HomeECONOMICAset Perbankan Syariah Hingga Agustus 2025 Tembus Rp975,95 Triliun

Aset Perbankan Syariah Hingga Agustus 2025 Tembus Rp975,95 Triliun

BusinessUpdate – Aset perbankan syariah nasional menembus Rp975,95 triliun pada Agustus 2025. Sedangkan, total agregasi aset industri keuangan syariah nasional mencapai Rp3.030 triliun, tumbuh 11,4% dari total aset industri keuangan nasional.

”Pertumbuhan aset keuangan syariah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aset perbankan syariah nasional saat ini mencapai Rp975,94 triliun dengan pangsa pasar 7,44%, sementara pasar modal syariah mencapai Rp1.832,3 triliun dengan pangsa pasar 19,92%. Ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan daya tahan dan prospek besar keuangan syariah di Indonesia,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam keterangan resminya, Minggu (9/11/2025).

Pernyataan Dian itu disampailam dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 bertema “Sinergi Perbankan Syariah dalam Rangka Perluasan Akses Layanan Perbankan Syariah” di Kantor Pusat Bank Jatim, Selasa (4/11/2025),

Dian menjelaskan, di era seperti saat ini penting sekali untuk melakukan inovasi dan perluasan akses keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kesadaran publik terhadap nilai-nilai ekonomi berbasis syariah terus meningkat, namun masih dibutuhkan langkah-langkah nyata untuk memperluas pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah secara lebih merata.

”Permintaan terhadap layanan keuangan syariah terus tumbuh. Maka penting bagi kita untuk meresponsnya melalui inovasi, efisiensi produk, serta integrasi ekosistem. Inovasi keuangan syariah harus mampu menggabungkan nilai ekonomi dan sosial agar memberikan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama antara regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah di berbagai wilayah.

Dian juga menyoroti Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem keuangan syariah paling aktif di Indonesia. Menurutnya, dukungan dari ribuan pesantren, jutaan santri, serta pelaku UMKM halal menjadi kekuatan besar dalam mendorong ekonomi berbasis syariah.

”Pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur sangat kuat karena didukung oleh pondasi sosial dan pendidikan yang mapan. Tahun ini, Jawa Timur berhasil meraih 10 penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2025, yang menunjukkan kontribusi besar daerah ini terhadap penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutup Dian.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, mengatakan penyelenggaraan IIFS 2025 yang digelar atas kerja sama Bank Jatim dan OJK Jatim itu memiliki makna yang sangat penting karena menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta inovasi di sektor keuangan syariah. Pihaknya meyakini bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi daerah yang terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (rn/jh. Foto: Dok. Bank Jatim)

Must Read