HomeCORPORATE UPDATEBUMSJababeka Targetkan Penjualan pada 2026 Sebesar Rp3,75 Triliun

Jababeka Targetkan Penjualan pada 2026 Sebesar Rp3,75 Triliun

BusinessUpdate – Perusahaan properti dan pengembang kawasan industri PT Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan marketing sales (penjualan pemasaran) sebesar Rp3,75 triliun pada 2026.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi marketing sales perseroan yang sebesar Rp3,2 triliun pada 2025, atau tumbuh 13% secara tahunan (yoy) dibandingkan realisasi pada 2024.

“Perseroan menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada 2026, terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang,” ujar Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dari target tersebut, perseroan berharap sebesar Rp1,25 triliun dikontribusikan dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial.

Sementara itu, sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.

Sepanjang 2025, Jababeka mencatatkan total pendapatan sebesar Rp5,15 triliun, atau tumbuh 12% (yoy) dibandingkan sepanjang 2024.

Pilar Land Development & Property perseroan berkontribusi terhadap total pendapatan sebesar Rp2,46 triliun pada 2025, atau menurun dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024.

Kemudian, Pilar Infrastruktur (utamanya listrik, air, pengelolaan limbah, pengelolaan estate, dan pelabuhan) berkontribusi sebesar Rp2,57 triliun pada 2025, atau tumbuh 34% (yoy) dibandingkan sebesar Rp1,90 triliun pada 2024.

Sementara itu, Pilar Leisure & Hospitality berkontribusi terhadap total pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada 2025, atau menurun tipis dibandingkan Rp129,1 miliar pada 2024.

Pada tahun tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp857,1 miliar pada 2025, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp770 miliar pada 2024.

“Faktor utama dari peningkatan ini adalah kinerja keseluruhan perusahaan yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, dan penurunan beban lain-lain terutama pada berkurangnya rugi selisih kurs yang dari sebelumnya Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar,” ujar Muljadi.

Kemudian untuk laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi​​​​​​ (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp1,736 triliun pada 2025, atau tumbuh 7% (yoy) dibandingkan sebesar Rp1,61 triliun pada 2024.

Per 31 Desember 2025, saldo kas konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp3,6 triliun, termasuk dana pada rekening cadangan bunga sebesar Rp39,4 miliar sesuai persyaratan pinjaman Mandiri. Adapun, posisi saldo kas tersebut meningkat dibandingkan posisi sebesar Rp2,0 triliun pada akhir 2024. (pa/jh)

Must Read