BusinessUpdate – PT Pegadaian (Persero) mengklaim aplikasi investasi emas Tring diminati masyarakat karena telah digunakan oleh lebih dari 6 juta nasabah dalam kurun waktu 6 bulan.
Saat ini Pegadaian memiliki lebih dari 20 juta nasabah. Ke depan, perusahaan menargetkan sebanyak 70% dari total nasabah tersebut dapat beralih menjadi pengguna Tring sebagai bagian dari strategi digitalisasi yang lebih masif.
“Digitalisasi menjadi sangat penting, karena jika hanya mengandalkan outlet yang saat ini sudah lebih dari 4.030, jangkauannya tetap terbatas. Dengan digital, kita bisa memperluas literasi dan akuisisi nasabah secara lebih luas,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti dalam acara Tring Golden Run 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu (26/4/2026).
Penguatan kanal digital ini juga didukung oleh kesiapan infrastruktur teknologi informasi serta kolaborasi dengan berbagai perbankan di Indonesia. Pegadaian menilai, optimalisasi channel digital menjadi kunci untuk meningkatkan literasi investasi, khususnya investasi emas sebagai instrumen jangka panjang yang juga dapat menjadi aset produktif.
Melalui Tring, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000. Produk ini dinilai relevan untuk menjangkau generasi muda, terutama Gen Z yang saat ini mencakup sekitar 50% dari total nasabah Pegadaian.
Untuk mendorong adopsi Tring, Pegadaian secara aktif menyasar komunitas anak muda melalui berbagai kegiatan, mulai dari musik hingga olahraga. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah penyelenggaraan Pegadaian Golden Run yang digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-125 perusahaan.
Event lari yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana edukasi dan engagement dengan masyarakat, khususnya komunitas muda. Pegadaian berharap pendekatan berbasis komunitas ini dapat mempercepat peningkatan literasi investasi di kalangan generasi muda.
Dalam momentum yang sama, Pegadaian juga menunjukkan komitmen sosialnya melalui program “Pegadaian Peduli”. Perusahaan menyalurkan donasi sebesar Rp1,25 miliar kepada lima yayasan di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, juga terlihat partisipasi langsung atlet berkebutuhan khusus yang menjadi bagian dari komunitas yang didukung.
Selain bantuan sosial, Pegadaian juga mulai mendorong inklusi di lingkungan kerja dengan membuka peluang bagi penyandang disabilitas. Direktur Human Capital Pegadaian Tribuana Tunggadewi menyampaikan bahwa pihaknya tengah merintis kebijakan tersebut dengan menyesuaikan jenis pekerjaan berdasarkan kemampuan masing-masing individu.
“Kami masih dalam tahap awal, namun ke depan akan terus kami kembangkan. Misalnya, untuk individu dengan keterbatasan fisik tertentu tetapi memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bisa ditempatkan di contact center atau fungsi lain yang sesuai,” jelasnya.
Melalui kombinasi transformasi digital lewat Tring, pendekatan komunitas melalui Golden Run, serta program sosial dan inklusi, Pegadaian menegaskan posisinya di usia ke-125 tahun bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam meningkatkan literasi investasi dan kepedulian sosial di Indonesia. (ip/jh. Foto: Dok. Pegadaian)


