BusinessUpdate – PT BPR BKK Purwokerto (Perseroda) kembali menunjukkan taringnya dalam persaingan corporate social responsibility (CSR) tingkat nasional.
Melalui sesi wawancara Penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards (ICBA) 2026, Sugeng Prijono selaku Direktur Utama bersama Wisdawan Hary Pramono selaku Kepala Divisi PPTI dan Ade Dana selaku Staf Pemasaran Dana PT BPR BKK Purwokerto hadir memberikan penjelasan komprehensif kepada dewan juri.
Langkah ini menjadi momentum penting untuk memaparkan kontribusi strategis perusahaan di wilayah Kabupaten Banyumas.
Bukan semata-mata mengejar penghargaan, PT BPR BKK Purwokerto melakukan upaya ini agar menjadi ruang evaluasi mendalam bagi perusahaan untuk bertransformasi demi program sosial dari sekadar pemberian bantuan menjadi pemberdayaan yang terukur.
Dalam paparannya, PT BPR BKK Purwokerto menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan diarahkan penuh untuk menyokong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.
Ada dua program unggulan yang disorot dalam kluster pemberdayaan ekonomi masyarakat, antara lain:
- Bantuan Tenda UMKM Menara Teratai di Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha mikro setempat.
- Bantuan Traktor untuk Kelompok Tani di Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, sebagai stimulan mekanisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan daerah.
Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, perusahaan juga meyakini bahwa investasi pada masa depan generasi muda adalah kunci pembangunan jangka panjang. Wujud nyatanya yakni kontribusi di dunia pendidikan yang dikelola melalui komitmen berkelanjutan yang berfokus pada tiga pilar utama: literasi keuangan, perluasan akses, dan pengembangan kompetensi.
Aksi nyata dari tiga pilar pendidikan tersebut diwujudkan melalui:
1. Literasi Keuangan bagi siswa-siswi di SMP Gunungjati 3 Purwokerto.
2. Bantuan Sarana Transportasi Sekolah di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, guna mempermudah akses dan mobilitas pelajar.
3. Beasiswa Pendidikan bagi pelajar berprestasi dan membutuhkan di SMP Negeri 2 Cilongok.
Lebih lanjut, sesi penjurian ini berlangsung interaktif yang memicu refleksi mendalam bagi manajemen PT BPR BKK Purwokerto.
Sugeng Prijono, Direktur Utama PT BPR BKK Purwokerto mengatakan pihak manajemen secara terbuka mengakui adanya ruang evaluasi yang harus segera diperbaiki, terutama menyangkut sistem monitoring berkala pasca-bantuan diserahkan.
”Terima kasih kepada keempat dewan juri: Prof. Haryono, Prof. Gunawan, Pak Alan, dan Pak Budi. Hal utama yang saya tangkap di akhir sesi adalah adanya kesamaan fokus pertanyaan, yaitu mengenai rencana ke depan serta ringkasan presentasi kami yang dinilai layaknya sebuah laporan audit. Satu hal yang jujur sering kami lupakan dan baru kami sadari setelah diingatkan oleh dewan juri adalah mengenai outcome (dampak riil) dari program yang kami jalankan. Kami sering lupa mengukur apa yang didapatkan oleh penerima manfaat dan bagaimana perkembangan,” ucap Sugeng, Rabu (24/06/2026).
”Selama ini, kami mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan pasca-bantuan. Sebagai contoh, setelah memberikan bantuan traktor kepada petani, kami tidak memonitor bagaimana pemanfaatannya di lapangan,” sambung Sugeng.
”Sebaliknya program yang berhasil kami monitor dengan jelas adalah program yang memiliki kesinambungan langsung menjadi nasabah kami. Contoh suksesnya adalah kelompok penderes nira, mereka dari yang tidak pernah punya simpanan, sekarang sudah mulai menabung, sudah bisa menyisihkan penghasilan, mereka terproteksi aman, sehingga bisa berproduksi dengan baik. Sekarang sudah sejahtera, ada kebutuhan juga kita fasilitasi, komunikasi terjalin baik. Ada kelompok daripada industri gula kristal juga berkembang dengan pesat.” (kiy)


