HomeECONOMICTransaksi Keuangan Masyarakat di Hari Raya Naik 20-30 Persen

Transaksi Keuangan Masyarakat di Hari Raya Naik 20-30 Persen

BusinessUpdate – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) mengatakan akan terjadi lonjakan transaksi keuangan masyarakat antara 20% hingga 30% pada saat Hari Raya. 

Presiden Direktur Artajasa, perusahaan penyedia infrastruktur sistem pembayaran, Armand Hermawan mengatakan, peningkatan tersebut hampir pasti terjadi ketika hari raya Lebaran dan Natal dan Tahun Baru. 

“Di momen seperti Lebaran dan Tahun Baru itu peningkatan bisa 20-30% dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Armand dalam Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, Senin (25/3/2024). 

Ia menegaskan, Artajasa siap melayani berbagai kebutuhan institusi perbankan dan keuangan untuk switching, seperti ATM Bersama, Debit GPN, QRIS. Pihaknya juga telah terhubung dengan 98 bank dan lebih dari 82.000 terminal ATM. 

Tak hanya itu, Artajasa juga terhubung dengan 31,44 juta merchant QRIS dan lebih dari 300 institusi di berbagai industri untuk layanan pembayaran. 

Sementara itu, Direktur Artajasa Teddy Sis Herdianto mengatakan, pihaknya akan memastikan transaksi keuangan pada libur Lebaran tetap dapat mempertahankan SLA. Apalagi, masa libur Lebaran 2024 ini akan sedikit lebih panjang dari biasanya. 

“Benar-benar diwanti-wanti soal ketersediaan layanan, jangan sampai terganggu,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan ketersediaan layanan guna menghindari permasalahan operasional. “Kami lakukan pemeliharaan sistem yang lebih detail, lebih dalam, karena kami akan menghadapi masa peak transaksi,” tuturnya. 

Sebagai informasi, layanan yang dimiliki Artajasa meliputi pengelolaan perangkat atau channel seperti ATM, EDC, internet banking, mobile banking, e-KYC, aplikasi pengelolaan kasir digital, dan program loyalti. 

Program kasir digital mendukung kebutuhan bisnis merchant dalam mengelola inventaris yang terintegrasi dengan sistem pembayaran, hingga penyediaan laporan keuangan harian. 

Selain itu, Artajasa juga melayani keperluan seperti sistem middleware, fraud detection system, third-party card management (TPCM), third-party processor (TPP), serta processing credit card dan debit card yang terhubung ke prinsipal internasional. 

Fraud detection system menyediakan pemantauan transaksi secara real time sebagai upaya dalam mengurangi kecurangan dalam transaksi keuangan. Solusi layanan terkelola ini hadir dalam upaya membangun ekosistem sistem pembayaran yang lebih luas dengan didukung oleh pemenuhan service level agreement (SLA) sesuai yang diharapkan pelanggan. (rn/jh. Foto: Dok. Artajasa)

Must Read