BusinessUpdate – Masyarakat Indonesia lebih memilih perbankan digital dalam melakukan transaksi harian. Demikianlah hasil survey yang dirilis oleh Ipsos Indonesia, perusahaan riset pasar asal Prancis.
Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan masyarakat semakin mencari layanan keuangan yang aman, transparan, serta efisien di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kejahatan digital (cyber attack).
“Fakta bahwa aplikasi bank digital kian dipilih dalam transaksi sehari-hari, memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kemudahan bertransaksi digital di Indonesia,” ujar Hansal melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Survei Ipsos Indonesia dilakukan secara online menggunakan Ipsos Digital Platform (Fast Facts) terhadap 300 responden di seluruh wilayah Indonesia, dengan kriteria responden yaitu pria dan wanita berusia 18-55 tahun.
Karakteristik responden, meliputi semua tingkat sosial ekonomi (SES), pengguna internet aktif (mengakses setiap hari), pengguna e-commerce aktif, memiliki setidaknya satu akun bank digital, serta menggunakan bank digital minimal sekali sebulan.
Dalam survei, bank digital yang layanannya dinilai aman dan mudah untuk melakukan transaksi sehari-hari, di antaranya SeaBank dengan peringkat pertama dipilih oleh sebesar 47% responden, diikuti oleh Bank Jago sebesar 30%, dan Neo Bank sebesar 27%.
Hansal menjelaskan, alasan responden memilih di antaranya sebesar 48% merasa puas dengan kemudahan dalam pembayaran QRIS dari SeaBank, diikuti oleh Superbank 45%, dan Neo Bank 45%.
Lalu, sebesar 51% responden menilai SeaBank puas dengan layanan gratis transfer antar-bank, diikuti oleh Superbank 48%, serta Neo Bank 42%.
Kemudian, kemudahan isi ulang dompet digital (top-up e-wallet), di antaranya 53% responden merasa puas dengan SeaBank, disusul oleh Bank Jago sebesar 46%, dan Superbank 44%.
Selanjutnya, keamanan dan kemudahan interkoneksi dengan aplikasi digital lainnya, yaitu sebesar 53% puas dengan SeaBank, diikuti Bank Jago sebesar 45%, serta Allo Bank sebesar 41%.
Selain itu, survei juga menemukan bahwa Gen Z dan Milenial merupakan pengguna paling aktif bank digital di Indonesia, dengan rata-rata frekuensi 1 hingga 10 kali aktivitas penggunaan per bulan. “Aktivitas utama meliputi transfer, top-up e-wallet, pembayaran QRIS, menabung, hingga pembayaran tagihan rutin,” ujar Hansal.
Menurut Hansal, hasil survei menegaskan bahwa layanan bank digital menjadi solusi dalam mengatur keuangan harian secara aman, mudah, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Bank digital bukan hanya mengenai kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di masa yang akan datang, kami melihat peran generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” ujar Hansal.
Sebagai informasi, pertumbuhan perbankan digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi pembayaran digital tumbuh sebesar 52,3% secara tahunan (yoy) pada Juli 2025. (pa/jh)


