BusinessUpdate – PT United Tractors Tbk. (UNTR) mendirikan perusahaan baru yang fokus pada bisnis pengolahan nikel sejalan dengan strategi diversifikasi yang dijalankan oleh entitas Grup Astra.
Ari Setiyawan, Sekretaris Perusahaan United Tractors, menyampaikan perusahaan baru itu bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL) yang didirikan oleh anak usaha UNTR yaitu PT Danusa Tambang Nusantara (DTN).
“PT Nusantara Industri Nikel Lestari akan melakukan kegiatan usaha yang bergerak di bidang kegiatan industri pembuatan logam dasar bukan besi dan perdagangan besar logam dan bijih logam,” paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).
Tujuan didirikannya PT Nusantara Industri Nikel Lestari ini merupakan langkah lanjutan UNTR secara grup untuk melakukan diversifikasi kegiatan usaha perseroan. Upaya diversifikasi ke luar bisnis batu bara itu dilakukan UNTR melalui perusahaan terkendali perseroan dengan mengembangkan usaha di sektor jasa dan pengolahan mineral nikel.
Struktur kepemilikan modal PT Nusantara Industri Nikel Lestari terdiri atas PT Danusa Tambang Nusantara dengan nominal Rp9,99 miliar (99,9%) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN) sebesar Rp10 juta (0,1%).
“Penyertaan saham DTN dan EPN dalam NINL tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, dan kondisi keuangan perseroan saat ini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, UNTR menjalankan bisnis penambangan dan pengolahan nikel melalui dua entitas usaha. Pertama, PT Stargate Pasific Resources (SPR) mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1.975 ribu wet metric ton (wmt) sampai kuartal IV/2024, yang terdiri atas 693 ribu wmt saprolit dan 1.282 ribu wmt limonit.
Kedua, Nickel Industries Limited (NIC) yang dimiliki sebesar 19,99% merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia.
Perseroan mencatat equity income dari NIC untuk periode 12 bulan sejak kuartal terakhir 2023 sampai dengan 9 bulan 2024. Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan 34,4 ribu ton logam nikel pada kuartal IV/2023 dan 96,3 ribu ton logam nikel dalam 9 bulan 2024. (rn/jh. Foto: Dok. UNTR)


