HomeFINANCEBankOCTO Mobile Berperan Penting Terhadap Perolehan Laba Perusahaan Rp 5 Triliun di...

OCTO Mobile Berperan Penting Terhadap Perolehan Laba Perusahaan Rp 5 Triliun di Kuartal III-2022

BusinessUpdate – PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp 5 triliun pada kuartal III – 2022. Perolehan itu didukung penuh oleh peranan dominan akselerasi digital bangking OCTO Mobile yang menjadi masterpiece perusahaan pimpinan Lani Darmawan ini.   

“Transaksi digital di OCTO Mobile kian waktu terus meningkat. Ini seiring dengan kesadaran masyarakat yang terus membaik dan juga investasi kita di bidang teknologi ini yang terus meningkat,” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan saat pemaparannya di acara Press Conference Kinerja Kuartal III 2022, Jakarta, 27 Oktober 2022.

Lani mengungkapkan bahwa pengguna super app itu dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari tahun 2019 sampai 2021 saja penggunanya meningkat hingga 72,5 persen. Sedang pada Q3 2022 ini pwnggunanya mencapai 139 juta, atau tumbuh +87,2 persen year on year.

Dari peningkatan transaksi yang sangat signifikan ini berefek pada penggunaan dana atau operasional perusahaan yang lebih efisien.

Misalnya efisiensi penggunaan biaya pada semua jenis transaksi mengalami penurunan  hingga double digit year on year, sebesar 14,5 persen. Dan biaya transaksi finansial menurun hingga 19,9 persen year on year.

“Kenaikan penggunaan transaksi digital menjadikan penurunan biaya lebih efisien,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, “Digitalisasi itu tak hanya soal services, melainkan juga soal efisiensi,” tegasnya.  

Peningkatan Kinerja

Adapun dari sisi total konsolidasi aset per 30 September 2022 adalah sebesar Rp 307,0 triliun dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) serta loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 21 persen dan 86,9 persen per 30 September 2022.

Sedangkan jumlah kredit atau pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga hingga kuartal III – 2022 sebesar Rp 194,7 triliun. Berasal dari pertumbuhan pada bisnis corporate banking yang tumbuh 12,8 persen secara tahunan dan consumer banking 14,7 persen. KPR bertumbuh sebesar 8,6 persen, sementara KPM meningkat 52,4 persen.

“Adapun untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 221,9 triliun dengan rasio dana murah atau CASA meningkat menjadi 67,7 persen,” ujarnya sebagaimana dilansir tempo.co.

Lani menekankan, CIMB akan menjaga pertumbuhan kinerja positif ini hingga akhir tahun terutama pada pertumbuhan di segmen-segmen utama Bank yaitu pada Kredit Pemilikan Mobil (KPM), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Emerging Business Banking (EBB)/Usaha Kecil Menengah (UKM), dan korporasi. (ed.AS)

Must Read