BusinessUpdate – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp10,3 triliun hingga April 2025. Segmen otomotif masih memberikan kontribusi terbesar pembiayaan periode ini.
“Hingga April 2025, penyaluran pembiayaan baru tercatat sebesar Rp10,3 triliun, di mana kontribusi terbesar masih didominasi oleh segmen otomotif sebesar 71%, dan sisanya merupakan segmen non-otomotif,” kata Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance dikutip dari Bisnis, Rabu (14/5/2025).
Meski demikian, Gani mengakui bahwa angka tersebut menunjukkan adanya koreksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh perlambatan industri otomotif yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Terdapat koreksi dari penyaluran pembiayaan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan kondisi industri otomotif yang saat ini masih melambat,” lanjutnya.
Kondisi ekonomi yang menantang turut memengaruhi performa penyaluran pembiayaan, terutama di segmen otomotif. Suku bunga yang masih tinggi serta melemahnya daya beli masyarakat juga menjadi faktor utama.
Meski demikian, Adira Finance tetap optimistis dengan kinerja ke depan. Perusahaan menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan baru secara keseluruhan untuk tahun 2025, meski dalam kisaran pertumbuhan yang rendah (low single digit).
“Adira Finance akan terus menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan pada kuartal-kuartal berikutnya dan mencapai target keuangan sepanjang 2025,” tegas Gani.
Sejumlah inisiatif strategis yang akan dijalankan perusahaan meliputi optimalisasi jaringan distribusi, khususnya di wilayah potensial luar Jawa, peningkatan proses dan layanan untuk memperkuat retensi konsumen, serta penguatan sinergi dengan grup usaha untuk memperluas penetrasi pasar.
“Adira Finance juga akan melakukan ekspansi ke bisnis non-otomotif seperti pembiayaan multiguna dan alat berat, menawarkan produk kompetitif untuk segmen bankable, dan terus mengembangkan digitalisasi di dalam perusahaan dan ekosistem untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional,” tambah Gani.
Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan multifinance terus menunjukkan tren melambat dalam tiga bulan pertama 2025. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp510,97 triliun per Maret 2025, tumbuh 4,6% secara tahunan (yoy).
Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Februari 2025 yang sebesar 5,92% yoy dan Januari 2025 yang masih mencatatkan kenaikan 6,04% yoy. (rn/jh. Foto: Dok Adira)


