HomeCORPORATE UPDATEBUMSStrategi Unilever Indonesia Hadapi Pelemahan Rupiah

Strategi Unilever Indonesia Hadapi Pelemahan Rupiah

BusinessUpdate – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menerapkan sejumlah strategi bisnis dalam menghadapi tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Perseroan mengandalkan strategi lindung nilai (hedging), pemanfaatan ekspor sebagai bentuk lindung nilai alami (natural hedge), serta kerja sama kontraktual dengan pemasok, agar mendapatkan kepastian dalam aspek biaya. Selain itu, perusahaan juga menjalankan program efisiensi biaya serta penyesuaian harga produk pada tingkat merek dan kategori tertentu.

“Dampak dari fluktuasi nilai tukar tidak pernah bisa dihilangkan sepenuhnya, dan kuncinya adalah mengelola waktu serta biaya dengan cara yang bijak. Beberapa strategi yang kami terapkan baik itu hedging, kerja sama kontraktual, ekspor, maupun natural hedge merupakan langkah-langkah yang kami jalankan untuk menghadapi tantangan tersebut.” ujar Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal dalam paparan kinerja keuangan kuartal I/2025, di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Menurut Neeraj, perusahaan menghadapi dua bentuk dampak dari pelemahan nilai tukar, yakni eksposur langsung dari impor bahan baku, serta eksposur tidak langsung dari harga komoditas dan bahan kemasan.

“Dampak langsung yang kami alami relatif kecil, sementara dampak yang lebih besar justru berasal dari eksposur tidak langsung dalam bisnis kami,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menambahkan, progres penerapan strategi mitigasi sejauh ini tercermin dalam kinerja marjin kotor (gross margin) Perseroan yang mengalami peningkatan menjadi 48,2% pada kuartal I/2025, naik dari 44,5% pada kuartal sebelumnya, dan 45,5% pada kuartal III/2024.

Menurutnya, kenaikan ini menandakan keberhasilan kombinasi strategi efisiensi dan penyesuaian harga dalam menjaga profitabilitas perusahaan di tengah gejolak perekonomian global.

Sebagai informasi, pelemahan rupiah tercatat mencapai Rp16.882 per dolar AS pada Kamis (24/4/2025), seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menenangkan pasar terkait kepemimpinan The Fed dan peluang pelonggaran tarif terhadap China.

Adapun Unilever Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I/2025, terkoreksi 14,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih Perseroan meningkat signifikan sebesar 244,7% (qtq) dibandingkan kuartal IV/2024.

Dalam laporan kinerja keuangannya, Unilever Indonesia membukukan penjualan bersih sebesar Rp9,5 triliun, dengan penjualan domestik tumbuh 21,6% dibandingkan kuartal IV/2024, meski masih terkoreksi 6,6% secara tahunan.

Marjin laba sebelum pajak juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 1.054 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya, mencapai 16,8%. Marjin kotor naik menjadi 48,2%, sementara porsi belanja iklan dan promosi meningkat menjadi 9,2% dari total penjualan bersih. (rn/jh)

Must Read