BusinessUpdate – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Mohammad Abdul Ghani mengatakan tahun depan utang terkait pembayaran gaji karyawan dan dana pensiun dapat diselesaikan.
Ghani menyampaikan, dalam waktu 3 tahun selama masa transformasi, utang PTPN saat ini tinggal Rp30 triliun dari sebelumnya Rp43 triliun. “Insya Allah tahun depan kita sudah selesai urusan dengan (pembayaran) karyawan , pembayaran pensiun dan sebagainya itu,” ujar Ghani saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Ghani mengatakan, transformasi pada PTPN telah memberikan dampak keuangan yang signifikan. Selama 2021 hingga 2023, PTPN telah mengantongi laba sebesar Rp11,7 triliun yang terdiri Rp4,04 triliun di 2021, Rp6,02 triliun di 2022 dan Rp1,02 triliun di 2023.
Perusahaan juga telah membayar pokok utang berbunga sebesar Rp11,3 triliun, Santunan Hari Tua Rp3,7 triliun dan iuran pensiun sebesar Rp3,0 triliun sejak 2021 sampai Mei 2024.
“Iuran pensiun yang dulu tidak pernah kami bayar, sudah kami bayar, memang masih belum lunas, masih tahun depan. Jadi nanti PTPN 2026 pasti akan meloncat baik lama dan cashflow,” kata Ghani. Ia menyebut bahwa ke depan PTPN akan fokus pada fase pertumbuhan dan ekspansi perusahaan.
Dalam beberapa tahun ke depan, PTPN III akan melakukan sejumlah persiapan perbaikan di beberapa pabrik gula untuk mewujudkan percepatan swasembada gula pada 2028. (rn/jh)


