BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), emiten tambang anggota MIND ID, mememberkan strategi perseroan sehingga laba bersih tahun 2025 melonjak 106% dibandingkan tahun ssbelumnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (10/6/2026), pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sisanya, sebesar Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan proyek strategis perusahaan.
RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk perubahan susunan pengurus serta rencana perseroan menerima penugasan pemerintah dalam percepatan hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Pada kesempatan itu, manajemen Antam mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi pendorong utama lonjakan laba perseroan sepanjang 2025. Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan komoditas utama, penguatan harga komoditas, serta efisiensi biaya yang dijalankan secara konsisten.
“Kombinasi antara top line, pertumbuhan volume penjualan, baik kuantitas, harga yang rally-nya kuat, dan juga cost efficiency yang kami disiplinkan secara internal,” ujar Handi dalam konferensi pers usai RUPST Antam.
Menurut Handi, bisnis nikel menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Produksi nikel Antam meningkat 62%, sementara penjualannya tumbuh 75% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi kegiatan pertambangan dan pemanfaatan rencana kerja yang diperoleh perusahaan, di tengah tingginya kebutuhan bahan baku hilirisasi dalam negeri, khususnya untuk industri stainless steel.
Kinerja serupa juga terjadi pada bisnis bauksit. Antam mencatat peningkatan produksi hingga 112% dan kenaikan penjualan sebesar 157% secara tahunan. Selain itu, bisnis emas tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan perusahaan. Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas turut mendorong peningkatan permintaan domestik.
Berdasarkan hasil RUPST, Antam membukukan laba bersih sebesar Rp7,92 triliun pada 2025 atau naik 106% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp84,64 triliun atau naik 22% secara tahunan. (pa/jh. Foto: Dok. ANTAM)


