HomeCORPORATE UPDATEBUMSBank Saqu Gelar Kampanye Edukatif Hadapi Peniupuan Digital

Bank Saqu Gelar Kampanye Edukatif Hadapi Peniupuan Digital

BusinessUpdate – Menjelang Idulfitri, Bank Saqu menghadirkan kampanye edukatif bertajuk Awas Hantu Cyber untuk mengingatkan nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.

Inisiatif tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen Bank Saqu dalam melindungi nasabah melalui peningkatan literasi keamanan digital di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

Momentum Ramadan dan Idulfitri sering diiringi lonjakan aktivitas transaksi digital, mulai dari belanja online, pengiriman uang, hingga pemanfaatan berbagai promo. Kondisi ini dinilai sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.

Beberapa modus yang kerap terjadi antara lain pesan palsu terkait paket kiriman, penawaran promo belanja, hingga pihak yang mengaku sebagai perwakilan institusi tertentu untuk meminta data pribadi atau kode one time password (OTP).

Bank Saqu menyebutkan, ancaman penipuan digital juga meningkat seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Modus seperti phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan data pribadi semakin beragam dan kerap sulit dikenali masyarakat.

Melalui pendekatan storytelling yang ringan dan mudah dipahami, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenali berbagai modus penipuan sekaligus memahami langkah sederhana untuk melindungi diri.

Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu Angela Lew Dermawan mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus mendampingi nasabah agar dapat bertransaksi secara aman di era digital.

“Di dunia digital saat ini, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata bagi masyarakat. Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan,” kata Angela dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2025).

Melalui Awas Hantu Cyber, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi.

Edukasi melalui serial konten digital Kampanye Awas Hantu Cyber akan hadir dalam bentuk serial konten edukasi yang disebarkan melalui berbagai kanal digital Bank Saqu, termasuk media sosial dan platform digital lainnya.

Melalui konten tersebut, masyarakat diajak mengenali berbagai karakter hantu cyber, modus penipuan yang sering terjadi, sekaligus mempelajari langkah sederhana untuk menghindarinya.

Latar belakang kampanye ini juga merujuk pada data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahun yang berpotensi mengarah pada berbagai serangan digital.

Sementara itu, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun pada 2024.

Laporan industri juga mencatat, sepanjang November 2024 hingga September 2025 terdapat lebih dari 274.000 laporan penipuan finansial di Indonesia, dengan estimasi kerugian publik mencapai lebih dari Rp6 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Saqu)

Must Read