BusinessUpdate – Menyambut Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menghadirkan layanan kurban digital melalui aplikasi BRImo dengan menggandeng Rumah Zakat. Layanan ini dapat diakses melalui banner promo pada fitur Lifestyle di aplikasi BRImo mulai 27 April hingga 27 Mei 2026.
SEVP Retail Transaction & Funding BRI Tri Laksito Singgih menjelaskan, latar belakang kerja sama ini tidak terlepas dari luasnya jaringan BRI di seluruh Indonesia serta besarnya potensi umat Muslim dalam berkurban. Namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan distribusi daging kurban, di mana sebagian wilayah mengalami kelebihan, sementara daerah lain justru kekurangan akses.
“BRI memiliki jaringan yang luas dan basis pengguna yang besar. Sementara Rumah Zakat punya pengalaman serta jaringan distribusi yang kuat. Kolaborasi ini kami yakini dapat mempermudah masyarakat untuk berkurban sekaligus memastikan manfaatnya lebih merata,” ujar Laksito di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Melalui fitur kurban di BRImo, masyarakat tidak perlu lagi melalui proses konvensional seperti datang langsung ke lokasi penjualan hewan, memilih, hingga melakukan pembayaran secara tunai.
Hanya dengan membuka aplikasi, pengguna dapat langsung mengakses banner program kurban, memilih jenis hewan, dan menyelesaikan transaksi secara digital. Selain menghadirkan kemudahan, BRI juga menawarkan berbagai promo menarik selama periode program berlangsung.
Perseroan memberikan cashback sebesar Rp150.000 bagi 666 nasabah tercepat setiap hari yang melakukan transaksi qurban melalui BRImo. Tak hanya itu, tersedia pula potongan harga langsung di aplikasi bagi 666 nasabah tercepat, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih cepat berpartisipasi
“Dengan adanya cashback, masyarakat tidak hanya berkurban, tapi juga bisa membantu biaya operasional panitia. Jadi manfaatnya bisa lebih luas,” tambahnya.
Dari sisi dampak, Tri Laksito menyebut program ini tidak hanya menyasar penerima daging kurban, tetapi juga pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya. Distribusi dilakukan secara lebih terarah, menjangkau daerah minim pekurban, wilayah pelosok, kawasan rawan pangan, hingga lokasi terdampak bencana.
Ia menilai digitalisasi merupakan keniscayaan di tengah perkembangan teknologi. Namun demikian, transformasi digital ini tidak menghilangkan esensi ibadah, melainkan justru memperkuatnya dengan menghadirkan kemudahan, kenyamanan, serta peluang untuk beribadah secara lebih inklusif.
“Digitalisasi ini bukan hanya soal kemudahan, tapi bagaimana esensi ibadah tetap terjaga. Melalui BRImo, masyarakat bisa berkurban dengan praktis, kapan saja dan di mana saja,” jelas Laksito.
Fitur digital ini memungkinkan masyarakat untuk berkurban secara lebih privat, sejalan dengan nilai keikhlasan dalam beribadah, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.
CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha menilai inisiatif ini sebagai solusi konkret untuk mengatasi ketimpangan distribusi daging kurban di Indonesia. “Selama ini ada gap, ada daerah yang berlebih dan ada yang sangat minim. Dengan platform digital seperti BRImo, distribusi bisa lebih merata dan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini juga menghadirkan nilai lebih atau “kurban plus”, di mana ibadah tidak hanya selesai pada penyembelihan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari aspek syariah, Irvan memastikan seluruh proses telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Hewan kurban yang disediakan telah sesuai standar syariat, dan mekanisme transaksi digital telah mengikuti pedoman dari Dewan Syariah Nasional. Selain itu, proses penyembelihan dilakukan pada waktu yang ditetapkan, yakni saat Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik.
Para pekurban juga akan mendapatkan laporan sebagai bentuk transparansi, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi. (rn/jh. Foto: Dok. Metro TV)


