BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatat peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak, dan royalti sebesar Rp4,8 triliun sepanjang 2024.
Nilai ini meningkat 43% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp3,36 triliun. Peningkatan pendapatan itu ditopang oleh penjualan emas dan hilirisasi.
Direktur Utama Antam Nico Kanter menjelaskan, pencapaian ini merupakan hasil dari strategi manajemen yang adaptif terhadap dinamika pasar serta optimalisasi kinerja operasional yang berkelanjutan.
“Antam berhasil menunjukkan daya saing dan resiliensi tinggi di tengah fluktuasi harga komoditas serta perubahan regulasi. Kami tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan mencetak kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan,” kata Nico melalui keterangan resmi, Senin (19/5/2025).
Ia menyatakan, emas menjadi kontributor utama pendapatan pihaknya tahun ini, dengan nilai mencapai Rp57,56 triliun atau melonjak 120% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,12 triliun.
Adapun kenaikan ini didorong oleh harga emas dunia yang menguat serta meningkatnya permintaan di pasar domestik.
Ia menyatakan volume penjualan emas BUMN dengan kode saham ANTM itu turut mencatat rekor tertinggi, mencapai 43,74 ton atau tumbuh 68% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 26,13 ton.
Seluruh penjualan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
“Kami bersyukur masyarakat Indonesia terus menjadikan produk logam mulia Antam sebagai pilihan utama dalam berinvestasi emas. Hal ini terlihat dari tingginya angka penjualan yang seluruhnya disalurkan ke pasar domestik,” ujar Nico.
Selain emas, segmen nikel juga tetap menjadi penopang pendapatan Antam dengan kontribusi sebesar Rp9,50 triliun atau sekitar 14% dari total pendapatan perusahaan. (pa/jh. Foto: Dok. Antam)


