HomeFINANCEEasycash Perluas Akses Keuangan, Salurkan Pinjaman Rp96,67 Triliun

Easycash Perluas Akses Keuangan, Salurkan Pinjaman Rp96,67 Triliun

BusinessUpdate – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) terus melakukan perluasan akses keuangan yang inklusif karena masih terdapat sekitar 30% masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal atau financially excluded.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70% pada 2025.

Oleh karena itu, Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo mengatakan, perluasan akses keuangan yang inklusif akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Menurutnya, kehadiran layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit sekaligus mendukung agenda percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Nucky menyebut, di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Nucky dalam siaran pers RUPST EasyCash, dikutip pada Senin (22/6/2026).

Fokus perusahaan dalam memperluas akses pendanaan tercermin dari penyaluran pembiayaan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Sejak didirikan pada 2017, Easycash sebagai platform pinjaman daring atau pindar yang berizin dan diawasi oleh OJK telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana (borrower).

Adapun total nilai akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai Rp96,67 triliun. Perusahaan menyebutkan, perluasan akses pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal, termasuk kelompok unbanked dan underbanked.

Sejalan dengan upaya memperluas akses pendanaan kepada masyarakat, Easycash juga terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai landasan utama dalam menjalankan operasional perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan fungsi pengawasan, penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal, penguatan fungsi kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan perusahaan. Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024.

Nucky mengungkapkan, penerapan tata kelola yang baik tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga untuk membangun perusahaan yang sehat, dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat, serta mampu memberikan perlindungan bagi konsumen.

“Kami meyakini bahwa tata kelola yang kuat akan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” tutur Nucky.

Ke depan, Easycash akan terus berfokus pada perluasan akses pendanaan bagi masyarakat, khususnya segmen unbanked dan underbanked. Di saat yang sama, perusahaan juga berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat semakin bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital melalui berbagai program edukasi, seperti MOJANG (Modul Bijak Keuangan) dan platform edukasi ChatPindar. (pa/jh. Foto: Dok Easycash)

Must Read