HomeECONOMICPasar Otomotif RI Bergeser dari LCGC ke LCEV

Pasar Otomotif RI Bergeser dari LCGC ke LCEV

BusinessUpdate – Pakar otomotif menilai terjadi pergeseran minat beli masyarakat Indonesia dari Low Cost Green Car (LCGC) menjadi Low Cost Electric Vehicle (LCEV).

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu meyakini pergeseran tersebut juga bakal terjadi dalam tahun-tahun mendatang. Sebenarnya, pergeseran minat beli itu sudah terjadi sejak 2013.

“Sementara pangsa strategis di pasar urban, perlahan-lahan bakal semakin diambil alih low cost EV dalam beberapa tahun ke depan,” kata Yannes Martinus Pasaribu, dikutip dari Antara, Jumat (21/11/2025).

Merujuk data yang dibagikan oleh Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pasar LCGC merosot cukup tajam hingga 34,8% jika dibandingkan dengan tahun lalu dari periode Januari hingga Oktober atau hanya berhasil tercatat sebanyak 97.556 unit pada tahun ini.

Sementara di segmen yang sama yakni Wholesales (dari pabrik ke dealer), tahun 2024 pasar LCGC tercatat mendapatkan pesanan hingga mencapai 49.583 unit.

Yannes melanjutkan bahwa fenomena ini merupakan teguran yang nyata bagi produsen otomotif yang memasarkan kendaraan LCGC di Tanah Air, tidak bisa lagi berada di zona nyaman mereka. Konsumen muda saat ini sangat memiliki konsentrasi penuh terkait harga, dan juga teknologi yang terkandung dalam kendaraan tersebut.

Masifnya mereka mobil asal China, juga turut memperparah kondisi pasar LCGC yang semenjak dua tahun ini memiliki catatan kurang memuaskan bagi industri dan juga perusahaan yang memasarkan model-model tersebut.

“Tren penurunan LCGC di Indonesia tidak bisa lagi dibaca hanya sebagai fluktuasi siklus pasar, tetapi sebagai sinyal kuat bergesernya aspirasi kelas menengah dari sekadar “mobil termurah” menjadi “mobil paling masuk akal” dalam hal nilai, citra, dan biaya operasional jangka panjang,” ujarnya.

Konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan sampai Makassar, tren “low cost EV” sangat berpotensi untuk menggantikan peran LCGC yang saat ini mulai dilihat pasar sebagai kendaraan yang sudah tidak rendah lagi.

“Jika range harganya tetap stabil, LCEV akan menguat sebagai pilihan utama kelas menengah urban. Tetapi, pergeserannya terjadi bertahap dan tidak serta-merta,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan di Indonesia dari data Gaikindo menunjukkan tren yang meningkat untuk segmen Wholesales yang mencapai 74.020 unit atau meningkat 19,23% dari bulan sebelumnya. (rn/jh)

Must Read