HomeCORPORATE UPDATEBUMSRencana MR.DIY Soal Dana IPO Sebesar Rp4,71 Triliun

Rencana MR.DIY Soal Dana IPO Sebesar Rp4,71 Triliun

BusinessUpdate – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.DIY akan mengalokasikan dana hasil initial public offering (IPO) untuk memperluas jaringan toko baru di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp4,71 triliun.

Adapun, dana segar itu diperoleh dengan menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham dan harga book building rentang Rp1.650 sampai Rp1.870 per saham.

“Salah satu target penggunaan dana adalah memperluas jaringan toko baru di berbagai wilayah, memastikan lebih banyak keluarga Indonesia dapat mengakses produk rumah tangga berkualitas dengan harga terjangkau.” ujar Presiden Direktur MR.DIY Edwin Cheah melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Edwin menjelaskan, strategi ekspansi agresif perseroan bertujuan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin pasar dalam sektor ritel rumah tangga di Indonesia. “Selain itu, membuat MR.DIY semakin dekat dengan pelanggan Indonesia, sehingga memungkinkan perusahaan memperluas penetrasi pasar dan melayani kebutuhan yang semakin beragam dari masyarakat,” ujar Edwin.

Dengan pertumbuhan ekonomi stabil, peningkatan pendapatan masyarakat, serta urbanisasi yang terus berlangsung, Ia memperkirakan sektor tumbuh rata-rata 8% secara tahunan (yoy) sampai 2028. “Kami berada dalam posisi yang kuat untuk memanfaatkan momentum ini,” ujar Edwin.

Edwin mempercayai aksi IPO MR.DIY merupakan peluang investasi unik, yang memberikan para investor kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan salah satu perusahaan pembentuk masa depan ritel di Indonesia. “Kepada investor, MR. DIY berkomitmen membagikan dividen minimal 40% dari laba bersih kepada seluruh pemegang saham,” ujar Edwin.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan pesat perseroan, yaitu pertama, dalam dua tahun terakhir, perusahaan berhasil membuka lebih dari 500 toko baru, sehingga total memiliki hampir 900 toko.

Kedua, meningkatnya permintaan konsumen, yang mana pelanggan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk-produk berkualitas dan terjangkau dari perseroan. “Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan dan membangun basis pelanggan baru yang solid,” ujar Edwin.
​​​
​​​Ia mengatakan faktor tersebut menjadikan pendapatan perusahaan periode 2021 hingga 2023 tumbuh dengan CAGR 109%, atau meningkat pesat dari Rp894 miliar menjadi Rp3,9 triliun. Kemudian, dari rugi bersih senilai Rp80 miliar pada tahun 2021, berubah menjadi laba senilai Rp353 miliar pada 2023.

“Pertumbuhan pesat ini memperkuat keyakinan kami untuk terus menghadirkan solusi rumah tangga yang inovatif dan terjangkau bagi keluarga Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau, serta memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi semua keluarga Indonesia,” tutup Edwin. (pa/jh. Foto: Dok. MR.DIY)

Must Read