HomeCORPORATE UPDATEBUMNKAI Beberkan Alasan Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek

KAI Beberkan Alasan Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengganti nama kereta api jarak jauh (KAJJ) KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026.

“Bukan sekadar perubahan nama, tapi juga wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalananmu. Dengan rute andalan yang menghubungkan kota-kota penting, KA Anggrek siap menemani perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan,” jelas akun resmi Instagram @kai121_, Selasa (5/5/2026).

KAI menjelaskan jika penggantian nama merupakan penyederhanaan dari Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi usaha mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia.

“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah,” jelas KAI.

Arti penggantian nama juga memaknai perjalanan yang selama ini ditempuh. “Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” tambahnya.

Sementara itu, KAI mengumumkan setiap penumpang yang memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek pada keberangkatan 9 Mei 2026, tetap bisa dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.

Adapun, kata argo yang sebelumnya tersemat berarti gunung dalam bahasa Jawa kuno. KAI sengaja membawa nama argo supaya masyarakat bisa mengenal gunung-gunung di Indonesia.

Namun, beberapa kereta api tak membawa nama argo meski sebetulnya ia nama gunung. Misalnya, KA Malabar dan KA Krakatau, alasannya karena argo hanya digunakan untuk kereta api kelas ekskutif.

KA Argo Bromo Anggrek telah beroperasi selama 13 tahun, nama sebelumnya adalah Argo Bromo dengan kode JS-852 dan diluncurkan pertama kali pada 24 September 1997. Karena ia kereta eksekutif, maka gerbongnya dibuat elegan dan nyaman dengan penggunaan pegas udara untuk menahan goncangan. Hasilnya, goncangan dapat diredam dan penumpang minim merasakan hentakan kuat di dalam gerbong.

Transformasi KA Argo Bromo Anggrek ke KA Anggrek bukan cuma sekedar ganti nama, tapi lebih dari peningkatan kualitas layanan dari PT KAI. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Must Read