HomeCORPORATE UPDATEBUMSFedEx Indonesia Antisipasi Lonjakan Pengiriman Barang Saat Ramadan

FedEx Indonesia Antisipasi Lonjakan Pengiriman Barang Saat Ramadan

BusinessUpdate – FedEx Indonesia menyatakan periode Imlek dan Ramadhan sebagai momen lonjakan peningkatan pengiriman barang. Oleh karena itu, perusahaan akan menambah kapasitas dan sumber daya manusia untuk menangkap peluang tersebut.

“Biasanya ada peningkatan volume saat Imlek dan awal Ramadhan. Karena itu kami merencanakan tambahan kapasitas dan sumber daya manusia untuk mendukung pelanggan,” jelas Managing Director FedEx Indonesia Garrick Thompson secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Garrick mengaku menggunakan data dari periode sebelumnya untuk menyesuaikan kapasitas selama masa puncak. Ia menilai pola permintaan saat Ramadhan berbeda antara segmen B2B dan ritel. “Kadang bisnis B2B lebih stabil atau sedikit lebih rendah saat Ramadhan. Namun dinamika ini sangat bergantung pada dukungan terhadap UMKM,” katanya.

Selama Ramadhan, ia melihat peningkatan pengiriman produk artisan, hadiah, makanan, dan berbagai produk khas yang terkait dengan perayaan. Tahun 2025 menjadi periode menantang bagi FedEx Indonesia. Dinamika geopolitik dan kebijakan tarif memicu ketidakpastian.

“Tahun 2025 ini adalah tahun yang sangat menantang untuk FedEx Indonesia. Di awal tahun terdapat banyak ketidakpastian dari sisi geopolitik, termasuk kebijakan tarif. Namun volume pengiriman tetap kuat, terutama ke Amerika Serikat,” katanya.

Meski ada tantangan global, FedEx terus melihat permintaan yang kuat dan penerbangan yang solid. “Ini membantu mendukung perdagangan Indonesia,” ujarnya.

FedEx beroperasi lebih dari 50 tahun secara global. Perusahaan memiliki 670 pesawat yang menghubungkan lebih dari 220 negara dan hampir 99% Produk Domestik Bruto dunia.

Jaringan Indonesia terhubung langsung dengan FedEx Asia Pacific Hub di Guangzhou, China, menuju Jakarta. Koneksi ini memberi akses pengiriman global bagi pelaku usaha dalam negeri. Fokus pengiriman FedEx Indonesia berada pada kargo udara.

Industri pakaian dan tekstil menjadi kontributor utama. Sektor manufaktur seperti otomotif, kendaraan listrik, elektronik, dan peralatan mesin berat juga menjadi segmen besar.

Memasuki 2026, Garrick menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis logistik meski ada kebijakan tarif AS. “Saya sangat optimistis. Di FedEx Indonesia kami fokus pada hal-hal yang bisa kami kontrol. Memang banyak dinamika global, termasuk kebijakan tarif AS, tetapi kami melihat kekuatan yang signifikan di Indonesia,” ujarnya. (pa/jh. Foto: Dok. FedEx)

Must Read