BusinessUpdate – Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menyiapkan sejumlah strategi untuk membukukan kinerja solid pada 2026. Salah satunya melakukan optimalisasi pabrik yang telah terbangun hingga memperbesar eksposur terhadap pasar domestik.
Head of Investor and Public Relations ROTI Hadi Susilo menegaskan bahwa pada tahun mendatang, ROTI tidak akan melakukan ekspansi secara besar. Ia memprediksi, capex yang bakal dianggarkan untuk 2026 berkisar pada Rp100–Rp120 miliar.
Besaran capex tersebut setara dengan besaran pengeluaran ROTI selama 2–3 tahun belakangan dari sisi modal kerja. Capex tersebut dinilai telah cukup lantaran ekspansi besar telah dilakukan perseroan pada periode 2010–2015.
“Selama ini kami masih berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dari 15 pabrik yang sudah jadi untuk meningkatkan penjualan,” katanya dalam paparan publik, Jumat (28/11/2025).
Saat ini, ROTI telah memiliki 15 pabrik yang beroperasi tidak hanya di Jawa, tetapi juga di Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pekanbaru, hingga Batam. Seluruh pabrik ROTI mampu memproduksi hingga 5,4 juta potong roti setiap harinya.
Dalam rentang 2–3 tahun ke depan, pihaknya belum memiliki rencana untuk membangun pabrik tambahan. Pasalnya, periode ekspansif perseroan pada 2010–2024 telah memberikan tambahan pabrik yang signifikan.
Saat ini ROTI tengah berfokus untuk meningkatkan produktivitas pabrik dan memaksimalkan kapasitas produksi yang telah ada. “Jadi mungkin 2–3 tahun ke depan belum ada rencana penambahan pabrik, tapi tahun 2030 mungkin kami sudah saatnya untuk menambah pabrik. Tapi dengan kemampuan permodalan kami yang kuat, saya rasa kami masih menambah pabrik dengan cash flow internal,” katanya.
Selain itu, pada 2026 Hadi juga menerangkan bahwa ROTI belum memiliki rencana untuk merambah pasar baru di luar negeri. Menurutnya, ROTI masih akan berfokus untuk mengembangkan dan memanfaatkan peluang di pasar Tanah Air.
Hal itu tampak dari persebaran pabrik ROTI yang tidak hanya berfokus di Jawa. Pabrik Makassar bahkan melakukan pengiriman ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Dari segmen penjualan, wilayah Indonesia Timur bahkan berkontribusi Rp878,77 miliar terhadap pendapatan total perseroan, dengan Indonesia Barat senilai Rp457,60 miliar, dan Indonesia Tengah mencapai Rp1,40 triliun.
“Tapi kalau untuk produk ekspor, saat ini kami belum mempertimbangkan merambah pasar luar negeri. Saat ini kami lebih banyak fokus di Indonesia karena melihat begitu besar potensi di Indonesia,” katanya.
Hadi menegaskan bahwa ROTI tengah mengupayakan pertumbuhan yang stabil ke depan. Compounded Annual Growth Rate (CAGR) yang berusaha dipertahankan perseroan adalah pada posisi 14,2%. (pa/jh. Foto: Dok. ROTI)


