BusinessUpdate – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024 atau 1445 H, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) berpeluang mendongkrak pendapatan dari penjualan taksi bekas.
Vice President Used Car PT Blue Bird Tbk Hery Sugiarto mengatakan momentum Lebaran selalu membawa dampak positif bagi penjualan mobil bekas. Saat ini, Blue Bird memiliki lini bisnis yang menjual mobil bekas operasional taksi Blue Bird yang bernama Mobil Go.
Menurut Hery, mobil bekas operasional taksi Blue Bird menjadi solusi yang tepat untuk kebutuhan mudik Lebaran, karena perseroan menyediakan varian sedan hingga multi-purpose vehicle (MPV) yang identik dengan mobil keluarga.
Berdasarkan data, penjualan mobil bekas Blue Bird mengalami kenaikan sekitar hingga 20% menjelang Lebaran dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobil bekas Blue Bird menjadi pilihan yang populer bagi masyarakat yang ingin mudik bersama keluarga.
Hery menambahkan, bagi masyarakat yang berminat terhadap taksi bekas operasional Blue Bird dapat melihat langsung dan membeli kendaraan karena saat ini Mobil Go tersedia di berbagai cabang Blue Bird di seluruh indonesia.
Tak hanya itu, pada 2023 perseroan juga mengembangkan BirdMobil sebagai penyedia layanan end-to-end untuk kepemilikan kendaraan yang menyediakan kemudahan mulai dari penjualan, pembelian, hingga perawatan kendaraan.
Hery memprediksi terjadi pertumbuhan penjualan mobil bekas taksi pada 2024 seiring dengan rencana peremajaan armada operasional yang telah ditetapkan perusahaan.
Untuk kisaran harga mobil eks taksi Blue Bird bervariatif tergantung tahun pemakaian, dengan pilihan unit di antaranya yaitu Toyota Limo, Honda Mobilio, hingga Toyota Avanza sebagai armada Transmover.
Di luar bisnis mobil bekas, BIRD juga merancang strategi untuk memaksimalkan peluang mudik Lebaran 2024 dengan menyiapkan armada baik taksi, mobil rental, bus, maupun shuttle antarkota dengan jumlah yang memadai.
Adapun, pada 2024 Blue Bird menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp2 triliun yang salah satu fokusnya digunakan untuk pembelian armada sebanyak 7.000 unit guna peremajaan. (pa/jh)


