BusinessUpdate – PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) merilis fitur baru di mana nasabah dapat melakukan pembayaran QRIS menggunakan sumber dana dari kartu kredit Danamon melalui aplikasi mobile banking D-Bank PRO.
Chief Digital Officer Bank Danamon Andreas Kurniawan optimistis fitur pembayaran QRIS dengan kartu kredit ini akan semakin memperkuat posisi D-Bank PRO di kalangan generasi muda.
”Pengembangan fitur ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program BI bersama ASPI guna mendorong penggunaan QRIS sebagai pembayaran serta dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (25/3/2024).
Menurutnya, peluncuran fitur pembayaran QRIS dengan kartu kredit merupakan langkah Danamon dalam mengintegrasikan layanannya dengan ekosistem digital yang lebih luas.
Fitur tersebut dirancang untuk memudahkan transaksi bagi nasabah, dengan langkah-langkah penggunaan yang sederhana, yaitu pindai (scan) QRIS merchant, pilih kartu kredit sebagai sumber dana, masukkan nominal transaksi dan mPIN. Transaksi pun selesai.
Di sisi lain, aspek keamanan dalam setiap transaksi digital menjadi fokus perseroan. Fitur pembayaran QRIS dengan kartu kredit dilengkapi dengan berbagai lapisan keamanan, termasuk otentikasi mPIN dan sistem pemantauan transaksi real-time, untuk memastikan bahwa setiap transaksi aman dari risiko kecurangan atau penyalahgunaan.
Sementara itu, Consumer Lending Business Head Bank Danamon Enriko Sutarto menyebut dengan fitur baru ini, pihaknya berharap dapat memberikan pengalaman transaksi yang tidak hanya lebih aman tetapi juga nyaman bagi pengguna Kartu Kredit.
Enriko menambahkan, nasabah juga dapat melakukan transaksi tanpa perlu mengeluarkan kartu kreditnya dari dompet. ”Terutama untuk pembelanjaan dengan nominal kecil ataupun transaksi di merchant yang tidak memiliki EDC,” imbuhnya.
Pengembangan fitur ini sejalan dengan hasil riset oleh Jakpat pada 2023 yang bertajuk Indonesia Fintech Trends 2023. Riset menunjukkan, 45% dari 1.500 responden memilih mobile/internet banking untuk pembayaran digital, 46% di antaranya berasal dari generasi milenial dan 31% dari Gen Z.
Metode ini secara konsisten digunakan dalam berbagai transaksi offline dan online, termasuk pembelian makanan, tagihan, dan hiburan. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda, terutama milenial dan Gen Z, masih memilih mobile/internet banking sebagai preferensi utama dalam melakukan transaksi finansial sehari-hari.
Berdasarkan rilis Bank Indonesia, nominal transaksi QRIS pada Februari 2024 tumbuh 161,51% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 46,98 juta dan jumlah merchant mencapai 31,27 juta. Nominal transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp566,65 triliun atau turun 8,81% (yoy). (pa/jh)


