HomeCORPORATE UPDATEBUMNDongkrak Kinerja Bukit Asam Ingin Akuisisi Tambang Batu Bara Baru

Dongkrak Kinerja Bukit Asam Ingin Akuisisi Tambang Batu Bara Baru

BusinessUpdate – PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mengkaji aksi akuisisi tambang batu bara baru sebagai salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan kinerja. 

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menuturkan PTBA terus aktif mencari peluang untuk mengakuisisi tambang baru yang memberikan nilai positif bagi perusahaan. Beberapa waktu lalu ada sejumlah proyek yang dilakukan tender oleh pemerintah dan ditawarkan ke PTBA. 

“PTBA tentunya akan masuk terhadap tambang-tambang yang memang memberikan nilai positif bagi PTBA,” kata Arsal di Jakarta, Jumat (8/3/2024). Perseroan akan melakukan akuisisi dengan melihat kelayakan ekonomis tambang itu sendiri. 

PTBA tidak akan menambah portofolio tambang baru dengan mengakuisisi tambang batu bara kalori rendah. “Akuisisi untuk tambang-tambang milik swasta lainnya juga sedang kami kaji,” ucapnya. 

Sementara itu, Corporate Secretary PTBA Niko Chandra mengatakan perseroan melakukan perencanaan dengan mencermati perkembangan pasar terkini dan mengantisipasi berbagai faktor yang dinamis.  

“Pada 2024 PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton, penjualan 43,1 juta ton, serta angkutan 33,7 juta ton,” kata Niko melalui keterangan resminya, Jumat (8/3/2024).  

Sebagai informasi, sepanjang 2023 PTBA memproduksi batu bara sebesar 41,9 juta ton, tumbuh 13% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 37,1 juta ton. Capaian produksi ini melampaui target sebesar 41 juta ton yang ditetapkan awal 2023.  

Kenaikan produksi ini diikuti dengan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi 37 juta ton, naik 17% dibanding tahun sebelumnya. PTBA juga mencatatkan penjualan ekspor sebesar 15,6 juta ton, atau naik 25% dibanding tahun 2022. Sementara itu, penjualan domestik tercatat sebesar 21,4 juta ton atau tumbuh 12% secara tahunan atau (yoy).  
Direktur Bukit Asam Farida Thamrin mengatakan capex PTBA pada 2024 berada sebesar Rp2,9 triliun. Menurutnya, capex ini akan dianggarkan untuk beberapa hal. “Pertama, kami tahun ini akan menganggarkan capex untuk working logistic,” kata Farida di Jakarta, Jumat (8/3/2024). Artinya, cadangan batu bara PTBA mulai bisa dilakukan penjualan dengan meningkatkan kapasitas transportasi. Selain itu, capex PTBA juga akan dialokasikan untuk kebutuhan infrastruktur operasional dan akan dialokasikan untuk anak-anak perusahaan PTBA. (rn/jh)

Must Read