BusnessUpdate – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat laba bersih sebesar Rp19,5 triliun pada tahun 2024, turun 5% dari Rp20,6 triliun pada 2023. Koreksi ini terutama disebabkan oleh turunnya laba kotor dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi, serta meningkatnya beban bunga.
Meski demikian, United Tractors tetap membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 5% menjadi Rp134,4 triliun dari Rp128,6 triliun pada 2023. Presiden Direktur United Tractors, Frans Kesuma, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di beberapa segmen usaha, terutama pertambangan emas dan mineral lainnya.
Adapun, kinerja segmen kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), mencatat peningkatan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp58 triliun. Volume pemindahan tanah naik 5% menjadi 1.217 juta bcm, sementara produksi batu bara meningkat 15% menjadi 148 juta ton dengan stripping ratio rata-rata 8,2x. 2.
Sedangkan, pendapatan dari segmen mesin konstruksi meningkat 2% menjadi Rp37,3 triliun, meskipun penjualan alat berat Komatsu turun 16% menjadi 4.420 unit. Komatsu tetap menjadi pemimpin pasar di sektor pertambangan dengan pangsa pasar sebesar 26%.
Penjualan truk Scania dan UD Trucks juga mengalami penurunan masing-masing dari 715 unit menjadi 436 unit dan dari 272 unit menjadi 234 unit akibat melemahnya permintaan di sektor pertambangan. Namun, pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan naik 1% menjadi Rp11,6 triliun, yang membantu menopang pertumbuhan segmen ini.
Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi mencatat penurunan pendapatan 15% menjadi Rp26 triliun akibat turunnya harga jual rata-rata batu bara. Meski begitu, volume penjualan batu bara PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) meningkat 11% menjadi 13,1 juta ton, termasuk 3,2 juta ton batu bara metalurgi.
Sementara itu segmen pertambangan emas dan mineral lainnya mencatat lonjakan pendapatan 90% menjadi Rp9,9 triliun. Hal ini didorong oleh kenaikan harga emas dan peningkatan volume penjualan. United Tractors melalui PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatat total penjualan setara emas sebesar 232.00p ons, naik 32% dibanding tahun sebelumnya.
Tambang emas Martabe di Sumatera Utara, yang dikelola PTAR, berkontribusi sebesar 230.00p ons atau naik 31% dari tahun lalu. Sementara tambang emas di Sumbawa yang dikelola SJR mencatatkan penjualan 1,8 ribu ons sejak mulai beroperasi pada kuartal IV 2024.
Di sisi lain, United Tractors juga memperluas bisnis ke sektor nikel melalui PT Stargate Pacific Resources (SPR), yang mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Hingga akhir 2024, SPR mencatat penjualan bijih nikel sebesar 1,97 juta wet metric ton (wmt), terdiri dari 693 ribu wmt saprolit dan 1,28 juta wmt limonit.
Selain itu, United Tractors memiliki 19,99% saham di Nickel Industries Limited (NIC), perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi di Indonesia. Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan 34,4 ribu ton logam nikel pada kuartal IV/2023 dan 96,3 ribu ton selama sembilan bulan pertama 2024.
Frans Kesuma menyatakan bahwa meskipun laba bersih mengalami penurunan, United Tractors tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya di 2025. “Kami terus memperkuat bisnis utama sekaligus mengembangkan sektor-sektor baru, seperti nikel, untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. UNTR)


