai Rp45.100, melesat 6,4% dibandingkan dengan kuartal I/2025 yang berada di level Rp42.400. Secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), ARPU juga naik tipis 0,4% dari posisi kuartal IV/2025 senilai Rp45.000.

Kenaikan ARPU berjalan selaras dengan konsumsi data masyarakat yang terus bertambah. Sepanjang kuartal I/2026, total payload atau trafik data Telkomsel menyentuh angka 5.770 petabyte. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,3% dari capaian kuartal I/2025 yang sebesar 5,643 petabyte.

Namun, aktivitas digital masyarakat melandai pasca-libur akhir tahun, membuat payload terkoreksi 1,1% dibandingkan dengan kuartal IV/2025 yang menembus 5.832 petabyte.

Di sisi lain, jumlah pelanggan seluler (mobile customer base) Telkomsel menunjukkan tren penurunan. Per Maret 2026, total pelanggan perseroan berada di angka 153,7 juta pengguna. Jumlah ini menyusut 3,2% dari kuartal I/2025 yang sempat mencapai 158,8 juta pelanggan.

Penurunan juga terjadi secara kuartalan sebesar 1,5% dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 156,1 juta pelanggan. Meskipun total pelanggan berkurang, Telkomsel berhasil memperkuat segmen pascabayar berkualitas tinggi melalui layanan Telkomsel Halo.

Basis pengguna Telkomsel Halo terus menanjak menjadi 8,7 juta pelanggan pada kuartal I/2026, naik dari periode kuartal I/2025 yang sebesar 8 juta pelanggan maupun kuartal IV/2025 yang tercatat 8,4 juta pelanggan.

Langkah pembersihan atau bersih-bersih kartu seluler yang tidak aktif menjadi bagian dari strategi operator demi mengincar pengguna yang lebih produktif. Manajemen Telkomsel mengungkapkan fokus perusahaan saat ini bergeser pada pertumbuhan nilai (value growth) ketimbang sekadar mengejar kuantitas jumlah pengguna. Strategi ini terbukti efektif menjaga profitabilitas, terlihat dari EBITDA yang tumbuh 6,9% YoY menjadi Rp13,12 triliun.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal I/2026 memvalidasi keberhasilan emiten dalam mengeksekusi agenda transformasi digital di Indonesia. Dengan ARPU yang lebih gemuk dan kontribusi pelanggan pascabayar yang meningkat, perseroan optimistis dapat mempertahankan keberlanjutan bisnis jangka panjang di tengah dinamika industri telekomunikasi yang kian kompetitif. (rn/jh. Foto: Dok. Telkomsel)

Lion Parcel Rilis Layanan Minipack dengan Tarif Hemat

BusinessUpdate – Perusahaan logistik Lion Parcel meluncurkan layanan Minipack atau paket ringan maksimal 300 gram dengan tarif lebih hemat tanpa mengikuti pembulatan tarif 1 kilogram. Hal ini dilakukan guna mendukung kemajuan bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

“Kehadiran Minipack diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM dan online seller, melalui efisiensi biaya pengiriman,” kata Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dengan layanan Minipack itu, UMKM memperoleh opsi layanan pengiriman baru khusus paket ringan tanpa mengikuti pembulatan tarif 1 kilogram. “Layanan ini hadir sebagai solusi pengiriman yang lebih efisien bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha yang rutin mengirimkan produk berukuran ringan,” ujarnya.

Menurutnya selama ini pengiriman paket dengan berat di bawah 1 kilogram umumnya tetap dikenakan tarif minimum 1 kilogram. Di tengah tingginya pengiriman barang ringan seperti dokumen, aksesori, hingga kosmetik, kondisi tersebut kerap menimbulkan tantangan bagi pelanggan karena harus membayar ongkos kirim yang tidak sesuai dengan berat aktual barang.

“Banyak pelanggan mengungkapkan perasaan seolah harus ‘bayar angin’ karena tarif yang dibayarkan tidak mencerminkan berat aktual paket yang dikirim,” jelasnya. Oleh karena itu, layanan tersebut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan akan ongkos kirim yang lebih adil dan terjangkau, dengan pengiriman khusus paket ringan maksimal 300 gram.

Ia mengaku dalam berbagai interaksi dengan pelanggan, pihaknya sering mendengar tantangan yang dihadapi ketika mereka harus membayar tarif 1 kilogram untuk paket yang sebenarnya sangat ringan, bahkan sebagian menyebutnya sebagai ‘bayar angin’.

Di tengah pesatnya pertumbuhan bisnis online, peran logistik menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran usaha. Ongkos kirim yang tinggi sering kali menjadi tantangan yang mempengaruhi keputusan belanja konsumen.

Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menambahkan Minipack hadir berdasarkan kebutuhan pelanggan yang banyak ditemui melalui jaringan agen Lion Parcel di berbagai daerah.

Menurutnya permintaan terhadap layanan pengiriman paket ringan dengan ongkos kirim yang lebih efisien terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas belanja online dan pengiriman produk berukuran kecil.

Ia mengatakan jaringan agen menjadi salah satu touchpoint utama Lion Parcel dalam melayani pelanggan. Saat ini, perusahaan itu didukung lebih dari 7.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Melalui jaringan tersebut, kami juga terus menggali insight dan memahami kebutuhan pasar sebagai bagian dari upaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Febri. (rb/jh. Foto: Dok. Lion Parcel)