BusinessUpdate – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan melakukan efisiensi di tubuh badan usaha milik negara (BUMN) dengan melakukan 300 merger serta menghapus tantiem para petinggi perusahaan pelat merah.
Adapun, tantiem adalah bagian dari laba perusahaan yang diberikan kepada anggota direksi atau dewan komisaris sebagai bentuk penghargaan atas kinerja.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkapkan aksi korporasi tersebut menjadi bagian dalam tahap kedua konsolidasi bisnis BUMN baik merger dan akuisisi. “Kurang lebih ada 300 merger yang akan terjadi,” kata Dony dalam special talkshow di CNBC Indonesia, dikutip Senin (18/8/2025).
Selain itu, akan ada spin off di perusahaan-perusahaan BUMN, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut akan kembali ke bisnis intinya. Dony mencontohkan Pertamina misalnya, saat ini memiliki fokus yang sangat luas sehingga tidak lagi menjadi perusahaan migas. “Ini nanti akan terjadi juga spin off dari perusahaannya. Ada bisnis hospital-nya akan keluar, hotelnya akan keluar, dan sebagainya,” ucap Dony.
Dengan konsolidasi ini, maka bisnis BUMN akan fokus ke kompetensi intinya. Hal ini akan memudahkan Danantara mengembangkan business model dan mengembangkan sumber daya manusia.
Menurut Dony saat ini jumlah perusahaan di BUMN adalah 1.046 perusahaan. Akan tetapi, 97% dividen dari BUMN hanya datang dari delapan perusahaan. Dengan konsolidasi ini, nantinya jumlah BUMN diharapkan dapat menjadi 228 perusahaan.
Sebanyak 228 perusahaan ini nantinya diharapkan dapat berkompetisi, memiliki business model yang layak, sumber pendapatan yang layak, dan dikelola secara transparan.
Sebagaimana informasi, konsolidasi bisnis telah diumumkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Direktur Utama TLKM Dian Siswarini belum lama ini mengatakan akan melakukan streamlining atau mengoptimalkan anak perusahaan dan portofolio grup.
“Kami akan melakukan streamlining portofolio grup. Jadi saat ini kami sedang mengevaluasi anak perusahaan atau cucu perusahaan mana saja dalam lima tahun terakhir yang tidak memberikan kontribusi, dalam masa penurunan, tidak memberikan value,” ucap Dian di DPR pekan lalu.
Selain merampingkan anak usaha, TLKM juga akan melakukan merger atau penggabungan usaha anak-anak usahanya. Dia mencontohkan, anak usaha TLKM di bidang properti misalnya, akan digabungkan dengan anak perusahaan dari BUMN lain. (rn/jh)


