HomeNEWS UPDATENationalJumlah Anggaran untuk Pelaksanaan Program Kesehatan Gratis Mulai Februari 2025

Jumlah Anggaran untuk Pelaksanaan Program Kesehatan Gratis Mulai Februari 2025

BusinessUpdate – Pemerintah bakal memulai pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) pada Februari 2025. Total anggaran yang disipakan untuk melaksanakan program ini sebesar Rp4,7 triliun.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, total anggaran Rp4,7 triliun itu berasal dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). “Jadi anggaran Rp4,7 triliun itu dibagi, ada yang dari APBN , (ada) yang dari APBD,” ujar Menkes Budi di Jakarta, dikutip pada Kamis (30/1/2025).

Budi merinci, APBD yang digunakan untuk PKG rencananya sebesar Rp1,3 triliun dari seluruh total anggaran. Sehingga sisa kebutuhan anggaran program itu sebesar Rp3,4 triliun akan dipenuhi dari APBN.

Nantinya anggaran bakal disalurkan ke setiap puskesmas di Indonesia. Untuk realisasi PKG, nantinya puskesmas yang akan mengatur penggunaan anggaran ini. Adapun total anggaran Rp4,7 triliun untuk PKG pada 2025 akan digunakan untuk membiayai 60 juta orang penerima. Pemerintah merencanakan sasaran PKG bertambah menjadi 200 juta orang penerima pada 2026.

Sementara itu, dalam keterangannya pada 23 Januari 2025, Menkes Budi menyampaikan , program PKG nantinya akan diberikan kepada seluruh kelompok sasaran penerima melalui berbagai cara. Antara lain PKG Hari Ulang Tahun ditujukan bagi bayi dan anak hingga usia 6 tahun dan bagi usia 18 tahun ke atas dan PKG Sekolah ditujukan bagi anak usia 7-17 tahun yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru.

“Dan (ada) PKG Khusus ditujukan bagi ibu hamil, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun meliputi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” ungkap Budi. Ia menambahkan, program pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya bertujuan memberikan layanan kesehatan, tetapi juga untuk membangun budaya preventif di tengah masyarakat.

“Dengan melakukan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi masalah kesehatan dan mengambil langkah preventif lebih dini,” tuturnya.

Selain itu, ada fokus pemeriksaan yang PKG yang dibagi berdasarkan kelompok usia. Untuk usia bayi baru lahir – balita, pemeriksaan akan fokus kepada penyakit bawaan lahir untuk mengantisipasi kecacatan atau kematian. Sementara itu, bagi usia remaja, deteksi dini pemeriksaan fokus ke masalah obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi.

Lalu bagi usia dewasa, fokus pemeriksaan ke deteksi dini kanker, kesehatan jiwa dan hipertensi. Terakhir bagi kelompok lansia, pemeriksaan fokus pada alzheimer, osteoporosis, risiko stroke dan kondisi kesehatan umum lain akibat penuaan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, masyarakat diminta mengunduh aplikasi SatuSehat untuk bisa memanfaatkan PKG. Dari aplikasi itu akan diketahui hari ulang tahun warga. Setelahnya warga diminta mengisi kuisioner untuk mendeteksi kondisi kesehatan mereka.

“Kami mengimbau kalau ingin menggunakan program ini, salah satunya adalah mendownload aplikasi SatuSehat dulu. Karena dengan donlot itu akan muncul nanti dan akan dinotifikasi ultah mereka,” ujar Dante .

Dante menambahkan, seluruh puskesmas di Indonesia secara bertahap akan dilibatkan untuk PKG. Sementara untuk klinik swasta pemerintah masih akan membahas potensi keterlibatannya.

Setelah masyarakat mengunduh aplikasi SatuSehat, kemudian mengisi biodata diri dan memilih tanggal pemeriksaan. Setelah mendaftar, masyarakat akan menerima notifikasi dari aplikasi terkait jadwal pemeriksaan. Lalu masyarakat diminta untuk menyiapkan dokumen yang perlu dibawa saat pemeriksaan, antara lain identitas diri seperti KTP atau kartu keluarga (KK), buku kartu identitas anak (KIA) untuk balita dan anak prasekolah, tiket pemeriksaan dari aplikasi atau WhatsApp, serta formulir kuesioner skrining mandiri yang telah diisi sebelumnya. (pa/jh)

Must Read