HomeCSRMPMX Tanam 100 Ribu Mangrove di Lahan 10 Hektar

MPMX Tanam 100 Ribu Mangrove di Lahan 10 Hektar

BusinessUpdate – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) bersama anak perusahaan MPM Honda Jatim melanjutkan rehabilitasi mangrove di Muara Sungai Terang, Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program berkelanjutan ini berhasil menanam total 100.000 bibit mangrove di lahan konservasi seluas 10 hektar sejak 2022.

Menurut keterangan resmi perusahaan, langkah ini merupakan bagian dari inisiatif MPM EcoMangrove yang dirancang untuk mitigasi perubahan iklim. Perusahaan memadukan praktik pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir agar tercipta dampak sosial dan ekonomi yang nyata.

Beatrice Kartika, Group CFO MPMX mengatakan berbicara mengenai keberlanjutan bukan hanya soal menjaga bumi dan sumber dayanya, tetapi juga tentang memastikan masa depan masyarakat yang bergantung padanya.

“Melalui MPM EcoMangrove, kami ingin secara nyata berkontribusi merawat ekosistem pesisir agar tetap hidup dan produktif, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah operasional kami. Kami percaya, lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang sejahtera adalah fondasi bagi keberlanjutan bisnis dan kemajuan bangsa,” jelas Beatrice melalui keterangan resmi, dikutip Senin (18/8/2025).

Program ini tidak berhenti pada penanaman bibit mangrove semata tetapi MPMX juga melakukan survei lokasi, pemetaan sosial-ekonomi, hingga pelatihan masyarakat dalam merawat mangrove agar program berjalan berkesinambungan.

Tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove mencapai 85%. Angka ini menjadi indikator positif keberhasilan program jangka panjang dalam memulihkan dan melindungi ekosistem pesisir.

Selain aspek lingkungan, MPMX juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi bagi warga pesisir. Kelompok nelayan mendapat pelatihan budidaya kepiting dengan metode apartemen kepiting yang ramah lingkungan.

Metode tersebut membantu nelayan meningkatkan hasil panen tanpa merusak habitat alami. Hasil tangkapan kemudian dipasok ke salah satu restoran di Labuan Bajo sehingga memberi nilai ekonomi tambahan.

Pada kunjungan terbaru, MPMX menyalurkan 100 unit apartemen kepiting tambahan. Total dukungan yang diberikan kepada kelompok nelayan kini mencapai 150 unit.

Bantuan tersebut bertujuan memperluas kapasitas produksi kepiting sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Konsep ini memperlihatkan strategi shared value, yaitu menciptakan manfaat sosial sembari mendukung keberlanjutan usaha.

Selain nelayan, ibu-ibu pesisir juga memperoleh pelatihan pengolahan bahan baku alami. Mereka berhasil mengembangkan produk sirup buah mangrove dan sambal kepiting yang sudah mengantongi sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Saat ini Desa Golo Sepang menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin mencoba trekking mangrove, bermain kano, hingga menjadi lokasi penelitian mahasiswa. Ekowisata berbasis konservasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi warga setempat. Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan pemerintah daerah membentuk ekosistem yang berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, program MPM EcoMangrove tidak hanya menjaga ekosistem tetapi juga membangun fondasi ekonomi lokal. Pendekatan berbasis keberlanjutan ini menjadi contoh strategi bisnis yang mengintegrasikan kepedulian sosial dengan tanggung jawab lingkungan. (ip/jh. Foto: Dok. MPMX)

Must Read