BusinessUpdate – PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan proyek pembangunan MRT Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria, Bekasi hingga Tomang akan dimulai pada 2026.
“Kami baru saja bertanda tangan kontrak konsultan, tadi saya yang sampaikan konsultan ini untuk melakukan tender atau tender assistance. Jadi Insha Allah di sekitar kuartal IV mungkin Oktober atau November dan ini dibuka internasional,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Menurutnya, di tahun 2026 diharapkan sudah mulai groundbreaking untuk fisik di lapangan. Sementara untuk pemilihan lokasi ground breaking direncanakan akan dilakukan di sekitaran Thamrin – Kwitang.
Meski demikian, Weni bilang, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pembebasan lahan dan juga menyiapkan relokasi utilitas yang perlu dilakukan sebelum melakukan groundbreaking. “Jadi tahun ini kami juga akan menyiapkan relokasi utilitas yang perlu dilakukan sebelum pembangunan fisik,” katanya.
Sebelumnya, proyek pembangunan MRT Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 yang menghubungkan Tomang di Jakarta Barat dengan Medan Satria di Bekasi, sepanjang 24,5 km telah resmi dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (11/9/2024).
Rencananya, jalur dan stasiun MRT lintas Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 ini membentang dari Tomang, Grogol, Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen, Galur, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pakulonan Timur, Perintis, Pulogadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, hingga Medan Satria. Adapun waktu tempuh yang ditargetkan untuk jalur tersebut adalah 45 menit. (pa/jh. Foto: Dok. MRT)


