HomeSCIEN-TECHSemen Indonesia Gandeng BUMD Olah Sampah Jadi Bahan Bakar 

Semen Indonesia Gandeng BUMD Olah Sampah Jadi Bahan Bakar 

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mengajak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendorong pengolahan sampah di daerah guna dijadikan bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF).

Direktur Utama Semen Indonesia, Donny Arsal mengatakan, fasilitas RDF dapat menyerap RDF lebih dari 460.000 ton per tahun atau setara dengan volume sampah lebih dari 1 juta ton per tahun.

“Dengan pengembangan ke depan, fasilitas SMGR diproyeksi dapat menyerap RDF lebih dari 770.000 ton per tahun atau setara volume sampah lebih dari 1,6 juta ton per tahun,” jelas Donny melalui keterangan resmi, dikutip Senin (26/8/2024).

Sebagai upaya untuk mendorong pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, SMGR bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Bangkalan.

Bahan bakar alternatif tersebut akan digunakan dalam produksi semen di Pabrik Semen Indonesia dan Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Tuban, Jawa Timur, serta Pabrik PT Semen Gresik di Rembang, Jawa Tengah.

Saat ini, PT SBI bekerja sama dengan bekerja sama dengan Pemprov Aceh dan Pemkab Purwakarta, sementara PT Semen Tonasa bekerja sama dengan Pemkab Pangkep.

“SMGR telah menggunakan RDF sebagai substitusi batu bara yang dihasilkan dari fasilitas RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap sejak 2020. Melalui anak usaha, SBI juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia,” ujar Donny.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan mencapai target dekarbonisasi, penggunaan RDF juga menjadi solusi yang untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung oleh fasilitas pengelolaan limbah ramah lingkungan bernama Nathabumi. Nathabumi memberikan layanan pengelolaan limbah industri baik B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran.

“Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi dilakukan melalui metode co-processing dengan memanfaatkan suhu tinggi tanur semen yang mencapai 1.500 derajat Celcius, sehingga tidak menyisakan residu,” tegasnya.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Johanis Tanak mengatakan, pihaknya turut menjaga efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah.

Dia bilang, KPK selaku koordinator Tim Nasional Stranas PK telah membuat kajian khusus tentang bagaimana memanfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi bangsa dan negara.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang akan menggunakan baik dana dari pemerintah pusat melalui BUMN atau pemerintah daerah melalui BUMD, ini akan kita kawal agar nantinya tidak ada suatu tindakan tercela untuk memanfaatkan dana-dana tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang akan menyebabkan kerugian negara. Inilah yang nanti kami kawal,” kata Johanis.

Menurutnya, setiap tiga bulan pihaknya akan lakukan evaluasi, apakah kegiatan tersebut benar-benar sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada terjadi kerugian negara terutama yang terkait dengan korupsi. (rn/jh)

Must Read