BusinessUpdate – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dikenal juga sebagai Indonesia Re, merupakan BUMN yang bergerak di bidang reasuransi.
Lantaran melihat begitu pesatnya perkembangan teknologi, Indonesia Re menyadari pentingnya teknologi digital dalam pengembangan bisnis dan peningkatan layanan.
Untuk itu melalui wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025, Allah Prakosa selaku IT Division Head, bersama Tim IT dan Tim Humas PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) membahas tetang inisiatif dan sistem digital yang ada di perusahaan.
“RIU Connect ini platform digital terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi transaksi bisnis serta pertukaran data antara Indonesia Re dan perusahaan asuransi mitra,” tutur Prakosa, Senin (19/05/2025).
Prakosa mengatakan platform ini dapat meminimalkan risiko perbedaan data dan membuat proses administrasi menjadi lebih lancar.
Selain itu, dalam bertransformasi digital Indonesia Re digadang-gadang akan menjadi technology leader di industri asuransi dan reasuransi nasional. Diketahui transformasi digital ini meliputi berbagai inisiatif, termasuk pengembangan sistem e-office, platform e-service, sistem investasi, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses underwriting berdasarkan data historis.
Dengan inisiatif digital ini, Indonesia Re berupaya untuk meningkatkan daya saing dan memberikan layanan yang lebih baik kepada mitra perusahaan asuransi, serta mendorong inovasi di industri reasuransi.
Terakhir dalam penutup penjurian, Prakosa menuturkan bahwa, “Saya cukup happy dengan pertanyaan dan tanggapan dewan juri, seperti Pak Elvin. Karena saya melihat bahwa program transformasi inovasi digitalisasi ini tidak hanya berfokus pada teman-teman di IT saja. Jadi nanti teman-teman yang ada di IT maupun non-IT juga sama-sama perlu di upgrade karena yang namanya transformasi digital itu bukan semata-mata punya divisi IT saja, tapi juga semua divisi punya perannya. Saya juga sangat excited dengan pertanyaan bagaimana dengan dampaknya. Ini seperti yang digaungkan oleh Bu Sri Mulyani juga pada saat itu. Jika kita terlalu banyak investasi IT, bagaimana dengan dampaknya? Ini juga saya sepemikiran dan selaras dengan masukan tadi melakukan investasi IT, kemudian ukurannya, dampaknya seperti apa itu perlu kita record sehingga dapat dilakukan evaluasi dan kemudian improvement.”


