HomeCORPORATE UPDATEBUMNKompetisi Kian Ketat, Ini Strategi Semen Indonesia

Kompetisi Kian Ketat, Ini Strategi Semen Indonesia

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) berupaya fokus pada strategi pengelolaan bisnis berkelanjutan dan mendominasi pasar domestik untuk menghadapi tantangan-tantangan pada 2023. 

Direktur Utama Semen Indonesia Donny Arsal melihat ada empat tantangan yang membayangi industri semen Tanah Air. “Pertama, perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi dan real estat dari sekitar 4% secara tahunan pada kuartal I/2022 menjadi hanya 0,6% year-on-year [yoy] pada kuartal III/2022,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (30/11/2022).

Kedua, volume permintaan semen nasional sepanjang tahun ini diprediksi menurun sekitar 2% hingga 3% dibandingkan dengan realisasi pada 2021. Kondisi ini dibarengi oleh kompetisi yang semakin ketat dengan masuknya Semen Grobogan dan Semen Singa Merah ke pasar pada tahun ini. 

Penjualan semen domestik pada Oktober 2022 tercatat 5,46 juta ton. Jumlah tersebut turun 16,7% dari periode yang sama tahun lalu yang dapat mencapai 6,55 juta ton. Pangsa pasar SMGR tercatat mencapai 48% atau sebesar 2,62 juta ton dari total. 

Tantangan ketiga adalah kelebihan pasokan alias oversupply di industri semen. Dengan estimasi total kapasitas produksi 119 juta ton per tahun dan konsumsi sekitar 63 juta ton, oversupply di industri bahan bangunan itu mencapai sekitar 56 juta ton. 

Tantangan lain juga datang dari lonjakan harga batu bara yang dilanjutkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai awal September 2022. Sederet tantangan tersebut diproyeksi masih membayangi industri semen pada tahun depan. 

Namun, peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama bagi Semen Indonesia sebagai perusahaan yang mampu merebut pangsa pasar dan memacu efisiensi internal. 

Salah satu peluang datang dari meningkatnya porsi dana infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Untuk tahun depan, anggaran infrastruktur naik 7,75% yoy dari outlook APBN 2022 sebesar Rp363,8 triliun menjadi Rp391,9 triliun. 

Meningkatnya anggaran itu berpotensi membawa efek domino terhadap permintaan semen untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menambah panjang daftar katalis positif bagi emiten di sektor semen. 

Menghadapi tantangan tersebut, kata Dony, Semen Indonesia memiliki empat pilar utama yang dijalankan guna menghadapi tantangan bisnis pada 2023. Keempat strategi tersebut, yakni mendominasi pasar domestik, pendekatan pelanggan dengan solusi dan produk, keunggulan operasional dan digitalisasi rantai nilai, serta pertumbuhan berkelanjutan. (jh)

Must Read