BusinessUpdate – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih Rp85,84 miliar sampai dengan kuartal III/2024. Nilai tersebut meningkat 70,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp50,29 miliar.
Laba bersih bank digital itu meningkat, meskipun pendapatan bunga dan syariah bersih (net interest income/NII) menurun. Tercatat nilai NII perusahaan sebesar Rp1,07 triliun, turun sekitar 10,9% secara tahunan.
Penurunan tersebut disebabkan oleh pos pendapatan syariah yang susut sebesar 66,4% secara tahunan menjadi Rp76,75 miliar. Sementara pada pos pendapatan bunga masih mencatat kenaikan sebesar 10,5% menjadi Rp1,3 triliun.
Adapun pertumbuhan laba bersih Bank Jago didorong oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya. Tercatat pada pos ini mengalami kenaikan sebesar 74,6% menjadi Rp205,5 miliar.
Di sisi lain, perusahaan dapat menekan beban operasional lainnya. Pos pengeluaran turun, dari Rp1,15 triliun pada September 2023, menjadi Rp966,04 miliar.
“Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago berhasil menjaga dan menumbuhkan profitabilitas tanpa menurunkan kualitas pertumbuhan dan tanpa membakar kapital yang besar,” kata Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, melalui keterangannya, dikutip Selasa (29/10/2024).
Dari sisi fungsi intermediasi, Bank Jago tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp17,3 triliun, naik 59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,9 triliun.
“Penyaluran kredit dilakukan secara berkualitas dan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Ini tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang sebesar 0,2%,” tutur Arief.
Pada saat bersamaan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perusahaan mencapai Rp16,9 triliun sampai dengan akhir kuartal III/2024, tumbuh 64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,3 triliun.
Sebanyak 57% dari jumlah DPK atau sebesar Rp9,6 triliun merupakan current account and savings account (CASA), sedangkan sisanya 43% atau Rp7,3 triliun merupakan term deposit (TD).
Adapun nilai aset Bank Jago sebesar Rp26,8 triliun per September 2024 atau naik 40% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,1 triliun. Tercatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 45,6%. (rn/jh)


