BusinessUpdate – PT Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil mencatatkan total pembiayaan kendaraan bekas (mobil dan motor) sebesar Rp464,98 miliar. Jumlah ini meningkat 14% dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp407,72 miliar, serta naik 30% dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebesar Rp357,83 miliar.
Elisabeth Lidya Sirait, Corporate Secretary and Legal MUF mengatakan lonjakan pembiayaan kendaraan bekas tersebut didorong oleh tingginya permintaan konsumen terhadap kendaraan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan pembiayaan kendaraan bekas selama periode tersebut antara lain adalah tingginya permintaan dari konsumen yang mencari kendaraan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, baik untuk mobil maupun motor,” kata Elisabeth, dikutip dari Bisnis, Selasa (22/4/2025).
Menurutnya, MUF juga secara aktif memperkuat kerja sama dengan showroom kendaraan bekas serta meningkatkan kemudahan proses pembiayaan untuk konsumen. Selain itu, menurutnya promosi yang tepat sasaran dan peningkatan layanan digital juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ini.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal II/2025, MUF telah menyiapkan sejumlah strategi. Beberapa di antaranya memperluas jaringan showroom, meningkatkan efektivitas kanal penjualan digital, serta menawarkan berbagai program promo menarik.
“Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas di kuartal kedua 2025, MUF menyiapkan berbagai strategi, antara lain memperluas jaringan showroom kendaraan bekas, meningkatkan efektivitas kanal penjualan digital, serta menawarkan program promo menarik seperti suku bunga ringan, uang muka terjangkau, dan proses persetujuan yang cepat,” papar Elisabeth.
Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI juga akan diperkuat untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih luas dan kompetitif bagi konsumen di berbagai segmen. Elisabeth menegaskan bahwa MUF melihat prospek pasar kendaraan bekas masih sangat menjanjikan ke depan.
“Di sisi lain, MUF terus menjaga kualitas pembiayaan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam seleksi unit dan analisis kredit, serta memperkuat sistem monitoring risiko untuk menjaga kualitas portofolio tetap sehat,” tuturnya. (pa/jh)


